KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 4584 TAHUN 2019
TENTANG PETUNJUK TEKNIS
BANTUAN PENGEMBANGAN MADRASAH WILAYAH PERBATASAN NEGARA/3T TAHUN ANGGARAN 2019
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka peningkatan akses dan mutu madrasah di wilayah Perbatasan Negara/3T, pemerintah memberikan bantuan pengembangan madrasah di wilayah-wilayah Perbatasan Negara/3T;
b. bahwa untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan Bantuan Pengembangan Madrasah di Wilayah Perbatasan Negara/3T Tahun Anggaran 2019, perlu dibuat petunjuk teknis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang Petunjuk Teknis Bantuan Pengembangan Madrasah di Wilayah Perbatasan Negara/3T Tahun Anggaran 2019;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4355);
4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 223, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6263);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Nomor 4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Nomor 5670);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5423);
7. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 5);
8. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 168);
9. Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 259);
10. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 33);
11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178/PMK.05/2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
12. Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah sebagaimana telah diubah dua kali terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 66 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 2101);
13. Peraturan Menteri Agama Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pejabat Perbendaharaan Negara Pada Kementerian Agama sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 63 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Pejabat Perbendaharaan Negara Pada Kementerian Agama;
14. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 168/PMK.05/2015 Tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 173/PMK.05/2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 Tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Negara/Lembaga;
15. Peraturan Menteri Agama Nomor 67 Tahun 2015 tentang Bantuan Pemerintah pada Kementerian Agama sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 62 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 67 Tahun 2015 tentang Bantuan Pemerintah Pada Kementerian Agama;
16. Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
TENTANG PETUNJUK TEKNIS BANTUAN
PENGEMBANGAN MADRASAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA/3T TAHUN ANGGARAN 2019.
KESATU : Menetapkan Petunjuk Teknis Bantuan Pengembangan Madrasah di Wilayah Perbatasan Negara/3T Tahun Anggaran 2019 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
KEDUA : Petunjuk Teknis sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU merupakan panduan bagi para pemangku kepentingan terkait Bantuan Pengembangan Madrasah di Wilayah Perbatasan Negara/3T tahun anggaran 2019.
KETIGA : Keputusan ini berlaku pada tahun anggaran 2019.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 19 Agustus 2019 DIREKTUR JENDERAL
PENDIDIKAN ISLAM,
ttd.
KAMARUDDIN AMIN
PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PENGEMBANGAN MADRASAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA/3T
TAHUN ANGGARAN 2019
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Presiden Republik Indonesia, dalam Nawa Cita memberikan arahan bahwa pembangunan dimulai dari daerah pinggiran. Daerah ini didefinisikan oleh pemerintah mencakup Kabupaten/Kota yang dikenal dengan daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Dalam melakukan pembangunan di daerah 3T, Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan layanan pendidikan melalui pembangunan fasilitas belajar, dan penempatan guru pada daerah tersebut.
Beberapa permasalahan penyelenggaraan pendidikan, khususnya di daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T) antara lain: layanan guru dan tenaga kependidikan, penerapan kurikulum di sekolah belum sesuai dengan mekanisme dan proses yang standarkan, standar sarana prasarana pendidikan serta permasalahan lainnya adalah angka putus sekolah juga masih relatif tinggi.
Berangkat dari sejumlah permasalahan yang disebutkan di atas pendidikan di daerah 3T perlu dikelola secara khusus dan sungguh-sungguh supaya bisa maju sejajar dengan daerah lain. Hal ini bisa terwujud bila ada perhatian dan keterlibatan dari semua komponen bangsa ini, terutama pemerintah baik yang ada di daerah maupun di pusat. Selain itu, kebijakan pembangunan pemerintah daerah dan pusat memprioritaskan daerah 3T itu sangat penting karena Daerah 3T memiliki peran strategis dalam memperkokoh ketahanan nasional dan keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia
Untuk itu kebijakan Kementerian Agama RI melalui Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan Kesiswaan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam salah satunya untuk meningkatkan mutu dan akses
LAMPIRAN I
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 4584 TAHUN 2019
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PENGEMBANGAN MADRASAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA/3T TAHUN ANGGARAN 2019
pendidikan untuk madrasah-madrasah yang berada di wilayah perbatasan negara/3T. Peningkatan mutu dan akses tersebut diberikan melalui bantuan pemenuhan kebutuhan peralatan, sumber belajar dan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Pelaksanaan Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara menggunakan Mekanisme Bantuan Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 168/PMK.05/2015 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia 173/PMK.05/2016 yaitu bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah kepada kelompok masyarakat atau lembaga non pemerintah. Di dalam PMK tersebut, Pasal 31 ayat (2) dinyatakan bahwa bantuan Pengembangan sarana dapat diberikan dalam bentuk uang atau barang kepada Lembaga Pemerintah atau Non Pemerintah.
Pengadaan barang bantuan Pengembangan yang disalurkan dalam bentuk barang berpedoman kepada Peraturan Perundang-Undangan yang mengatur mengenai Barang dan Jasa Pemerintah (Pasal 32 ayat 2). Pengadaan barang bantuan Pengembangan yang disalurkan dalam bentuk uang hanya dapat diberikan kepada lembaga penerima bantuan pemerintah yang telah mempunyai unit pengelola keuangan dan kegiatan (Pasal 33 ayat 2).
