Muhammad Ali, M.Pd.I, selaku Kepala Jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Bapak dan Ibu Dosen/karyawan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro yang telah menyediakan waktu dan fasilitas untuk mengerjakan skripsi ini.
Latar Belakang Masalah
4 Wawancara dengan Ikar Sukardi, guru PAI SMK Nusantara Unit 2 Tulang Bawang, 17 April 2018. Menurut Nasir, siswa kelas XI SMK Nusantara Unit 2 Tulang Bawang, akibat pengaruh nongkrong bareng teman atau main game , terkadang dia lupa berdoa.
Identifikasi Masalah
Informasi yang hampir sama disampaikan oleh Faizun, siswa kelas XI SMK Nusantara Unit 2 Tulang Bawang, yang mengaku tidak mampu menunaikan shalat fardhu. Oleh karena itu, peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian tentang peran guru pai dalam meningkatkan salat siswa SMK Nusantara Unit 2 Tulang Bawang.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Manfaat Penelitian
Secara teoritis merupakan sumbangsih pemikiran untuk menambah khazanah intelektual di bidang pendidikan, yang dapat dijadikan sebagai informasi ilmiah bagi pembaca sekaligus sebagai tambahan data ilmiah untuk penelitian selanjutnya, khususnya mengenai peran guru pendidikan Islam dalam meningkatkan shalat. jasa. Praktis merupakan sumbangsih pemikiran bagi para praktisi pendidikan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang peningkatan ibadah sholat di SMK Nusantara Unit 2 Tulang Bawang.
Penelitian Relevan
Penelitian berjudul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membangun Sikap Keagamaan Siswa Kelas VIII Madrasah Ibtidaiyah Plus Al Banjari Blora Tahun 2017, Oleh Siti Ni'matush Sholihah Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Surakarta 9. Penelitian di atas memiliki kemiripan dengan penelitian ini dari sudut pandang penyelidikan peran guru PAI.
Kajian tentang Guru 1. Definisi Guru
Tugas dan Tanggung Jawab Guru
Muallim, yang berarti bahwa seorang pendidik adalah orang yang memiliki ilmu yang luas dan mampu menjelaskan, mengajarkan atau mentransfer ilmu tersebut kepada peserta didik agar peserta didik dapat mengamalkannya dalam kehidupan. Hal ini mengandung arti bahwa seorang guru harus mampu menjelaskan hakikat ilmu yang disampaikannya dan berusaha menggugah siswa untuk mengamalkannya.
Peranan Guru
Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, guru harus mampu menciptakan motivasi belajar siswa sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran. Seorang guru, sebagai perubahan perilaku siswa dan sekaligus sebagai panutan bagi siswa, harus memiliki kompetensi.
Kajian Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar berupa membimbing dan mengasuh peserta didik agar kelak setelah menyelesaikan pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam dan menjadikannya sebagai pedoman hidup 66 Pendidikan Agama Islam menurut Abd. Aziz bergerak dalam mendidik siswa untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai atau moral Islam, mendidik siswa untuk memahami materi agama Islam. Pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman peserta didik terhadap agama Islam, sehingga menjadi umat Islam yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, sosial, berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah ilmu dalam pendidikan yang mempelajari segala ilmu yang meliputi akhirat, yang dapat dijadikan landasan kehidupan dan yang harus dikenalkan dalam kehidupan sehari-hari. 68 Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Kurikulum 2004, (Bandung: Rosyda Karya Muda, 2005), hlm.
Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
Allah menjadikan Al-Qur'an sebagai kabar baik bagi mereka yang mematuhinya, sekaligus sebagai peringatan bagi mereka yang ingin belajar darinya. Ketika orang-orang menyadari kandungan Al-Qur'an, mereka pasti akan menawarkan diri kepada Al-Qur'an dengan segala risikonya. Al-Qur'an memiliki banyak keutamaan, baik bagi yang membacanya maupun bagi yang mendengarkannya membaca.
Seorang mukmin yang selalu membaca Al-Qur'an ibarat jeruk yang menebarkan harum semerbak dan memiliki rasa manis yang memikat. Memperindah suara saat membaca Al-Qur'an adalah sunnah, asalkan bacaannya tidak berlebihan dan tidak terlalu lama.
