• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

N/A
N/A
Dwi Siregar

Academic year: 2024

Membagikan "Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi

Pandangan Guru Terhadap Pembelajaran Teks Laporan Hasil Observasi Berbantuan Microblog untuk Sekolah Menengah Atas

Dewi Jayana 1, Khaerudin Kurniawan 2, Yeti Mulyati 3

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Bandung, Indonesia/ Universitas Pendidikan Indonesia.

Info Artikel

________________

Sejarah Artikel:

Diterima ……

Disetujui ……

Dipublikasikan …..

________________

Kata kunci:

pandangan guru, microblog, teks

laporan hasil observasi, belajar mandiri, pembelajaran

interaktif.

Keywords:

Teacher's view, microblog, text of the

Abstrak

Pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi seperti microblog dalam pembelajaran dipercaya akan memberikan kenyamanan dan fleksibilitas, kesempatan dan pengalaman belajar yang lebih efektif dan efisien, meningkatkan kualitas pribadi dan institusi siswa karena materi yang dipelajari lebih menarik dan tidak membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ungkapan pandangan guru terhadap pembelajaran teks laporan hasil observasi berbantuan microblog.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, Rancangan penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pandangan guru bahasa Indonesia tentang pembelajaran dengan menggunakan digital, bentuk kegiatan, metode yang digunakan, dan kesulitan yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui google form yang disebarkan kepada guru bahasa Indonesia di sekolah menengah atas. Data analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan: 1) semua guru bahasa Indonesia memiliki pandangan bahwasannya pembelajaran berbantuan microblog sangat penting untuk dilaksanakan, 2) kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada teks laporan hasil observasi berbantuan microblog dapat menjadikan kreativitas guru tanpa batas dan menunjang proses pembelajaran yang lebih baik terhadap siswa. Manfaat dari penelitian ini yaitu siswa menjadi lebih aktif dan tertarik mengikuti pembelajaran.

Abstract

________________________________________________________________

Learning by utilizing technology such as microblog in learning is believed to provide comfort and flexibility, more effective and efficient learning opportunities and

(2)

observation report, self-study, interactive

learning ____________________

experiences, improve the personal and institutional quality of students because the material studied is more interesting and not boring. This study aims to find out the expression of the teacher's views on learning the text of the observation report assisted by microblog. This study uses a descriptive qualitative method. The design of this study aims to reveal the views of Indonesian teachers regarding digital learning, the forms of activities, the methods used, and the difficulties encountered during the implementation of Indonesian language learning at school. Data collection was carried out via a Google form which was distributed to Indonesian language teachers in senior high schools. Data analysis using interactive model Miles and Huberman. The results of the study show: 1) all Indonesian teachers have the view that microblog-assisted learning is very important to implement, 2) Indonesian language learning activities especially in the text of the observation report assisted by microblog can make teachers' creativity unlimited and support a better learning process for students . The benefit of this research is that students become more active and interested in participating in learning.

© 2023 Universitas Negeri Semarang

Alamat korespondensi:

Berisi alamat lengkap kantor E-mail: alamat email autor 1

p-ISSN 2252-6722 e-ISSN 2503-3476

Pendahuluan

Belajar adalah proses kecerdasan, kedewasaan, dan kemandirian manusia yang dilakukan oleh individu, kelompok, dan lembaga. Pelaksanaan proses pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. Menurut Darmika dkk. (2017: 2) Proses belajar mengajar pada dasarnya terdiri atas penyampaian informasi kepada penerima pesan. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan bagian dari proses pendidikan di sekolah. Guru tidak lagi dapat diandalkan sebagai sumber utama pembelajaran, tetapi mereka dibutuhkan sebagai fasilitator, membimbing siswa agar menjadi manusia yang cerdas dan sosok yang dikagumi (Sufanti, et al, 2019).

Guru merupakan salah satu unsur pendidikan yang sangat strategis karena

merupakan faktor kunci dalam proses belajar mengajar (Ramadhani & Zulela, 2020). Guru menggunakan teknologi yang menarik untuk menyampaikan penyajian materi yang disampaikan dan meneruskan pertanyaan dan jawaban kepada siswa. Hal ini membuat siswa aktif dan kreatif dalam pembelajarannya. Guru harus mampu mengembangkan inovasi pembelajaran (Prihatini & Sugiarti, 2022). Siswa dengan hasil belajar yang kurang baik kurang berperan aktif dalam memahami isi pembelajaran, dan prestasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia masih rendah.

Tidak dapat disangkal bahwa pendekatan pendidikan yang sangat dinamis tidak

(3)

berhasil, dan kemajuan teknologi serta masyarakat yang semakin canggih mengubah gaya belajar siswa. Kehadiran teknologi internet memungkinkan siswa untuk memanfaatkannya untuk belajar mandiri.

