• Tidak ada hasil yang ditemukan

JR 1 Erlis marisa

N/A
N/A
Erlis Marisa

Academic year: 2025

Membagikan "JR 1 Erlis marisa"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Management of Mandibular Condyle Fractures in Pediatric Patients: A

Multicentric Retrospective Study with 180 Children and Adolescents

Journal Reading Erlis Marisa Supervisor :

drg. Santi Anggraini, MARS, Sp.BMM., Subsp.

COM(K)

(2)

JOURNAL

IDENTIFICATIO

N

(3)

Introduction

Pediatric

maxillofacial fractures

represent up to 15% of the total maxillofacial

fractures in children and adults

management strategies

expectative

management(analgesia, soft food and follow-up)

functional protocols with guiding elastics or with orthodontic

appliances and exercises

maxillomandibular fixation (MMF),

open reduction and internal fixation (ORIF)

to assess

whether there were

differences in the outcomes between

expectant management with a soft diet, closed

treatment with

MMF, and open

surgery (ORIF)

in the study

sample.

(4)

OBJECTIVES

This study aimed to describe the

management of mandibular condyle

fracturesin growing patients across 14

maxillofacial departments worldwide

(5)

METHODS

Retrospective multicentric study

14 department OMFS world wide in Asia and Europe 1 January 2011 to 31

December 2021

• aged 0 to 16

• complete clinical and radiological records

• having at least one mandibular condyle fracture

• that underwent either expectant, closed, or open management

• minimum follow-up was six months.

Study Design Population

Location & Time

(6)

Exclusion Criteria

the absence of condylar

fractures

age older than 17

Additional non- condylar

mandibular

fractures (ramus, body,

parasymphysis and symphysis) and

craniofacial

fractures

(7)

RESULT

EPIDEMIOLOGY

01

02

03

04

ETIOLOGY

MANAGEMENT OPTIONS

COMPLICATION

(8)

180 (42%) patients : one mandibular condyle

fracture

37 (9%) patients : second condylar fracture.

65% : male 35% : female

Epidemiologi

(9)

ETIOLOGY

(10)

No significant difference was found in the type of management (expectant, closed or ORIF)

Nosignificant difference

was observed between

the type of management

and outcome

(11)

Discussion

A study of 424 pediatric patients with mandibular fractures found that 42% had one condylar fracture, and 9% had two, which is consistent with previous research highlighting the high frequency of condylar fractures. the leading cause of injury in preschool children, whereas road traffic accidents (RTAs)

Treatment approaches for pediatric mandibular condylar fractures (ORIF) is typically reserved for severe cases, such as dislocation into the cranial fossa or severe malocclusion.

In contrast, some European countries, like Austria and Slovenia, favor ORIF even in young children, citing better outcomes following surgery. These differing approaches highlight varying opinions on the optimal treatment for these fractures.

01

02

(12)

Discussion

Closed management, often involving MMF, was used in some cases but is discouraged in children due to its risks, such as tooth damage and

discomfort. Light guiding elastics were preferred for functional rehabilitation, particularly in younger patients. The study found no

significant difference in complications between the three management strategies (expectant, closed, or ORIF). However, different units favored different protocols based on their traditions and expertise. The study also highlighted limitations, including the lack of functional protocols,

confounding factors like additional mandibular fractures, and a short follow-up period.

In conclusion, no single management strategy emerged as superior, and the key to successful treatment lies in appropriate decision-making and expertise. The study's strength lies in its multicentric approach, offering insights from diverse regions and practices.

03

(13)

In the study, 51 patients (28%) received expectant management, 47 (26%) were treated with closed maxillomandibular fixation

(MMF), and 82 (46%) underwent open reduction and internal fixation (ORIF). Management strategies varied significantly

between departments (p < 0.0001) and also differed based on fracture type (non-displaced, displaced, or comminuted) in the 180 patients with a single condylar fracture. Among 50 non- displaced fractures, 6% had ORIF, 50% had expectant

management, and 44% had MMF. Among 129 displaced fractures, 62% had ORIF, 19% had a soft diet, and 19% had MMF. The study concluded that expectant management, MMF, and ORIF were all effective treatments for pediatric mandibular condylar fractures, with low rates of complications and asymmetry

Conclusions

(14)

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik.

