• Tidak ada hasil yang ditemukan

K3 LISTRIK

N/A
N/A
Junaidi Trainer

Academic year: 2024

Membagikan "K3 LISTRIK"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

(1)

Menerapkan Peraturan PerUndang-Undangan dan Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

pada Pekerjaan Pembangunan Ketenagalistrikan.

(2)
(3)

1. UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 2. UU No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan 3. Permenaker No. 12 Tahun 2015 tentang K3 Listrik

4. PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Management Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

5. Sertifikasi Kompetensi | Kepdirjen PPK&K3 no 47 (Ahli K3 Listrik) dan 48 (Teknisi K3 Listrik) Tahun 2015

6. Permenaker 02/MEN/1989 tentang Pengawasan Instalasi Instalasi Penyalur Petir 7. SNI-0225:2000 (PUIL 2000) Keputusan MeNaKerTrans KEP.75/MEN/2002

8. SNI-0225:2011 (PUIL 2011) Permen ESDM No. 36 Tahun 2014 9. SNI-0225:2020 (PUIL 2020) Permen ESDM No. 7 Tahun 2021 10. Standar Internasional, Standar Asing yang diakui

Peraturan dan Perundang-Undangan

(4)

Teknisi K3 Listrik

Teknisi K3 Listrik

PELAKSANAAN K3 LISTRIK

PEMBANGKITAN TRANSMISI DISTRIBUSI PEMANFAATAN

P E K E R J A A N

PERENCANAAN Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik PEMASANGAN Ahli K3 Listrik

Teknisi K3 Listrik

Ahli K3 Listrik Teknisi K3 Listrik

Ahli K3 Listrik Teknisi K3 Listrik

Ahli K3 Listrik Teknisi K3 Listrik PENGETESAN Ahli K3 Listrik

Teknisi K3 Listrik

Ahli K3 Listrik Teknisi K3 Listrik

Ahli K3 Listrik Teknisi K3 Listrik

Ahli K3 Listrik

PENGGUNAAN User User User User

PERUBAHAN Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik PEMELIHARAAN Ahli K3 Listrik

Teknisi K3 Listrik

Ahli K3 Listrik Teknisi K3 Listrik

Ahli K3 Listrik Teknisi K3 Listrik

Ahli K3 Listrik PEMERIKSAAN Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik PENGUJIAN Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik Ahli K3 Listrik

Ruang Lingkup Pekerjaan Teknik Listrik

(5)

Sistem Tenaga Listrik

(6)

Sistem Tenaga Listrik

(7)

Praktis Handal Bersih

Mudah dibangkitkan Mudah dikonversi

Tersedia dimana-mana Ekonomis

Aman dll

Kelebihan Energi Listrik

(8)

Tidak dapat disimpan (dalam jumlah besar)

Kelemahan Energi Listrik

(9)

1. Mengidentifikasi bahaya

2. Menilai Risiko

• Memeriksa,

• Meneliti,

• Menghitung,

• Mengukur

• Menguji

• Menganalisa

SAFE

DANGER

3. Kendalikan

PENERAPAN

Instalasi Listrik

Peralatan listrik

Perlengkapan listrik

NORMA

&STANDAR

Pengawas / Ahli K3 :

Perencanaan

Pemasangan

Perawatan

Uji riksa

❑Pembangkit ❑Transmisi ❑Distribusi ❑Pemanfaat

(10)

Basic Safety

Basic K3 Listrik

Risk Management

Outline

(11)

Basic Safety

(12)

Pengertian K3

(13)

M engapa Kita Harus Mengelola K3?

(Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

P e r t i m b a n g a n E k o n o m i s

• M e n i n g k a t k a n P r o f i t

• Perbaik an

C i t r a P e r u s a h a a n

Ta n g g u n g J a wa b H u k u m

• UU No.1 Thn 1970

• PP 50 TAHUN 2012

Ta n g g u n g J a wa b M o r a l

• Vi s i & M i s i C o m p a n y

• Corporate Philos ophy

MENGAPA KITA HARUS MENGELOLA K3?

(14)

Iceberg Theory

Biaya karena cedera & sakit :

Pengobatan

Kompensasi

Biaya yang tidak diasuransikan :

Kerusakan bangunan

Kerusakan peralatan & alat Kerusakan produk & bahan Produksi terhenti

Biaya peralatan emergency Sewa peralatan

$

3

$

5 -

$

50

Biaya lain yang tidak diasuransikan :

Waktu untuk penyelidikan

Biaya waktu yang hilang

Biaya rekrut karyawan

Biaya lembur

Ekstra waktu supervisor

Berkurangnya kemampuan

karyawan setelah kembali bekerja

$

1 -

$

1

Teori Gunung Es

(15)

Kontribusi EHS Dalam Meningkatkan Profit

Cost of Operation Accidental Losses

Profits Revenue

Saving Profit

(16)

• What is Safety?

Freedom from un-acceptable risk

Bebas dari resiko yang tidak dapat diterima

Definisi

(17)

entiai Jor harm in terms oJ these.

• Bahaya :

Sumber, situasi atau tindakan yang berpotensi menciderai manusia atau sakit penyakit atau kombinasi

keduanya

Hazard = Source, situation, or act with a pot of human injury, ill health or a combination

Bahaya = Hazard

Hazard Identification bukan

“Danger Identification”

dari

Mendefinisikan “Bahaya”

(18)

• Danger merupakan tingkat bahaya dari suatu kondisi berpotensi terjadinya accident

• Safe adalah suatu kondisi dimana sumber bahaya

telah teridentifikasi dan telah dikendalikan ke tingkat yang memadai (aman/safe)

Danger dan Safe

(19)

Standar OHSAS 18001:2007 dijabarkan beberapa definisi (pengertian)

mengenai Insiden, Kecelakaan Kerja dan juga Nearmiss (hampir celaka). Ketiga istilah di atas memiliki pengertian, arti dan definisi berbeda sebagaimana hal berikut di bawah :

Insiden ialah kejadian yang berkaitan dengan pekerjaan dimana

cedera, penyakit akibat kerja (PAK) ataupun kefatalan (kematian) dapat terjadi.

