Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara (IPNU)
Journal homepage: https://e-jurnal.mediainsancreative.org/index.php/ipnu Pp: 81-88
Published By: PT. Media Insan Creative
e-ISSN : 3062-7400
Volume. 1 Nomor 3 September 2024
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PjBL MUATAN PELAJARAN IPAS SEKOLAH DASAR
1)Lala Olimvia*, 2)Alik Mustafidal Laili
1,2)Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Bhinneka PGRI, Tulungagung, Indonesia (Email: 1[email protected]*, 2[email protected] )
INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK
Kata Kunci:
IPAS
Lembar Kerja Peserta Didik Project Based Learning Media
Pengembangan
Diserahkan : 12 Agustus 2024 Direvisi : 8 September 2024 Diterima : 18 September 2024
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan alat pembelajaran yang disusun dalam bentuk lembaran yang berisi materi ringkas, tujuan pembelajaran, instruksi, langkah-langkah penyelesaian masalah, dan pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa untuk mencapai kompetensi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan kepraktisan LKPD berbasis Project-Based Learning (PjBL) yang dibuat untuk mata pelajaran IPAS kelas V di SDN II Bogoran.Penelitian ini menggunakan model ADDIE, yang mencakup Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi, serta menggunakan berbagai instrumen seperti lembar validasi, kuesioner, dan dokumentasi untuk menilai LKPD. Validitas LKPD mendapatkan penilaian sebesar 88,75% dari ahli media dan 87,5% dari ahli materi. Kepraktisan LKPD, yang dinilai oleh 14 siswa kelas V, memperoleh rating tinggi sebesar 91,78%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PjBL untuk IPAS kelas V, yang mencakup materi tentang magnet, listrik, dan teknologi, dinilai valid dan sangat praktis. Hal ini menunjukkan bahwa LKPD efektif dalam memenuhi standar pendidikan dan diterima dengan baik oleh siswa, menjadikannya alat yang berguna untuk mengajarkan materi tersebut.
ABSTRACT Keywords:
IPAS
Learner Worksheet Project Based Learning Media
Development
The Learner Worksheet (LKPD) is an educational tool designed as sheets that provide concise material, learning objectives, instructions, problem-solving steps, and questions for students, aimed at achieving fundamental competencies. This study investigates the validity and practicality of a Project-Based Learning (PjBL)-based LKPD created for the fifth-grade IPAS curriculum at SDN II Bogoran. Using the ADDIE model, which encompasses Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation, the research assessed the LKPD through various instruments including validation sheets, questionnaires, and documentation. The validity of the LKPD was rated at 88.75% by media experts and 87.5% by material experts.
Additionally, the practicality of the LKPD, as evaluated by 14 fifth-grade students, received a high rating of 91.78%. The findings suggest that the PjBL-based LKPD for IPAS class V, covering topics such as magnets, electricity, and technology, is both valid and highly practical.
This indicates that the LKPD effectively meets educational standards and is well-received by students, making it a valuable tool for teaching these subjects.
This is an open access article under the CC–BY-SA license
Vol.1 No.3, September 2024, pp 81-88
82 I. PENDAHULUAN
Perangkat pendidikan adalah suatu alat yang bisa menguatkan siswa dan juga guru guna menyelesaikan tugas pembelajaran. Tanpa perangkat ini, kegiatan belajar mengajar tak berjalan dengan mulus (Maimuna et al., 2020). Alat pembelajaran memainkan peran penting dalam prosedur pembelajaran karena bisa membuat lingkungan belajar yang menyenangkan bagi siswa (Masitah, 2018). Selain hal tersebut, alat pembelajaran juga dapat menolong guru untuk lebih ringan saat menjalankan tugas. Lembar Kerja Siswa (LKPD) adalah alat yang menyokong proses belajar mengajar. LKPD berisi materi dasar, tujuan dari sebuah pembelajaran, panduan, prosedur menyelesaikan masalah, dan pertanyaan yang harus ditanggapi siswa. LKPD juga menunjukkan keterampilan dasar yang perlu dimiliki siswa (Prastowo, 2014). Mengasah kefasihan berpikir kritis dan membuat siswa berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran adalah tujuan dari pengembangan LKPD. Dengan menerapkan LKPD, guru dapat lebih sederhana saat membawakan amanat, catatan ataupun informasi tentang materi pembelajaran serta mendayagunakan waktu, dan menciptakan interaksi antara siswa dengan guru saat proses pembelajaran. Implementasi LKPD juga dapat menghasilkan manfaat bagi guru dan peserta didik itu sendiri (Wijayanti, 2021).
