• Tidak ada hasil yang ditemukan

kajian musik multikulturalisme

N/A
N/A
Happy Majesty Waruwu

Academic year: 2024

Membagikan "kajian musik multikulturalisme "

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

kajian musik multikulturalisme

-HESRON HAGANTA SEMBIRING–

(21820005)

(2)

JUDUL JURNAL

TARI SERAMPANG DUA BELAS DI SUMATERA UTARA;

KAJIAN ESTETIKA MELALUI PENDEKATAN

MULTIKULTURALISME

(3)

PEMBAHASAN

PROSES PENCIPTAAN INSTRUMEN

IDE PENCIPTAAN

(4)

PROSES PENCIPTAAN

Jurnal ini ditulis oleh Sabri Gusmail , Seorang Mahasiswa di

Institut Seni Indonesia, Padangpanjang .

(5)

Jurnal ini di tulis untuk melihat Tari Tradisional ini

sebagai cerminan dari Keberagaman Budaya di

Wilayah tersebut.

Menganalisis elemen-elemen estetika dalam Tari ini, seperti gerak.kostum, dan

musik.

(6)

INSTRUMENT

Alat musik yang satu ini merupakan jenis

membranofon yang dimainkan dengan cara dipukul dengan telapak

tangan. Umumnya, gendang melayu sering

digunakan untuk mengisi musik dangdut

koplo.

\

(7)

INSTRUMENT

Alat musik tradisional Gong telah dikenal sejak lama, dan

merupakan ciri khas bagi

permainan musik-musik tertentu dalam masyarakat Melayu. Pada

masa lalu alat musik ini meliki fungsi-fungsi gong yang sangat

beragam tidak hanya sekedar menjadi alat pelengkap permainan

musik tetapi sebagai alat pemberitahuan dalam

penyampaian berita pada masa lalu.

.

(8)

INSTRUMENT

Saron atau yang biasanya disebut juga ricik, adalah salah satu alat musik  gamelan yang termasuk keluarga balungan. Saron terbuat dari gangsa dan dimainkan dengan

memukul dengan palu.

(9)

INSTRUMENT

Seruling bambu yang dikenal masyarakat

Melayu pada umumnya.

Instrumen yang

dimainkan dengan cara ditiup ini memiliki 7 buah lubang, 1 lubang berfungsi sebagai tempat meniup dan 6 lubang lainnya

berfungsi sebagai pengatur nada yang dihasilkan.

(10)

INSTRUMENT

Talempongberbentuk lingkaran de ngan diameter 15 sampai 17,5

sentimeter, pada bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima

sentimeter sebagai tempat untuk dipukul. Talempong memiliki nada  yang berbeda-beda. Bunyi yang

dihasilkan talempong berasal dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.

(11)

INSTRUMENT

Rebana adalah gendang ber bentuk bundar dan pipih

yang merupakan khas suku  Melayu. Bingkai berbentuk lingkaran terbuat dari kayu  yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk

berlapis kulit kambing.

(12)

INSTRUMENT

kambing. Akordion merujuk kepada suatu keluarga alat muzik bentuk kotak ditiup dalamnya. Alat jenis ini dimainkan dengan memampatkan atau

mengembangkan hububan atau belos ( bellows ) dengan satu tangan untuk

menolak udara masuk keluar alat sambil menekan butang atau kunci dengan

tangan yang lebih kuat untuk membuka lubang mengalirkan udara melalui

kepingan loyang atau logam lalu terhasilnya bunyi dalam badan alat.

(13)

IDE PENCIPTAAN

1.

Tari Serampang Dua Belas memiliki sejarah yang kaya dan erat hubungannya dengan budaya masyarakat Batak di Sumatera Utara. Berikut adalah gambaran umum tentang sejarah tari ini:

Asal-usul: Tari Serampang Dua Belas berasal dari suku Batak, yang merupakan salah satu suku yang mendiami wilayah Sumatera Utara. Meskipun tidak ada catatan pasti tentang tahun berapa tarian ini pertama kali diciptakan, namun diyakini bahwa tari ini telah ada sejak zaman nenek moyang suku Batak.

2. Makna dan Fungsi: Tari Serampang Dua Belas memiliki makna dan fungsi yang beragam dalam budaya masyarakat Batak. Salah satu interpretasi umum adalah bahwa tarian ini digunakan untuk merayakan acara-acara penting seperti pernikahan, upacara adat, atau festival budaya. Selain itu, tarian ini juga dapat memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kebersamaan, kesatuan, atau kemenangan dalam perang.

3. Gerakan dan Musik: Gerakan-gerakan dalam Tari Serampang Dua Belas didominasi oleh gerakan-gerakan lincah dan energik yang menggambarkan kegembiraan dan semangat yang tinggi. Musik pengiring yang digunakan biasanya melibatkan instrumen-instrumen tradisional seperti gendang, gong, saron, seruling, dan talempong, yang

menciptakan suasana yang meriah dan menggugah Semangat.

(14)

4. Pemeliharaan dan Pengembangan: Meskipun memiliki akar yang dalam dalam tradisi budaya masyarakat Batak, Tari

Serampang Dua Belas terus mengalami pemeliharaan dan pengembangan dari generasi ke generasi. Penyelenggaraan festival budaya, pertunjukan seni, serta upaya-upaya untuk melestarikan warisan budaya telah membantu menjaga keberlangsungan tarian ini

5. Pentingnya Tari dalam Budaya Batak: Tari merupakan bagian yang tak terpisahkan dari budaya masyarakat Batak. Selain

sebagai hiburan, tari juga memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat identitas budaya serta mempererat ikatan sosial antar anggota masyarakat Batak.Dengan sejarah yang kaya dan nilai-nilai budaya yang kuat, Tari Serampang Dua Belas terus menjadi salah satu aset budaya yang berharga bagi masyarakat Batak di Sumatera Utara, serta menjadi bagian penting dari

warisan budaya Indonesia secara keseluruhan.

