• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Bencana Alam dan Cara Mengantisipasinya

N/A
N/A
Devian Lisna Salsabila

Academic year: 2024

Membagikan "Karakteristik Bencana Alam dan Cara Mengantisipasinya"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

KARAKTERISTIK

BENCANA

(2)

Jenis Bahaya

Geologi

– Gempabumi, tsunami, ,gunung meletus

Hidro-meteorologi

Banjir, topan, banjir bandang,kekeringan

Biologi

Epidemi, penyakit tanaman, hewan

Teknologi

Kecelakaan transportasi, industri

Lingkungan

Kebakaran,kebakaran hutan, penggundulan hutan, longsor

Sosial

Konflik, terrorisme

(3)

Manajemen Risiko

Risiko = Hazard x Kerentanan/Kapasitas

Hazard

kerentanan Kapasitas

Risiko

Global Warming

Climate Changes

Developme nt

Vs Developing

(4)

KARAKTERISTIK

MASING-MASING JENIS BENCANA

(5)

UNTUK APA TAHU KAREKTERISTIK ?

•DAPAT MELAKUKAN ANTISIPASI TERHADAP ANCAMAN YANG ADA.

•MENURUNKAN RISIKO KORBAN DAN KERUSAKAN.

SELAMA INI ADA ANGGAPAN BAHWA BENCANA TERJADINYA SELALU MENDADAK, PADAHAL SEBAGIAN BESAR JENIS BENCANA DAPAT

DIPERKIRAKAN KAPAN AKAN TERJADI.

(6)

GEMPA BUMI

BENCANA GEOLOGI

(7)

(Sumber: www.serc.carleton.edu/.../conceptest/motion.html, dimodifikasi)

PERGERAKAN LEMPENG

(8)

8

Wilayah Rawan Bencana Gempabumi

(9)

9

KONDISI TEKTONIK INDONESIA

Gempa Bumi : di daerah jalur penunjaman dan patahan Tsunami : Gempa dan longsor, letusan gn api bawah laut Gunung api : 128 gn api aktif di Indonesia

Tanah Longsor : akibat lereng yang tidak stabil, curah hujan

(10)

Penamaan Skala Richter Dampak Gempabumi Jumlah kejadian Mikro < 2,0 Gempabumi mikro, tak terasa 8.000/hari Sangat Minor 2,0 – 2,9 Umumnya tak terasa, tapi tercatat oleh

peralatan

1000/hari

Minor 3,0 – 3,9 Umumnya terasa, jarang mengakibatkan kerusakan

49.000/ th

Lemah 4,0 – 4,9 Teramati di dalam rumah, ada suara berderik, tidak ada kerusakan

6.200 / th

Sedang 5,0 – 5,9 Kerusakan tidak luas pada bangunan dengan konstruksi buruk. Bangunan dengan

konstruksi baik, rusak sedikit

800 / th

Kuat 6,0 – 6,9 Dapat mengakibatkan kerusakan pada daerah padat penduduk sepanjang 150 km2

120 / th

Sangat Kuat 7,0 – 7,9 Kerusakan pada daerah lebih dari 150 km 18 / th Besar 8,0 – 8,9 Kerusakan pada daerah lebih dari beberapa

ratus km

1 / th

Besar dan Langka

> 9,0 1 / 20 th

FREKUENSI KEJADIAN GEMPA BUMI DI DUNIA

(11)

Skala Richter

Setara dengan berat bahan peledak

Contoh

- 1,5 3 kg Granat

1,0 15 kg Ledakan pada konstruksi

1,5 160 kg Bom konvensional Perang Dunia II

2,0 1 ton Bom konvensional Perang Dunia II

2,5 4,6 ton Bom rakitan PD II

3,0 29 ton Massive Ordnance Air Blast Bomb [MOAB] , 2003

3,5 73 ton Kecelakaan Chelyabinsk, 1957

4,0 1 kilo ton Bom atom kecil

4,5 5 kiloton Rata-rata Tornado (energi total) 5,0 32 kiloton Bom atom Hiroshima/Nagasaki

5,5 80 kiloton Gempabumi Little Skull, Amerika Serikat, 1992 6,0 1 megaton Gempabumi Bantul, DIY, 2006

6,5 5 megaton Gempabumi Northridge, 1994

7,0 32 megaton Senjata termonuklir terbesar

7,5 160 megaton Gempabumi Landers, Amerikas Serikat, 1992 8,0 1 gigaton Gempabumi Nias, Sumatera Utara, 2005

8,5 5 gigaton Gempabumi Anchorage, Amerika Serikat, 1964 9,0 32 gigaton Gempabumi NAD-Sumut, Indonesia, 2004

(12)

PARAMETER GEMPA MERUSAK

Lokasi pusat gempa Besarnya magnitude

Kedalaman pusat gempa Lama gempa

Media perambatan/ tanah

Konstruksi bangunan

(13)

JUMLAH KORBAN &

KERUSAKAN BANGUNAN TERGANTUNG PADA :

▪ Kondisi bangunan

▪ Kondisi geologi

▪ Kepadatan penduduk

▪ Waktu kejadian gempa

▪ Kesiapan penduduk

(14)

TSUNAMI

BENCANA GEOLOGI

(15)

15

PENYEBAB TSUNAMI

• Gempabumi, letusan gunungapi (Krakatau 1883), longsoran bawah laut dan meteor jatuh ke laut

• Parameter tsunami

Dinyatakan , berdasarkan ketinggian gelombang pasang.