Penyaluran dana bantuan Pengembangan dilaksanakan secara langsung dari Rekening Kas Negara ke rekening Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan pada lembaga melalui mekanisme LS (Pasal 33 ayat 5).
Petunjuk Teknis Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara ini diperuntukan bagi Satuan Kerja (Satker) pada Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan Kesiswaan Madrasah dengan menggunakan Skema Bantuan Pemerintah. Dari dasar pemikiran tersebut di atas, di susun Petunjuk Teknis Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T.
B. Maksud dan Tujuan
Maksud : Petunjuk Teknis Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T dimaksudkan sebagai panduan bagi Madrasah Calon Penerima Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T dan Kementerian Agama di tingkat pusat dan daerah dalam melaksanakan Program Bantuan
Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T .
Tujuan : Petunjuk Teknis Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T bertujuan menjamin akuntabilitas dan standarisasi pelaksanaan Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T pada Kementerian Agama.
C. Ruang Lingkup
Petunjuk Teknis Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T meliputi prosedur pelaksanaan bantuan, Organisasi dan kewenangan, standar dan spesifikasi Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T, Prosedur Penyaluran dana bantuan, Monitoring Evaluasi dan Pelaporan.
D. Pengertian Umum
1. Bantuan Pemerintah adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah kepada perseorangan, kelompok masyarakat atau lembaga pemerintah/non pemerintah.
2. Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T adalah bantuan pemerintah yang diberikan kepada Madrasah di Wilayah Perbatasan Negara/3T untuk pengembangan mutu sarana dan prasarana yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar bagi Madrasah.
3. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah Menteri/Pimpinan Lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga bersangkutan;
4. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Negara/ Lembaga yang bersangkutan.
5. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang diberikan kewenangan oleh PA/Kuasa PA untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN;
6. Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disingkat PP-SPM adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh KPA
untuk melakukan pengujian atas surat permintaan pembayaran dan menerbitkan surat perintah membayar;
7. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah unit organisasi lini Kementerian Negara/Lembaga atau unit organisasi Pemerintah Daerah yang melaksanakan kegiatan Kementerian Negara/Lembaga dan memiliki kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran;
8. Perjanjian Kerja sama adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan Kepala Madrasah penerima bantuan pemerintah;
9. Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku BUN untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara;
10. Rencana Anggaran Biaya yang selanjutnya disingkat RAB adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK), di kalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan;
11. Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistis dan dapat dilaksanakan;
12. Surat Permintaan Pembayaran yang selanjutnya disebut SPP adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPK, yang berisi permintaan pembayaran tagihan kepada negara;
13. Surat Perintah Membayar Langsung yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah dokumen yang diterbitkan oleh PP-SPM untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA dalam rangka pembayaran tagihan kepada penerima hak/bendahara pengeluaran;
14. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disingkat DIPA adalah Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang digunakan sebagai acuan Pengguna Anggaran dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan sebagai pelaksanaan Anggaran Pendapatan dari Belanja Negara (APBN);
15. Bimbingan Teknis yang selanjutnya disebut Bimtek adalah kegiatan pemberian informasi/pemberitahuan tentang tata cara pelaksanaan kegiatan bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T melalui pertemuan, forum, surat edaran atau cara lainnya.
16. Kantor Wilayah adalah Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi.
17. Kantor Kementerian Agama adalah Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
BAB II
PROSEDUR PELAKSANAAN BANTUAN
A. Tujuan pelaksanaan
Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T merupakan bantuan stimulan untuk memacu partisipasi Madrasah dan masyarakat untuk melakukan pengembangan madrasah. Dikarenakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan yang diajukan oleh Madrasah, diperlukan kontribusi dan partisipasi Madrasah dan masyarakat.
Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T bertujuan untuk memenuhi standar layanan minimal proses belajar mengajar pada Madrasah sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015.
B. Jenis, Sasaran dan Pemberi Bantuan 1. Jenis Bantuan
Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T diberikan dalam bentuk dana.
2. Sasaran Bantuan
Sasaran Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T adalah Madrasah yang memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan.
3. Pemberi Bantuan
Pemberi Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T adalah Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
C. Asas Pelaksanaan
Pelaksanaan Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T didasarkan pada komitmen peningkatan mutu, tata kelola dan optimalisasi layanan yang efektif dan efisien. Oleh karenanya harus memiliki asas yang harus menjadi pegangan dalam pelaksanaan bantuan. Adapun asas pelaksanaan bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T Tahun Anggaran 2019 meliputi:
1. Efisien, berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang minimum untuk mencapai kualitas dan sasaran dalam waktu
yang ditetapkan atau menggunakan dana yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil dan sasaran dengan kualitas yang maksimum;
2. Efektif, berarti sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya;
3. Transparan, dilaksanakan secara terbuka baik pada perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan;
4. Akuntabel, berarti pelaksanaan bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku sehingga dapat dipertanggungjawabkan;
5. Manfaat, dapat dirasakan manfaatnya oleh Madrasah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
D. Kriteria
Calon Penerima bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T wajib memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Memiliki lahan dengan sertifikat hak milik atas nama yayasan;
2. Madrasah yang berada di Wilayah Perbatasan Negara/3T;
3. Memiliki Nomor Statistik Madrasah (NSM);
4. Memiliki izin operasional; dan
5. Tidak sedang menerima bantuan sejenis yang bersumber dari dana APBN/APBD Pada tahun anggaran 2019;
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam angka 5 dikecualikan bagi madrasah yang terkena dampak bencana alam.
