• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH "

Copied!
93
0
0

Teks penuh

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya berupa kekuatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar Sarjana Sosial. Gelar Sarjana dari Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Institut Dakwah Islam Negeri (IAIN) Parepare. Nurhikmah, M.Sos.I selaku rekan pembimbing, atas segala bantuan dan bimbingan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan disertasi ini. Seluruh pengajar di fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah melatih dan memberikan ilmu kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan disertasi ini.

Penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik moril maupun materiil sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

DAFTAR LAMPIRAN

PENDAHULUAN

Latar Belakang

اٗنيِد٣

وٱ ِم ۡوَيۡل

Tujuan penelitian

Kegunaan Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Tinjauan Teoretis 1. Manajemen Masjid

Istilah manajemen dalam bahasa Arab diartikan sebagai as-nizam, et-tanzim, al-idarah yang merupakan tempat menyampaikan segala sesuatu dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Pengertian skala kegiatan ini juga dapat diartikan sebagai kegiatan penerbitan, pengorganisasian, dan pemikiran yang dilakukan oleh seseorang sehingga ia mampu menyajikan, menata, dan menata segala sesuatu yang ada disekitarnya, mengetahui asas-asasnya, dan menjadikan hidup serasi dan serasi dengan orang lain. . 10. Manajemen menurut Islam dalam bahasa Arab, penulis melihat pengertian yang sama karena hakikat manajemen adalah Al-Tadbir (manajemen).

Tentu saja perencanaan merupakan bagian dari sunnatullah, yaitu melihat bagaimana Allah SWT menciptakan alam semesta dengan tepat dan perencanaan yang matang serta disertai tujuan yang jelas.12 Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Sad: 27.

راَّنلٱ٢٧

Pengertian Manajemen

Manajemen adalah proses atau kerangka kerja yang melibatkan membimbing atau mengarahkan sekelompok orang menuju tujuan organisasi atau tujuan dunia nyata. Artinya manajemen adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh individu atau kelompok dalam mengkoordinasikan upaya mencapai suatu tujuan.36. Manajemen disebut juga suatu proses yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan seni dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Pengurusan yang dimaksudkan di sini merangkumi semua sistem yang diperlukan untuk menjadikan masjid sebagai pusat ibadat umat, wadah inspirasi, wadah perhimpunan dan musyawarah, tempat suci (baitullah) untuk beribadat dan mengabdikan diri kepada Allah swt, dan pusat untuk penyiaran dan penyebaran ilmu. Dengan pemahaman yang lain, pengurusan masjid mengambil berat tentang bagaimana "kepimpinan pengurusan masjid", supaya ia dapat berfungsi dengan sebaik mungkin.37.

Masjid

وُدُغۡل ٱ َوٱ

ر ۡك َِّللّٱ

Kerangka Pikir

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang diharapkan dapat memberikan gejala, fakta atau kegiatan secara sistematis dan mempunyai kaidah mengenai ciri-ciri suatu populasi atau wilayah tertentu.45 Menurut Suharsimi Arikunto, analisis deskriptif adalah penelitian yang mengumpulkan dan menganalisis data di lapangan dan menarik kesimpulan dari hal tersebut. data.46. Penelitian ini terjun langsung pada bidang pengambilan informasi secara terus menerus berupa data atau wawancara langsung dengan responden. Menurut Abdurrahman Fathoni, penelitian lapangan adalah suatu penyelidikan yang dilakukan di lapangan atau lokasi penelitian, suatu tempat yang dipilih sebagai tempat untuk menyelidiki gejala-gejala benda yang ditemukan di tempat itu, yang juga dilakukan untuk menghasilkan laporan ilmiah untuk menyatakan dengan menggunakan analisis deskriptif. metode. 47.

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengkaji situasi terkini mengenai masjid.

Lokasi Penelitian

Objek Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui pengamatan, dengan mencatat keadaan atau tingkah laku objek sasaran.49 Menurut S Margono, observasi diartikan sebagai pengamatan secara sistematis dan pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian. Observasi akan dilakukan dengan melihat langsung pelaksanaan kegiatan di Masjid Al-Barkah Kecamatan Soreang Kota Parepare. Wawancara adalah proses memperoleh informasi untuk keperluan penelitian melalui tanya jawab tatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kegiatan tersebut. kehidupan sosial, dll. waktu yang relatif lama.