Termasuk insiden ialah keadaan darurat.

Kecelakaan Kerja ialah insiden yang menimbulkan cedera, penyakit akibat kerja (PAK) ataupun kefatalan (kematian).

Nearmiss ialah insiden yang tidak menimbulkan cedera, penyakit akibat kerja (PAK) ataupun kefatalan (kematian).

Keadaan Darurat ialah keadaan sulit yang tidak diduga (terduga) yang

memerlukan penanganan segera supaya tidak terjadi kecelakaan/kefatalan.

Sumber : https://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.com

Insiden, Accident, Near Miss

(20)

• Resiko :

Kombinasi dari kemungkinan terjadinya kejadian

berbahaya atau paparan dengan keparahan suatu cidera atau sakit penyakit yang dapat disebabkan oleh kejadian atau paparan tersebut

Combination of the likelihood of an occurrence of a hazardous event or exposures and the severity of an injury or ill health that can be caused by the event or exposure.

R = f(P,S) R = risk

P = probability S = severity

Resiko

(21)

Low-Medium Risk

R = f(P,S) R = risk

P = probability S = severity

Low Risk

Risk = Probability x Severity

Medium-High Risk

High Risk

Resiko

(22)

Sumber Bahaya di Tempat

Energy

Kerja

Material

Product

Ingat 4M !

Mesin / Alat

Equipments

Tenaga Kerja / Man

Human

+ Money

+ Environment

Process/

Activities

Lingkungan Kerja / Method

Workplace/ Environment

Identifikasi Bahaya

(23)

Basic Causes

Indirect Causes

Unplanned release of Energy and/or Hazardous material

ACCIDENT Personal Injury Property Damage

Unsafe Act Unsafe

Condition

Poor Management Safety Policy & Decisions Personal

Factors

Environmental Factors

The Three Basic Causes

(24)

Safety Hazards & Health Hazards

Bahaya Keselamatan (Safety Hazard) :

Bahaya keselamatan adalah setiap objek, situasi, atau perilaku yang berpotensi menyebabkan cedera, penyakit, kerusakan properti, atau kerusakan lingkungan. Bahaya keselamatan adalah risiko tempat kerja yang paling umum.

Kesehatan (Health) :

Bahaya kesehatan mengacu pada bahan kimia yang diklasifikasikan menurut potensinya untuk menyebabkan salah satu dari efek berbahaya berikut ini: toksisitas akut (semua rute pemaparan), korosi atau iritasi kulit, kerusakan mata yang serius atau iritasi mata, kepekaan pernapasan atau kulit, mutagenisitas sel germinal, karsinogenisitas, toksisitas reproduksi, toksisitas organ target tertentu (pemaparan tunggal atau berulang), atau bahaya aspirasi.

Identifikasi Bahaya

(25)

Chemical

Ergonomics

Terpapar kontak penyakit

dampak terhadap masyarakat umum

Titik berat pd

Environment (bahan

Sepertinya kurang

Exposure

Prinsip pendekatan

PPE

kepaparan

Karir jab. Sesuai 1. Safety Hazard 1. Health Hazard

Mechanic

Electric

Kinetic Flammable

Substances Explosive Accidental

Combustible release

Corrosive

2. Konsekuensi Minor

Accident Injuries Mayor

Fatal

Assets Damage

Mendadak, dramatis, bencana (Sudden Reaction)

3. Konsentrasi kepedulian

Process Titik berat pd

Equipment, facilities, kerusakan asset,

tools fatality

Working practices Sepertinya urgen

Guarding (bahaya mendadak)

Pengalaman Prinsip pendekatan

Karir lapangan + Pengkajian resiko

pelatihan Utk memperkecil

resiko

Physic

Biologic

Psychosocial

2. Konsekuensi

mendadak, menahun, kanker dan (Prolonged Reaction)

3. Konsentrasi kepedulian

pencemar) bahaya tersembunyi

Work hours urgent (laten)

Pendidikan Pengkajian

pendidikan • M e n g u r a n g i p a p a ra n

(26)
(27)
(28)
(29)

Bahaya Kesehatan / Health Hazards Bahaya Kesehatan → Penyakit Akibat Kerja

• Bahaya Fisik / Physical Hazards Bahaya Kimia / Chemical Hazards Bahaya Biologi / Bio-Hazards

Bahaya Ergonomis

• /

Ergonomic Hazards Stress di Tempat Kerja

Efek Akut & Efek Kronis

Identifikasi Bahaya

(30)

Bahaya Fisik / Physical Hazards

Kebisingan Getaran

Pencahayaan Debu

Cuaca Kerja Temperature Radiasi

(ionizing or non-ionizing)

Identifikasi Bahaya

(31)

Bahaya Kimia / Chemical Hazards

Klasifikasi Bahan Berbahaya dan Beracun 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Bahan Bahan Cairan Cairan

Beracun

Sangat Beracun Mudah Terbakar

Sangat Mudah Terbakar Gas Mudah Terbakar

Bahan Bahan Bahan

Mudah Meledak Reaktif

Oksidator

Identifikasi Bahaya

(32)

Bahaya Ergonomi / Ergonomic Hazards

Ergonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu ergon (kerja) dan nomos

(peraturan, hukum).