Pengamatan awal yang dilaksanakan peneliti menunjukkan hasil bahwa LKPD yang digunakan di SDN II Bogoran Trenggalek memiliki beberapa kekurangan. Letak kekurangan tersebut yang pertama ialah Kurangnya kegiatan dan prosedur pembelajaran dimana LKPD hanya mengandung materi dan soal, tanpa arahan yang jelas untuk membantu peserta didik memahami dan menerapkan materi. kedua, minim kegiatan penemuan konsep dimana LKPD tidak mendorong peserta didik untuk menemukan konsep secara aktif melalui aktivitas seperti mengamati dan mengumpulkan data. keempat, Kegiatan yang diperlukan untuk memperkuat pemahaman konsep dimana LKPD yang ada tidak menyediakan kegiatan yang membantu peserta siswa memahami konsep dengan lebih baik. Selain kekurangan-kekurangan tersebut, peneliti juga menemukan data, bahwasanya LKPD yang digunakan belum terintegrasi atau terhubung dengan model pembelajaran tertentu, termasuk model pembelajaran project based learning (PjBL). Mengingat beban penting LKPD pada saat belajar mengajar, dibutuhkan terobosan dalam pengembangannya agar selaras dengan Kurikulum Merdeka yang berlangsung di tahun ajaran 2023/2024 (Wijayanti, 2021).
Model pembelajaran adalah bagian penting dari proses pengembangan LKPD, bersama dengan elemen mata pelajarannya. Peneliti memilih model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) atau pembelajaran berbasis proyek berdasarkan hasil pra-pengamatan tentang kekurangan LKPD yang digunakan di SDN II Bogoran.
PJBL adalah model pembelajaran baru yang bertaut ke siswa di mana guru akan menolong dan menyokong siswa untuk bekerja sendiri (Al-Tabany, 2015). Dengan menghubungkan sintak PjBL ke aktivitas sehari-hari, LKPD dapat dilengkapi dengan spesimen dan gambaran pekerjaan harian yang berkaitan dengan materi pelajaran IPA. Terdapat 3 golongan penerapan pembelajarann IPA yakni peningkatan kemampuan dan pengamatan permasalahan serta pembentukan solusi dari permasalahan yang telah diamati (Sartika, 2022).
Banyak penelitian pengembangan yang berkaitan dengan LKPD telah dilakukan dalam berbagai bidang pendidikan. Salah satunya adalah penelitian yang ditulis oleh Khofifah Adelivia Sudiar, Patricia H.M.
Lubis, dan Nila Kesumawati, "Pengembangan LKPD Berbasis Project Based Learning Pada Materi Perubahan Bentuk Energi Di Kelas IV Sekolah Dasar." Hasil penelitian ini mencapai 90,7% dari 4 validator dengan patokan "sangat valid", kepraktisan dari 5 peserta didik memperoleh skor 93%, 15 peserta didik dari kelompok kecil memperoleh skor 87,9%, dan 29 kelompok besar dengan barometer "sangat praktis" memperoleh skor 91,8%. Keefektivan berada di patokan dengan "baik", hasil belajar kelas IV memperoleh skor 89,6%. Oleh karena itu, LKPD berbasis proyek yang berfokus pada pembelajaran tentang materi perubahan bentuk energi di kelas IV Sekolah Dasar sah dan efektif serta praktis. Di SD Negeri 11 Kelapa Bangka Barat, LKPD yang sudah dicipatakan dan diperbaharui bisa didayagunakan saat pembelajaran dengan siswa kelas empat (Khofifah et al., 2023).
Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengembangkan LKPD berbasis PjBL pembelajaran IPAS di kelas V SD Negeri II Bogoran untuk menjadi alternantif Solusi dari permasalahan-permasalahan yang ada.
83 II. MASALAH
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka rumusan permasalahan yakni : (1)Bagaimana kevalidan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Project Based Learning (PjBL) yang dikembangkan pada muatan pelajaran IPAS kelas V di SDN II Bogoran? (2)Bagaimana kepraktisan dari pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Project Based Learning (PjBL) yang dikembangkan pada muatan pelajaran IPAS kelas V di SDN II Bogoran?
III. METODE
Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan model ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation), dengan tahap analisis dan design yakni mengadakan analisis kebutuhan lapangan dahulu dan merancang sebuah produk berupa LKPD berbasis model PjBL dalam mendukung pembelajaran. Peneliti akan melakukan tahap develop yakni uji coba produk melalui penilaian ahli media dan ahli materi dan ujicoba pengembangan dan tahap implementation yakni mengimplementasikan produk pengembangan agar bisa diterima pengguna, baik individu, suatu kelompok, atau sistem dengan subjek penelitian sebanyak 1 guru dan 14 siswa kelas V SDN II Bogoran. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan menyebarkan lembar validasi terstruktur dengan skala likert kepada para guru dengan 5 pilihan jawaban dan jawaban terbuka. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif dengan melakukan kategorisasi dengan 5 kriteria kategorisasi, yaitu sangat kurang, kurang baik, cukup baik, baik, dan sangat baik. Data disajikan dalam bentuk tabel.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kevalidan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Project Based Learning (PjBL) yang dikembangkan pada muatan pelajaran IPAS kelas V di SDN II Bogoran dan untuk mendeskripsikan kepraktiksan dari Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Project Based Learning (PjBL) yang dikembangkan pada muatan pelajaran IPAS kelas V di SDN II Bogoran.
Berikut ini hasil penelitian pengembangan LKPD berbasis PjBL.
Tabel 1. Hasil Validasi Ahli Media
No Penilaian Skor
Tampilan
1 Susunan atau tata letak tampilan awal LKPD menarik 5
2 Tampilan background LKPD menarik 5
3 Kesesuaian gambar dengan LKPD 4
4 Tampilan cover LKPD menarik 4
5 Perpaduan warna (font) pada tampilan LKPD serasi dan
menarik 4
6 Kejelasan tampilan huruf pada LKPD 4
Konsistensi
7 Konsistensi isi LKPD dengan daftar isi 4
8 Konsistensi penggunaan huruf tiap halaman 4 Penggunaan Huruf dan Spasi
9 Jenis huruf (font) yang digunakan menarik 5 10 Penggunaan variasi huruf (font) tidak berlebihan 4
11 Penggunaan spasi antar baris sesuai 4
12 Penggunaan spasi antar huruf sesuai 5
Kegrafisan
13 Jenjang judul utama dan sub judul, jelas dan proporsional 5
14 Desain LKPD kreatif dan menarik 5
15 LKPD memiliki tata letak (layout) yang menarik 5
Vol.1 No.3, September 2024, pp 81-88
84
No Penilaian Skor
16 LKPD memiliki ilustrasi/gambar/foto yang berhubungan
dengan konsep 4
Jumlah skor 71 Skor maksimal 80
Presentase 88,75%
Kategori Valid/Layak
Berdasarkan tabel 1, hasil kelayakan ahli media LKPD Berbasis PJBL pada mapel IPAS kelas V materi bab III dapat diketahui jumlah skor yang diperoleh 71 dari skor maksimal 80. Adapun skor persentase yang didapatkan sebesar 88,75% yang telah dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Dengan persentase sebesar 88,75%, maka produk LKPD yang dihasilkan masuk dalam kategori layak.
