• Tidak ada hasil yang ditemukan

jurnal 8888888888888888888888888888888888888888888888888888

N/A
N/A
Agung Priyatna Yamin

Academic year: 2024

Membagikan "jurnal 8888888888888888888888888888888888888888888888888888"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MENULIS TEKS DESKRIPSI

1. Pengertian Menulis

Menulis merupakan suatu kegiatan menciptakan suatu catatan sesuai akan gagasannya dengan maksud dan pertimbangan tertentu untuk menyampaikan suatu hal yang disampaikan melalui media aksara yang jelas, runtut sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Pada dasarnya, menulis tidak hanya melahirkan pikiran tetapi juga mengungkapkan gagasan, pengetahuan ilmu dan pengalaman hidup dalam bahasa tulis. Oleh karena itu, menulis merupakan kegiatan yang kompleks dan perlu dipelajari.

Menulis merupakan kegiatan menyampaikan sesuatu menggunakan bahasa melalui tulisan, dengan maksud dan pertimbangan tertentu untuk mencapai sesuatu yang dikehendaki (Rahardi, 2003:39). Penulis perlu memiliki banyak ide, ilmu pengetahuan dan ilmu pengalaman hidup. Hal ini merupakan modal dasar yang harus dimiliki dalam kegiatan menulis. Disamping modal dasar itu, seorang penulis harus menguasai banyak perbendaharaan kata untuk menyampaikan ide-ide, pengetahuan serta pengalaman. Menulis sebagai suatu rangkaian kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan dan mengungkapkan melalui bahasa tulis kepada pembaca, untuk memahami tepat seperti yang dimaksudkan oleh pengarang. Mengarang adalah menulis dan menyusun sebuah cerita, buku, sajak dan sebagainya (Moeliono,1998:390). Sejalan dengan pendapat moeliono, marwoto mengungkapkan mengarang atau menulis merupakan kemampuan seseorang untuk mengungkapkan ide, pikiran dan pengalaman hidupnya dalam bahasa tulis yang jelas, runtut, ekspresif, enak dibaca dan bisa dipahami orang lain (Marwoto, 1987:12).

Menulis merupakan kegiatan komunikasi, sama dengan komunukasi lisan, pesan yang tepat dan efektif akan memudahkan penerima pesan memahaminya dan penulis yang baik adalah penulis yang baik mampu menggunakan teknik menulis secara berbeda tergantung dari siapa sasaran tulisannya dan untuk tujuan apa tulisan itu dibuat (Mundziroh dkk., 2013).

2. Tujuan Menulis

Menulis sebagai alat komunikasi secara tidak langsung. Penulis dan pembaca dapat berkomunikasi melalui tulisan. Pada prinsipnya menulis adalah menyampaikan pesan penulis kepada pembaca, sehingga pembaca memahami maksud yang dituangkan atau maksud yang

(2)

disampaikan melalui tulisan tersebut. Proses komunikasi yang dilakukan tanpa tatap muka antara pembaca dan penulis maka isi tulisan dan lambang grafik yang digunakan harus jelas agar mudah dipahami sehingga tulisan tersebut dapat menyampaikan makna yang dimaksudkan oleh penulis.Sebuah tulisan penulis dapat menuliskan atau mendeskripsikan pemahamannya mengenai suatu hal, masalah, informasi yang ingin disampaikan oleh penulis dan tulisan juga dapat berfungsi sebagai petunjuk, memerintah, menyampaikan, mengingatkan, berkorespondesi dan memberi tahu (Sari dkk., 2013).

Menulis memiliki beberapa tujuan yakni: (1) menulis penugasan: tugas menulis; (2) tujuan altruistik: memberikan tips pada pembaca, misalnya tips-tips merawat tubuh; (3) tujuan persuasif: mempengaruhi pembaca; (4) tujuan infrmasional: memberi informasi pada pembaca;

(5) tujuan menyatakan diri: memperkenalkan diri, misalnya biografi; (6) tujuan kreatif:

menyampaikan nilai-nilai artistik atau kesenian terhadap pembaca; (7) tujuan pemecahan masalah: penulis memberi penjelasan kepada pembaca tentang cara pemecahan suatu masalah, misalnya penelitian dalam bentuk skripsi, tesis atau disertasi(Tarigan 1993: 24-25).