Ergonomi

Adalah gabungan dari beberapa disiplin ilmu yang menyangkut anatomi, fisiologi, psikologi serta rekayasa dan ilmu fisika untuk menciptakan tempat kerja, alat dan proses kerja sehingga manusia dapat bekerja secara nyaman, sehat dan produktif.

Office of Horrors

Identifikasi Bahaya

(33)

Bahaya Ergonomi – Penanganan Manuai

(34)

MENGELOLA RISIKO BAHAYA LISTRIK

(35)

• Peserta dapat bahaya listrik

mengidentifikasi potensi

Peserta Peserta listrik Peserta

dapat dapat

menilai risiko bahaya listrik mengendalikan risiko bahaya

• dapat mengevaluasi pengelolaan risiko bahaya listrik

Sasaran Pembelajaran

(36)

! Ingat, Arus/Tegangan Tidak tampak Tidak berbau Tidak berbunyi Dapat dirasakan

listrik

Dan dapat menyebabkan

Kematian

Bahaya Energi Listrik

(37)

/ M T

R T G

Kebijakan nasional dalam hal upaya menjamin

tempat kerja

Kebijakan nasional dalam hal penyediaan tenaga listrik

(pengusahaan)

yang Aman dan

lingkungan yang Sehat

yang Andal, Aman Akrap lingkungan

dan

Tempat kerja Bukan tempat kerja

TT/ TET

M

(38)

SLO

Setiap instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi

Keselamatan Setiap usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan Keselamatan Ketenagalistrikan

Sertifikat Badan Usaha Setiap badang usaha penunjang tenaga listrik wajib memiliki Sertifikat Badan Usaha sesuai

(klasifikasi dan kualifikasi) SNI

Setiap peralatan dan pemanfaatan tenaga listrik wajib memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia

Lingkungan Hidup

Setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan yang

dipersyaratkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang Lingkungan Hidup

Sertifikat Kompetensi Setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan

UU No. 30/2009 tentang Ketanagalistrikan

(39)

Hukum Standar Peraturan

Rule of Thumb (rekomendasi)

Pegangan Operator, Teknisi dan Ahli K3 Listrik

(40)

Hukum Hukum Hukum Hukum

Ohm

Ampere Faraday

Kirchof I dan II Teori

dll

Thevenin

Hukum

(41)

Standar Rujukan

(42)

Peraturan – Persyaratan Listrik PUIL

7. PUIL 2020

(43)

1. SHOCK (Arus Kejut Listrik), Tersengat, Kesetrum

ARC (Percikan Api) → Effect Termal (Suhu berlebih) → Kebakaran

2.

BLAST (ledakan) – ARC BLAST → Effect Medan Listrik dan Medan Magnet

3.

4. Effect Mati Listrik 5. Bahaya Lainnya

Potensi Bahaya Listrik

(44)

• Potensi Bahaya Listrik dari Arus Kejut Listrik, Efek Thermal, Arus Lebih

– – –

Potensi Potensi Potensi

Bahaya Bahaya Bahaya

dari Arus Kejut Listrik dari Efek Thermal

Arus Lebih

• Potensi Bahaya dari Gangguan Elektromagnetik dan Gangguan Tegangan, Khususnya Akibat Petir

– Gangguan Elektro Magnetik dan Gangguan Tegangan (Medan Magnet dan Medan Listrik)

– Efek Sambaran Petir

Potensi Bahaya Listrik

(45)

1. Menjamin kehandalan instalasi listrik sesuai tujuan penggunaannya.

Mencegah timbulnya bahaya akibat listrik 2.

bahaya sentuhan langsung

bahaya sentuhan tidak langsung bahaya kebakaran

Tujuan K3 Listrik

(46)

Hirarki Pengendalian Bahaya

(47)

Shock (electric)

= Tersengat

= Kesetrum listrik

= Stimulasi

yang terjadi fisik atau trauma sebagai akibat

dari mengalirnya arus listrik lewat melalui tubuh.

(The physical stimulation or trauma that occurs as a result of electric current passing through the body.)

Potensi Bahaya Listrik

(48)

Sentuhan langsung

(Direct Contact)

adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif yang secara normal bertegangan

Sentuhan tidak langsung

(Indirect contact)

adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif yang secara normal tidak bertegangan, menjadi bertegangan karena terjadi kegagalan isolasi

Potensi Bahaya Listrik

(49)

 Bahaya sentuh Langsung adalah

bahaya sentuhan pada bagian konduktif yang normalnya bertegangan

Arus kejut dapat menyebabkan cidera/luka bakar

Risiko Bahaya Listrik

(50)

 Bahaya sentuh Tidak Langsung karena adanya Kegagalan isolasi

Risiko Bahaya Listrik

(51)

• Tergantung pada:

– Bagian tubuh yang terkena – Besar arus

– Lama / Duration mengalirnya arus ke tubuh

• Tegangan Extra rendah (50 V AB / 120 V AS)

tidak menimbulkan potensi bahaya

Risiko Bahaya Listrik

(52)

Dalam PUIL2020 halaman 6 dibahas proteksi dari kejut listrik

sebagai berikut:

(53)

(b) Sentuhan Tak Langsung

Sentuhan terjadi dengan bagian konduktif terbuka (BKT) yang

seharusnya tidak boleh bertegangan (a) Sentuhan Langsung

Sentuhan terjadi dengan bagian konduktif / bertegangan secara langsung tanpa perantara

(54)

Karakteristik besar arus listrik terhadap reaksi tubuh

Daerah Reaksi tubuh

Pada 30 mA : Manusia Tidak bisa melepaskan diri sendiri

(Can not let go)=Mulai lengketSensitivitas ELCB dipilih = 30 mA.

Lihat Kurva : ELCB trip pada 30 mA dalam waktu 20 mS.

0,01 Amper=10 mA Setara dengan :

Lampu pijar 2,5 Watt, 220 Volt

0,1 Amper=100mA Setara dengan :

Lampu pijar 20 Watt, 220 Volt

1 Tidak terasa

2 Terasa, tetapi belum menyebabkan gangguan kesehatan 3 Kejang otot, dan

gangguan pernafasan 4 Kegagalan detak

jantung, kematian

(55)

AM A N

EFEK SENGATAN LISTRIK

Besar arus yang melewati tubuh

Akibat yang timbul

1 mA, atau kurang Tidak ada akibat, tidak terasa

1 – 8 mA Sengatan terasa tetapi tidak sakit dan tidak mengganggu kesadaran

BE RBAH A YA

8 – 15 mA Sengatan terasa sakit, tetapi masih bisa melepaskan diri, kesadaran tidak hilang 15 – 20 mA Sengatan sakit kesadaran bisa hilang dan

tidak bisa melepaskan diri

20 – 50 mA Kesakitan, susah bernafas, terjadi

konstraksi pada otot & kesadaran hilang 100 – 200 mA Kondisi mematikan langsung dan susah

ditolong

200 mA atau lebih Terbakar dan jantung berhenti berdetak

(56)

Tegangan Sentuh yang diizinkan

(Volt)

Waktu

Maksimum

Yang Diijinkan (Detik)

< 50 ~

50 5

75 1

90 0.5

110 0.2

150 0.1

220 0.05

280 0.03

(57)

1. Mencegah mengalirnya arus listrik melalui tubuh manusia

2. Membatasi nilai arus listrik dibawah arus kejut listrik 3. Memutuskan suplai secara otomatik pada saat terjadi

gangguan

4. Dalam kasus tersengat listrik, yang mematikan adalah besarnya arus yang melewati tubuh manusia

5. Besarnya arus dapat dikurangi dengan menggunakan perlatan yang mempunyai isolator baik ( misal

MENGGUNAKAN SAFETY SHOES)

PRINSIP PENGENDALIAN RESIKO

TERSENGAT LISTRIK

(58)

Sentuhan Langsung 1.

2.

Isolasi bagian-bagian terbuka yang bertegangan.

Beri tutup yang aman pada bagian-bagian yang bertegangan

Sentuhan Tidak Langsung 1.

2.

Pasang Grounding pada Instalasi listrik

Pasang Grounding pada bagian-bagian yang kemungkinan bisa bertegangan (misalnya frame dari motor, dan lain-lain)

Pengendalian Risiko

Rekayasa Teknis

(59)

Beri pagar pengaman pada bagian-bagian bertegangan yang kemungkinan bisa tersentuh manusia secara tidak sengaja.

Rekayasa Teknis

Pengendalian Risiko

(60)

Melaksanakan LOTO (Lock Out Tag Out) sewaktu melakukan pekerjaan Pemeliharaan listrik.

Rekayasa Administrasi

Pengendalian Risiko

(61)

❑ Pekerja listrik tidak

dianjurkan bekerja sendirian, harus selalu bekerja 2 orang (Electrician + Helper).

Dengan maksud agar bisa saling menyelamatkan apabila terjadi kecelakaan tersengat listrik

(shock).

Pengendalian Risiko

Rekayasa Administrasi

(62)

Jenis dan Penggunaan APD

PERMENAKER NOMOR PER.08/MEN/VII/2010

Alat Pelindung Diri

Pengendalian Risiko

(63)

Stick Hook, Kayu kering, dll.

CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation adalah teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan untuk orang-orang yang detak jantung atau pernapasannya terhenti

Tindakan Saat Terjadi Kecelakaan

(64)
(65)

Arc (electric)

= Percikan api

→ Kebakaran (Fire)

= Terlepasnya energi panas dan cahaya yang disebabkan oleh kerusakan listrik dan setelah itu peluahan listrik melalui insulator listrik, seperti udara.

(The heat and light energy release that is caused by the electrical breakdown of and subsequent electrical discharge through an electrical insulator, such as air).

Potensi Bahaya Listrik

(66)

Jenis-jenis Arc :

❑ Arc Flash = Arc yang timbul karena Short Circuit [terhubungnya kawat fasa AC atau kawat positif + DC dengan

kawat lain atau bagian konduktor lain sebelum pemakaian (load)].

❑ Arc yang menyebabkan KEBAKARAN (Fire)

Potensi Bahaya Listrik

(67)

1. Arc Flash = Arc yang timbul karena Short

Circuit [terhubungnya kawat fasa AC atau kawat positif + DC dengan kawat lain atau bagian

konduktor lain sebelum pemakaian (load)].

Potensi Bahaya Listrik

(68)

Figure : Electric arc damage caused by 240 volt arc.

(Courtesy Brosz and Associates.)

Risiko Bahaya Listrik

(69)

CARA MENCEGAH TERJADINYA Arc Flash [Arc yang timbul karena Short Circuit [terhubungnya kawat fasa AC atau kawat positif + DC dengan kawat lain atau bagian konduktor lain sebelum pemakaian (load)].

1.Pada saat melakukan pekerjaan Pemeliharaan, harus selalu listriknya dimatikan dulu (off & LOTO), kecuali terpaksa.