Tabel 2. Hasil Validasi Ahli Materi
No Penilaian Skor
Kelayakan Isi
1 LKPD berisi materi bab III tentang Magnet, Listrik dan Teknologi untuk Kehidupan yang sesuai dengan CP dan TP.
4 2 LKPD memiliki tujuan pembelajaran yang jelas. 5 3 LKPD sesuai dengan kemampuan peserta didik. 4 4 LKPD memuat kegiatan pembelajaran yang
mendukung KD. 4
5 LKPD mengarahkan peserta didik untuk membangun
konsep secara mandiri. 4
6 Kegiatan dalam LKPD menunjukkan kesesuaian dengan sintaks (tahap) model project based learning (PjBL).
5 7 Kegiatan dalam tahap penentuan pertanyaan (start
with the essential question) mendasar dapat mengarahkan peserta didik mengembangkan minat untuk mempelajari materi.
3 8 Kegiatan dalam tahap desain perencanaan proyek
(design a plan for the project) dapat mengarahkan peserta didik dalam melakukan percobaan.
4 9 Kegiatan dalam tahap menyusun jadwal (create a
schedule) dapat mengarahkan peserta didik untuk disiplin dalam mengerjakan percobaan dalam waktu yang sudah di tentukan.
5 10 Kegiatan dalam tahap pengawasan guru (monitor the
students and the progres of the project) dapat mengarahkan peserta didik untuk mengamati kemajuan proyek yang di kerjakan.
4 11 Kegiatan pada tahap menguji hasil (assess the
outcome) dapat mengarahkan peserta didik untuk menjawab soal-soal mengenai percobaan.
5 12 Kegiatan pada tahap evaluasi (evaluation) dapat
mengarahkan peserta didik untuk merefleksi pengetahuan yang telah diperoleh pada kegiatan kegiatan sebelumnya.
4
13 LKPD dilengkapi informasi pendukung. 5
Kelayakan Kebahasaan
85
No Penilaian Skor
14 LKPD menggunakan bahasa Indonesia baku. 5 15 LKPD menggunakan bahasa yang bersifat
komunikatif. 4
16 LKPD konsistensi dalam penggunaan istilah. 5 Kelayakan Penyajian
17 LKPD menggunakan desain yang konsisten. 5
18 LKPD menggunakan desain yang menarik. 4
19 LKPD menggunakan ilustrasi yang sesuai dengan
materi. 4
20 LKPD menyediakan ruang yang cukup untuk jawaban
peserta didik. 4
21 Kegiatan dalam LKPD berurutan sesuai dengan sintak (tahapan) model pembelajaran project based learning (PjBL).
5 Kelayakan Kegrafisan
22 LKPD menggunakan jenis dan ukuran huruf (font)
yang baik dan menarik. 4
23 LKPD memiliki tata letak (layout) yang menarik. 4 24 LKPD memiliki ilustrasi/gambar/foto yang
berhubungan dengan konsep. 5
Jumlah skor 105 Skor maksimal 120 Presentase 87,5%
Kategori Valid/Layak
Berdasarkan tabel 2, hasil kelayakan ahli materi LKPD Berbasis PJBL pada mapel IPAS kelas V materi bab III dapat diketahui jumlah skor yang diperoleh 105 dari skor maksimal 120. Adapun skor persentase yang didapatkan sebesar 87,5% yang telah dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Dengan persentase sebesar 87,5%, maka produk LKPD yang dihasilkan masuk dalam kategori layak.