Menurut penulis pembelajaran dengan pemanfaatan teknologi seperti microblog dalam pembelajaran dipercaya akan memberikan kenyamanan dan fleksibilitas, kesempatan dan pengalaman belajar yang lebih efektif dan efisien, meningkatkan kualitas pribadi dan institusi siswa karena materi yang dipelajari lebih menarik dan tidak membosankan. Tujuan dari microblog agar ketika siswa lupa akan pembelajarannya siswa dapat mengakses kembali apa yang ingin dipelajari.

Taufiqulloh (2017) menyatakan bahwa belajar mandiri adalah salah satu bentuk keberhasilan belajar dengan tujuan mencapai sesuatu yang diinginkan. Hal ini selaras dengan Littelwood (1996, dalam Lai Chun, 2017) yang menyatakan belajar mandiri adalah siswa yang ingin mencapai perolehan kemampuan dan keterampilan dengan tujuan terlibat dalam pembelajaran terarah melalui pengalaman kolektif siswa. Selain itu dapat membangun rasa percaya diri siswa dalam mengungkap fakta karena telah belajar lebih dahulu secara mandiri (Campbell et al., 2018) dan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah di bidang lain (Rahman et al., 2018).

Namun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lestari, (2018), Karademir et al.

(2020) bahwa pembelajaran bahasa Indonesia yang dilaksanakan berbeda antara teori dan praktek, dan permasalahan yang dihadapi oleh guru terkait dengan pandangan guru yang tidak mengetahui tentang kegiatan ilmiah kegiatan dengan praktik digital dan metode yang harus digunakan. Hal ini perlu dikaji sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia memberikan banyak manfaat untuk dilaksanakan, kemudian kualitas pembelajaran bahasa indonesia erat kaitannya dengan kinerja guru di sekolah (Dogan & Simsar, 2018). Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pandangan guru tentang pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada teks laporan hasil observasi berbantuan microblog,

dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah menengah atas (SMA).

METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu objek atau

fenomena secara wajar atau sebagaimana adanya tanpa memberikan perlakuan (Sukmadinata, 2015). Rancangan penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pandangan guru bahasa Indonesia tentang pembelajaran dengan menggunakan digital, bentuk kegiatan, metode yang digunakan, dan kesulitan yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.

Pemilihan responden penelitian menggunakan teknik purposive sampling atau pemilihan sumber data dengan menggunakan beberapa kriteria dan pertimbangan (Sugiyono, 2016; Leavy, 2017).

Kriteria dan pertimbangan pemilihan responden tersebut adalah 1) guru bahasa Indonesia yang mengajar di sekolah menengah atas (SMA) kelas X, 2) guru bahasa Indonesia yang telah mengajar lebih dari dari lima tahun, 3) guru bahasa indonesia yang sekurang-kurangnya bergelar S1 dan 4) guru bahasa Indonesia yang telah berpengalaman mengikuti pelatihan/lokakarya pembelajaran bahasa indonesia. Berikut profil kelima responden dalam penelitian ini.

Tabel.1 Demografi Responden Responden Jenis

Kelamin

Pendidikan Terakhir

Responden 1

Perempuan S1

Responden 2

Perempuan S1

Responden 3

Perempuan S1

Responden 4

Perempuan S1

Responden Perempuan S1

(4)

5 Responden

6

Perempuan S1

Responden 7

Perempuan S1

Responden 8

Laki-laki S1

Responden 9

Perempuan S1

Responden 10

Perempuan S1

Responden 11

Perempuan S1

Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur karena termasuk wawancara mendalam yang menggunakan pedoman wawancara untuk mendapatkan jawaban yang lebih terbuka dari responden sesuai kebutuhan (Sugiyono, 2016; Leavy, 2017).

Instrumen penelitian ini menggunakan google form dengan 10 pertanyaan yang diajukan. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles

& Huberman, meliputi: “pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan” (Miles et al., 2014). Data dari google form dalam bentuk teks kemudian masuk ke tahap kondensasi data. Tahap kondensasi data dilakukan untuk memilih, menyederhanakan, dan meringkas data yang dibutuhkan untuk memberikan

gambaran yang lebih jelas tentang hasil penelitian.

Data penelitian dibuat lebih mudah dipahami oleh peneliti dan orang lain. Data yang telah diberi oleh responden kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Kesimpulan berupa jawaban atas pertanyaan penelitian yang telah disusun oleh peneliti.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Perlengkapan sarana dan prasarana di sekolah.

Perlengkapan sarana dan prasarana di sekolah

sangat berhubungan dengan keefektifan

pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah.