Dengan demikian, keistimewaan wawancara mendalam adalah keterlibatannya dalam kehidupan informan.51 Wawancara juga merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi atau gagasan melalui tanya jawab, sehingga dikonstruksikan pada topik tertentu.52. Dalam penelitian ini digunakan metode wawancara mendalam dan langsung dengan narasumber/objek yang dalam penelitian ini adalah pimpinan dan anggota organisasi untuk memperoleh data yang benar. Dengan metode ini, hal-hal yang lebih mendalam akan lebih mudah diakses dan lebih akurat untuk diteliti.

Semua pihak yang terlibat di Masjid Al-Barkah secara sistematis memperoleh data penganggaran dan pelaksanaan program kegiatan organisasi di Masjid Al-Barkah. Melalui telepon : yaitu kontak langsung melalui telepon seluler, dari posisi yang jauh atau tidak memungkinkan untuk bertemu langsung. Wawancara mendalam ini merupakan percakapan dengan tujuan memperoleh konstruksi terkini tentang orang, peristiwa, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, pengakuan dan keprihatinan.53.

Metode dokumentasi ini diterapkan untuk memperoleh data dengan melihat dokumen-dokumen yang ada dalam penelitian dan objek penelitian yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini, antara lain: Al-Qur'an, Alkitab, buku-buku terkait, catatan, notulen, dan lain sebagainya. Dokumentasi yang diperlukan meliputi letak geografis Masjid Al-Barkah, sejarah berdirinya, struktur organisasi, program kerja, visi dan misi serta sarana dan prasarana yang ada di Masjid Al-Barkah Soreang Kota Parepare. .

Teknik Analisis Data

Keabsahan Data

Seperti pada wawancara dengan Pak Ruslan selaku bendahara Masjid Al-Barkah, aspek pembangunan dan pembiayaan Masjid Al-Barkah terbagi menjadi dua, yaitu pembangunan untuk pembangunan, alokasi dana dari dana amal untuk hal-hal lain, misalnya untuk keperluan pembangunan. sebagai stimulan hati atau konsumsi, &c. Pejabat syariah adalah pegawai yang bertugas di masjid, terdiri dari imam, imam perawat, khatib, muazin, dan abdi di Masjid Al-Barkah. Sikap para pengurus Masjid Al-Barkah dalam menerima amanah jamaah atas kepemimpinan dan pengelolaan masjid yang baik, termasuk aspek keuangan masjid, merupakan sumber bagi terlaksananya dakwah, kesejahteraan dan terlaksananya. dari... selengkapnya kegiatan contoh pemberdayaan masyarakat di lingkungan masjid dari masjid Al-Barkah adalah sebagai berikut.

Kegiatan yang dilakukan sebanyak 5 waktu adalah salat berjamaah di Masjid Al-Berkah yaitu pada Sabah, Dhuhur, Asar, Maghrib dan Jaci. Sedangkan untuk jumlah jamaah di Masjid Al-Berkah cukup banyak, kata Dr. H.Basri dan Bpk. Ruslan dan majelis. Jumlah jamaah di Masjid Al-Barkah dikabarkan banyak, mencapai 4-5 baris salat, dan jamaah yang salat merupakan warga yang tinggal di BTN.

Pada Senin malam diadakan doa bersama yang biasanya dipimpin oleh Dr. Basri juga merupakan penanggung jawab Masjid Al-Barkah di BTN. Kegiatan yang ada dan dilaksanakan di Masjid Al-Barkah adalah salat tarawaih, berbuka puasa, malam takbiran dan salat Idul Fitri. Dalam kegiatan ibadah, Masjid Al-Barkah ikut aktif di dalamnya, seperti malam takbiran yang diadakan Kementerian Agama yang mengirimkan perwakilannya, para pengurus Masjid Al-Barkah ikut serta, juga Idul Fitri yang merupakan hari raya Islam yang diperingati setiap tahunnya. tahun.

Merupakan salah satu hari besar dalam Islam, di Masjid Al-Barkah hampir semuanya dilaksanakan seperti di masjid-masjid lain atau pada umumnya. Pada saat penyembelihan hewan kurban, pengurus Masjid Al-Barqah akan membentuk panitia khusus untuk mengurus penyembelihan hewan kurban.