Tabel 3. Hasil Penilaian Kepraktisan Guru No
Butir Indikator Jumlah Skor
Diperoleh
Jumlah Skor Maksimal 1 Bahasa yang digunakan dalam LKPD sederhana dan
mudah dipahami 5 5
2 Gambar dan video dalam LKPD mudah dipahami 5 5
3 LKPD memiliki tampilan menarik sehingga
membuat semangat untuk belajar IPAS 5 5
4 Komposisi warna LKPD menarik sehingga tidak
mudah bosan saat belajar IPAS 5 5
5 Petunjuk pada LKPD mudah dipahami 4 5
6 Aplikasi canva yang digunakan sebagai LKPD
mudah dioperasikan 4 5
7 Tautan/link yang dicantumkan pada LKPD mudah
diakses 4 5
8 Materi Bab III tentang Magnet, Listrik, dan Teknologi untuk Kehidupan yang disampaikan dalam LKPD mudah dipahami
5 5
TOTAL 37 40
PRESENTASE SKOR 92,5%
KRITERIA Sangat Praktis
Vol.1 No.3, September 2024, pp 81-88
86 Berdasarkan tabel 3 di atas, dapat diketahui bahwa hasil kepraktisan LKPD berdasarkan penilaian angket respon guru menunjukkan presentase sebesar 92,5%, sehingga memperoleh kategori sangat praktis.
Tabel 4. Hasil Penilaian Kepraktisan Peserta Didik No
Butir Indikator Jumlah Skor
Diperoleh
Jumlah Skor Maksimal 1 Bahasa yang digunakan dalam LKPD
sederhana dan mudah dipahami 70 70
2 Gambar dan video dalam LKPD mudah
dipahami 63 70
3 LKPD memiliki tampilan menarik sehingga membuat semangat untuk belajar IPAS
70 70
4 Komposisi warna LKPD menarik sehingga tidak mudah bosan saat belajar IPAS
68 70
5 Petunjuk pada LKPD mudah dipahami 65 70
6 Aplikasi canva yang digunakan sebagai
LKPD mudah dioperasikan 53 70
7 Tautan/link yang dicantumkan pada
LKPD mudah diakses 49 70
8 Materi Bab III tentang Magnet, Listrik, dan Teknologi untuk Kehidupan yang disampaikan dalam LKPD mudah dipahami
69 70
TOTAL 507 560
PRESENTASE SKOR 88,94%
KRITERIA Sangat Praktis
Sedangkan hasil kepraktisan LKPD berdasarkan penilaian angket respon peserta didik menunjukkan presentase sebesar 88,94%, sehingga memperoleh kategori sangat praktis.
Pengembangan LKPD berbasis PjBL pada muatan pelajaran IPAS kelas V dengan materi Magnet, Listrik, dan Teknologi untuk kehidupan ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Dikarenakan sesuai dengan teori yang menjelaskan bahwa model ADDIE merupakan model pembelajaran yang bersifat umum dan sesuai digunakan untuk penelitian pengembangan, ketika digunakan dalam pengembangan, proses ini dianggap berurutan tetapi juga interaktif. Begitu juga dari pendapat Cheung yang menyatakan bahwa model ADDIE merupakan model yang mudah untuk digunakan dan dapat diterapkan dalam kurikulum yang mengajarkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Selain dari itu, Mulyatiningsih juga menyatakan bahwa model ADDIE adalah model yang dianggap lebih rasional dan lebih lengkap dibandingkan dengan model lain (Siti Rohaeni, 2020). Adapun pengembangan model ADDIE yang terdiri dari 5 langkah yaitu, analisis, (Analysis), perancangan (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implementation), dan evaluasi (Evaluation). Hasil akhir yang diperoleh dari penelitian ini adalah lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis project based learning (PjBL) pada muatan pelajaran IPAS kelas V dengan materi tentang Magnet, Listrik, dan Teknologi untuk Kehidupan di SDN II Bogoran Kabupaten Trenggalek.
87 Gambar 1. Media LKPD berbasis PjBL Pada Mata Pelajaran IPAS
Hasil dari uji kelayakan LKPD berbasis PjBL yang diperoleh dari lembar validasi yang telah di isi oleh ahli materi dan ahli media. sebagaimana diketahui pada lembar validasi ahli materi yang diisi dengan 24 pernyataan. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dari ahli materi terhadap kelayakan LKPD berbasis PjBL yaitu 87,5% dengan kategori layak/valid. Sedangkan pada lembar validasi ahli media yang telah diisi oleh validator ahli media yang terdiri dari 16 pernyataan. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dari ahli media terhadap kelayakan LKPD berbasis PjBL yaitu 88,75% dengan kategori layak/valid. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Oka Krismona Arsana dan Sujan yang menyatakan bahwa hasil uji kelayakan LKPD berbasis PJBL dalam muatan materi IPS dari ahli materi yang menunjukkan LKPD berbasis PJBL sangat baik dengan persentase 92,00%, dan dari hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan LKPD berbasis PJBL sangat baik dengan persentase 93,00% (Oka K. Arsana dan Sujan, 2021).