E. Persyaratan
Syarat-syarat penerima bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T adalah Madrasah yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Mengajukan proposal permohonan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T melalui Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Sarana Prasarana (SIM SARPRAS);
2. Melampirkan Rekomendasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi dan/atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
F. Mekanisme Pelaksanaan Bantuan
1. Madrasah mengajukan proposal Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T melalui Aplikasi SIM SARPRAS;
2. Seleksi dan verifikasi proposal dilakukan oleh Pemberi Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T sesuai kewenangannya;
3. Pemberi Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T melakukan verifikasi faktual kepada seluruh dan/atau sebagian calon penerima Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T dengan dapat melibatkan pihak Inspektorat Jenderal Kementerian Agama dan/atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi setempat dan/atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat;
4. Penerima Bantuan ditetapkan dengan Surat Keputusan Penerima Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T oleh PPK dan disahkan oleh KPA sesuai dengan DIPA masing-masing Satker Pemberi Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T ;
5. Penerima Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T akan diberikan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi lebih lanjut;
6. Pemberi Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T melakukan proses pencairan dana bantuan pemerintah;
7. Penerima Bantuan melaksanakan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Petunjuk Teknis ini;
8. Penerima Bantuan melaporkan hasil pelaksanaan bantuan melalui aplikasi SIM SARPRAS;
9. Pemberi Bantuan melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bantuan pemerintah.
Mekanisme Pelaksanaan Bantuan:
Pengajuan Proposal Melalui Simsarpras
Verifikasi
Bimbingan teknis/
sosialisasi
Monitoring Evaluasi Penetapan penerima
bantuan pemerintah
Pelaksanaan Bantuan
Pelaporan Seleksi Proposal
Proses Pencairan
G. Jangka Waktu Pelaksanaan
Penyelesaian Pelaksanaan Penyediaan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung setelah dana Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T diterima oleh penerima bantuan.
Apabila Pelaksanaan Pekerjaan tidak selesai pada tahun anggaran berjalan, maka dapat diselesaikan melewati tahun anggaran dengan jangka waktu sebagaimana tersebut di atas.
BAB III
ORGANISASI, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
A. Organisasi
Organisasi pelaksanaan kegiatan Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T akan melibatkan unsur-unsur sebagai berikut:
1. Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam;
2. Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi;
3. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
4. Madrasah Penerima Bantuan;
B. Tugas dan Tanggung Jawab
1. Tugas dan tanggungjawab Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam sebagai berikut:
a. Merencanakan dan menganggarkan bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T tahun anggaran 2019 melalui DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan/atau Kantor wilayah Kementerian Agama Propinsi dan/atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
b. Menyusun Petunjuk Teknis (Juknis) bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T tahun anggaran 2019;
c. Melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada penerima bantuan pemerintah;
d. Melakukan koordinasi dengan Bidang Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi dan/atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
e. Menerima proposal langsung dari madrasah dan/atau menerima proposal yang telah diverifikasi secara berjenjang oleh Kementerian Kantor Kementerian Agama Kab/Kota dan/atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi melalui Aplikasi SIM SARPRAS;
f. Melakukan seleksi dan verifikasi Madrasah calon penerima bantuan;
g. Menetapkan keputusan penerima bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T;
h. Membuat dan menandatangani Perjanjian Kerjasama bantuan pemerintah dengan Madrasah Penerima Bantuan yang teralokasikan pada DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam;
i. Melakukan verifikasi terhadap laporan yang disampaikan Madrasah Penerima Bantuan pemerintah melalui SIM SARPRAS;
j. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap madrasah penerima bantuan pemerintah.
2. Tugas dan tanggungjawab Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi sebagai berikut:
a. Melakukan seleksi dan verifikasi terhadap Madrasah calon penerima bantuan, untuk menerbitkan surat rekomendasi;
b. Dapat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T ;
3. Tugas dan tanggungjawab Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sebagai berikut:
a. Melakukan seleksi dan verifikasi terhadap Madrasah calon penerima bantuan, untuk menerbitkan surat rekomendasi;
b. Dapat melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T;
4. Tugas dan tanggungjawab Madrasah Penerima Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T sebagai berikut:
a. Menyiapkan pelaksanaan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T yang meliputi :
1) Menentukan rencana Penyediaan sarana/prasarana sesuai kebutuhan madrasah;
2) Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan;
b. Membentuk dan menetapkan Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) yang mempunyai tanggungjawab dan wewenang untuk menguji tagihan, memerintahkan pembayaran dan melaksanakan pembayaran. Nama yang masuk ke dalam UPKK tidak boleh saling rangkap, UPKK terdiri dari:
1) Ketua,
2) Sekretaris, dan 3) Bendahara.
c. Menandatangani Perjanjian Kerja Sama Bantuan Pemerintah dengan PPK pada Direktorat KSKK Madrasah jika anggaran berasal dari DIPA Ditjen Pendidikan Islam;
d. Melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk kelengkapan pencairan;
e. Membuat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) hasil pelaksanaan bantuan kepada Direktorat KSKK Madrasah dengan sistematika terlampir melalui Aplikasi SIM SARPRAS.
