1
Manfaat dan Dampak Aplikasi Media Sosial dalam Kajian Analisis Konten
Eka Dewi Utari1, Santi Mayasari2, Ahmad Novriansyah Musbari3,Zulkardi4, Sardianto M. Siahaan5, Makmun Rahardjo6
1,2,3MahasiswaProgram Studi Magister Teknologi PendidikanFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sriwijaya
4,5,6DosenProgram Studi Magister Teknologi PendidikanFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sriwijaya
Email : 1[email protected], 2[email protected],
3[email protected],[email protected]4, [email protected]5, [email protected]6
Abstrak
Media sosial merupakan salah satu bukti perkembangan teknologi dunia. Jenis media sosial yang paling banyak digunakan adalah facebook, instagram, youtube dan yang lain sebagainya.
Situs media sosial yang semakin mudah dibuka, membuat pengguna lebih sering menghabiskan waktunya untuk membuat jejaring sosial yang mereka miliki. Tidak hanya para remaja dan orang tua, tetapi para pelajar tingkat SD, SMP pun telah mahir membuka dan menggunakan situs jejaring sosial. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis aplikasi sosial media mulai dari klasifikasi dan ciri media sosial, perkembangan media sosial sampai pada tahap bagaimana manfaat dan dampak dari penggunaan media sosial.
Kata Kunci: media sosial, dampak dan manfaat
Abstract
Social media was one proof of the development of world technology. The most widely used types of social media are facebook, instagram, youtube and others. Social media sites were getting easier to open, making users spent more time making social networks they had not only the teenagers and the elderly, but also the elementary school students, junior high school had been adapted at opening and using social networking sites. The purpose of this paper is to analyze social media applications starting from the classification and characteristics of social media, the development of social media to the stage of how the benefits and impacts of social media use.
Keyword: social media, impacts and benefits
PENDAHULUAN
Teknologi internet secara otomatis turut mempengaruhi perkembangan data analitik ke beberapa sektor, salah satunya adalah media sosial. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dari masa ke masa telah mengalami kemajuan yang cukup pesat di berbagai negara baik itu di negara maju maupun negara berkembang termasuk di Indonesia. Saat ini kita telah memasuki Era Informasi yang sangat bergantung pada sistem digitalisasi yang terhubung dengan jaringan internet yang diistilahkan Era Media Baru (New Media). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era global sekarang ini memungkinkan hampir setiap orang mudah untuk mengakses internet.
Seiring dengan perkembangan teknologi tersebut, masyarakat pun makin akrab dengan berbagai situs media sosial berbasis internet seperti Facebook, Blogger, Instagram,
2 WhatsApp, Line, Google+ hingga Twitter dan aplikasi media sosial lainnya. Pemanfaatan media sosial seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Di satu sisi mendatangkan manfaat atau keuntungan jika digunakan secara tepat dan di sisi lain mendatangkan masalah jika keliru dalam penggunaannya.
Media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial. Media sosial telah menjadi tonggak utama dalam hal penyampaian informasi. Media sosial digunakan untuk sosialisasi program dan kebijakan, promosi bermacam produk dan potensinya, memulihkan dan meningkatkan citra pariwisata serta sebagai sarana pembelajaran di masyarakat (Suryani, 2017).
Adanya media sosial ini membuat komunikasi dan penyebaran informasi terjadi dengan sangat cepat sehingga seorang konsumen akan memiliki rasa keingintahuan terhadap suatu informasi secara cepat dan mudah karena dapat diakses kapanpun.
Semenjak munculnya akan hal tersebut masyarakat pun semakin mudah terhubung untuk saling berinteraksi. Mereka berkomunikasi, berperilaku, bekerja, dan berpikir sebagai masyarakat digital (Supratman, 2018).
RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah pada penulisan ini adalah : 1. Apa pengertian media sosial?