3. Menulis sebagai Proses Kreatif

Banyak orang memiliki ide bagus di benaknya sebagai hasil perenungan, pengamatan, diskusi penelitian atau membaca. Akan tetapi, begitu ide tersebuta dituangkan dalam bentuk tulisan maka tulisan itu terasa membosankan. Oleh karena itu, seorang penulis dituntut kreatif dalam menuangkan ide yang dimikinya, merencanakan dan mengembangkan tulisan, dan mengakhiri tulisan. Sebagai proses kreatif yang berlangsung secara kognitif, penulisan sekurang- kurangnya memuat empat tahap, yaitu: (1) tahap persiapan (prapenulisan); (2) tahap inkubasi;

(3)tahap iluminasi dan (4) tahap verivikasi/evaluasi. Proses kreatif tidak identik dengan dengan proses, urutan kegiatan atau langkah-langkah mengembangkan tulisan, tetapi lebih banyak merupakan proses kognitif atau bernalar.

Menulis digambarkan layaknya melukis yang memiliki banyak ide, gagasan, pikiran, pendapat dan perasaan serta obsesi yang akan ditulis oleh penulis. Wujud tulisan yang akan dihasilkan tergantung pada kretivitas, imajinasi serta kepiawaian penulis dalam mengungkapkan gagasan dan perasaannya melalui rangkaian diksi yang dipilihnya. Menulis merupakan suatu

(3)

proses kreatif yang banyak melibatkan banyak cara berpikir divergen (menyebar) daripada konvergen (memusat) (Supriadi, 1997).

Ketrampilan menulis merupakan ketrampilan yang dianggap paling tinggi tingkatannya jika dibandindingkan dengan ketrampilan menyimak, membaca dan berbicara sehingga aktivitas menulis dianggap sebagai manifestasi kemampuan ketrampilan berbahasa yang paling akhir dikuasai oleh pembelajar bahasa setelah ketrampilan menyimak, membaca dan berbicara (Nur’aini dkk., 2015).

4. Fase Menulis

Sebagai proses, menulis merupakan suatu rangkaian kegiatan atau aktivitas yang terjadi dan melibatkan beberapa tahan (fase) yakni fase pramenulis (persiapan), fase penulisan (pengembangan isi karangan) dan fase pasca penulisan (telaah dan penyempurnaan tulisan).

Ketiga fase tersebut dipandang sebagai komponen yang harus dilalui oleh seorang penulis dalam proses menulis. Urutan dan batas antar frase tersebut sangat luwes bahkan dapat tumpang tindih antara satu fase dengan fase yang lainnya. Sehingga saat kita melakukan aktivitas menulis, fase tersebut dapat dilakukan secara bersamaan. Misalnya pada fase prapenulisan, penulis dapat melakukan kegiatan telaah dan revisi secara bersamaan atau pada fase penulisan ternyata kerangka karangan yang telah dibuat maknanya terlalu sempit, terlalu luas atau kurang sistematis sehingga penulis kembali memperbaiki kerangka karangan tersebut.

Menulis, di samping sebagai proses , menulis juga merupakan suatu kegiatan yang kompleks.

Kegiatan menulis merupakan kegiatan yang sangat kompleks karena melibatkan cara berpikir yang teratur dan berbagai persyaratan yang berkaitan dengan teknik penulisan, antara lain (1) adanya kesatuan gagasan; (2) penggunaan kalimat jelas dan efektif; (3)paragraf disusun dengan baik; (4) penerapan kaidah ejaan yang benar; dan (5) penguasaan kosakata yang memadai.

Kompleksitas menulis atau menyusun karangan yang baik meliputi (1) ketrampilan gramatikal;

(2) penuangan isi; (3) ketrampilan stilistika; (4) ketrampilan mekanis; (5) ketrampilan memutuskan (Heaton, 1999:135).