BAB IV
RUANG LINGKUP STANDAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS
PENGEMBANGAN MADRASAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA/3T
A. Ruang Lingkup
Kebutuhan sarana pendukung/peralatan madrasah bermacam-macam.
Kesemuanya itu diarahkan untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sehingga peserta didik di Wilayah Perbatasan Negara/3T mencapai kematangan intelektual, mental, moral dan sosial. Disamping sarana pembelajaran umum, madrasah penyelenggara pendidikan di wilayah perbatasan memerlukan Sarana yang memadai. Penentuan sarana yang memadai didasarkan pada skala prioritas artinya mengacu pada kondisi dan kebutuhan peserta didik.
Jenis sarana dan prasarana Pengembangan Madrasah Wilayah Perbatasan Negara disesuaikan dengan kebutuhan madrasah masing-masing dengan anggaran yang ada;
B. Standar Dan Spesifikasi Teknis
1. Standar
Standar pengembangan madrasah di Wilayah Perbatasan Negara/3T dari segi sarana dan prasarana dapat meliputi pengembangan sebagai berikut:
a. ruang kelas;
b. ruang perpustakaan;
c. ruang laboratorium biologi;
d. ruang laboratorium fisika;
e. ruang laboratorium kimia;
f. ruang laboratorium komputer;
g. ruang laboratorium Bahasa;
h. ruang pimpinan;
i. ruang guru;
j. ruang tata usaha;
k. tempat beribadah;
l. ruang konseling;
m. ruang UKS;
n. ruang organisasi kesiswaan;
o. jamban;
p. gudang;
q. ruang sirkulasi, dan/atau r. tempat bermain/berolahraga.
2. Spesifikasi Teknis
Adapun spesifikasi teknis meliputi pengembangan sarana prasarana di Wilayah Perbatasan Negara/3T disesuaikan dengan kebutuhan teknis, karakterisktik dan anggaran yang tersedia pada masing-masing lembaga sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dan standar sarana prasarana menurut Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007.
BAB V
PENDANAAN DAN MEKANISME PENCAIRAN SERTA KETENTUAN PERPAJAKAN DAN SANKSI
A. Sumber dana
Sumber dana Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T berasal dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang terdapat pada DIPA Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
B. Mekanisme Pencairan Dana
Mekanisme pencairan anggaran Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T kepada penerima dilakukan sekaligus dalam satu tahap 100% dengan syarat-syarat sebagai berikut :
1. Madrasah Penerima Bantuan mengajukan dokumen kesiapan pelaksanaan pekerjaan yang ditujukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dimana anggaran tersebut berada. Dokumen tersebut meliputi:
a. Surat permohonan pencairan
b. Perjanjian kerjasama/Kontrak yang telah ditandatangani oleh Madrasah penerima bantuan dan PPK;
c. Rincian Anggaran Biaya (RAB);
d. Photocopy NPWP;
e. Rekening atas nama Madrasah;
f. Surat Keterangan (referensi) dari Bank yang menyatakan rekening masih aktif;
g. Kuitansi bukti penerimaan uang yang telah ditandatangani oleh penerima bantuan dan disahkan oleh PPK.
2. Dokumen pencairan yang telah lengkap akan diuji oleh PPK sesuai petunjuk teknis penyaluran bantuan pemerintah;
3. PPK menandatangani perjanjian kerjasama dan mengesahkan kuitansi bukti penerimaan uang untuk pembayaran serta menerbitkan SPP setelah pengujian berdasarkan petunjuk teknis;
4. SPP tersebut disampaikan kepada PP-SPM (Pejabat Pembuat Surat Perintah Membayar) untuk diproses lebih lanjut oleh Bagian Keuangan untuk selanjutnya diproses pencairannya. Setelah proses pencairan selesai Madrasah wajib menyelesaikan seuruh pekerjaan.
C. Ketentuan Perpajakan
Direktorat KSKK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam tidak memungut pajak pada saat pemberian bantuan kepada lembaga penerima bantuan pemerintah. Pemungutan pajak adalah tanggung jawab lembaga penerima bantuan sebagai unit pengelola keuangan dan kegiatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
D. Sanksi
Lembaga penerima bantuan pemerintah wajib melaksanakan pengelolaan keuangan dan kegiatan sesuai petunjuk teknis, lembaga yang tidak melaksanakan kegiatan sesuai dengan petunjuk teknis dan peraturan yang berlaku maka:
1. Jika pelanggarannya bersifat pidana dan/atau perdata, penerima bantuan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku;
2. Jika pelanggarannya bersifat administratif, penerima bantuan dikenakan sanksi berupa tidak akan mendapatkan program bantuan pemerintah dengan batas waktu tertentu.
BAB VI
MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN
A. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan Evaluasi (Monev) dilakukan untuk menjamin dana bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T telah diterima dan dimanfaatkan dengan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu dan tepat guna. Selain itu Monev dilaksanakan untuk memperoleh informasi atas implementasi program bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T berjalan secara optimal. Monev juga dimaksudkan sebagai bahan pengambilan kebijakan dalam pengembangan Sarana Prasarana Madrasah dimasa yang akan datang.
Monev dilaksanakan oleh Direktorat KSKK Madrasah dengan dapat melibatkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sebagai upaya kontrol mutu sehingga bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T berjalan secara transparan dan akuntabel.