2. Bagaimana sejarah dan perkembangan media sosial?
3. Apa saja klasifikasi atau jenis-jenis media sosial?
4. Bagaimana perbandingan aplikasi pada media sosial?
5. Siapa saja pengguna media sosial berdasarkan usia?
6. Bagaimana pengaruh hashtag (#) dan arroba (@) dalam media sosial?
7. Apa manfaat dan dampak dari penggunaan media sosial?
TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah : 1. Menjelaskan pengertian media sosial
2. Memahami sejarah dan perkembangan media sosial
3. Mengidentifikasi karakteristik dan jenis-jenis dari media sosial 4. Dapat membandingkan setiap aplikasi media sosial
5. Menjelaskan pengguna media sosial berdasarkan usia
6. Mengetahui pengaruh hashtag (#) dan arroba (@) pada aplikasi media sosial 7. Menjelaskan manfaat dan dampak dari media sosial
PEMBAHASAN
1. Pengertian Media Sosial
Media sosial merupakan media berbasis internet yang memungkinkan pengguna mewakilkan dirinya sendiri ataupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual. Media sosial merupakan media digital dimana realitas sosial terjadi dan ruang waktu para penggunanya berinteraksi (Elvinaro, 2004). Nilai-nilai yang terdapat di masyarakat maupun komunitas juga dapat muncul dalam bentuk yang sama atau berbeda di internet. Beberapa peneliti internet melihat bahwa media sosial adalah gambaran mengenai apa yang terjadi di dunia nyata, seperti plagiarisme (Nasrullah, 2016).
3 Sosial media menurut Dailey (2009:3) adalah konten online yang dibuat menggunakan teknologi penerbitan yang sangat mudah diakses dan terukur. Hal yang paling utama dari teknologi adalah terjadinya perubahan cara orang mengetahui, membaca dan berbagi berita, serta mencari informasi dan konten. Ratusan saluran sosial media beroperasi di seluruh dunia saat ini, dengan tiga besar facebook, linkedIn, dan twitter (Badri, 2011:132).
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media sosial adalah alat komunikasi berbasis web atau aplikasi yang memungkinkan terjadinya interaksi antar penggunanya dengan cara berbagi atau memperoleh informasi yang ada.
2. Sejarah dan Perkembangan Media Sosial
Menurut The Oxford English Dictionary (1920) menyatakan bahwa orang mulai berbicara tentang media massa pada satu generasi. Kemudian pada tahun 1950-an, orang mulai bicara tentang revolusi komunikasi, namun perhatian terhadap sarana-sarana komunikasi jauh lebih tua daripada itu. Di zaman Yunani dan Romawi kuno studi tentang seni berkomunikasi secara lisan dan tulisan (retorika) telah mendapat tempat yang sangat terhormat. Retorika juga dipelajari di abad pertengahan, dan lebih didalami lagi di zaman Renaissance (Rahman: 2006).
Paruh pertama abad ke-20, terutama saat pecahnya perang dunia kedua, perhatian para ilmuwan terfokus pada studi tentang propaganda. Beberapa waktu terakhir, para ahli teori yang ambisius, mulai dari antropologi perancis Claude Levi-Strauss sampai ahli sosiologi Jerman Niklas Luhmann telah memperluas konsep komunikasi (Yakub, 2008:23).
Munculnya sosial media pada era 70-an dimulai dengan penemuan sistem papan buletin. Papan buletin ini memungkinkan seseorang untuk dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik ataupun mengunggah dan mengunduh perangkat lunak. Semua kegiatan tersebut dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengan modem. Lalu, pada tahun 1995 lahirlah situs GeoCities.
GeoCities membuka layanan penyewaan penyimpanan data-data website agar website dapat diakses dari manapun (web hosting). GeoCities merupakan tonggak awal berdirinya seluruh website yang ada.
Pada tahun 1997 hingga 1999 munculah sosial media pertama yaitu Sixdegree.com dan Classmates.com. Tidak hanya itu, di tahun yang sama muncul juga situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. Situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri sehingga pengguna Blogger ini bisa memuat hal apapun di dalamnya. Kemudian, Friendster muncul pada tahun 2002. Kemunculan Friendster kala itu sempat menjadi fenomenal dan langsung menjadi sosial media yang sangat booming dibanding yang lain. Setelah itu, pada tahun 2003 sampai saat ini bermunculan berbagai sosial media dengan berbagai karakter dan kelebihan masing- masing, seperti LinkedIn, MySpace, Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Google+
dan lain sebagainya.