2.Hindarkan kemungkinan terjadinya short circuit, dan pastikan harus ada alat proteksi (CB atau Fuse)

3. Hindari Kondisi tidak aman (Unsafe condition) dan Perilaku yang tidak aman (Unsafe Act)

4. Gunakan Alat Pelaindung Diri (APD) yang baik dan benar

Pengendalian Risiko

(70)

Penggunaan APD yang benar untuk mencegah efek dari Arc Flash = Arc yang timbul karena Short Circuit

Pengendalian Risiko

(71)

2. Arc yang menyebabkan KEBAKARAN (Fire)

Potensi Bahaya Listrik

(72)

Segitiga api (Fire Triangle)

(73)

• Pembebanan Berlebih

Sambungan tidak sempurna (loss connection)

Penggunaan peralatan dan perlengkapan tidak standar Pembatas arus tidak sesuai Kebocoran isolasi

Harmonisasi Listrik static

Sambaran petir dll

Bahaya Kebakaran Listrik

(74)

Kebakaran pada peralatan listrik Kebakaran Kelas C

Bahaya kebakaran listrik :

Terbakarnya insulator dapat menghasilkan asap beracun Asap pada ruangan sempit akan membahayakan manusia Kebakaran listrik bisa menjadi pemicu terbakarnya bahan lain di sekitarnya

Pemadaman yang salah terhadap kebakaran listrik bisa menyebabkan bahaya bagi regu pemadam listrik

(75)
(76)

Bahaya Kebakaran Listrik

(77)

“HEAT” BISA TIMBUL KARENA:

1.2.

3.

Terjadi short circuit, tetapi alat proteksi tidak mentripkan cicuit Kualitas kabel (kawat dan isolasi) tidak baik

Penggunaan jenis kabel yang salah (misalnya NYM hanya untuk indoor).

4. Ukuran kawat terlalu kecil

5. Terjadi “loss connection” (dari sambungan kawat, tusuk kontak yang bertumpuk-tumpuk yang cenderung tidak rapat, dan lain- lain)

CARA MENCEGAH TERJADINYA ARC yang menyebabkan Kebakaran:

1. Hindarkan kemungkinan terjadinya short circuit, dan harus ada alat proteksi (CB atau Fuse)

2. Gunakan kulaitas kabel (kawat dan isolasi) yang baik 3. Gunakan jenis kabel yang benar

4. Gunakan ukuran kawat yang sesuai dengan KHA (Ampacity)nya.

5. Hindari terjadinya “Loss connection”

Pengendalian Risiko

(78)

Hindari terjadinya “Loss Connection”

Jika ada “loss connection” maka tahanan kontaknya menjadi besar, misalnya sama dengan 20 Ω.

Maka arus yang timbul = 220 V/20 Ω = 11 A.

Panas yang ditimbulkan cukup besar, yaitu sama dengan : I2R = 112x 20 = 2420 W

Panas ini bisa menimbulkan kebakaran.

Alat untuk mengetahui loss connection pada sambungan lempeng rel adalah MicroOhm meter.

Pengendalian Risiko

(79)

Medan Elektromagnetik sebagai panas (heat) pemicu terjadinya kebakaran dan ledakan (arc blast)

Bahaya Listrik (Electrical Hazard)

(80)

Blast (electric)

= Ledakan :

Efek ekplosif yang disebabkan oleh ekspansi cepat dari udara dan material yang superpanas secara mendadak dari percikan api

(The explosive effect caused by the rapid expansion of air and other vaporized materials that are a superheated by the sudden presence of an electric arc).

Potensi Bahaya Listrik

(81)

Blast (ledakan) :

❑ Blast yang berasal dari equipment yang pemeliharaannya kurang

misalnya :

-Tranformator meledak -Battery meledak

-Dan lain-lain

baik ,

❑ Blast yang terjadi karena Interrupting Rating (Breaking Capacity) yang tidak benar pada CB & Fuse

Potensi Bahaya Listrik

(82)

1. Blast yang berasal dari

equipment yang pemeliharaannya kurang baik, misalnya :

Transformator meledak Battery meledak

Potensi Bahaya Listrik

(83)

Cara mencegah Blast yang berasal dari equipment yang

pemeliharaannya kurang baik

1.Laksanakan pekerjaan Pemeliharaan (PM, PdM, dan CM) sesuai dengan prosedur-prosedur

pemeliharaan (Maintenance Prosedures).

2. Lakukan JSA (Job Safety Analysis) untuk setiap pekerjaan Pemeliharaan (PM, PdM, CM)

Pengendalian Risiko

(84)

2. Blast yang terjadi karena

Interrupting Rating (Breaking

Capacity) yang tidak benar pada CB & Fuse

Exterior after Blast Interior after Blast

Pengendalian Risiko

(85)

Data “Interrupting Rating (Breaking Capacity)” dari Gambar satu garis (Single line diagram) (2)

Contoh :

Interrupting Rating = 40 KA

Pengendalian Risiko

(86)

BLAST yang terjadi karena Interrupting Rating yang tidak benar pada CB & Fuse

Bila terjadi short circuit dan alat proteksinya trip tetapi pecah (break) maka terjadi blast.

Oleh karena itu pada alat proteksi baik Fuse maupun Circuit Breaker :

- Contact Rating [Amper]: untuk proteksi over current (over load) , dan Short circuit - Breaking Capacity (Interrupting Current) [kA] : untuk bertahan tidak pecah jika terjadi short circuit.

CARA MENCEGAH BLAST TERSEBUT :

1. Hindari kemungkinan terjadinya short circuit

2. Pastikan Breaking Capacity dari Fuse dan Circuit Breaker adalah lebih besar daripada Maximum Short Circuit pada titik terjadinya short circuit tersebut. Maximum Short Circuit pada setiap titik Bus dihitung menggunakan software misalnya ETAP (Electrical Transient Analizer Program), atau dengan menggunakan Tabel seperti contoh dari PLN.

Pengendalian Risiko

(87)
(88)

a) Aktivitas produksi off secara mendadak

Kenyamanan terganggu b)

c) d)

Kriminalitas Dsb…

meningkat

Gangguan Partial Balckout Sistem Jawa Bali

4 Agustu 2019

Bahaya Listrik (Electrical Hazard)

(89)

a) Bahaya Induksi Electromagnetic ketika sedang melakukan pekerjaan

pemeliharaan listrik

Bahaya radiasi ketika sedang melakukan pekerjaan pemeliharaan listrik

Bahaya terpeleset ketika sedang melakukan pekerjaan pemeliharaan listrik

Bahaya jatuh dari ketinggian ketika sedang melakukan pekerjaan

pemeliharaan listrik

Bahaya tersentuh panas pada peralatan listrik ketika sedang melakukan

pekerjaan pemeliharaan listrik Dan lain-lain

b) c)

d)

e)

f)

Bahaya lainnya

(90)

• Arus yang mengalir dalam suatu penghantar akan menimbulkan panas, agar suhu penghantarnya tidak menjadi terlalu tinggi maka arus yang mengalir

tersebut harus dibatasi.

Arus lebih disebabkan oleh hubung singkat dan

sambaran petir. Untuk mengamankan hantaran dan perangkat listrik dibatasi dengan menggunakan

pengaman lebur atau saklar arus maksimum.

Jika alat proteksi tidak sesuai dengan persyaratan yang berlaku, maka akan mengakibatkan kerusakan

peralatan dan kebakaran.

Potensi Bahaya Arus Lebih

(91)

Efek Efek Efek Efek Efek

Listrik

Tegangan Tembus – Samping Thermal

Mekanis

Kebakaran Karena Sambaran Langsung

Efek Sambaran Petir

(92)
(93)

• Beban Lebih (overload) : besarnya arus yang mengalir pada beban melebihi nilai stelan arus (arus nominal) yang ditetapkan

• Hubung singkat (short cirkuit) : terjadi short antara penghantar fasa dengan fasa, atau fasa dengan netral, atau fasa dengan bodi (grounding)

• Arus sisa / Arus Bocor : besarnya arus yang mengalir pada Bagian Konduktif Terbuka yang semestinya tidak boleh dialiri arus listrik

• Surja Petir : besarnya tegangan akibat sambaran petir pada sistem ketenagalistrikan

• Tegangan Lebih (over voltage) : besarnya tegangan melebihi tegangan nominal

• Tegangan Kurang (under voltage) : besarnya tegangan jauh di bawah nilai tegangan nominal

Jenis-Jenis Gangguan Listrik

(94)

1.

2.

Terjadi kecelakaan pada manusia

Kerusakan instalasi dan perlengkapan

– Kerusakan kabel, – Kebakaran

Kerugian

panel, isolasi, peralatan instalasi

Mencegah Kecelakaan

Lustrik

3.

– – –

Kerugian materi

Terhentinya proses produksi

Mengurangi kenyamanan (lampu mati, supply air) TARGET K3

Keselamatan dan Kesehatan Harta Benda

Lingkungan

Manusia

Akibat Bahaya Listrik

(95)

Risk Management

(96)

Prosedur Kerja Aman

Pekerjaan Rutin

WI

SOP

Ditinjau berkala

Kerjakan Sesuai SOP

JSO WP JSA

Safety Officer

WO

Pekerjaan Non Rutin

(97)

Ahli K3

Me la kuka n Ide ntifika s i a na lis a pote ns i ba ha ya

(J S A)

Safety Officer

Me nirbitka n Ijin Ke rja Dengan syarat2 K3 te rte ntu

(S OP )

Ahli K3

Memberikan pengarahan Prosedur K3 Kepada Tim Pelaksana

S upe rvisor

Memantau s e la ma P e la ks a na a n P e ke rja a n

(J S O)

Memberikan pengarahan

Supervisor

Memantau s e la ma P e la ks a na a n P e ke rja a n

(J S O)

Ahli K3

Prosedur K3 Kepada Tim Pelaksana

Safety Officer

Me nirbitka n Ijin Ke rja Dengan syarat2 K3 te rte ntu

(S OP )

Super visor

Me nga juka n P e rmohona n Izin Ke rja

kpd Safety Officer

A hli K 3

Me la kuka n Ide ntifika s i a na lis a pote ns i ba ha ya

(J S A)

Prosedur Pengajuan Work Permit

(98)

MANAJEMEN RISIKO K3 (HIRAC)

Adalah proses mengidentifikasi

Sumber-sumber Bahaya, penilaian Risiko, dan tindakan untuk

menghilangkan serta mengurangi

Risiko secara terus menerus.

(99)

Manajemen Risiko (risk management)

adalah aktifitas organisasi yang terarah dan terorganisasi untuk mengelola risiko secara efektif

1. Identifikasi Potensi

• JSA, JSO, HAZOP, etc.

2.

3.

4.

Analisis Risiko | penilaian risiko

Evaluasi Risiko | diterima / tidak diterima Pengendalian Risiko

Eliminasi Substitusi Engineering Administrasi

APD

Risk Treatment

Risk Assessment Risk

Identification Risk

Analysis Risk Evaluation Scope, Context,

Criteria

Risk Management

(100)

Kesempatan Akibat

(Consequence) (Probability)

Paparan (Exposure)

Atau

Consequence x Probability,

dimana “Probability” terdiri dari Probability dan Paparan

PENILAIAN RISIKO

(101)

Konsekuensi

Yaitu tingkat keparahan/

kerugian yang mungkin terjadi dari suatu

kecelakaan/ loss akibat bahaya yang ada. Hal ini

(C)

bisa terkait dengan manusia, properti, lingkungan, dll.

PENILAIAN RISIKO

(102)

PENILAIAN RISIKO

Probabilitas

Likelihood (P)

Kesempatan/ peluang dari situasi atau keadaan bahaya atau kejadian

sesungguhnya orang dapat cedera

bilamana terpapar bahaya, lingkungan

dapat tercemar, harta benda dapat rusak, proses dapat terganggu bila sesuatu

proses kerja dan aktivitas yang tidak

aman.