B. Laporan Pertanggungjawaban
Penerima dana bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada PPK setelah pekerjaan selesai dengan melampirkan hal-hal sebagai berikut:
1. Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (BAPP) yang telah ditandatangani oleh 2 (dua) orang saksi;
2. Berita Acara Serah Terima (BAST) pekerjaan yang telah ditandatangani oleh Penerima bantuan diatas materai Rp. 6000,-;
3. Dokumentasi progress pekerjaan yang telah diselesaikan;
4. Daftar rincian realisasi penggunaan anggaran;
Madrasah Penerima Bantuan diharuskan menyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) atas realisasi bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T. Laporan terdiri dari:
1. Laporan Deskriptif, menggambarkan proses pelaksanaan bantuan dari perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan hingga berakhirnya pelaksanaan bantuan. Laporan Deskriptif terdiri dari 3 bab yang meliputi:
Bab I. Pendahuluan, berisi gambaran umum pentingnya pelaksanaan Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T , tujuan dan sasaran bantuan.
Bab II. Pelaksanaan, berisikan proses pelaksanaan bantuan dari pembentukan UPKK, persiapan, pencairan, realisasi anggaran dan dokumentasi pelaksanaan.
Bab III. Penutup, berisi hasil (output) dari pelaksanaan bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T , kendala yang dihadapi, saran dan rekomendasi.
Laporan deskriptif disertai dengan lampiran-lampiran:
a. Rencana Anggaran Biaya (RAB);
b. Dokumentasi pelaksanaan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T .
2. Laporan Administrasi Keuangan, berisikan laporan penggunaan anggaran Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T dan dilampirkan dengan bukti-bukti yang sah (kuitansi pengeluaran bermaterai, daftar pembayaran upah tukang, pembelian material, dan bukti penyetoran pajak (bila ada), serta bukti-bukti lainnya).
3. Laporan Pertanggungjawaban asli/hardcopy di simpan oleh Madrasah yang bersangkutan.
4. Waktu penyampaian laporan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh hari) Kalender setelah penyelesaian pekerjaan.
5. Laporan Pertanggungjawaban deskriptif dan keuangan, di sampaikan kepada pemberi bantuan melalui aplikasi SIM SARPRAS.
C. Penyerahan Aset
Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T selanjutnya diserahkan dari penerima bantuan pemerintah kepada Pemberi Bantuan dengan menandatangani berita acara serah terima aset.
Pemberi bantuan mencatatkan aset tersebut dalam Aplikasi SIMAK Persediaan. Selanjutnya Pemberi bantuan menyerahkan kembali aset kepada Madrasah penerima bantuan untuk dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
BAB VII PENUTUP
Petunjuk Teknis Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T diharapkan dapat dijadikan acuan oleh seluruh pemangku kepentingan, khususnya Madrasah Penerima Bantuan pada tahun anggaran 2019 dengan baik.
Diharapkan kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam bantuan ini, baik langsung maupun tidak langsung diwajibkan terlebih dahulu memahami isi Petunjuk Teknis ini, dengan demikian kekeliruan dan kesalahan prosedur selama pelaksanaan dapat dihindarkan.
Semoga Allah SWT meridlai segala ikhtiar untuk mengembangkan dan memajukan Madrasah, salah satunya dengan terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal dibidang Sarana Prasarana. Hal-hal yang belum diatur dalam Juknis ini akan disempurnakan dan diatur kemudian.
DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM,
ttd.
KAMARUDDIN AMIN
FORMAT DAN BENTUK DOKUMEN PENDUKUNG
Format 1 : Contoh Perjanjian Kerjasama
PERJANJIAN KERJASAMA
BANTUAN PENGEMBANGAN MADRASAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA/3T
TAHUN ANGGARAN 2019
NOMOR: …………..(nomor surat dari K/L) NOMOR:………(nomor surat Madrasah)
Pada hari ini, ... tanggal ... bulan ... tahun dua ribu sembilan belas kami yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Nama : ... (nama PPK) NIP : ... (NIP)
Jabatan : ... (jabatan pada satuan kerja) Alamat : ... (alamat kantor satuan kerja)
Selaku Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama ...(Nama Satker)..., berkedudukan di ...(alamat).... Selanjutnya disebut PIHAK KESATU.
2. Nama : ... (nama kepala Madrasah) Jabatan : ... (Kepala Madrasah)
Alamat : ... (alamat)
Selaku Kepala Madrasah yang bertindak untuk dan atas nama ...(nama Madrasah)... , alamat ...(alamat).... Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut PARA PHAK.
LAMPIRAN II
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR TAHUN 2019
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS BANTUAN
PENGEMBANGAN MADRASAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA/3T
TAHUN ANGGARAN 2019
Dengan ini PARA PIHAK sepakat untuk mengadakan Perjanjian Kerjasama, dalam rangka pelaksanaan Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T dengan ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1
KETENTUAN UMUM
(1) PIHAK KESATU memerintahkan kepada PIHAK KEDUA untuk melaksanakan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja sama ini dengan mengacu pada petunjuk teknis Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T;
(2) Perjanjian Kerjasama ini ditandatangani berdasarkan kesepakatan PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA tanpa ada unsur paksaan.