Karakteristik

Energi gelombang sangat besar

Tinggi gelombang semakin tinggi didaerah dangkal Terjadi secara berulang

Tsunami di Indonesia termasuk jenis lokal tsunami

(16)

16

KARAKTERISTIK TSUNAMI

1. Kecepatan penjalaran di dasar laut yang dangkal <

dasar laut yang lebih dalam, gelombang menjadi lebih tinggi

2. Gempuran gelombang berulang

3. Indonesia : Tsunami Lokal

h= 5000m 800km/h

h= 500m 250km/h

h= 100m 100km/h

h= 10m 36km/h

(17)

17

REKOMENDASI TEKNIS

Kejadian tsunami belum dapat di ramal secara pasti, sehingga upaya yang dilakukan adalah

penataan kawasan pesisir pantai dan Peningkatan pemahaman masyarakat yaitu;

Green belt/jalur hijau.

Pembuatan jalur evakuasi.

Penentuan lokasi evakuasi.

Pembuatan tembok pemecah gelombang.

Bangunan alami seperti gumuk pasir, pulau karang jangan

dimusnahkan, sungai alami yang berkelok-kelok jangan diluruskan karena akan mempercepat landaan tsunami.

Pemberdayaan dan Peningkatan Pemahaman masyarakat tentang tanda-tanda akan terjadi tsunami

(18)

18

REKOMENDASI TEKNIS

Courtesy of Danny Hilman Natawijaya

SIMELUE

(19)

GUNUNG API

BENCANA GEOLOGI

(20)

20

(21)

21

PETA KAWASAN RAWAN BENCANA (KRB) LETUSAN GUNUNGAPI

KRB III : Terlanda awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar dan hujan abu KRB II : Dapat

terlanda awan panas dan lontaran material vulkanik dan hujan abu.

KRB I : Terlanda aliran lahar dan hujan abu

(22)

22

PENYEBAB LETUSAN GUNUNGAPI

• Pelepasan energi secara tiba-tiba akibat

tekanan oleh naiknya fluida (magma, gas dan uap air) dari perut bumi menuju ke

permukaan

• Jenis Letusan Gunungapi

Magmatik letusan disertai oleh keluarnya magma atau gas yang berasal dari magma dengan

kekuatan tekanan besar.

Freatik letusan yang di dominasi oleh uap air.

Freato magmatik campuran keduanya.

(23)

Karakteristik Ancaman

• Lontaran “bom” vulkanik

• Aliran lava

• Gas beracun

• Awan panas ( mecapai 1000

o

C)

• Banjir lahar panas/dingin

23

(24)

24

REKOMENDASI TEKNIS

– Mempertimbangkan peta Bahaya Letusan Gunung api:

Tidak membangun permukiman, bangunan vital dan strategi, serta bangunan lainnya yang mengundang konsentrasi

banyak manusia di KRB III.

Hati-hati bermukim di KRB II .

Tidak membangun pemukiman dan aktivitas penduduk di bantaran sungai yang berpotensi terjadi aliran lahar.

Letusan Gunungapi akan berulang apabila energi

pelepasan sudah tercapai, disarankan untuk :

(25)

BANJIR, KEKERINGAN GERAKAN TANAH /

TANAH LONGSOR

BENCANA HIDROMETEROLOGI

(26)

26

PETA ZONA KERENTANAN GERAKAN TANAH

DI INDONESIA

(27)

Karakteristik

▪ Jenis : Banjir genangan banjir bandang

▪ Penyebab:

Kerusakan lingkungan

intensitas curah hujan tinggi

Drainase / kapasitas aliran rendah : penyempitan, pendangkalan

Topografi Pasang laut

Kebijakan yang tidak tepat dalam pengelolaan DAS

▪ Parameter:

Luas , kedalaman, durasi genangan

▪ Korban/Kerusakan dan kerugian:

Jiwa, Kerusakan areal pertanian/ tambak, infrastruktur, transportasi, ekonomi (naiknya harga harga kebutuhan)

(28)

BANJIR BANDANG

Banjir Bandang Bohorok

(29)

BANJIR

(30)

REKOMENDASI TEKNIS

Masyarakat dan pemerintah :

– Tidak melakukan pembakaran, pengundulan hutan.

– Tidak mengubah tata guna lahan ( hutan lindung berubah tanaman produktif )

– Melakukan program penghijauan.

– Tidak membuang sampah sembarangan di sungai / parit – Membuat tanggul , cek dam/bendungan.