4 3. Karakteristik dan Jenis-Jenis Media Sosial
a. Karakteristik Media Sosial
Karakteristik media sosial tidak jauh berbeda dengan media siber (cyber) karena merupakan salah satu platform dari media siber. Namun demikian, menurut Nasrullah (2015) media sosial memiliki karakter khusus, yaitu:
1. Jaringan (Network)
Jaringan adalah infrastruktur yang menjadi penghubung antara komputer dengan perangkat keras lainnya. Koneksi ini diperlukan karena komunikasi bisa terjadi jika antar komputer terhubung, termasuk di dalamnya perpindahan data.
2. Informasi (Informations)
Informasi menjadi entitas penting di media sosial karena pengguna media sosial mengkreasikan representasi identitasnya, memproduksi konten, dan melakukan interaksi berdasarkan informasi.
3. Arsip (Archive)
Bagi pengguna media sosial, arsip menjadi sebuah karakter yang menjelaskan bahwa informasi telah tersimpan dan bisa diakses kapanpun dan melalui perangkat apapun.
4. Interaksi (Interactivity)
Media sosial membentuk jaringan antar pengguna yang tidak sekedar memperluas hubungan pertemanan atau pengikut (followers) semata, tetapi harus dibangun dengan interaksi antar pengguna tersebut.
5. Simulasi Sosial (Simulation of Society)
Media sosial memiliki karakter sebagai medium berlangsungnya masyarakat (society) di dunia virtual. Keunikan dan pola dimiliki oleh media sosial yang sangat berbeda dan hampir tidak dijumpai dalam tatanan masyarakat yang nyata.
6. Konten oleh pengguna
Di media sosial konten sepenuhnya milik dan berdasarkan kontribusi pengguna atau pemilik akun. UGC merupakan relasi simbiosis dalam budaya media baru yang memberikan kesempatan dan keleluasaan pengguna untuk berpartisipasi. Hal ini berbeda dengan media lama (tradisional) dimana khalayaknya sebatas menjadi objek atau sasaran yang pasif dalam distribusi pesan.
b. Jenis Jenis Media Sosial
Menurut Nasrullah (2015) setidaknya ada enam kategori besar untuk melihat pembagian media sosial, yakni:
1. Media jejaring sosial (social networking)
Media jejaring sosial merupakan medium yang paling populer. Media ini merupakan sarana yang biasa digunakan pengguna untuk melakukan hubungan sosial, termasuk konsekuensi atau efek dari hubungan sosial tersebut di dunia virtual. Contoh jejaring sosial yang banyak digunakan adalah facebook dan LinkedIn.
2. Jurnal online (blog)
Blog merupakan media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk mengunggah aktifitas keseharian, saling mengomentari dan berbagi, baik tautan web lain, informasi dan sebagainya. Mulanya, blog merupakan suatu bentuk situs pribadi yang berisi kumpulan tautan ke situs lain yang dianggap menarik dan diperbarui setiap harinya.
Selanjutnya, blog berisi banyak jurnal (tulisan keseharian pribadi) pemilik media dan
5 terdapat kolom komentar yang bisa diisi oleh pengguna. Secara mekanis, jenis media sosial ini biasa dibagi menjadi dua, yaitu kategori personal homepage dimana pemilik menggunakan nama domain sendiri seperti .com atau .net dan yang kedua dengan menggunakan fasilitas penyedia halaman weblog gratis, seperti wordpress atau blogspot.
3. Jurnal online sederhana atau blogmikro (microblogging).
Tak jauh berbeda dengan jurnal online (blog), microblogging merupakan jenis media sosial yang memfasilitasi pengguna untuk menulis dan mempublikasikan aktivitas atau pendapatnya. Contoh microblogging yang paling banyak digunakan adalah Twitter.
4. Media berbagi (media sharing).
Situs ini merupakan jenis media sosial yang memfasilitasi penggunanya untuk berbagi media, mulai dari dokumen (file), video, audio, gambar, dan sebagainya. Contoh media ini adalah: Youtube, Flickr, Photo-bucket, atau snapfish.
5. Penanda sosial (social bookmarking).
Penanda sosial merupakan media sosial untuk mengorganisasi, menyimpan, mengelola, dan mencari informasi atau berita tertentu secara online. Beberapa situs penanda sosial yang populer, antara lain stumbleUpon.com, Digg.com, Reddit.com, dan untuk di Indonesia ada LintasMe.
6. Media konten bersama atau wiki.
Media sosial ini merupakan situs yang konten di dalamnya adalah hasil kolaborasi dari para penggunanya. Serupa dengan kamus atau ensiklopedi, wiki menghadirkan pengertian, sejarah hingga rujukan buku atau tautan tentang satu kata kepada para penggunanya. Dalam prakteknya, penjelasan-penjelasan tersebut dikerjakan oleh para pengunjung yang artinya ada kolaborasi atau kerja sama dari semua pengunjung untuk mengisi konten dalam situs ini.
4. Perbandingan Aplikasi Media Sosial
Berikut tabel perbandingan dari beberapa aplikasi media sosial yang popular sering digunakan:
Tabel 1: Perbandingan fitur-fitur pada aplikasi sosial media
6 Tabel 2: Perbandingan kelebihan dan kekurangan aplikasi sosial media
Jenis Aplikasi Kelebihan Kekurangan
Facebook 1. Mencari teman 2. Bisnis
3. Diskusi 4. Belajar
5. Bisa diinstal di pc
1. Lupa waktu 2. Rawan penipuan 3. Pornografi
Twitter 1. Interaktif
2. Menjangkau luas, tidak hanya teman 3. Berita update
4. Bisnis
5. Bisa diinstal di pc
1. Dibatasi 140 karakter per update 2. Spam
Instagram 1. Tampilan produk sederhana 2. Bisnis
3. Bisa diinstal di pc
1. Rawan penipuan 2. Foto beresolusi kecil
Path 1. Tidak ada kolom iklan 2. Privasi lebih terjaga
3. Memunculkan notifikasi jika ada yang mengunjungi profil kita
1. Terlalu banyak kategori postingan
2. Teman dibatasi
Google+ 1. Mode huruf beragam 2. Pengelompokan teman 3. .gif diizinkan
1. Versi mobile sempurna 2. Platform tidak bagus
3. URL masih menempel dengan induknya
1. Simpel dan mudah digunakan 2. Otomatis kontak tersinkron
3. Membackup percakapan dengan mudah
4. Bisnis
5. Bisa diinstal di pc
1. Rawan penipuan 2. Spam
3. Foto beresolusi kecil
Line 1. Dinamis
2. Bisa diinstal di pc
3. Stiker & emoticon yang menarik 4. Bisnis
1. Kapasitas memori besar 2. Spam
Snapchat 1. Foto yang diunggah tidak permanen 2. Menjaga privasi
1. Belum terlalu populer
Youtube 1. Banyak videonya 2. Ajang promosi diri 3. Bisnis
1. Tidak bisa download secara langsung
2. Terlalu bebas, sehingga banyak video kurang baik
3. Video sering buffering
7 5. Pengguna Media Sosial Berdasarkan Usia
Berikut hasil survei yang dilakukan badan litbang kementerian kominfo terhadap penggunaan TIK pada tahun 2017.
Gambar 1: Penggunaan media sosial oleh individu (Sumber: balitbangsdm.kominfo.go.id (booklet-survey-tik-2017).
Pembahasan mengenai media sosial tentu tidak terlepas dengan nama-nama media sosial mainstream saat ini, sebut saja Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, sampai yang berbasis chatting seperti Whatsapp, Line, Kakao Talk, Telegram, dst. Berikut ini adalah ulasan materi seputar fenomena perilaku masyarakat terhadap media sosial di Indonesia.
Gambar 2 : Persentase sosial media
(Sumber: https://websindo.com/indonesia-digital-2019-media-sosial/) Infografis di atas menggambarkan tentang perkembangan pengguna media sosial.
Total pengguna mencapai 150 juta pengguna.
8 Gambar 3: Grafik Profil Audiens Sosial Media
Ditinjau dari sisi gender dan umur, terlihat pengguna media sosial paling banyak pada usia produktif, yaitu di usia 18-34 tahun baik pria maupun wanita.
Gambar 4: Presentase Pengguna Facebook
Gambar 5: Presentase Pengguna Twitter
9
Gambar 6: Presentase Pengguna Instagram
Gambar 7: Presentase Pengguna Linkedin
● Youtube
Gambar 8: Pengguna Youtube
6. Pengaruh Hashtag (#) dan Arroba (@) dalam Media Sosial
Saat ini, mungkin belum banyak masyarakat yang mengetahui istilah hashtag (#) dan arroba (@). Kedua istilah itu belakangan mulai marak digunakan di media-media sosial, seperti twitter, google, instagram, path, dan facebook.
10 a. Hashtag atau Tagar (#)
Hashtag atau Tagar merupakan tanda pagar yang berfungsi sebagai tag meta pengelompokan data terhadap postingan atau konten apapun di dunia internet. Dengan hashtag, data dalam jagat internet dapat dengan mudah “diarsipkan” untuk memudahkan pengguna berselancar internet mencari data yang diinginkan.
Umumnya, hashtag diletakkan sebelum kata yang dianggap penting oleh pembuatnya, bermanfaat untuk mengelompokkan pesan yang masuk agar dapat dengan mudah dicari. Pada #TarikBudi, misalnya, terjadi diskusi panjang dan heboh tentang pencalonan Komjen BG (yang berstatus tersangka dalam kasus rekening gendut yang sedang ditangani KPK) sebagai Kapolri oleh Presiden Jokowi (Maulina:2018).
Penggunaan hashtag (#) memberikan banyak manfaat, di antaranya untuk mempermudah semua orang menemukan postingan, mempermudah pencarian lokasi, mempermudah promosi produk, menjangkau konsumen lebih luas, mendapat banyak followers/like (Mustofa, 2019).
b. Arroba atau at (@)
Arroba adalah suatu fitur yang para penggunanya dapat menyebut (mention) pengguna lainnya. Penggunaannya dengan cara menambah tanda arroba (@) dan memasukkan akun media sosial tersebut. Fitur ini digunakan agar pemilik akun media sosial lainnya yang kita inginkan dapat ikut membaca tulisan atau konten dari akun kita.
Dengan kata lain, penggunaan arroba dimaksudkan agar terjadi komunikasi mengenai suatu topik tertentu antar pengguna yang diinginkan.
7. Fungsi dan Dampak Penggunaan Media Sosial a. Fungsi Media Sosial
1. Memperluas interaksi sosial manusia menggunakan internet dan teknologi web.
2. Mentransformasi praktik komunikasi searah media siaran dari satu institusi media ke banyak audience (“one to many”) menjadi praktik komunikasi dialogis antar banyak audience (“many to many”).
3. Mendukung demokratisasi pengetahuan dan informasi.
4. Mentransformasi manusia dari pengguna isi pesan menjadi pembuat pesan itu sendiri.
b. Dampak Penggunaan Media Sosial Dampak Positif
1. Kemudahan mengakses materi pelajaran untuk tugas sekolah.
2. Memperluas pertemanan khususnya bagi anak-anak yang sangat pendiam di dunia nyata.
3. Tempat mencari berbagai informasi yang bermanfaat
4. Sebagai sarana hiburan untuk menghilangkan kejenuhan baik dalam bekerja maupun belajar.
5. Tempat promosi yang baik dan murah.
6. Tempat berbagi informasi, foto, video, dll.
Dampak Negatif
1. Interaksi secara tatap muka cenderung menurun.
2. Menjauhkan orang-orang yang sudah dekat.
11 3. Mengganggu konsentrasi belajar.
4. Rawan terjadinya kejahatan siber, seperti penipuan.
5. Mengganggu kesehatan fisik dan psikis.
6. Dapat menghabiskan uang.
PENUTUP
Media sosial merupakan media di internet yang memungkinkan pengguna untuk mewakilkan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual. Perkembangan media sosial dimulai pada era 70-an saat ditemukannya sistem papan buletin. Sistem ini memungkinkan kita dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik ataupun mengunggah dan mengunduh perangkat lunak. Semua ini dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengan modem.
Kemudian, pada tahun 1995 lahirlah situs GeoCities. GeoCities membuka layanan penyewaan penyimpanan data-data website agar dapat diakses dari manapun (web hosting). GeoCities merupakan tonggak awal berdirinya semua website.
Pada tahun 1997 hingga 1999 munculah media sosial yang pertama yaitu Sixdegree.com dan Classmates.com. Setelahnya muncul situs Blogger yang menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri.
Pada tahun 2002 Friendster menjadi sosial media yang sangat booming dan kehadirannya sempat menjadi fenomenal. Setelah itu pada tahun 2003 sampai saat ini bermunculan berbagai sosial media dengan berbagai karakter dan kelebihan masing- masing, seperti LinkedIn, MySpace, Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Google+
dan lain sebagainya.