THANK YOU

(15)

Answer

Arah pertumbuhan mandibula, atau rahang bawah, terjadi dalam beberapa arah utama yang memengaruhi perkembangan dan bentuk wajah secara keseluruhan. Berikut adalah arah pertumbuhan utama dari mandibula:

1. Vertikal (Ke bawah): Pertumbuhan vertikal pada mandibula berkontribusi terhadap tinggi rahang bawah. Pusat tumbuh di bagian kondilus mandibula, yang terletak di sendi temporomandibular (TMJ), memainkan peran penting dalam pertumbuhan vertikal. Hal ini membantu dalam

menambah ketinggian wajah bagian bawah.

2. Anterior (Ke depan): Pertumbuhan anterior pada mandibula mengarah ke depan, yang

memperpanjang panjang rahang bawah. Arah ini penting dalam pengaturan gigitan dan posisi gigi. Jika pertumbuhan anterior berlebihan atau kurang, bisa memengaruhi bentuk wajah, seperti menyebabkan rahang bawah menonjol atau terlalu mundur.

3. Lateral (Ke samping): Pertumbuhan lateral pada mandibula terjadi di sepanjang bagian tubuh rahang bawah, memperlebar rahang ke sisi kiri dan kanan. Arah pertumbuhan ini penting untuk memastikan bahwa rahang bawah cukup luas untuk menampung gigi-gigi permanen, yang juga memengaruhi keseimbangan wajah secara keseluruhan.

Proses pertumbuhan ini berlangsung secara dinamis selama masa kanak-kanak dan remaja, dengan pengaruh faktor genetik, hormonal, dan lingkungan. Setelah masa pertumbuhan selesai, biasanya sekitar usia 18 hingga 25 tahun, pertumbuhan mandibula akan melambat atau berhenti.

(16)

Pusat tumbuh kembang mandibula adalah area di dalam tulang mandibula (rahang bawah) yang berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang tersebut selama masa pertumbuhan. Pada umumnya, tulang mandibula memiliki beberapa pusat tumbuh, yang memengaruhi panjang dan bentuk rahang bawah.

Pusat tumbuh utama mandibula terdapat di dua area utama:

1. Pusat Tumbuh di Kondilus Mandibula: Kondilus adalah bagian dari mandibula yang

berhubungan dengan sendi temporomandibular (TMJ) dan terletak di bagian belakang rahang bawah. Pusat tumbuh di sini berperan penting dalam pertumbuhan vertikal dan mempengaruhi perkembangan ketinggian rahang.

2. Pusat Tumbuh di Tuberositas Mandibula: Area ini berperan dalam pertumbuhan anterior (ke depan) dan lateral (ke samping) dari mandibula.

Pertumbuhan mandibula terjadi seiring dengan perkembangan individu, terutama selama masa kanak-kanak dan remaja. Pada usia dewasa, pusat tumbuh ini mulai berkurang aktifnya, karena pertumbuhan tulang cenderung berhenti saat seseorang mencapai kedewasaan fisik.

Tumbuh kembang mandibula sangat penting untuk penataan gigi dan pengaturan gigitan yang baik.

Ketidakseimbangan atau gangguan dalam pertumbuhan pusat-pusat tumbuh ini bisa mempengaruhi bentuk wajah, susunan gigi, dan hubungan antara rahang atas dan bawah.

Referensi

Dokumen terkait

Konsep Tumbuh Kembang Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah Ciri-ciri Tumbuh Kembang Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak Pertumbuhan Fisik Perkembangan Motorik, Sosial dan

Gigi geligi akan tumbuh dan berkembang dalam waktu yang berbeda, proses pertama tumbuh kembang gigi adalah pada masa prenatal, ditemukan di daerah anterior mandibula

Pada tumbuh kembang yang normal, gigi pada maksila dan mandibula erupsi. untuk mempertahankan kontak oklusi selama pertumbuhan wajah dan

Kondisi tumbuh kembang memiliki pengaruh pada tulang panjang kaki dan disetiap perkembangan individu-individu memiliki berbagai perbedaan sesuai dengan kondisi tumbuh

Semua kegiatan pemantauan pertumbuhan dan pemantauan perkembangan dicatat pada Formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak, Rekapitulasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang, kohort

National Journals – Published 1 2014 Morfometric pertumbuhan rahang bawah terkait aktivitas mandibula dan umur pada anakan domba merino pascalahir Vol 2,No.1:1- 6,Januari, 2014 Acta

Apabila pada masa pertumbuhan dan perkembangan manusia terdapat suatu masalah dalam proses tersebut akan berakibat terhambatnya anak mencapai tingkat tumbuh kembang yang sesuai dengan

Deteksi dini masalah psikologis dan tumbuh kembang anak usia dini agar pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan