• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kandungan Limbah Laundry

N/A
N/A
Ratri Afifiana Rohmah

Academic year: 2024

Membagikan " Kandungan Limbah Laundry"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Ratri Afifiana Rohmah NIM. 21030121130063 Zita Pramudita Laksmi NIM. 21030121140179 Kandungan Limbah Laundry :

Surfaktan, CMC, Kalsium (Ca), Phospat, SiO3 2-, Pemutih Pakaian, Pewangi.

Penjelasan singkat tentang metode 1. Metode MBBR

Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) merupakan Attached Growth System dengan memanfaatkan biofilm atau mikroorganisme yang tumbuh pada media. Media-media tersebut memiliki luas permukaan yang besar untuk mengoptimalkan kontak antara air limbah, udara dan mikroorganisme. Hal ini juga menyebabkan proses pengolahannya menjadi semakin panjang. Pengolahan limbah laundry dengan metode MBBR merupakan terobosan baru dalam pengolahan limbah laundry, serta kelebihan penggunaan Kaldnes K1 (tempat berkembangnya mikroorganisme) memiliki luas permukaan yang besar untuk mengoptimalkan kontak antara air limbah dengan udara. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian untuk mengetahui konsentrasi awal limbah laundry dan efektivitas penurunan konsentrasi parameter COD, BOD, surfaktan dan phospat.

2. Adsorpsi dengan Bio Adsorben berupa Karbon Aktif

Proses adsorpsi merupakan proses yang menarik untuk dikaji karena metode ini dapat dilakukan dengan berbagai jenis material, salah satunya adalah karbon aktif. Proses adsorpsi dilakukan dengan metode batch. Karbon aktif dipilih karena memiliki daya serap yang tinggi yakni mencapai 25-100% terhadap senyawa organik ataupun anorganik serta luas permukaan yang besar berkisar antara 300-350 m2 /g. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan penurunan kadar surfaktan anionik dan fosfat dalam limbah laundry menggunakan karbon aktif. Ukuran partikel karbon aktif divariasikan untuk mengetahui pengaruhnya pada kapasitas adsorpsinya terhadap surfaktan anionik dan fosfat. Uji adsorpsi menunjukkan bahwa karbon aktif mampu menurunkan kadar surfaktan anionik dan fosfat secara signifikan. Adsorpsi surfaktan anionik mengikuti model adsorpsi isotermal Freundlich. Sementara itu, kadar fosfat tidak terdeteksi setelah proses adsorpsi.

3. Multi Soil Layering

Multi Soil Layering (MSL) merupakan salah satu metode yang terbukti efektif dalam pengolahan limbah cair domestik, industri kecil dan leachate. MSL memanfaatkan kemampuan tanah sebagai media utama dengan meningkatkan fungsinya melalui struktur tanah untuk menurunkan parameter pencemar limbah cair. Keunggulan dari metode ini adalah mudah dari segi pengoperasian dan pengontrolan, bersifat ramah lingkungan, dan bahan-bahan yang digunakan mudah didapat seperti, tanah andesol yang berasal dari daerah pegunungan, serbuk gergaji, arang kelapa, dan material lain sebagai lapisan anaerob, serta kerikil atau batuan lainnya sebagai lapisan aerob. Penurunan nilai COD sesudah pengolahan disebabkan karena di dalam sistem MSL terjadi bermacam-macam proses seperti filtrasi, adsorbsi dan dekomposisi.

Penurunan COD lebih membutuhkan kontak yang efektif antara air limbah dengan blok campuran tanah dimana ini mewakili lambatnya dekomposisi zat organik. Penetralan pH karena sifat alami tanah yang mempunyai kemampuan untuk menetralkan pH. MSL menunjukkan bahwa penurunan parameter pencemar limbah cair usaha laundry dengan metode media zeolit lebih baik dalam menyisihkan parameter pencemar limbah laundry.baik COD, BOD, TSS, Total Fosfat, pH, dan MBAS (Methylene Blue Active Surfactant).

(2)

Ratri Afifiana Rohmah NIM. 21030121130063 Zita Pramudita Laksmi NIM. 21030121140179

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji laboratorium pada pengolahan air limbah laundry dengan filtrasi multimedia filter dengan ketebalan media variasi II menunjukkan penurunan kadar COD yang lebih besar

Langkah kerja saat penelitian Elektrolisis Limbah laundry Limbah laundry Melalui proses elektrokoagulasi Limbah asli Dua sampel aquadest Aquadest+ katalis (KOH dan NaHCO 3 )

Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat keefektifan reaktor dalam mengurangi kandungan limbah laundry dengan parameter TDS,TSS, COD dan Deterjen dengan

Berdasarkan latar belakang diatas dapat diketahui bahwa masalah yang dihadapi adalah : Bagaimana efektivitas pengolahan limbah laundry dalam menurunkan parameter

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan alat penyaringan air metode dual medium filtrasi beraliran downflow dalam pengolahan air limbah laundry supaya dapat

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif pengolahan air limbah laundry/ deterjen selain koagulasi-flokulasi-sedimentasi yaitu dengan sistem filtrasi

TUGAS AKHIR PEMETAAN USAHA LAUNDRY DAN TRACING KUALITAS AIR DARI LIMBAH LAUNDRY Diajukan guna melengkapi persyaratan untuk memenuhi gelar Sarjana Teknik di Program Studi Teknik

2 Pengolahan Pengolahan terutama dibutuhkan untuk membunuh mikroorganisme patogen yang ada di dalam air limbah dan untuk menjamin agar sesuai untuk setiap proses penggunaan ulang yang