Ketrampilan menulis lebih sulit dikuasai bahkan oleh penutur asli bahasa yang bersangkutan sekalipun, hal ini disebabkan kemampuan menulis menghendaki berbagai penguasaan berbagai

(4)

unsur kebahasaan dan unsur di luar bahasa itu sendiri yang akan menjadi isi tulisan (Wulandari dkk., 2015).

5. Pengertian Teks Deskripsi

Teks deskripsi merupakan ragam wacana yang memberikan perincian atau detail tentang objek berdasarkan kesan-kesan dari pengamatan, pengalaman dan perasaan penulisnya sehingga dapat memberi pengaruh pada sensivitas dan imajinasi pembaca, bagaikan mereka ikut melihat, mendengar, merasakan atau mengalami langsung objek tersebut. Deskripsi adalah tulisan yang tujuannya memberikan princian atau detail tentang objek sehingga dapat memberi pengaruh pada sensivitas dan imaji pembaca atau pendengar, bagaikan mereka ikut melihat, mendengar, merasakan atau mengalami langsung objek tersebut (Semi, 1990:42).

Paragraf deskriptif merupakan suatu paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan tujuan agar pembaca seakan-akan dapat melihat5, mendengar atau merasakan objek yang digambarka penulis dalam paragraf tersebut yang berwujud barabg, benda maupun tempat (Paujiyanti, 2014). Deskripsi adalah tulisan yang tujuannya memberikan informasi tentang suatu objek secara detail atau rinci sehingga memberikan gambaran yang jelas yang berdampak mempengaruhi emosi dan imajinasi pembaca bagaikan ikut melihat atau mengalami langsung hal tersebut (Semi, 2009). Deskripsi atau lukisan adalah karangan yang melukiskan kesan atau pancaindra semata dengan teliti dan sehidup-hidupnya agar pembaca atau pendengar dapat melihat, mendengar, merasakan, menghayati dan menikmati seperti yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dihayati, serta dinikmati oleh penulis (Mariskan, 1992).

6. Tujuan Teks Deskripsi

Teks deskripsi memiliki tujuan untuk melukiskan atau menggambarkan suatu hal yang berkaitan dengan pengalaman berdasarkan hasil pengamatan pancaindra, seperti bentuknya, suaranya, rasanya, kelakuannya atau gerak geriknya sehingga dapat menciptakan daya khayal pembaca dan seolah-olah sedang merasakan langsung apa yang sedang dibahas dalam teks.Dalam menulis karangan deskripsi, penulis dituntut untuk menggambarkan objek serinci mungkin (Mahargyani dkk., 2012 ). Tujuan utama dari paragraf deskripsi yaitu menciptakan pengaruh panca indra pembaca untuk menghasilkan kesan tertentu berdasarkan pada penlaran dan imajinasinya (Sutarni dan Sukardi, 2008).

(5)

7. Ciri-ciri Teks Deskripsi

Teks deskripsi menggambarkan atau memaparkan tentang fisik suatu objek baik makhluk hidup ataupun benda mati yang dijelaskan secara rinci dan detail sehingga pembaca dapat mengimajinasikan objek tersebut secara baik.Ciri-ciri karangan deskripsi adalah suatu karangan yang berisi perincianperincian yang jelas tentang suatu objek, dapat menimbulkan pesan dan kesan bagi pembaca, menarik minat, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, menimbulkan imajinasi dan sensitivitas pembaca, serta membuat si pembaca seolah-olah mengalami langsung objek yang dideskrisikan.Teks deskripsi sendiri memiliki ciri-ciri khas yakni: (1) paragraf/karangan deskripsi menggambarkan atau melukiskan sesuatu; (2) paragraf yang digambarkan dijelaskan secara sangat jelas dan rinci serta melibatkan kesan indera; (3) ketika pembaca membaca teks deskripsi, maka seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks; (4) penggambaran atau penjelasan suatu objek yang menjadi topik di tuliskan secara detail; dan (5) teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran, warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci; (6) cerita yang disampaikan berupa fakta karena membutuhkan data.