(103)

Probabilitas

semua keadaan.

Level Perkiraan Probabilitas

5 Hampir pasti (Almost certain) / 1 - 14 hari

Kejadian diperkirakan terjadi pada hampir

4 Mungkin (Likely) / 14 hari - 6 bulan

Kejadian mungkin akan terjadi pada hampir semua keadaan.

3 Sedang (Moderate) / 6 - 12 bulan

Kejadian akan terjadi pada suatu waktu.

2

Kadang-kadang (Unlikely) /1 - 5

tahun

Kejadian dapat terjadi pada suatu waktu

1 Jarang (Rare) /

> 5 tahun

Kejadian yang mungkin hanya dapat terjadi tidak dapat diperkirakan.

PENILAIAN RISIKO

(104)

1. Pemantauan dan pengukuran (4.5.1) Evaluasi penaatan (4.5.2)

Ketidaksesuaian, insiden, tindakan perbaikan dan pencegahan (4.5.3)

(4.4.1) Sumberdaya, peran, tanggung

jawab, wewenang, akuntabilitas

(4.4.4) Dokumentasi:

Manual, Prosedur, IK, JSA, Form,dll

(4.4.5) Pengendalian

dokumen (4.3.1)

Penetapan Pengendalian

Risiko

2.

3.

(4.4.2) Kompetensi, Pelatihan dan

Kepedulian (4.4.6)

Pengendalian operasional (4.3.3)

Penetapan Tujuan, Sasaran

dan Program Manajemen K3

(4.4.3) Komunikasi, partisipasi dan

konsultasi

(4.4.7) Kesiapsiagaan

dan tanggap darurat

(4.6)

Tinjauan Manajemen

BISNIS PROSES PERUSAHAAN

ACTION (4.3.2) Identifikasi

peraturan perundangan dan persyaratan lainnya yang relevan dengan

perusahaan (4.3.1) Identifikasi aspek

bahaya K3 dan evaluasi risiko

CHECK PEMERIKSAAN DO

PENERAPAN DAN OPERASI PLAN

RISK ASSESSMENT PENGENDALIAN RISIKO

Metode process based untuk pengendalian dan

pengelolaan sistem manajemen K3

(105)

• Identifikasi Bahaya Penilaian Risiko (IBPR) adalah suatu teknik yang menitik beratkan pada cara / tugas untuk mengidentifikasi suatu bahaya

sebelum bahaya tersebut benar-benar terjadi.

• Fokus terhadap hubungan timbal balik antara pekerja, tugas/aktifitas,

dan lingkungan kerja peralatan dan alat kerja,

Apakah Itu Identifikasi Bahaya Penilaian

(106)

ISO 31000:2008

Risk Assessment (RA)

Job Safety Analysis (JSA) Task Risk Assessment (TRA) Job Risk Assessment (JRA) Hazard Operability (HAZOP)

Failure Mode Effect Analysis (FMEA)

Contoh metode penilaian risiko

(107)

3 langkah dasar

1.

2.

Identifikasi bahaya

Perkirakan risiko dari setiap bahaya o Kemungkinan kejadian

o Tingkat keparahan

Pastikan risiko menjadi dapat diterima (acceptable)

3.

Penilaian risiko

(108)

1.

2.

3.

4.

Klasifikasikan aktifitas kerja Identifikasi Bahaya

Tentukan Risikonya

Putuskan apakah resiko dapat diterima

Persiapkan tindak lanjut / action pengendalian risiko

5. plan

6. Tinjau ulang kecukupan action plan / Pengendalian Risiko

LANGKAH DASAR IBPR-PP

(109)

Identifikasi bahaya dan risiko

Penetapan pengendalian

risiko 2. Substitusi 1. Eliminasi 3. Engineering 4. Administratif 5. APD

acceptable?Risk

Tinjau kecukupan

rencana tindakan

Bahaya

Mengangkat beban secara manual melebihi kapasitas

Posisi mengangkat salah Risiko

Hernia

Back pain

Klasifikasikan aktivitas kerja

Proses Penilaian Risiko

(110)

Identifikasi bahaya 1.

2.

3.

Apakah ada sumber kecelakaan?

Siapa yang dapat terkena?

Bagaimana kecelakaan terjadi?

Ada dua metode

1. Kategori bahaya secara umum 2. Membuat daftar bahaya

Analisis risiko

(111)

Trivial Tidak Tidak

diperlukan tindakan.

perlu catatan, jika ada peraturan perlu pemantauan.

Acceptable Tidak memerlukan pengendalian tambahan.

Diperlukan pemantauan untuk memastikan pengendalian yang ada dipelihara.

Moderate Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko.

Pengukuran pengurangan risiko harus diterapkan dalam periode waktu tertentu.

Pekerjaan sebaiknya tidak dilakukan sampai tingkat risiko diturunkan. Penggunaan sumberdaya dapat dipertimbangkan untuk dialokasikan dalam menurunkan risiko. Bila risiko

melibatkan pekerjaan yang sedang berlangsung, perlu diambil tindakan segera.

Pekerjaan tidak boleh dilakukan sampai tingkat risiko diturunkan.