Pasal 2
HAK DAN KEWAJIBAN
(1) Hak dan kewajiban PIHAK KESATU:
a. Berhak membuat ketentuan penggunaan bantuan (Petunjuk Teknis) yang ditetapkan oleh KPA untuk melaksanakan kegiatan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T serta menyampaikannya kepada PIHAK KEDUA;
b. Berhak menerima laporan penggunaan dana Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T dari PIHAK KEDUA;
c. Berhak melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan penggunaan dana Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA;
d. Berhak menolak atau mengembalikan laporan penggunaan dana Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T kepada PIHAK KEDUA dalam hal pelaksanaan Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T tidak sesuai dengan standar minimal spesifikasi yang telah ditentukan;
e. Berkewajiban membayar nilai bantuan yang telah ditetapkan apabila PIHAK KEDUA telah memenuhi semua persyaratan pencairan.
(2) Hak dan kewajiban PIHAK KEDUA
a. Berkewajiban mengelola bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T yang diterima dari PIHAK KESATU secara efisien, efektif dan akuntabel serta sesuai dengan ketentuan dalam Petunjuk Teknis dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Berkewajiban menyelesaikan pekerjaan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) hari setelah dana bantuan efektif diterima oleh PIHAK KEDUA.
c. Bersedia mengembalikan dana bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T ke Kas Negara dan menerima sanksi berdasarkan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku dalam hal tidak dapat mempertanggungjawabkan dana bantuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
d. Berkewajiban melaporkan hasil kegiatan tersebut kepada PIHAK KESATU setelah pekerjaan selesai atau akhir tahun anggaran.
Pasal 3 NILAI BANTUAN
(1) Nilai Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T Tahun Anggaran 2019 senilai Rp. ...(nominal)...,- ( ...(terbilang)...);
(2) Nilai Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T Tahun Anggaran 2019 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan nilai yang telah ditetapkan dan pasti sepanjang tidak terjadi perubahan kebijakan pemerintah yang mengakibatkan adanya perubahan DIPA Pemberi Bantuan.
Pasal 4 SPESIFIKASI
Spesifikasi minimal Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis.
Pasal 5
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
(1) Pekerjaan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T dilaksanakan dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender dimulai setelah dana bantuan diterima oleh PIHAK KEDUA;
(2) Jangka waktu pelaksanaan dapat diperpanjang, atas persetujuan PIHAK KESATU, didasarkan pada surat permohonan perpanjangan dari PIHAK KEDUA dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pasal 6
TATA CARA DAN SYARAT PENCAIRAN
(1) Pencairan bantuan dilakukan secara langsung dari rekening Kas Negara ke rekening Pihak Kedua melalui mekanisme Pembayaran Langsung (LS) sesuai ketentuan perundang-undangan;
(2) Mekanisme pencairan anggaran bantuan kepada Pihak Kedua dilakukan sekaligus sebagaimana diatur dalam petunjuk teknis;
Pasal 7
KESANGGUPAN MELAKSANAKAN PEKERJAAN
(1) PIHAK KEDUA siap dan sanggup melaksanakan Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T sesuai petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI;
(2) PIHAK KEDUA siap dan sanggup melaksanakan Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T sesuai dengan nilai bantuan, jenis dan spesifikasi sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis.
Pasal 8
SISA DANA BANTUAN
PIHAK KEDUA siap dan sanggup menyetorkan sisa dana bantuan ke Kas Negara jika sudah tidak digunakan.
Pasal 9 SANKSI
(1) PIHAK KEDUA siap menerima sanksi dalam hal terjadi pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam petunjuk teknis;
(2) PIHAK KEDUA siap mengembalikan dana bantuan jika tidak dapat mempertanggungjawabkan sesuai dengan petunjuk teknis.
Pasal 10 LAPORAN
(1) PIHAK KEDUA siap dan sanggup menyampaikan laporan penyelesaian pekerjaan secara berkala (sesuai dengan tahapan pembayaran) kepada PIHAK KESATU sebagaimana telah diatur dalam Petunjuk Teknis;
(2) Pihak Kedua siap dan sanggup menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada PIHAK KESATU setelah pekerjaan selesai atau akhir tahun anggaran.
Pasal 11 FORCE MAJEURE
(1) PARA PIHAK dibebaskan dari tanggung jawab atas keterlambatan atau kegagalan dalam memenuhi kewajiban yang tercantum dalam perjanjian ini, yang disebabkan atau diakibatkan oleh kejadian di luar kekuasaan PARA PIHAK yang digolongkan sebagai force majeure;
(2) Peristiwa yang dapat digolongkan force majeure adalah antara lain sebagai berikut: adanya bencana alam seperti: gempa bumi, taufan, banjir atau hujan terus menerus, wabah penyakit, adanya perang, peledakan, sabotase, revolusi, pemberontakan, huru-hara, adanya tindakan pemerintahan dalam bidang ekonomi dan moneter yang secara nyata berpengaruh terhadap pelaksanaan perjanjian ini;
(3) Apabila terjadi force majeure maka pihak yang lebih dahulu mengetahui wajib memberitahukan kepada pihak lainnya selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari setelah terjadinya force majeure;
(4) Keadaan force majeure sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tidak menghapuskan atau mengakhiri perjanjian ini. Setelah keadaan force majeure berakhir dan kondisi fasilitas penunjang kegiatan masih dapat dipergunakan, PARA PIHAK akan melanjutkan kerjasama sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam perjanjian ini.