Ibadah Shalat
- Dasar Ibadah Shalat
- Syarat Wajib dan Sahnya Shalat
- Rukun-rukun Shalat
- Waktu-waktu Shalat
Jika dilakukan dengan sempurna, doa dapat mencegah orang tua yang melakukannya melakukan perbuatan keji dan zalim. Dilihat dari perspektif hukum Islam (fiqh), “hukum shalat adalah wajib `aini, dalam arti kewajiban yang ditujukan kepada setiap orang tua yang tunduk pada beban hukum (mukallaf).” 97 Kewajiban ini tidak dapat dipisahkan dari mukallaf sendiri sampai dia melakukannya sesuai dengan syarat dan rukun yang ditetapkan oleh syara'. Berdasarkan syarat-syarat wajib salat di atas, maka orang tua non muslim tidak wajib salat, seperti halnya orang tua sebelum dewasa, wanita muslimah yang masih haid atau nifas, atau orang tua yang tidur sampai bangun dari tempat tidurnya. tidur.
Jika tidak ada orang tua yang menunjukkan, maka diperbolehkan ijtihad untuk menentukan arah yang dianggap kiblat. Bagi orang tua yang tidak bisa berdiri, atau sulit berdiri, boleh berdoa sesuai dengan kemampuannya.
Jenis dan sifat Penelitian 1. Jenis Penelitian
Sifat Penelitian
Penelitian deskriptif menurut Donald Ary yang dikutip oleh Imam Suprayogo dan Tobroni memiliki beberapa jenis yaitu. Mencermati jenis penelitian deskriptif di atas, maka penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif studi kasus. Menurut Muhammad Nazir, studi kasus adalah “penelitian tentang status subjek penelitian dalam kaitannya dengan fase tertentu atau tipikal dari keseluruhan kepribadian.107 Dalam konteks penelitian ini, subjek penelitiannya adalah para santri dan guru PAI. Pendidikan di SMK Unit Nusantara 2 Tulang Bawang.
Sumber Data
Sumber Primer
Sumber primer adalah sumber yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian (informan) dengan memperhatikan variabel-variabel yang diteliti.”110 Dalam menentukan responden sebagai sumber primer digunakan teknik purposive sampling yaitu: “teknik pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Berdasarkan kutipan di atas, sumber utama dalam penelitian ini adalah guru dan siswa PAI di SMK Nusantara Unit 2 Tulang Bawang.
Dari sumber primer tersebut dikumpulkan data tentang peran guru PAI dalam meningkatkan ibadah salat dengan mengacu pada keterangan lisan dari sumber primer itu sendiri.
Sumber Sekunder
Peneliti Islam dalam perbaikan ibadah shalat tidak hanya mengandalkan sumber primer, tetapi juga menggunakan sumber sekunder sebagai acuan teoritis. Selain sumber sekunder di atas, untuk memperoleh data kepustakaan digunakan sumber kepustakaan yaitu: buku-buku yang berkaitan dengan peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan ibadah salat.
Metode Pengumpulan Data
Metode Wawancara (Interview)
Jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam yaitu “wawancara yang dilakukan secara informal”.116 Dalam wawancara mendalam “hubungan antara pewawancara dan yang diwawancarai berada dalam suasana yang alami, sedangkan tanya jawab berjalan seperti penutur biasa dalam kehidupan sehari-hari. ."117. Wawancara dilakukan dengan sumber data primer yaitu guru dan siswa di SMK Nusantara Unit 2 Tulang Bawang. Data yang diharapkan dari wawancara mendalam adalah: data tentang peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan layanan sholat di SMK Nusantara Unit 2 Tulang Bawang.
Metode Observasi
Metode observasi yang digunakan adalah observasi non partisipan, karena dalam kegiatan sehari-hari penulis tidak berinteraksi langsung dengan subjek penelitian.
Teknik Penjamin Keabasahan Data
Berdasarkan teknik di atas, penulis dalam penelitian ini membandingkan data yang diperoleh dari sumber primer dengan data yang diperoleh dari sumber sekunder. Dalam hal ini penulis membandingkan data yang diperoleh dari wawancara dengan siswa dengan data yang diperoleh dari wawancara dengan guru. Selain itu, penulis juga membandingkan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan data yang diperoleh dari observasi, sehingga diketahui apakah data yang diperoleh dari hasil wawancara tersebut sesuai dengan fakta di lapangan.