Ciri-ciri paragraf deskriptif menurut beberapa ahli, yakni: (1) penggambaran yang dilakukan dengan menggunakan panca indra; (2) memberikan gambaran tentang suatu benda, tempat maupun suasana; (3) memberikan penjelasan menegnai objek yang sedang dideskripsikan; (4) memiliki tujuan agar seolah0olah pembaca dapat ikut mendengar, melihat maupun merasakan yang dideskripsikan oleh penulis itu sendiri (Paujiyanti, 2014).

Selaim itu, ciri-ciri paragraf deskriptif dari ahli lain (1) mengutamakan tujuan pada munculnya kesan yang berdasarkan pada efek panca indra; (2) menggambarkan atau menguraikan sebuah benda, hal, maupun peristiwa sebagai suatu objek; (3) membutuhkan data yang berwujud fakta untuk mengilustrasikan sehingga dapat memperjelas gambaran; (4) menggunakan pola pengembanagn dalam urutan ruang; (5) menggali sumebr ide atau agagsan berdasarkan pengamatan atau observasi (Sutarni dan Sukardi, 2008).

8. Jenis-jenis Teks Deskripsi

Paragraf teks deskripsi dapat dipilah menjadi dua macam, yakni; (1) deskripsi imajinatif/impresionis yakni paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu

(6)

peristiwa. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar ruang tersebut dapat tergambar dengan jelas dalam pikiran dan persaan pembaca; (2) deskripsi faktual/ekspositoris yakni paragraf yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaan sebenarnya (Tukan, 2007).

Dalam pengembangan paragrafnya, teks deskripsi dapat dipilah menjadi tiga, yakni: (1) teks deskripsi subjektif yaitu teks deskripsi yang menggambarkan suatu objek berdasarkanatas kesan yang dimiliki oleh penulis teks deskripsi tersebut; (2) teks deskripsi spatial yaitu teks yang hanya menggambarkanobjek berupa tempat, benda dan ruang; (3) teks deskripsi objektif yaitu teks deskripsi dengan penggambaran objek sesuai dengan keadaan yang sebenar-benarnya sehingga pembaca bisa membayangkan keadaan tanpa adanyatambahan opini penulis. Paragraf deskripsi merupakan suatu paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan tujuan agar pembaca seakan-akan dapat melihat, mendengar atau merasakan objek yang digambarkan oleh penulis dalam paragraf tersebut (Paujiyanti, 2014).

9. Struktur Teks Deskripsi

Struktur dalam teks deskripsi meliputi (1) judul,judul karangan setidaknya mengandung tiga aspek yakni relevan, provokatif (menarik) dan singkat. Judul atau kepala karangan melambangkan tema cerita, yang merupakan intisari atau ringkasan tersirat dari seluruh karangan. Fungsi judul, yaitu sebagai daya penarik minat dan suatu nama yang bersifat promosi (merupakan topic besar dan penunjuk nama pengarang). (2) identifikasi, yaknipenentuan identitas dari seseorang, objek atau benda lainnya; (3) klasifikasi, yakni unsur penyusun dengan sistem pada suatu kelompok sesuai kaidah dan standar yang sudah ditetapkan sebelumnya;

(4)deskripsi yakni berisi gambaran-gambahan atau penjelasan tentang suatu objek atau topik yang dibahas dalam teks; (5) simpulan yakni penegasan terhadap suatu hal yang dianggap penting. Simpulan ini bisa dicantumkan bisa tidak.

10. Ciri kebahasaan Teks Deskripsi

Ciri kebahasaan yang terdapat dalam teks deskripsi meliputi: (1)menggunakan kata sifat untuk mendeksripsikan objek (contoh: hawa sejuk, ombak mengalun tak begitu deras);

(2)menggunakan kata benda (contoh: Pulau Nusakambangan, Pantai Karangpandan, hutan tropis); (3) menggunakan kata kerja (contoh: hawa sejuk menyeruak, angin pantai berembus,

(7)

ombak mengalun); (4) menggunakan frasa yang mengandung kata benda; (5) mengandung kata kerja transitif untuk memberikan informasi subjek; (6) mengandung kata kerja (perasaan, pendapat) dengan tujuan mengungkapkan pandangan pribadi penulis mengenai subjek; (7) mengandung kata keterangan untuk memberikan informasi tambahan mengenai objek.