Pasal 12
KETENTUAN LAIN-LAIN
(1) Perubahan pada Perjanjian Kerjasama ini hanya dapat dibuat melalui Addendum Perjanjian Kerjasama yang merupakan kesepakatan dari PARA PIHAK, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan perjanjian ini.
(2) Perjanjian Kerjasama ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) asli bermaterai cukup dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.
(3) Hal-hal yang belum diatur dalam Perjanjian Kerjasama ini akan diselesaikan secara musyawarah diantara PARA PIHAK.
PIHAK KESATU PIHAK KEDUA
Pejabat Pembuat Komitmen, Kepala Madrasah
...(nama jelas)... ...(nama jelas)...
Format 2 : Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB)
KOP MADRASAH
RENCANA ANGGARAN BIAYA
PEKERJAAN PENGEMBANGAN MADRASAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA/3T TAHUN ANGGARAN 2019
No Uraian Pekerjaan Volume Satuan Harga Satuan (Rp.) Jumlah (Rp)
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
PENGEMBANGAN MADRASAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA/3T I ...
Sub Total
II ...
Sub Total
III ...
Sub Total
TOTAL Rp. ...,-
Terbilang : ...
…………, ……….. 2019
Kepala Madrasah………. Bendahara
....(Nama Jelas).... ....(Nama Jelas)....
Format 3 : Contoh Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
KOP MADRASAH
JADWAL PELAKSANAAN
BANTUAN PENGEMBANGAN MADRASAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA/3T TAHUN ANGGARAN 2019
Nama Madrasah : ………
Desa : ………
Kecamatan : ………
Kabupaten/Kota : ………
Propinsi : ………
NO URAIAN
PEKERJAAN
BULAN :
Minggu ke-
1 2 3 4 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1
2
3
4
5
6
7
8
...
..
Dst.
..., ... 2019 Kepala Madrasah
....(Nama Jelas)....
Format 4: Contoh Surat Pernyataan Kesanggupan Melaksanakan Bantuan
KOP MADRASAH
---
SURAT PERNYATAAN
KESANGGUPAN MELAKSANAKAN BANTUAN DAN MENYAMPAIKAN LAPORAN PELAKSANAAN BANTUAN PENGEMBANGAN MADRASAH DI WILAYAH
PERBATASAN NEGARA/3T TAHUN ANGGARAN 2019
Yang bertandatangan dibawah ini:
Nama : ………..
NIP : ………..
Jabatan : Kepala Madrasah………...
Alamat : ………..
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kami sanggup melaksanakan bantuan dan menyampaikan Laporan Pelaksanaan Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T Tahun 2019 sesuai dengan Petunjuk Teknis dan aturan lain yang berlaku.
Demikian Surat Pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
... 2019 Kepala Madrasah
………...
Materai 6000
....(Nama Jelas)....
Format 5 : Contoh Kwitansi
K W I T A N S I
Nomor :
Sudah terima dari : Kuasa Pengguna Anggaran ...(Satuan Kerja)....
Banyaknya Uang : ... (Terbilang) ...
Untuk Pembayaran : Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T ...(nama Madrasah)...
...(alamat)... Tahun Anggaran 2019 ... (Satuan Kerja)....
Jumlah : Rp. ...(Nominal)...,-
Mengetahui dan mengesahkan Pejabat Pembuat Komitmen,
....(Nama Jelas)....
..., ... 2019 Yang menerima,
Kepala Madrasah
....(Nama Jelas)....
KOP MADRASAH
Format 6 : Berita Acara Penyelesian Pekerjaan (BAPP)
KOP MADRASAH
BERITA ACARA PENYELESAIAN PEKERJAAN
BANTUAN PENGEMBANGAN MADRASAH DI WILAYAH PERBATASAN NEGARA/3T
TAHUN ANGGARAN 2019
Nomor : ………
Pada hari ini ………tanggal ………bulan ………tahun ……., telah dilaksanakan pemeriksaan pekerjaan Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T di Madrasah ...
Berdasarkan pemeriksaan secara seksama pekerjaan tersebut dinyatakan berjalan baik, dan telah mencapai progress ...%. Adapun pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi :
NO. JENIS PEKERJAAN VOLUME SATUAN BESAR ANGGARAN
PORSENTASE PEKERJAAN
(dari Pagu)
1 ... ... Unit Rp. …%
2 ... ... ... ... ...
3 dst……
Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagaiman mestinya.
………,……….2019 Kepala Madrasah,
....(Nama Jelas)....
Saksi/Guru
1. ... ....(Nama Jelas)....
2. ... ....(Nama Jelas)....
Format 7 : Berita Acara Serah Terima Aset (BASTA)
BERITA ACARA SERAH TERIMA ASET
………..
Nomor: ………..
Pada hari ini……… tanggal…... bulan …... tahun dua ribu sembilan belas bertempat di Madrasah ………. Desa/Kelurahan
……….. Kecamatan ……… Kabupaten/Kota ………., yang bertanda tangan di bawah ini:
I. N a m a : ………
Alamat : ………
Jabatan : Kepala Madrasah ………. Kecamatan
………, selanjutnya disebut PIHAK KESATU II. N a m a : ………
Alamat : ………
Jabatan : Direktur KSKK Madrasah/Kepala Kantor Wilayah/Kankemenag Kab/Kota* (seusai dengan Anggaran berada), bertindak untuk dan atas nama Kementerian Agama RI selanjutnya disebut PIHAK KEDUA
sepakat mengadakan serah terima dengan ketentuan sebagai berikut:
Pasal 1
PIHAK KESATU menyerahkan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima dari PIHAK KESATU berupa Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T dengan nilai Rp. ………,- (…terbilang...). tahun
…………. (daftar barang terlampir).