Teknik Analisis Data
Analisis data mengacu pada data hasil wawancara sumber primer mengenai peran guru pendidikan agama Islam dalam peningkatan ibadah salat di SMK Nusantara Unit 2 Tulang Bawang. Setelah data terkumpul, dipilah dan disajikan, ditarik kesimpulan dengan menggunakan metode deduktif yaitu menarik kesimpulan dari masalah khusus ke masalah umum. Metode ini digunakan untuk menganalisis data yang dihasilkan dari hasil wawancara yang kemudian digeneralisasi menjadi kesimpulan umum.
Temuan Umum
Sejarah Singkat Berdirinya SMK Nusantara Banjar Agung
Data Fasilitas Sekolah
Struktur Organisasi Sekolah
Temuan Khusus
Guru PAI dalam Meningkatkan Ibadah Sholat Dzuhur di SMK Nusantara Nusantara
Guru sebagai guru, guru adalah guru yang menjadi figur, panutan dan identifikasi bagi siswa dan lingkungannya. Guru sebagai pengajar mempunyai tugas melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar sesuai dengan potensinya masing-masing. Menurut Cucu Suhana, peran guru meliputi: Guru sebagai pelatih, Guru sebagai pengajar, Guru sebagai pemimpin, Guru sebagai pengawas, Guru sebagai administrator.
Guru sebagai guru, mengajar adalah proses penyampaian transmisi dan transformasi sistem nilai kepada siswa. Guru sebagai pemimpin, guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan nyaman.
Pelaksanaan Shalat Dhuha di SMK Nusantara Banjar Agung
Dapat disimpulkan dari uraian di atas bahwa peran guru sangat penting dalam proses belajar mengajar, dalam pelaksanaan sholat Dhuha dan tadarus Al-Qur'an, guru juga memiliki peran agar siswa dapat melakukan Dhuha. shalat dengan baik dan benar. Shalat Asar ini dikerjakan secara berjamaah dengan 4 rakaat 4 rakaat, setiap 4 rakaat diakhiri dengan 1 salam. Agar imam bisa shalat, ia dibimbing oleh guru PAI dan guru-guru lainnya, terkadang juga siswa laki-laki yang bisa menjadi imam.
Kendala dalam Pelaksanaan Shalat Dzuhur di SMK Nusantara Banjar Agung
Pendidikan agama Islam adalah mendidik siswa untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai atau moral Islam, mendidik siswa untuk memahami materi agama Islam. Pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan pengalaman peserta didik terhadap agama Islam, sehingga menjadi umat Islam yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, sosial, berbangsa dan bernegara. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi sangat dibutuhkan oleh siswa, karena dengan motivasi siswa mampu melakukan tindakan yang sesuai dengan tujuan, ada motivasi dari dalam diri siswa sehingga akan timbul rasa kesadaran. betapa pentingnya mata pelajaran pendidikan agama Islam selain motivasi dari siswa itu sendiri, guru juga harus memotivasi siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran.
Pada saat sholat Dhuha pada jam istirahat, sebagian besar siswa tidak langsung ke mesjid, melainkan ke kantin terlebih dahulu, hal ini menyebabkan waktu pelaksanaan tersita. Keluarga merupakan faktor utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak, karena dalam keluarga anak akan dididik dan dibimbing sesuai dengan aturan yang ada dalam keluarga itu sendiri.
Kesimpulan
Saran
Konsep dan Kurikulum 2004, Bandung: Pemuda Rosyda Karya, Abuddin Nata 2005, Manajemen Pendidikan: Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam. Asmaun Salman, Mewujudkan Budaya Religius di Sekolah: Upaya Mengembangkan PAI dari Teori ke Aksi, Malang: UIN Maliki Press, 2010 Boedi Abdullah dan Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian Ekonomi Islam,. Hepi Irawan, Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Memimpin Kegiatan Keagamaan Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Blitar Skripsi Tahun Akademik malad.
Muhaimin, Islamitisch religieus onderwijs Curriculumontwikkeling op scholen, madrasa's en universiteiten, Jakarta: Raja Grafindo, 2007. Nana Sudjana, Fundamentals of Teaching and Learning Processes, Bandung: Sinar Baru, 2003 Nasution, Research Methods, Jakarta: Bumi Aksara, 2011, Ngainun Naim, Becoming an Inspirational Teacher, Yogyakarta: Student Library, 2009 Ngalim Purwanto, Theoretical and Practical Science of Education, Bandung: Youth.
Siti Ni'matush Sholihah, Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pengembangan Sikap Keagamaan Siswa Kelas VIII SMP Islam Plus Al Banjari Blora Tahun 2017, malid imaladhttp://eprints.iain-surakarta.ac. id, diakses 9 November 2018.