11. Tahap menulis Teks Deskripsi

Dalam menulis teks deskripsi ada tahap-tahap untuk memudahkan penulis daam menyusun sebuah teks deskripsi, yakni: (1)memilih topik yang akan dijadikan sebagai dasar dalam penggambaran; (2) mengadakan pengamatan terhadap objek yang akan dideskripsikan; (3) mengumpuklan data yang berupa contoh, angka, grafik, gambar maupun statistik untuk ilustrasi;

(4) menetapkan pola pengembangan paragraf yang sesuai; (5) menyusun kerangka paragraf yang terdiri dari gagasan dasar an gagasan penjelas; (6) mengembangkan kerangka menjadi suatu paragraf yang utuh dengan menggunakan kalimat-kalimat yang logis dan padu (Sutarni dan Sukardi, 2008). Pemberian judul dilakukan di akhir sebagai tanda bahwa teks deskripsi telas selesai dibuat.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad H.P, A. (2016). Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi: Substansi Kajian dan Penerapannya. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.

Ghazali, S. (2013). Pembelajaran Ketrampilan Berbahasa dengan Pendekatan Komunikatif- Interaktif. Bandung: PT Refika Aditama.

Kusumaningsih, d. d. (2013). Terampil Berbahasa Indonesia. Yogyakarta: penerbit Andi.

Priyatni, e. t. (2014). Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013. Jakarta:

PT Bumi Aksara.

Saddhono, K. d. (2012). Meningkatkan Ketrampilan Berbahasa Indonesia. Bandung: CV. Karya Putra Darwati.

Saddhono, K. S. (2014). Pembelajaran Ketrampilan Berbahasa Indonesia; Teori dan Aplikasi Edisi 2. Yogyakarta: GRAHA ILMU.

UNEJ, T. P. (2007). Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa. Yogyakarta: penerbit ANDI.

Tukan, P. 2007. Mahir Berbahasa Indonesia 1 Sekolah Menengah Atas Kelas X. Jakarta:

Yudhistira.

Sutarni, S Dan Sukardi. 2008. Bahasa Indonesia 1 Sma Kelas X. Jakarta: Quandra.

Paujiyanti, F. 2014. Kupas Tuntas Secara Jelas Sampai Akar-Akarnya Bahasa Indonesia Sma Kelas 1, 2, dan 3. Jakarta: Pustaka Nusantara Indonesia.

Mundziroh, S., Sumarwati, S., & Saddhono, K. (2013). Peningkatan kemampuan menulis cerita dengan menggunakan metode picture and picture pada siswa sekolah dasar. Basastra1(2), 318-327.

Mahargyani, A. D., Waluyo, H. J., & Saddhono, K. (2012). Peningkatan kemampuan menulis deskripsi dengan menggunakan metode field trip pada siswa sekolah dasar. BASASTRA1(1), 046-057.

(9)

Sari, I. K., Setiawan, B., & Saddhono, K. (2013). Penerapan Metode Quantum Learning dengan Teknik Pengelompokan (Clustering) untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi pada Siswa Sekolah Dasar. BASASTRA1(2), 223-236.

Nur'aini, H. I. M., Saddhono, K., & Ulya, C. (2015). Implementasi Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi (Studi Kasus di Kelas X SMK Negeri 1 Karanganyar). BASASTRA3(3).

Wulandari, Y. T., Suryanto, E., & Saddhono, K. (2015). Penerapan Metode Picture and Picture Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Keterampilan Menulis Teks Narasi Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. BASASTRA3(2).