Pasal 2
Bahwa serah terima ini dilaksanakan oleh masing-masing pihak untuk digunakan dalam kepentingan Kementerian Agama RI khususnya untuk pendidikan Madrasah.
Pasal 3 Sejak penyerahan ini:
a. PIHAK KEDUA menerima penyerahan bangunan/barang dari PIHAK KESATU untuk selanjutnya dicatat ke dalam Aplikasi SIMAK Persediaan;
b. PIHAK KEDUA menghibahkan asset tersebut kepada PIHAK KESATU;
c. Bangunan/barang tersebut menjadi aset PIHAK KESATU yang pemanfaatannya untuk pengembangan pendidikan Madrasah.
d. Demikian berita acara ini dibuat dan ditandatangani oleh para pihak dan saksi dalam rangkap 4 (empat) agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
PIHAK KEDUA
....(Nama Jelas)....
PIHAK KESATU
Materai 6000
....(Nama Jelas)....
SAKSI (PIHAK KEDUA)
....(Nama Jelas)....
Komite
SAKSI (PIHAK KESATU)
....(Nama Jelas)....
Tokoh Masyarakat
Format 8 : Sistematika Laporan Pertanggungjawaban
KOP MADRASAH
Cover Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG B. TUJUAN DAN TARGET C. SUMBER DANA
D. WAKTU DAN TEMPAT BAB II PELAKSANAAN
A. PERSIAPAN PELAKSANAAN B. PELAKSANAAN
BAB III PENUTUP
A. HAMBATAN PELAKSANAAN B. SARAN DAN REKOMENDASI C. KATA PENUTUP
LAMPIRAN
1. RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) 2. DOKUMEN PENCAIRAN DANA BANTUAN
a. SURAT PERJANJIAN KERJA SAMA b. KUITANSI
c. LAPORAN KEMAJUAN PENYELESAIAN PEKERJAAN 3. LAPORAN KEUANGAN DAN BUKTI-BUKTI PEMBAYARAN
4. DOKUMENTASI/FOTO-FOTO (SEBELUM PELAKSANAAN, PROSES PELAKSANAAN DAN SESUDAH PELAKSANAAN)
Format 9 : Contoh Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan
KOP MADRASAH
BERITA ACARA PENYELESAIAN PEKERJAAN (BAPP)
Saya yang bertandatangan di bawah ini :
Nama : ...
Jabatan : Kepala Madrasah ...
Alamat : ...
Pada tanggal ... telah menyelesaikan pekerjaan berupa Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T sesuai dengan Petunjuk Teknis.
Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
..., ...2019
Kepala Madrasah
....(Nama Jelas)....
SAKSI I
....(Nama Jelas)....
Komite
SAKSI II
....(Nama Jelas)....
Tokoh Masyarakat
Format 10 : Contoh Surat Permohonan Bantuan Pemerintah
KOP MADRASAH
Nomor : ... ..., ...2019 Lampiran : ... Halaman
Perihal : Proposal Permohonan
Bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T
Kepada Yth.
Kementerian Agama Republik Indonesia
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya yang bertandatangan dibawah ini : Nama : ...
Jabatan : Kepala Madrasah ...
Alamat : ...
Bersama ini kami mengajukan permohonan bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T. Sebagai bahan pertimbangan, berikut kami lampirkan sebagai berikut :
1. Profil Madrasah;
2. Rencana Anggaran Biaya (RAB);
3. Rekomendasi dari Kanwil Kemenag Propinsi/Kantor Kemenag Kab/Kota;
dan
4. Dokumen Pendukung (Sertifikat tanah, Foto lokasi, daftar prestasi madrasah/siswa dll.)
Besar harapan kami agar Bapak/Ibu dapat menyetujui permohonan ini.
Demikian kami sampaikan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Wassalam,
Kepala Madrasah
...(Nama Jelas)...
Format 11 : Contoh Profil Madrasah
KOP MADRASAH
I. PROFIL MADRASAH
Kepala Madrasah
...(Nama Jelas)...
Format 13 : Contoh Surat Pernyataan
KOP MADRASAH
---
SURAT PERNYATAAN
Yang bertandatangan dibawah ini:
Nama : ………..
NIP : ………..
Jabatan : Kepala Madrasah………
Alamat : ………..
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya sebagai berikut :
1. bahwa madrasah sebagaimana dimaksud belum pernah mendapatkan bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T atau bantuan sejenis dari dana/anggaran yang berasal dari APBN dan/atau APBD Tahun Anggaran 2019;
2. bahwa segala dokumen dari kami sehubungan dengan pengajuan permohonan bantuan Pengembangan Madrasah Di Wilayah Perbatasan Negara/3T adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan; dan
3. bahwa dalam hal kemudian terbukti pernyataan ini tidak benar, maka kami siap mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang- undangan yang berlaku.
Demikian Surat Pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
..., ... 2019 Kepala Madrasah
………...
Materai 6000
....(Nama Jelas)....