Oleh karena itu perlu untuk diketahui pandangan guru akan fasilitas yang ada di sekolah, seperti yang dijelaskan oleh responden sebagai berikut;

Gambar. 1

Dapat dilihat pada gambar bahwasannya fasilitas yang diadakan di sekolah telah memadai, namun, masih saja ada responden yang hanya menjawab bangunan saja. Mengenai fasilitas teknologi di sekolah seluruh responden menjawab ya.

Gambar. 2

Santi et al, (2021) menjelaskan bahwa ada beberapa ukuran yang berguna untuk keberhasilan proses belajar mengajar. Dengan kata lain, proses belajar mengajar menjadi efisien.

Lembaga yang mendukung guru, siswa, kurikulum atau proses belajar mengajar

(5)

itu sendiri. Salah satu faktornya adalah lembaga pendidikan. Hal ini merupakan bagian terpenting dalam menunjang keberhasilan siswa yang dikenal dengan prestasi siswa karena berkaitan dengan dunia pendidikan.

Selanjutnya pada pemanfaatan fasilitas yang disediakan di sekolah responden menyatakan telah memanfaatkannya sebaik mungkin.

Namun, ada 1 responden yang menyatakan bahwa masih mengalami kendala dalam memanfaatkan fasilitas tersebut. Kesulitan yang dihadapi guru mewarnai proses pembelajaran bahasa indonesia. Semua responden dalam penelitian ini berpandangan bahwa permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan alat dan bahan saat melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia. Adapun kendala yang dihadapi responden yaitu sebagai berikut

;

Gambar. 3

Gambar. 4

Saat ini masih banyak guru yang enggan menggunakan elektronik di pembelajaran dikarenakan masih kurangnya pengetahuan akan teknologi. Guru yang sesuai dengan kondisi globalisasi di era digital ini adalah guru yang mampu menguasai dan mengendalikan perubahan-perubahan yang berwawasan teknologi (Ramadhani, 2020).

B. Pandangan Guru Terhadap Materi Teks Laporan Hasil Observasi Berbantuan Microblog Di Sekolah Memanfaatkan teknologi digital dalam sebuah pembelajaran diyakini dapat membantu proses pembelajaran menjadi lebih baik dan menarik. Seperti yang dijelaskan oleh responden berikut ini:

(6)

Gambar. 5

Gambar. 6

Dapat dilihat bahwasannya seluruh responden menggunakan teknologi digital sebagai media pada pembelajaran teks laporan hasil observasi seperti microblog. Terdapat 1 responden yang memaparkan pada saat guru menjelaskan sebuah materi teks laporan hasil observasi berbantuan microblog dengan tampilan dan design yang menarik akan menunjang pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari.

Selanjutnya pandangan guru akan proses pembelajaran teks laporan hasil observasi berbantuan microblog, rata- rata responden menjelaskan sebagai berikut;

Gambar. 7

Gambar. 8

Berdasarkan jawaban dari seluruh responden dapat disimpulkan bahwa materi teks laporan hasil observasi yang dikembangkan dengan berbantuan microblog dapat menunjang proses pembelajaran dan hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Seperti yang di jelaskan oleh responden;

“Sangat membantu karena pembelajaran menjadi lebih menarik dan menjadikan kreativitas guru tanpa batas, siswa juga lebih mudah dalam memahami inti dari pembelajaran, sehingga pembelajaran

(7)

menjadi lebih aktif dan meningkatkan empati siswa belajar lebih menyenangkan”

“Materi lebih mudah dipahami, sehingga memudahkan siswa dalam pengerjaan tugas observasi menjadi lebih baik”

“Peserta didik dapat membuat teks laporan hasil observasi di microblog, dan tentu saja ini bisa menunjang pembelajaran dengan baik”

“Kontennya lebih mudah di buat, Ya, dapat menunjang menjadi lebih baik”

Prajana & Astuti (2020), menjelaskan bahwa dengan penggunaan media digital dan teknologi dapat memudahkan guru pada saat melaksanakan sebuah aktivitas pembelajaran.

SIMPULAN

Berdasarkan data yang telah ditemukan dari penelitian ini maka simpulannya yaitu guru merupakan objek terpenting dalam sebuah pembelajaran, oleh karena itu segala sesuatu yang akan dilakukan dalam pembelajaran bergantung pada apa yang dilakukan oleh seorang guru.

Berhasil tidaknya sebuah pembelajaran ditentukan oleh guru, seperti media, metode, tehnik dan bahan ajar seperti apa yang digunakan oleh guru untuk dikembangkan kepada siswa. Seperti halnya pandangan guru terhadap microblog yang

digunakan dalam pembelajaran. Guru sangat menyetujuinya karena siswa sangat tertarik dengan pembelajaran tersebut yang menjadikan siswa lebih aktif dan pembelajaran tidak membosankan.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, J. P., & Turner, J. E. (2018). Debunking the myth of exercise- induced immune suppression:

redefining the impact of exercise on immunological health across the lifespan. Frontiers in immunology, 9, 648.