Aryuntini, N. A. (2018). 'Development of Learning Media Based on VideoScribe to Improve Writing Skill for Descriptive Text of English Language Study'. Journal Of Education, Teaching and Learning , Vol 3, Iss 2, Pp 187-194. http://dx.doi.org/10.26737/jetl.v3i2.746

Candra, K. (2017). 'The Application Of Pictures And Peer Assessment For Teaching Descriptive Text In Writing Class'. Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa , Vol 3, Iss 2, Pp 71- 80.http://dx.doi.org/10.22225/jr.3.2.342.271-280

Etfita, F. (2018). 'Improving Students’ Reading Comprehension Of Descriptive Texts Through Cognitive Strategy At Grade Vii-2 Of Smpn 1 Indra Praja Tembilahan'. Lingua Didaktika:

Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa , Vol 7, Iss 2, Pp 75- 86 .https://doi.org/10.24036/ld.v7i2.10347

Nopriyanto, E. (2017). 'Student’s Descriptive Text Writing In SFL Perspectives'. IJELTAL (Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics) , Vol 2, Iss 1, Pp 65-81.http://dx.doi.org/10.21093/ijeltal.v2i1.53

Rohmat, N. &. (2019). 'The Impact Of Peer Response On Efl Learners’ Writing Descriptive Text'. Indonesian EFL Journal , Vol 5, Iss 1, Pp 59- 66.https://doi.org/10.25134/ieflj.v5i1.1611

Rusmawan, P. (2017). Genre based Approach to Teach Writing Descriptive Text. JEES (Journal of English Educators Society) , Vol 2, Iss 2, Pp 119-

(10)

134.https://doi.org/10.21070/jees.v2i2.875

Soviyah & Etikaningsih, D. (2018). 'instagram Use To Enhance Ability In Writing Descriptive Texts'. Indonesian EFL Journal , Vol 4, Iss 2, Pp 3238.https://doi.org/10.25134/ieflj.v4i2.1373

Suharmi, S. (2015). 'Improving Students’ Writing Skill in Descriptive Text by Using Outdoor Activity'. Register Journal , Vol 8, Iss 2, Pp 210- 225.http://dx.doi.org/10.18326/rgt.v8i2.210-225

Sundana, G. (2017). 'the Use Of Authentic Material In Teaching Writing Descriptive Text'.

English Review: Journal of English Education , Vol 6, Iss 1, Pp 81- 88.https://doi.org/10.25134/erjee.v6i1.773

Zulaikah, Z. A. (2018). 'An Analysis Student’s Ability in Writing Descriptive Text of Second Semester of English Educational Program at STKIP Nurul Huda Oku Timur'. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam , Vol 10, Iss 1, Pp 12-30.https://doi.org/10.30739/darussalam.v10i1.264

Referensi

Dokumen terkait

Peneliti mengambil objek pada materi tentang keanekaragaman makhluk hidup pada materi ini terdiri dari beberapa sub materi yaitu ciri-ciri makhluk hidup, klasifikasi makhluk

pengklasifikasian makhluk hidup dan ben-benda tak hidup sebagai bagian kerja ilmiah, serta mengklasifikasika n berbagai makhluk hidup dan benda-benda tak hidup berdasarkan

melibatkan benda-benda mati untuk menjadi „model‟ yang melayang, melawan gravitasi bumi.

Dengan kata lain, kalimat deskripsi adalah kalimat yang menggambarkan keadaan, bentuk, atau suasana tertentu, seperti benda, orang,.. tempat sesuai dengan objek

 Menentukan ciri umum teks deskripsi dari segi isi dan tujuan komunikasi pada teks yang dibaca/didengar..  Menentukan ciri teks deskripsi dari aspek kebahasaan pada teks

 Menuliskan ciri-ciri makhluk hidup berdasarkan gambar dan sikap yang harus dilakukan.  Mengingat kembali ciri-ciri

Deskriptif teks ialah teks yang menjelaskan/ menggambarkan tentang seseorang, benda, atau tempat. Teks ini bertujuan untuk menggambarkan atau ,mengungkapkan orang atau benda

Siswa berdiskusi secara berkelompok menjawab persoalan : “ benda-benda manakah yang termasuk makhluk hidup?” Siswa dapat membedakan objek/benda yang termasuk makhluk