Karakter khusus dimiliki media sosial, yaitu jaringan, informasi, arsip, interaksi, simulasi, dan konten pengguna (Nasrullah, 2015). Media sosial memiliki beberapa jenis, yaitu media jejaring sosial (social networking), jurnal online (blog), jurnal online sederhana atau microblog (micro-blogging), media berbagi (meda sharing), penanda sosial (social bookmarking), media konten bersama atau wiki, dan rujukan buku atau tautan tentang satu kata.
Beberapa media sosial mainstream saat ini yaitu, facebook, twitter, instagram, youtube, sampai ke yang berbasis chatting seperti whatsapp, line, kakao talk, dan telegram. Di dalam beberapa aplikasi media sosial terdapat fitur hashtag dan arroba.
Pengaruh hashtag (#) dalam media sosial yaitu berfungsi sebagai berikut: (1) mempermudah semua orang menemukan postingan (2) mempermudah pencarian lokasi (3) mempermudah promosi produk (4) menjangkau konsumen lebih luas (5) dapat banyak followers/like. Kemudian, penggunaan arroba dimaksudkan agar terjadi komunikasi mengenai suatu topik tertentu antar pengguna yang diinginkan.
Media sosial memiliki beberapa fungsi yaitu; (1) untuk memperluas interaksi sosial manusia menggunakan internet dan teknologi web (2) mentransformasi praktik komunikasi searah media siaran dari satu institusi media ke banyak audience (“one to many”) menjadi praktik komunikasi dialogis antar banyak audience (“many to many”) (3) mendukung demokratisasi pengetahuan dan informasi, (4) mentransformasi manusia dari pengguna isi pesan menjadi pembuat pesan itu sendiri.
Dampak positif penggunaan media sosial, yaitu kemudahan mengakses materi pelajaran untuk tugas sekolah, dapat memperluas pertemanan khususnya bagi anak-anak
12 yang sangat pendiam di dunia nyata, tempat mencari berbagai informasi yang bermanfaat, sebagai sarana hiburan untuk menghilangkan kejenuhan baik dalam bekerja maupun belajar, tempat promosi yang baik dan murah, dan juga sebagai tempat berbagi informasi, foto, video, dll. Selain dari dampak positif media sosial juga memiliki dampak negatif yaitu, interaksi secara tatap muka cenderung menurun, menjauhkan orang-orang yang sudah dekat, mengganggu konsentrasi belajar, rawan terjadinya kejahatan siber seperti penipuan, mengganggu kesehatan fisik dan psikis, dan dapat menghabiskan uang.
DAFTAR PUSTAKA
Aljawiy, Abdillah Yafi dan Ahmad Muklason. (2012). Jejaring Sosial dan Dampak Bagi Penggunanya. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Badri, Muhamad. (2011). Corporate and Marketing Communication. Jakarta:
Universitas Mercu Buana.
Dailey, Patrick R. (2009). Social Media: Finding its Way into Your Business. Burlington:
Linkage.
Elvinaro, Ardianto. (2004). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Maulina, Yeni. (2018). “Tagar dan Linimasa”. Accessed 28 Oktober 2020.
http://www.riaupos.co/2403-spesial-tagar-dan-linimasa.html.
Mustofa, (2019). Peran Hashtag (#) Dalam Media Sosial Sebagai Upaya Branding Pustakawan. Libraria, 7(1).
Nasrullah, R. (2015). Media Sosial (Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi).
Jakarta: Simbiosa Rekatama Media.
Pusat Litbang Aptika dan IKP. (2017). Penggunaan Survey TIK 2017 serta Implikasinya terhadap Aspek Sosial Budaya Masyarakat. Jakarta: Kementerian Kominfo.
Supratman, L. P. (2018). Penggunaan Media Sosial oleh Digital Native. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15 (1), 47–60. https://doi.org/10.24002/jik.v15i1.1243.
Suryani, I. (2014). Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Pemasaran Produk dan Potensi Indonesia dalam Upaya Mendukung ASEAN Community 2015. (Studi Social Media Marketing pada Twitter Kemenparekraf RI dan Facebook Disparbud Provinsi Jawa Barat). Jurnal Komunikasi, 131-132.
Utama, Yakub. (2008). Sejarah Media Sosial. Jakarta. Rineka Cipta.
Zainudin, A. Rahman. (2006). Sejarah Sosial Media dari Gutenberg Sampai Internet.
Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.