30

(31)

31

(32)

Karakteristik

• Jenis : Longsoran Translasi, Longsoran Rotasi, Pergerakan Blok, Runtuhan Batu, Rayapan Tanah, Aliran Material

Rombakan

• Penyebab:

– Faktor Kestabilan lereng (geologi, vegetasi, pengikisan, dll) – Proses pemicu (kandungan air, getaran, pembebanan,

pemotongan lereng, dll)

• Parameter:

– Volume material, Luas , kecepatan gerakan, ukuran material, jenis dan intensitas kerusakan, korban.

• Korban/Kerusakan dan kerugian:

– Jiwa, Kerusakan areal pemukiman dan lahan, infrastruktur, transportasi, ekonomi (naiknya harga harga kebutuhan)

(33)

33

CURAH HUJAN

KONDISI GEOLOGI

MORFOLOGI

KURANGNYA VEGETASI

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA TANAH LONGSOR

GERAKAN TANAH/TANAH

LONGSOR

FAKTOR MANUSIA

(34)

34

(35)

TANAH LONGSOR

(36)

REKOMENDASI TEKNIS

Peningkatan kewaspadaan dan Kesiapsiagaan melalui pemahaman peta Kerentanan Gerakan Tanah:

– Tinggi : tidak membangun atau bangunan lainnya yang mengundang konsentrasi banyak manusia

– Menengah : dapat membangun bangunan dengan

memperhatikan syarat teknis stabilitas lereng dan tidak mengganggu kemiringan lereng. Senantiasa memelihara vegetasi berakar kuat dan dalam.

– Rendah hingga sangat rendah : tidak membangun

bangunan di bantaran sungai dan lereng dengan kemiring sedang hingga terjal.

36

(37)

KEBAKARAN HUTAN

HIDROMETEROLOGI

(38)

KARAKTERISTIK

▪ Jenis : permukaan bawah permukaan (lahan gambut)

▪ Penyebab

Alam (pengaruh iklim)

Ulah Manusia (lebih sering terjadi)

▪ Dampak

Parameter bencana :

luas daerah yang terbakar dan sebaran kabut asapan

Visibility (jarak pandang)

Korban dan kerugian (meninggal, terganggu kesehatan, gangguan transportasi, gangguan supply logistik dll)

▪ Upaya Penanganan

Preventif : advokasi dan sosialisasi, peraturan dan pengawasan,

Response : Pemadaman oleh semua unsur

Pemadaman udara (TMC dan Water bombing)

Pemadaman darat

Pemulihan : penghutanan kembali

(39)

KEKERINGAN

HIDROMETEROLOGI

(40)

KAKTERISTIK

▪ Jenis Penyebab :

Alam (pengaruh iklim)/Kekeringan Alamiah (Dampak El Nino/ENSO El-Nino Southern Oscillation)

Ulah Manusia (lebih sering terjadi)/ Antropogenik : ketidaktaatan aturan

▪ Dampak

Parameter bencana :

Curah hujan turun terhadap curah hujan normal

Debit air sungai berkurang

Prosentase daun kering pada tanaman

Gagal panen, kelapara, wabah penyakit, korba manusia (meninggal)

▪ Upaya Penanganan

Penataan air (water management) : embung dan waduk Perbaikan lingkungan

Pemetaan daerah rawan dan perencanaan penanganan yang komprehensif

(41)

KEKERINGAN

Kekeringan di Jawa 2003

Perbaikan saluran (di Cirebon)

(42)

TOPAN

Awan Badai

Warning System

Prakiraan badai

Tropical Cyclone

(43)

TRIMA KASIH…

Referensi

Dokumen terkait

Model Gelombang Gempa Bumi Peta Zoning Guna Tanah Peta Geologi Peta Garis Sesar Gempa Bumi Peta Bahaya dan Risiko Cerun Peta Kerentanan Peta Risiko Bencana Untuk Pembangunan

Adanya informasi karakteristik ancaman, kerentanan dan kapasitas pada setiap lokasi juga dapat memberikan informasi penyebab tinggi rendahnya risiko bencana pada suatu

Dari data informasi bencana indonesia (DIBI) Kabupaten Aceh Tamiang merupakan daerah yang rawan terjadi bahaya bencana alam (banjir, banjir bandang dan angin putting beliung),

Adanya informasi karakteristik ancaman, kerentanan dan kapasitas pada setiap lokasi juga dapat memberikan informasi penyebab tinggi rendahnya risiko bencana pada suatu

bencana alam saja akan tetapi juga bencana karena ulah manusia dan bencana sosial sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 2.5.1, sasaran studi ini hanya mencakup 4 jenis bencana

Kegiatan kajian potensi kerusakan ini mempertimbangkan kondisi wilayah Kabupaten Lebak Pengkajian risiko bencana meliputi luas bahaya, kerentanan daerah, kapasitas pemerintah dan

Bencana alam dapat menyebabkan berbagai dampak negatif pada kesehatan manusia, termasuk peningkatan risiko penyebaran

Media pembelajaran powerpoint atau ppt peristiwa alam di Indonesia, negara-negara tetangga, dan mengenal cara-cara menghadapi bencana