(15)

Sabri Gusmail selaku penulis Jurnal ini mengambil kesempatan

membahas dalam sebuah Jurnal yang berjudul "TARI SERAMPANG DUA BELAS DI SUMATERA UTARA;

KAJIAN ESTETIKA MELALUI PENDEKATAN MULTIKULTURALISME"

Ini sangat memicu semangatnya untuk menganalisis keestetikan Tari Serampang Dua Belas dari Sumatera Utara untuk menghormati

warisan budaya masyarakat Batak, memahami identitas budaya lebih dalam, memberikan penghargaan terhadap seni pertunjukan,

menginspirasi kreativitas dan inovasi, serta memberikan kontribusi pada pendidikan dan penelitian tentang budaya dan seni pertunjukan Indonesia. Analisis keestetikan Tari Serampang Dua Belas dari

Sumatera Utara merupakan upaya untuk mendalami nilai-nilai artistik yang terkandung di dalamnya, mengungkapkan keindahan seni

tradisional, serta menginspirasi apresiasi yang lebih mendalam terhadap seni pertunjukan lokal.

(16)

Analisis keestetikan Tari Serampang Dua Belas dari Sumatera Utara juga memiliki relevansi dengan era globalisasi yang semakin maju saat ini. Dalam konteks

globalisasi, tarian tradisional seperti Serampang Dua Belas dapat menjadi simbol penting dalam mempertahankan dan mempromosikan identitas budaya lokal di tengah arus

budaya global yang dominan. Melalui pemahaman yang lebih dalam tentang keindahan dan nilai-nilai estetika dalam tarian ini, kita dapat memperkuat keberadaan dan kebanggaan akan warisan budaya kita sendiri di panggung global. Sebagai hasilnya, analisis keestetikan tarian ini

tidak hanya membuka peluang untuk memperluas pemahaman tentang seni tradisional, tetapi juga

mengaktualisasikan pentingnya pelestarian dan promosi kebudayaan lokal dalam era globalisasi yang semakin terintegrasi.

(17)

"Tari Serampang Dua Belas di Sumatera Utara: Kajian Estetika melalui Pendekatan

Multikulturalisme" menggambarkan pentingnya pemahaman mendalam terhadap keindahan dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tarian ini. Dengan menggunakan pendekatan multikulturalisme, analisis keestetikan tari ini mampu menyoroti kompleksitas dan keragaman budaya yang ada di Sumatera Utara, serta mengungkapkan bagaimana interaksi antara berbagai

budaya lokal, regional, dan global tercermin dalam pertunjukan tari ini. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman kita tentang seni pertunjukan

tradisional Indonesia, sambil mengangkat keberadaan tarian ini ke tingkat yang lebih tinggi dalam wacana seni global. Selain itu, penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya penghargaan terhadap keberagaman budaya dalam mempromosikan dialog antarbudaya,

pemahaman lintas budaya, dan pengakuan akan nilai-nilai warisan budaya yang

berharga.Dengan demikian, jurnal ini tidak hanya memberikan wawasan yang berharga bagi para peneliti dan pecinta seni, tetapi juga memiliki implikasi yang relevan dalam konteks keberagaman budaya dan tantangan globalisasi di era saat ini. Melalui pemahaman yang lebih dalam tentang keestetikan Tari Serampang Dua Belas, kita dapat memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia dan mempromosikan pengakuan akan nilai-nilai budaya lokal dalam

panggung seni global.

Kesimpulan

(18)

LINK YOUTUBE

https://youtu.be/7SzpYWSLxG0?

si=trDm1ROjisPnUb65

(19)

- Terima Kasih -

Referensi

Dokumen terkait

Perkawinan dalam adat Batak Toba tidak terlepas dari musik-musik yang mengiringi proses upacara tersebut berlangsung, yang mana alat musik yang digunakan memiliki peran dalam

Berikut ini dikemukakan peran budaya organisasi terhadap organisasi, anggota organisasi, dan mereka yang berhubungan dengan organisasi (Wirawan, dalam Onedy, 2010).

Pemerintah Daerah perlu menjaga dan melestarikan lokasi setempat sebagai warisan sejarah dan budaya sebagai salah satu warisan turun-temurun yang telah menjadi bagian

Tarombo Dalam Gaya Nyanyian Pada Kebudayaan Etnis Batak Toba: Suatu Kajian Musikologis dan Tekstual, (Skripsi Jurusan Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya

Peran budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja anggota DPRD Kota M agelang ditinjau dari identitas organisasi, menyatukan organisasi, reduksi konflik, motivasi, dan

“Perkembangan Sejarah Musik dan Tari Melayu dan Usaha Pelestariannya.” Makalah dalam Seminar Budaya Melayu Indonesia, di Stabat, Langkat, 1986.. Pengantar

Aktivitas counting menghitung pada kesenian tari Opak Abang meliputi menghitung banyaknya anggota grup kesenian Sri Langen Budaya Bumi, banyaknya penari dalam satu

Peran Pendidikan Seni di Sekolah Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikakan KTSP, cabang mata pe- lajaran Seni Budaya yang tediri dari seni rupa, seni musik, seni tari dan seni teater