Jika risiko tidak mungkin diturunkan sekalipun dengan

sumberdaya yang tidak terbatas, pekerjaan dihentikan dan tidak boleh dilakukan

Substantial

Unacceptable

Risk Level Tindakan & Jangka Waktu

Tindakan pengendalian

(112)

Hirarki Pengendalian Bahaya

(113)

Hazard Identification & Risk Assessment (HIRA) I

ldentifikasi Bahaya & Penilaian dan Pengendalian Resiko (lBPR)

INSIDEN RESIKO

BAHAYA

hazard

hazard

productive

y substance positive

energy

negative

incident Penerapan

Risk management An

or

Interacting

IPBR

(114)

BAHAYA INSIDEN RESIKO

Sumber Bahaya Hazard

Kejadian tidak diinginkan Potential incident

Consequence Probability

IPBR

(115)

Consequence Probability

TIDAK ADA

CONTROLS KENDALI

ELIMINASI SUBSTITUSI ENGINEERING ADMINISTRASI

ALAT PELINDUNG DIRI

ADA

Kejadian tidak diinginkan Potential incident

Sumber Bahaya Hazard

IPBR

(116)

Melakukan Penilaian Resiko Tingkat Pengendalian

(117)
(118)

Charts (Severity / Keparahan)

(119)

Charts (Probability / Probabiiitas)

Likelihood

(120)

Matriks Resiko

(121)

Tindak lanjut dari tingkat resiko

(122)

Identifikasi Penilaian

INSIDEN

Kejadian tidak diinginkan Potential incident

RESIKO

Keparahan/

Kemungkinan

BAHAYA

Sumber Bahaya Hazard

Toleransi Terminate Treat Transfer

Eliminasi

Substitusi Prosedur Identifikasi

Bahayadan Penilaian

Risiko Engineering

Administrasi

Alat Pelindung Diri

(recommended)

/ Keterangan

(diusulkan)

Pokok Kegiatan Potensi Bahaya Akibat Kecelakaan dan PAK Kendali Eksisting Kontrol Aktivitas

Produk Jasa

Hazard Bahaya

Sumber Bahaya

Kejadian yang tidak diinginkan

Penilaian dan Pengendalian

Resiko saat ini Resiko residual

No Activity / Product / Services Aktivitas / Produk / Jasa

Hazard/Bahaya (sumber bahaya) atau Environmental Aspect

/ Aspek Lingkungan

Potential Incident / Kejadian yang tidak diinginkan

atau Environmental Impact / Dampak pada lingkungan

Kondisi Operasi (normal / abnormal / emergency)

Applicable regulations / Peraturan yang

terkait

Existing controls / Kendali yang ada saat ini

Keparahan Probabilitas Resiko Diterima? Additional controls

Pengendalian tambahan Keparahan Probabilitas Resiko Diterima?

Remarks /

Rutin

Pengendalian

Identifikasi Potensi Bahaya Evaluasi

(123)

FORMULIR IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN BAHAYA DI TEMPAT KERJA

Unit Kerja

Pekerjaan/Program Pelatihan

: :

- -

Tanggal Penilai

: :

- -

(recommended)

/ Keterangan

(diusulkan)

4 5 20 Tdk

PUIL 2011

3 3 9 Ya

Normal / Abnormal / Emergency Cidera sampai

fatality Pengecekan

panel listrik

Bahaya sentuhan langsung dan tidak

langsung

Penggunaan APD (sarung tangan, sepatu safety) Maintenance

Ceklist Rutin

Resiko saat ini Resiko residual

No Activity / Product / Services Aktivitas / Produk / Jasa

Hazard/Bahaya (sumber bahaya) atau Environmental Aspect

/ Aspek Lingkungan

Potential Incident / Kejadian yang tidak diinginkan

atau Environmental Impact / Dampak pada lingkungan

Kondisi Operasi (normal / abnormal / emergency)

Applicable regulations / Peraturan yang

terkait

Existing controls / Kendali yang ada saat ini

Keparahan Probabilitas Resiko Diterima? Additional controls

Pengendalian tambahan Keparahan Probabilitas Resiko Diterima?

Remarks /

Rutin

No Pokok Kegiatan Potensi Bahaya Akibat Kecelakaan dan

Penyakit Akibat Kerja Kendali

1 2 3 4 5

1 Menyalakan komputer

Sengatan arus listrik

Penyakit jantung, luka bakar

SOP menyalakan komputer

2

Identifikasi Potensi Bahaya

(124)

• Sebutkan Beberapa Potensi Bahaya Listrik dan Cara Pencegahannya

Sebutkan 4 (empat) tahapan proses mengelola resiko

• Isilah form kerja

IBPR sederhana sesuai aktivitas

FORMULIR IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN BAHAYA DI TEMPAT KERJA

Unit Kerja

Pekerjaan/Program Pelatihan

: - : -

Tanggal Penilai

: - : -

No Pokok Kegiatan Potensi Bahaya Akibat Kecelakaan dan

Penyakit Akibat Kerja Kendali

1 2 3 4 5

1

2

Tugas Mandiri

(125)

Gambar

Figure : Electric arc damage caused by 240 volt arc.

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana cara Implementasi Metode HazOp (Hazard and Operability Analysis) Dalam Proses Identifikasi Bahaya Dan Analisa Resiko Pada Pabrik Bio Ethanol PTPN X Mojokerto

Menurut Safety Enginer Career Workshop (2003), Phytagoras Global Development teknik identifikasi bahaya adalah alat untuk mengidentifikasi berbagai kelemahan potensi resiko

Berdasarkan nilai risk matrik diketahui sumber bahaya dan resiko yang ada pada masing- masing proses, analisis dilakukan dengan memperhatikan likelihood (kemungkinan

NO NILAI RISIKO F X A Jl.Marelan VII Kec.Medan Marelan TINGKAT RESIKO TR PENGENDALIAN LANJUTAN KEMUNGKIN AN F IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN

7 Identifikasi Bahaya dan Risiko N o Proses/ Aktivitas Pekerjaan Uraian Temuan Hazard Risiko K3 1 Pemeriksaa n Oli - Pada lantai terdapat genangan oli - Pekerja tidak