Pada penelitian, hasil uji coba produk menunjukkan bahwa nilai kepraktisan peserta didik selama uji coba penggunaan bahan ajar memperoleh nilai rata-rata sebesar 90,72% dari total penyajian dengan kriteria sangat praktis. Dalam penilaian kepraktisan peserta didik ini mencakup kesesuaian penggunaan bahasa dan kalimat serta tampilan, penggunaan LKPD dalam pembelajaran, dan materi dalam LKPD.
V. KESIMPULAN
LKPD berbasis PjBL pada muatan IPAS kelas V bab 3 materi tentang magnet, listrik, dan teknologi untuk kehidupan mendapatkan kategori layak dan valid dengan persentase 88,75% dari ahli media dan 87,5%
dari ahli materi.
LKPD berbasis PjBL pada muatan IPAS kelas V bab 3 materi tentang magnet, listrik, dan teknologi untuk kehidupan mendapatkan kategori sangat praktis dengan presentase hasil respon kepraktisan dari guru dan peserta didik sebesar 90,72%.
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih saya tujukan kepada kedua orang tua saya, dosen pembimbing dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penulisan artikel ini.
Vol.1 No.3, September 2024, pp 81-88
88 DAFTAR PUSTAKA
Al-Tabany, T. I. B. (2015). Mendesain model pembelajaran inovatif, progresif, dan kontekstual. Prenada Media Group.
Khofifah, S., Lubis, P. H. M., & Kesumawati, N. (2023). Pengembangan LKPD berbasis Project Based Learning pada materi perubahan bentuk energi di kelas IV sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(September), 4641–4654.
Maimunah, Hutapea, N. M., & SC, P. (2020). Pengembangan perangkat pembelajaran matematika menggunakan pembelajaran berbasis masalah untuk memfasilitasi pemahaman matematis peserta didik. Jurnal Pendidikan Matematika, 4, 803.
Masitah. (2018). Pengembangan perangkat pembelajaran untuk memfasilitasi guru menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa SD terhadap masalah banjir. Jurnal Penelitian Pendidikan, 15, 41.
Prastowo, A. (2014). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Diva Press.
Sartika, D. (2022). Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Project Based Learning (PjBL) pada tema 3 subtema 3 kelas V di MIN 12 Aceh Tengah. Doctoral Dissertation, UIN Ar- Raniry Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Sijabat, A., Juanta, P., Festiyed, & Yerimadesi. (2023). Literatur review: Analisis model pembelajaran blended learning dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(2), 905–
914. https://doi.org/10.31949/jee.v6i2.5602
Soekamto, H. (2020). Panduan menyusun LKPD.
Sudiar, K. A., Lubis, P. H. M., & Kesumawati, N. (2023). Pengembangan LKPD berbasis Project Based Learning pada materi perubahan bentuk energi di kelas IV sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 4641–4642.
Syifa, N. A. (2018). Upaya peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi perubahan wujud benda melalui metode discovery learning. Skripsi.
Tarisna, M. M., Suma, K., & lain-lain. (2023). Efektivitas e-LKPD berbasis Project Based Learning pada muatan pembelajaran IPA di kelas V sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 6, 276–287.
Trianto. (2014). Model pembelajaran terpadu. PT Bumi Aksara.
Wijayanti, R. (2021). Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Project Based Learning pada materi suhu dan kalor kelas V SDIT Al-Fityah Pekanbaru. Doctoral Dissertation, UIN SUSKA.