kajian musik multikulturalisme
-HESRON HAGANTA SEMBIRING–
(21820005)
JUDUL JURNAL
TARI SERAMPANG DUA BELAS DI SUMATERA UTARA;
KAJIAN ESTETIKA MELALUI PENDEKATAN
MULTIKULTURALISME
PEMBAHASAN
PROSES PENCIPTAAN INSTRUMEN
IDE PENCIPTAAN
PROSES PENCIPTAAN
Jurnal ini ditulis oleh Sabri Gusmail , Seorang Mahasiswa di
Institut Seni Indonesia, Padangpanjang .
Jurnal ini di tulis untuk melihat Tari Tradisional ini
sebagai cerminan dari Keberagaman Budaya di
Wilayah tersebut.
Menganalisis elemen-elemen estetika dalam Tari ini, seperti gerak.kostum, dan
musik.
INSTRUMENT
Alat musik yang satu ini merupakan jenis
membranofon yang dimainkan dengan cara dipukul dengan telapak
tangan. Umumnya, gendang melayu sering
digunakan untuk mengisi musik dangdut
koplo.
\
INSTRUMENT
Alat musik tradisional Gong telah dikenal sejak lama, dan
merupakan ciri khas bagi
permainan musik-musik tertentu dalam masyarakat Melayu. Pada
masa lalu alat musik ini meliki fungsi-fungsi gong yang sangat
beragam tidak hanya sekedar menjadi alat pelengkap permainan
musik tetapi sebagai alat pemberitahuan dalam
penyampaian berita pada masa lalu.
.
INSTRUMENT
Saron atau yang biasanya disebut juga ricik, adalah salah satu alat musik gamelan yang termasuk keluarga balungan. Saron terbuat dari gangsa dan dimainkan dengan
memukul dengan palu.
INSTRUMENT
Seruling bambu yang dikenal masyarakat
Melayu pada umumnya.
Instrumen yang
dimainkan dengan cara ditiup ini memiliki 7 buah lubang, 1 lubang berfungsi sebagai tempat meniup dan 6 lubang lainnya
berfungsi sebagai pengatur nada yang dihasilkan.
INSTRUMENT
Talempongberbentuk lingkaran de ngan diameter 15 sampai 17,5
sentimeter, pada bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima
sentimeter sebagai tempat untuk dipukul. Talempong memiliki nada yang berbeda-beda. Bunyi yang
dihasilkan talempong berasal dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.
INSTRUMENT
Rebana adalah gendang ber bentuk bundar dan pipih
yang merupakan khas suku Melayu. Bingkai berbentuk lingkaran terbuat dari kayu yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk
berlapis kulit kambing.
INSTRUMENT
kambing. Akordion merujuk kepada suatu keluarga alat muzik bentuk kotak ditiup dalamnya. Alat jenis ini dimainkan dengan memampatkan atau
mengembangkan hububan atau belos ( bellows ) dengan satu tangan untuk
menolak udara masuk keluar alat sambil menekan butang atau kunci dengan
tangan yang lebih kuat untuk membuka lubang mengalirkan udara melalui
kepingan loyang atau logam lalu terhasilnya bunyi dalam badan alat.
IDE PENCIPTAAN
1.
Tari Serampang Dua Belas memiliki sejarah yang kaya dan erat hubungannya dengan budaya masyarakat Batak di Sumatera Utara. Berikut adalah gambaran umum tentang sejarah tari ini:
Asal-usul: Tari Serampang Dua Belas berasal dari suku Batak, yang merupakan salah satu suku yang mendiami wilayah Sumatera Utara. Meskipun tidak ada catatan pasti tentang tahun berapa tarian ini pertama kali diciptakan, namun diyakini bahwa tari ini telah ada sejak zaman nenek moyang suku Batak.
2. Makna dan Fungsi: Tari Serampang Dua Belas memiliki makna dan fungsi yang beragam dalam budaya masyarakat Batak. Salah satu interpretasi umum adalah bahwa tarian ini digunakan untuk merayakan acara-acara penting seperti pernikahan, upacara adat, atau festival budaya. Selain itu, tarian ini juga dapat memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kebersamaan, kesatuan, atau kemenangan dalam perang.
3. Gerakan dan Musik: Gerakan-gerakan dalam Tari Serampang Dua Belas didominasi oleh gerakan-gerakan lincah dan energik yang menggambarkan kegembiraan dan semangat yang tinggi. Musik pengiring yang digunakan biasanya melibatkan instrumen-instrumen tradisional seperti gendang, gong, saron, seruling, dan talempong, yang
menciptakan suasana yang meriah dan menggugah Semangat.
4. Pemeliharaan dan Pengembangan: Meskipun memiliki akar yang dalam dalam tradisi budaya masyarakat Batak, Tari
Serampang Dua Belas terus mengalami pemeliharaan dan pengembangan dari generasi ke generasi. Penyelenggaraan festival budaya, pertunjukan seni, serta upaya-upaya untuk melestarikan warisan budaya telah membantu menjaga keberlangsungan tarian ini
5. Pentingnya Tari dalam Budaya Batak: Tari merupakan bagian yang tak terpisahkan dari budaya masyarakat Batak. Selain
sebagai hiburan, tari juga memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat identitas budaya serta mempererat ikatan sosial antar anggota masyarakat Batak.Dengan sejarah yang kaya dan nilai-nilai budaya yang kuat, Tari Serampang Dua Belas terus menjadi salah satu aset budaya yang berharga bagi masyarakat Batak di Sumatera Utara, serta menjadi bagian penting dari
warisan budaya Indonesia secara keseluruhan.
Sabri Gusmail selaku penulis Jurnal ini mengambil kesempatan
membahas dalam sebuah Jurnal yang berjudul "TARI SERAMPANG DUA BELAS DI SUMATERA UTARA;
KAJIAN ESTETIKA MELALUI PENDEKATAN MULTIKULTURALISME"
Ini sangat memicu semangatnya untuk menganalisis keestetikan Tari Serampang Dua Belas dari Sumatera Utara untuk menghormati
warisan budaya masyarakat Batak, memahami identitas budaya lebih dalam, memberikan penghargaan terhadap seni pertunjukan,
menginspirasi kreativitas dan inovasi, serta memberikan kontribusi pada pendidikan dan penelitian tentang budaya dan seni pertunjukan Indonesia. Analisis keestetikan Tari Serampang Dua Belas dari
Sumatera Utara merupakan upaya untuk mendalami nilai-nilai artistik yang terkandung di dalamnya, mengungkapkan keindahan seni
tradisional, serta menginspirasi apresiasi yang lebih mendalam terhadap seni pertunjukan lokal.
Analisis keestetikan Tari Serampang Dua Belas dari Sumatera Utara juga memiliki relevansi dengan era globalisasi yang semakin maju saat ini. Dalam konteks
globalisasi, tarian tradisional seperti Serampang Dua Belas dapat menjadi simbol penting dalam mempertahankan dan mempromosikan identitas budaya lokal di tengah arus
budaya global yang dominan. Melalui pemahaman yang lebih dalam tentang keindahan dan nilai-nilai estetika dalam tarian ini, kita dapat memperkuat keberadaan dan kebanggaan akan warisan budaya kita sendiri di panggung global. Sebagai hasilnya, analisis keestetikan tarian ini
tidak hanya membuka peluang untuk memperluas pemahaman tentang seni tradisional, tetapi juga
mengaktualisasikan pentingnya pelestarian dan promosi kebudayaan lokal dalam era globalisasi yang semakin terintegrasi.
"Tari Serampang Dua Belas di Sumatera Utara: Kajian Estetika melalui Pendekatan
Multikulturalisme" menggambarkan pentingnya pemahaman mendalam terhadap keindahan dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tarian ini. Dengan menggunakan pendekatan multikulturalisme, analisis keestetikan tari ini mampu menyoroti kompleksitas dan keragaman budaya yang ada di Sumatera Utara, serta mengungkapkan bagaimana interaksi antara berbagai
budaya lokal, regional, dan global tercermin dalam pertunjukan tari ini. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman kita tentang seni pertunjukan
tradisional Indonesia, sambil mengangkat keberadaan tarian ini ke tingkat yang lebih tinggi dalam wacana seni global. Selain itu, penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya penghargaan terhadap keberagaman budaya dalam mempromosikan dialog antarbudaya,
pemahaman lintas budaya, dan pengakuan akan nilai-nilai warisan budaya yang
berharga.Dengan demikian, jurnal ini tidak hanya memberikan wawasan yang berharga bagi para peneliti dan pecinta seni, tetapi juga memiliki implikasi yang relevan dalam konteks keberagaman budaya dan tantangan globalisasi di era saat ini. Melalui pemahaman yang lebih dalam tentang keestetikan Tari Serampang Dua Belas, kita dapat memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia dan mempromosikan pengakuan akan nilai-nilai budaya lokal dalam
panggung seni global.
Kesimpulan
LINK YOUTUBE
https://youtu.be/7SzpYWSLxG0?
si=trDm1ROjisPnUb65
- Terima Kasih -