Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengapresiasi puisi siswa kelas VII1 SMP Negeri 6 Duampanua dengan menggunakan Strategi Strata. Peningkatan kemampuan mengapresiasi puisi siswa kelas VII1 SMP Negeri 6 Duampanua Kabupaten Pinrang dapat berakhir dengan baik. Untuk meningkatkan penerapan strategi kegiatan terbimbing dalam pembelajaran apresiasi puisi pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Duampanua Kabupaten Pinrang.
Teknik Kontribusi Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran Apresiasi Puisi Melalui SAT di SMP Negeri 6 Duampanua Kabupaten Pinrang. Landasan konseptual dan operasional pelaksanaan pembelajaran adalah apresiasi puisi siswa kelas VII SMP Negeri 6 Duampanua Kabupaten Pinrang.
Pengertian Kemampuan Apresiasi
Apresiasi Sastra Anak
Apresiasi Prosa Fiksi sebagai Bahan Pembelajaran Sastra
Rumusan yang disajikan adalah rumusan dalam pengertian konvensional, karena prosa fiksi seringkali merupakan cerita tandingan dan tidak memiliki plot. Dalam bentuk prosa inkonvensional, tujuan pengarang pada umumnya adalah menghadirkan gagasan aktual melalui karya prosa yang ia gambarkan. Aminuddin, 2004) Sastra anak sebagai sumber pembelajaran bahasa di sekolah dasar terdiri dari berbagai genre, yaitu buku bergambar, fiksi realistik, fiksi sejarah, fantasi/fiksi ilmiah, sastra tradisional.
Biografi fiksi dari semua genre tersebut dapat digunakan sebagai bahan penilaian pembelajaran sepanjang sesuai dengan keadaan dan tingkat perkembangan anak.”
Unsur-Unsur Cerita Fiksi
Pernyataan ini sejalan dengan Applebee dan Langer (Hafid) yang menyatakan bahwa “Strategi Kegiatan Terpandu (SAT) merupakan scaffold (penyangga) apresiasi sastra”. Pembelajaran mengapresiasi cerita fiksi di sekolah dasar dengan strategi Guided Activity memerlukan langkah-langkah yang mampu mengelola Peningkatan pemahaman pembelajaran cerita dengan strategi Guided Activity memerlukan persiapan yang terdiri dari (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan, dan (3) penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran 1) Apresiasi Sastra Perencanaan pembelajaran dengan SAT .
Hal ini sejalan dengan pendapat Beach dan Marshall (Suriyanti) bahwa “kegiatan pembelajaran apresiasi sastra memiliki tiga hal yang saling berinteraksi, yaitu (1) siswa, (2) guru, dan (3) teks sastra. Moody (Suriyanti) mengatakan , bahwa “langkah-langkah pembelajaran apresiasi fiksi meliputi (1) penelusuran pendahuluan, (2) penentuan posisi praktik, (3) tahap pendahuluan, (4) tahap penyajian, dan (5) diskusi.
Kerangka Pikir
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah penggunaan strategi kegiatan terbimbing dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mengapresiasi cerita fiksi di Kelas I SMP Negeri 6 Duampanua Kabupaten Pinrang.
Jenis Penelitian
Setting Penelitian
Subjek Penelitian
Fokus Penelitian
Rancangan Penelitian
Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing tindakan dilakukan dalam tiga tindakan yang dilakukan melalui tahap persiapan apresepsi, pelaksanaan apresepsi dan tindak lanjut pengenalan kepada pendongeng, rangkaian cerita, latar cerita dan suasana cerita. Setiap tahapan siklus diamati melalui format observasi yang dirancang dengan kriteria tertentu. Menyeimbangkan persepsi antara peneliti, guru tentang konsep dan tujuan penggunaan strategi aktivitas terbimbing untuk mengajar fiksi.
Menyusun rambu-rambu instrumen data keberhasilan guru dan instrumen data keberhasilan siswa, berupa format, observasi, pedoman wawancara, tes dan penyusunan rekaman kegiatan tindakan berupa tap recorder dan rekaman foto tindakan yang dilakukan. Tahap pelaksanaan tindakan merupakan tahap pelaksanaan rencana tindakan yang disusun atas kerjasama antara peneliti dan guru kelas I. Kegiatan yang dilakukan adalah guru melakukan tindakan mengapresiasi cerita fiksi dengan menggunakan strategi kegiatan terbimbing tiga tahap. yaitu: (1) persiapan apresiasi (2) pelaksanaan apresiasi (3) tindak lanjut apresiasi.
Fokus pengamatan adalah aktivitas guru dan siswa – aktivitas guru dapat diamati pada awal pembelajaran, selama pembelajaran dan pada akhir pembelajaran. Langkah terakhir dalam proses penelitian tindakan ini adalah melakukan refleksi terhadap hasil yang dicapai dalam siklus tersebut. Refleksi dilakukan dengan berpedoman pada hasil observasi selama proses dan akhir pembelajaran yang terdiri dari aktivitas guru dan siswa.
