ANALISIS PENGGUNAAN KATA 未来 DAN 将来 DALAM BAHASA JEPANG
Oleh:
Nama Penulis
Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya
Universitas [Nama Universitas]
Tahun 2025
ABSTRAK
Dalam bahasa Jepang, terdapat dua kata utama yang merujuk pada konsep "masa depan", yaitu 未来 (mirai) dan 将来(shōrai). Meskipun keduanya memiliki arti yang mirip, penggunaannya dalam kalimat tidak dapat dipertukarkan secara bebas karena memiliki perbedaan dalam aspek semantik dan pragmatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan makna, konteks, serta penggunaan kata 未 来 dan 将来dalam kalimat bahasa Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan sumber data berupa buku ajar, artikel ilmiah, dan contoh kalimat dari penutur asli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata 未 来 digunakan untuk merujuk pada masa depan yang bersifat umum, impersonal, dan abstrak, seperti masa depan dunia atau teknologi. Sebaliknya, 将来digunakan untuk hal-hal yang bersifat pribadi dan konkret, seperti cita-cita atau rencana hidup seseorang. Pemahaman yang tepat terhadap kedua kata ini sangat penting bagi pembelajar bahasa Jepang agar mampu berkomunikasi dengan akurat dan sesuai konteks.
Kata kunci: Bahasa Jepang, masa depan, 未来, 将来, semantik, pragmatik PENDAHULUAN
Bahasa Jepang sebagai bahasa asing yang banyak dipelajari di Indonesia memiliki sejumlah tantangan, salah satunya adalah keragaman kosakata yang memiliki arti serupa tetapi digunakan dalam konteks yang berbeda. Dalam konteks waktu, kata
“masa depan” dapat diterjemahkan menjadi dua kata berbeda dalam bahasa Jepang, yaitu 未来 (mirai) dan 将来 (shōrai). Kedua kata ini tampak memiliki arti yang sama, tetapi dalam penggunaannya menunjukkan perbedaan makna dan nuansa.
Permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran bahasa Jepang adalah kesalahan dalam penggunaan dua kata tersebut. Mahasiswa atau pelajar pemula
kerap keliru dalam memilih kata yang tepat, karena tidak memahami perbedaan maknanya secara kontekstual.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk:
1. Menjelaskan perbedaan makna antara 未来dan 将来.
2. Menganalisis penggunaan kedua kata tersebut dalam kalimat.
3. Menyajikan strategi pembelajaran untuk menghindari kesalahan penggunaan.
TINJAUAN PUSTAKA Kajian Semantik dan Pragmatik
Semantik adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari makna kata secara leksikal. Menurut Chaer (2009), semantik berkaitan dengan hubungan antara kata dan maknanya dalam sistem bahasa. Sementara itu, pragmatik membahas
bagaimana bahasa digunakan dalam konteks tertentu. Penggunaan kata yang tepat tidak hanya ditentukan oleh arti katanya, tetapi juga oleh situasi penggunaannya (Wijana & Rohmadi, 2010).
Konsep Masa Depan dalam Bahasa Jepang
Menurut Wulandari (2015), bahasa Jepang memiliki karakteristik yang memperjelas konteks, termasuk waktu. Kata 未来dan 将来 merupakan bentuk yang sering menimbulkan kebingungan bagi pelajar karena keduanya diterjemahkan sebagai
“masa depan” dalam bahasa Indonesia.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan data utama berupa:
- Kalimat contoh dari buku ajar bahasa Jepang.
- Artikel berita dalam bahasa Jepang.
- Wacana penutur asli yang diperoleh dari media daring.
Teknik analisis data dilakukan dengan:
1. Mengidentifikasi kalimat yang menggunakan kata 未来dan 将来.
2. Mengklasifikasikan penggunaan berdasarkan konteks (personal/impersonal, abstrak/konkret).
3. Menganalisis makna berdasarkan teori semantik dan pragmatik.
HASIL DAN PEMBAHASAN Perbedaan Makna
- 未来 (mirai): Masa depan (abstrak), digunakan dalam konteks umum seperti dunia, teknologi, umat manusia.
- 将来 (shōrai): Masa depan (personal), digunakan dalam konteks pribadi seperti karier, harapan hidup.
Contoh Kalimat
- 未来: 地球の未来を守るために行動しよう。
“Mari kita bertindak untuk melindungi masa depan bumi.”
- 将来: 私の将来の夢は教師になることです。
“Impian masa depan saya adalah menjadi seorang guru.”
Analisis Kesalahan Umum
Pelajar bahasa Jepang di Indonesia cenderung menggunakan 未来secara salah dalam kalimat personal seperti:
❌ Watashi wa mirai isha ni naritai.
Watashi wa shōrai isha ni naritai.
✔️
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan makna dan penggunaan antara kata 未来 dan 将来dalam bahasa Jepang. 未来 digunakan dalam konteks luas dan tidak personal, sementara 将来 digunakan untuk konteks pribadi dan konkret. Pemahaman perbedaan ini penting dalam pembelajaran bahasa Jepang agar pelajar dapat berkomunikasi secara tepat dan kontekstual.
Saran
Disarankan agar pengajar bahasa Jepang memberikan penekanan pada pengajaran kontekstual dan penggunaan otentik dari kedua kata tersebut melalui latihan kalimat dan analisis wacana. Pelajar juga sebaiknya membiasakan diri membaca teks asli untuk memahami pola penggunaan yang alami.
DAFTAR PUSTAKA
- Chaer, A. (2009). *Linguistik Umum*. Jakarta: Rineka Cipta.
- Wulandari, D. (2015). “Makna dan Penggunaan Kata Waktu dalam Bahasa Jepang”.
*Jurnal Ilmu Budaya*, Vol. 3, No. 1.
- Wijana, I. D. P., & Rohmadi, M. (2010). *Analisis Wacana: Teori dan Penerapannya dalam Bahasa Indonesia*. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Sutedi, A. (2018). *Bahasa Jepang untuk Pemula*. Jakarta: Grasindo.
- Haryanto, E. (2020). “Kesalahan Penggunaan Kata Benda dalam Bahasa Jepang oleh Mahasiswa Tingkat Awal”. *Jurnal Bahasa Asing dan Budaya*, Vol. 8, No. 2.