Darmika, Dkk. (2018). Penggunaan E-Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri Bali Mandara. JurnalPendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiskha, 8(2), pp. 260-272.

Doğan, Y., & Simsar, A. (2018). Investigation of preservice preschool teachers’ views on

environmental problems and relevant suggestions of solution. International Electronic Journal of Elementary Education, 11(2), 151-159.

Karademir, A., Yaman, F., & Saatçioglu, Ö. (2020).

Challenges of Higher Education Institutions against COVID-19: The Case of Turkey. Journal of

Pedagogical Research, 4(4), 453-474.

Lai, Chun. 2017. Automous Languange Learning with Technology : Beyond The Classroom.

Bloomsbury Academic An imprint of Bloomsbury Publishing Plc.

Leavy, P. (Ed.). (2017). Handbook of arts-based research.

Guilford Publications.

Lestari, S. (2018). Peran teknologi dalam pendidikan di era globalisasi. EDURELIGIA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 94-100.

Miles, MB, Huberman, AM, & Saldana, J. (2014). Analisis data kualitatif buku sumber metode (3rd ed.).

Publikasi Sage, Inc.

Prajana, A., & Astuti, Y. (2020). Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran oleh Guru SMK di Banda Aceh dalam Upaya Implementasi Kurikulum 2013. JINOTEP (Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pembelajaran): Kajian Dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran, 7(1), 33-41.

Prihatini, A., Sugiarti, S., Ambarsari, T. A. B., & Nisa, I.

N. (2022). Kompetensi Pedagogik Guru SMA dalam Menerapkan Pembelajaran Multiliterasi sebagai Wujud Merdeka Belajar. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(5), 6823-6831.

Rahman, I. S., Murnaka, N. P., & Wiyanti, W. (2018).

Pengaruh Model Pembelajaran Laps (Logan Avenue Problem Solving)-Heuristik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah. WACANA AKADEMIKA:

Majalah Ilmiah Kependidikan, 2(1), 48-60.

Ramadhani, S. P., & Zulela, M. S. (2020). Profesional pedagogy guru terhadap perubahan pembelajaran di era digital. Jurnal Elementaria Edukasia, 3(2).

Santi, W. A., Utomo, B. B., & Chalimi, I. R. (2021).

Pemanfaatan Fasilitas Belajar dalam Menunjang Proses Pembelajaran PPKN Peserta Didik kelas VIII.

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 10(1).

Sufanti, M., Fatimah, N., & Atmojo, D. T. (2019).

Persepsi Guru terhadap Pembelajaran Apresiasi Cerita Pendek Bermuatan Pendidikan Toleransi. Kajian Linguistik Dan Sastra, 3(2), 160-171.

Sugiyono, S. (2016). Metode penelitian kuanti tatif, kualitatif, dan r&d. Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2015). Pengembangan

Kurikulum Teori dan Praktek cet. 7. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Taufiqulloh, T., Sulistianingsih, E., & Yuvita, Y.

(2017). Pengembangan Model Penilaian Diri (Self-Assessment) untuk Mempromosikan Otonomi Belajar

(8)

Mahasiswa pada Mata Kuliah Menulis yang Berbasis Genre (Genre-Based Writing).

Referensi

Dokumen terkait

Kesulitan yang dihadapi guru dalam penyusunan soal penilaian aspek keterampilan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMA/SMK dengan kurikulum 2013 adalah

Dalam meningkatkan kosakata bahasa pada anak usia dini, Alat permainan edukatif (APE) sangat diperlukan karena dapat mempermudah guru menyampaikan suatu informasi atau

Hasil pelaksanaan pembelajaran pada siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan proses, tes keterampilan, dan sikap peserta didik dalam pembelajaran merevisi teks

Teks fabel merupakan materi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah. Di dalam Standar Isi Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, teks

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, yaitu pengembangan kompetensi kepribadian guru Bahasa Indonesia bersertifikat pendidik

Pembahasan dan deskripsi hasil analisis merupakan rekapitulasi data gugus konsonan dan diftong dalam bahasa Betawi dan bahasa Indonesia yang peneliti temukan dari sumber data

Oleh sebab itu, film musikal Payung Fantasi dapat dijadikan acuan media pembelajaran dalam pembelajaran bahasa Indonesia maupun mata pelajaran yang relevan karena memiliki substansi

Dokumen ini saat ini digunakan sebagai bukti untuk mendukung pembelajaran penggunaan AI sebagai media pembelajaran digital Program Pengembangan Bahasa Asing FLDP IAIN Madura.Sumber data