Validasi Data
Analisis Data
Format proses pematangan guru-siswa terdiri dari tiga titik fokus, yaitu tahap persiapan penilaian, tahap pelaksanaan penilaian dan tindak lanjut penilaian. puisi seperti yang disajikan dalam tabel.
Indikator Keberhasilan
Penentuan keberhasilan tindakan mengatur rambu-rambu dari format pengamatan dan tingkat keberhasilan tindakan seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut. Pembelajaran apresiatif certié dengan SAT sebagai proses meliputi (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan tindakan pembelajaran, (3) hasil dan temuan penelitian, dan (4) refleksi tindakan.
Paparan data
Paparan Data dan Temuan Siklus I
Pertemuan pertama berfokus pada Pelaku Cerita dan Urutan Cerita, sedangkan pertemuan kedua berfokus pada Setting Cerita dan Suasana Cerita. Materi diarahkan pada cerita “Tomi di Negeri karangan Sri Widiastusi” yang diambil dari majalah Bobo edisi 30 tahun 2007 halaman 55. Pada tahap apresiasi pelaku cerita dan rangkaian cerita, guru membimbing siswa dalam diskusi dan sharing (1) mengapresiasi cerita melalui tahapan generasi yaitu melibatkan jiwa dan emosi siswa dalam cerita dan terlibat secara aktif dalam kelompok, (2) mengapresiasi cerita dengan tahap atribusi yaitu menghubungkan skema dengan isi cerita, (3) penghayatan cerita dengan tahap penggambaran, yaitu deskripsi isi cerita, (4).
Gambar tersebut memperlihatkan seorang kurcaci mengangkat Tommy dan beberapa kurcaci berkelahi lagi. siswa menjawab serentak dan suasana kelas menjadi hidup). Setelah menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran, guru memodelkan evaluasi cerita, dari waktu ke waktu guru menanyakan tentang bagian-bagian cerita, seperti tingkah laku cerita dan suasana cerita dalam teks. Perencanaan pembelajaran untuk penilaian cerita berbasis SAT pada Siklus II mengangkat tema 'kepahlawanan'. Materi diarahkan pada cerita “Dua Prajurit Masa Depan karya Benny Rhamdani”, diambil dari Majalah Bobo, Edisi 30, 2007, Halaman 13.
Jadi, tugas Anda dalam pelajaran cerita hari ini adalah mendeskripsikan pelaku cerita dan rangkaian cerita yang Anda sukai serta memberikan penilaian terhadap pelaku cerita dan rangkaian cerita tersebut. Kegiatan selanjutnya yang kalian lakukan adalah membaca teks cerita secara individu, kelompok dan mendiskusikan pelaku cerita dan rangkaian cerita dalam format penilaian yang telah disediakan. Guru : sebelum kalian membaca cerita "dua calon prajurit" ini saya kasih contoh dulu cara membaca ceritanya agar kalian paham, enjoy kontennya dengan tahapan SAT.
Pada tahap pelaksanaan apresiasi Storytellers and Story Series, guru mengarahkan siswa untuk (1) membaca cerita, (2) berkolaborasi, bertukar pikiran dan berbagi cerita apresiatif dengan tahapan generasi yaitu menghubungkan jiwa dan emosi siswa dengan cerita dan melibatkan esensi. terlibat aktif dalam kelompok untuk memberikan respon emosional, (3) mengarahkan siswa berdiskusi, berkolaborasi dan berbagi dengan tahap mengasosiasikan yaitu menghubungkan skemata isi cerita (4) mengarahkan siswa bekerja sama untuk bekerja dan berbagi dan tahap penggambaran yaitu penjabaran isi cerita (5) bimbingan siswa untuk bekerja sama dan saling berbagi dalam menginterpretasikan isi cerita (6) bimbingan siswa memberikan penilaian cerita yang berfokus pada PC dan RC melalui tahapan penilaian. Aktivitas guru dalam melaksanakan proses keefektifan pembelajaran apresiasi cerita dan SAT pada pertemuan kedua adalah mengembangkan pemahaman siswa terhadap apresiasi latar belakang cerita dan suasana cerita. Guru: Tujuan dari pelajaran cerita hari ini adalah untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan latar belakang cerita dan suasana cerita serta memberikan penilaian terhadap cerita tersebut.
Guru : sebelum kalian membaca cerita “Dua Kemungkinan Prajurit” terlebih dahulu saya akan memberikan contoh cara membaca cerita tersebut agar kalian paham, enjoy kontennya dengan tahapan SAT. Pada tahap pelaksanaan evaluasi Latar Cerita dan Suasana Cerita, guru membimbing siswa untuk (1) membaca cerita, (2) berkolaborasi, bertukar pikiran dan berbagi dengan mengevaluasi cerita dengan tahapan Awakening yaitu keterlibatan jiwa dan emosi siswa dalam cerita dan keterlibatan aktif dalam kelompok untuk memunculkan respon emosional, (3) membimbing siswa dalam berdiskusi, berkolaborasi, dan berbagi dengan tahap connecting/asosiasi yaitu menghubungkan skema isi cerita (4 ) membimbing siswa untuk berkolaborasi dan .
Hasil Dan Temuan Peneliti Siklus II
Pada dialog di atas terlihat bahwa guru melakukan sesi tanya jawab dan siswa menjawab dengan baik, walaupun masih ada kendala siswa tidak memiliki keberanian untuk bertanya dan menjawab pertanyaan temannya dengan baik. Kegiatan skema siswa melalui mengamati gambar, memprediksi dan menyimpulkan prediksi tentang gambar dalam cerita dikategorikan baik. Dalam kegiatan ini terlihat siswa aktif mengamati gambar dan mengaitkan pengalaman dan pengetahuannya dengan isi cerita.
Kegiatan berbicara siswa dikategorikan baik (B) karena pada kegiatan ini siswa terlihat aktif dalam brainstorming, dan sharing tidak lagi malu-malu 5. Kegiatan tindak lanjut dikategorikan baik (B) karena guru sudah memberikan instruksi untuk menyimak koreksi hasil belajar. Aktivitas memperoleh pengetahuan dari jawaban siswa dikategorikan baik (B) karena terlihat siswa aktif bertanya dan menjawab keterbatasan, solusi dan faktor pendukung.
Keberhasilan pembelajaran menghargai cerita pada siklus II dipaparkan dalam dua kali pertemuan, semua data hasil observasi dan evaluasi dikumpulkan dan didiskusikan bersama dengan observer. Pada tahap persiapan evaluasi cerita, guru membuka pembelajaran dengan memunculkan skema siswa melalui kegiatan mengamati gambar, memprediksi dan menyimpulkan prediksi tentang gambar yang dikategorikan baik (B). Dalam kegiatan ini, guru menggunakan gambar untuk menangkap minat dan perhatian siswa serta membimbing siswa menghubungkan pengetahuan pengalaman yang berkaitan dengan isi cerita.
Pelaksanaan laporan supervisi dan mendiskusikan hasil kerja kelompok dikategorikan baik (B) Hal ini terlihat dari guru memotivasi siswa untuk membimbing siswa dalam mengerjakan tugas, menjawab (berbicara) menumbuhkan keberanian dan menghargai pendapat. dari yang lain. Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran apresiasi sejarah berbasis SAT pada siklus II dapat disimpulkan bahwa pembelajaran apresiasi sejarah untuk SAT terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan apresiasi, tahap pelaksanaan apresiasi dan tindak lanjut apresiasi. tahap telah mencapai tujuan. Hal ini terlihat dari kinerja rata-rata berada pada kualifikasi baik (B), sehingga tidak perlu merancang pembelajaran pada siklus berikutnya.
Pembahasan
Perencanaan Pembelajran Apresiasi dengan Mengunakan SAT
Pelaksanaan Pembelajaran Apresiasi Melalui SAT
Kegiatan ini sejalan dengan pandangan Grumber (Rahim menyatakan bahwa “kegiatan membangkitkan skema melalui observasi, ilustrasi dan judul bacaan adalah proses awal untuk memulai membaca”. Hal ini sejalan dengan pandangan Aminuddin bahwa “dalam pembelajaran, guru harus bertindak sebagai fasilitator, dan mengarahkan kegiatan belajar kepada siswa.” Kegiatan membangun kelompok pada Siklus II sejalan dengan tujuan pembelajaran dan dilandasi kesenangan berinteraksi dengan mereka.
Hal ini sesuai dengan pandangan Ibrahim bahwa pembentukan diskusi harus memenuhi syarat (1) terdiri dari 5-9 orang (2) berlangsung dengan interaksi bebas (3) memiliki tujuan (4) berlangsung menurut proses sistematis yang mengarah kesimpulan. Kegiatan apresiasi pada siklus I belum terlaksana dengan baik, hal ini disebabkan guru kurang membimbing siswa dalam kegiatan apresiasi. Tahap pelaksanaan penilaian sejarah berbasis SAT pada Siklus II terlihat adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa.
Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Tompkirus bahwa “outcome assessment tidak hanya untuk meremediasi pembelajaran siswa, tetapi sebagai sarana untuk mendokumentasikan kemajuan belajar siswa”. Pada Siklus I dan Siklus II ditemukan bahwa tes penilaian prestasi guru sudah sesuai dengan tujuan untuk mendeskripsikan prestasi belajar siswa. Hal ini disebabkan upaya guru dan praktisi untuk membimbing siswa ke tingkat apresiasi sastra yang diharapkan.
Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata tes formatif penelitian yang dilakukan pada setiap penelitian mengalami peningkatan. Berdasarkan rata-rata nilai yang dicapai siswa pada setiap akhir pembelajaran dari siklus I ke siklus II menunjukkan peningkatan yang baik. Dapat disimpulkan bahwa apresiasi cerita dengan tahapan SAT terbukti dapat meningkatkan tingkat apresiasi.
PENUTUP
Saran-saran
Mengefektifkan pemahaman membaca menggunakan pendekatan proses model simulasi kreatif Proposal penelitian yang tidak dipublikasikan: Universitas Negeri Makassar.