Penerapan Manajemen Masjid Al-Barkah

Dalam mengembangkan masjid dan menjadi lebih maju lagi, pengelola Masjid Al-Barkah melaksanakan fungsi manajemen. Perencanaan Masjid Al-Barkah dilaksanakan dengan baik oleh berbagai pihak yang terlibat dalam masjid ini. Pengurus Masjid Al-Barkah menerapkan prinsip organisasi demi keberhasilan program kerja yang direncanakan dengan prinsip sebagai berikut.

Kenyataannya, para pengurus Masjid Al-Barkah telah berhasil menjalankan fungsi manajemen dalam pengorganisasian dengan baik dan hampir seluruhnya menerapkan prinsip-prinsip organisasi dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat diketahui bahwa langkah-langkah pelaksanaan yang digunakan pada kegiatan Masjid Al-Barkah adalah sebagai berikut. Dalam pelaksanaan hubungan antar pekerja dalam pelaksanaan kegiatan Masjid Al-Barkah dilakukan secara kekeluargaan.

Fungsi mobilisasi dilaksanakan oleh pengurus Masjid Al-Barkah dalam pelaksanaan programnya, seperti mobilisasi bimbingan sholat dan program pengajian. Pada tahap pemantauan ini, pengurus Masjid Al-Barkah melakukan dua tahap, yaitu: Pertama, melakukan evaluasi kepada pemerintah kota terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan. Pengawasan yang dilakukan pengurus Masjid Al-Barkah dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan di masyarakat adalah sebagai berikut:

Hal ini jelas dilakukan oleh pengurus Masjid Al-Barkah sesuai dengan tujuan melakukan pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan yaitu untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi dan merumuskan solusinya. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan dan pemahaman jamaah terhadap gaya pelayanan yang diberikan oleh pengurus Masjid Al-Barkah.

Faktor Penghambat dan Pendukung dalam Menerapkan Manajemen Masjid di Masjid Al-Barkah

Khususnya pada rumah suci, hendaknya memperhatikan seluruh perlengkapan dan konstruksi fisik mengenai situasi dan kondisi Masjid Al-Barkah agar nyaman untuk melaksanakan ibadah. Dalam pelaksanaan pengelolaan Masjid Al-Barkah di Soreang Kota Parepare diklarifikasi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pengelolaan Masjid Al-Barkah Soreang Kota Parepare adalah pengelolaan masjid di masjid ini: Hasil wawancara dengan Pak Ruslan selaku bendahara masjid.

Faktor internal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pengelolaan Masjid Al-Barkah di Soreang Kota Parepare adalah luas pembangunan masjid. Kesulitan atau hambatan dalam pembangunan kawasan masjid ini merupakan akibat dari pro dan kontra antara masyarakat mengenai perubahan bentuk asli dan perubahan Masjid Al-Barkah Soreang”.79. Dalam wawancara dengan Pak Ruslan terdapat pro dan kontra antara masyarakat dengan pengurus masjid, sehingga dalam hal ini terdapat kendala mengenai perluasan/pembangunan masjid, perubahan bentuk asli Masjid Al-Barkah Soreang Kota Parepare.

Sarana dan prasarana sangat sesuai untuk kenyamanan beribadah di Masjid Al-Barkah. Berdasarkan hasil wawancara, sarana dan prasarana di Masjid Al-Barkah sudah baik dan sesuai untuk kenyamanan jamaah di masjid. Hasil wawancara menunjukkan bahwa masyarakat yang berada di pondok ini sangat antusias untuk mengikuti aktif kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Barkah.

Masjid Al-Barkah cenderung menggunakan sistem formal yaitu pengurusnya mengadakan rapat, hal ini dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan suatu kegiatan. Perlu adanya peningkatan keterampilan manajemen yang baik pada pengelolaan Masjid Al-Barkah Soreang Kota Parepare agar pelaksanaannya dapat terlaksana dengan rapi dan lancar.

Surat Izin Melaksanakan Penelitian dari IAIN Parepare

Surat keterangan Telah Melakukan Penelitian

Pedoman Wawancara

DOKUMENTASI

Referensi

Dokumen terkait

Alokasi Dana Desa Peraturan Pemerintah PP Nomor 60 Tahun 2014 Setyadi 2019:25 tentang dana desa yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara adalah dana yang bersumber