• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kasus Kecurangan PT TPPI

N/A
N/A
Fiu Nike

Academic year: 2024

Membagikan "Kasus Kecurangan PT TPPI"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

FIUNIKE PABURRU 212114178

PENGAUDITAN FORENSIK: KASUS PT TPPI

PT. Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) adalah perusahaan petrokimia yang bergerak dalam bidang pengolahan minyak bumi dan produksi produk kimia yang didirikan pada tahun 1993. PT TPPI Terletak di daerah tepi Tanjung Awar-Awar, Desa Remen Tasik Harjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

KRONOLOGI KASUS KECURANGAN PT TPPI

2008: Awal Mula Krisis T TPPI mengalami kesulitan keuangan yang parah akibat harga bahan baku (kondensat) yang tinggi dan harga jual produk (LPG dan petrokimia) yang rendah. Situasi ini diperburuk oleh krisis finansial global pada tahun 2008. Pemerintah dan PT Pertamina selaku kreditur utama berusaha menyelamatkan TPPI dengan berbagai langkah, termasuk restrukturisasi utang dan pemberian dana talangan.

2010: Dua tahun setelah suntikan dana talangan, BP Migas, selaku regulator industri migas, menunjuk PT TPPI sebagai satu-satunya pihak yang berhak membeli kondensat bagian negara.

Kondensat adalah produk sampingan dari eksplorasi gas alam yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

2012-2015: Terjadi dugaan kecurangan dalam proses pembelian kondensat oleh PT TPPI.

Diduga, PT TPPI membeli kondensat dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga pasar. Hal ini mengakibatkan kerugian negara yang berjumlah Rp 37,8 triliun.

2017: Menyadari adanya indikasi kecurangan, Kejaksaan Agung memulai penyelidikan terhadap PT TPPI dan BP Migas. Penyelidikan ini dilakukan untuk mendalami dugaan korupsi yang terjadi dalam proses pembelian kondensat.

2018: Setelah melalui proses penyelidikan yang panjang, Kejaksaan Agung akhirnya menyelesaikan berkas perkara dan melimpahkannya ke pengadilan. Raden Priyono, Mantan Kepala BP Migas, Djoko Harsono, Mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, dan Honggo Wendratno, Mantan Direktur Utama PT TPPI, resmi ditetapkan sebagai tersangka.

2019-2020: Persidangan kasus ini pun digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan puncaknya putusan hakim yang menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa.

SIAPA SAJA TERSANGKA?

• Raden Prijono, mantan Kepala Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi (BP Migas)

• Djoko Harsono, bekas Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas

• Honggo Wendratno, salah seorang pendiri TPPI PENYELIDIKAN

• Penyidik Bareskrim telah meneliti berkas perkara selama 16 hari dan memeriksa 75 saksi serta meminta keterangan 12 ahli.

(2)

• Penyidikan ini dilakukan untuk menuntaskan kasus-kasus besar yang menjadi perhatian publik.

• Hasil penelitian berkas perkara dinyatakan lengkap, dan penyidik Bareskrim sedang menunggu hasil aliran keuangan TPPI dan BP Migas dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menetapkan tersangka baru.

Dalam kasus korupsi TPPI, korupsi terjadi karena penjualan kondensat bagian negara yang tidak dilakukan secara transparan dan tidak membayar hasil penjualan seluruhnya ke kas negara. Korupsi ini menyebabkan kerugian negara sebesar USD 2,588,285,650,91 atau sekitar Rp 37,8 triliun.

VONIS DAN HUKUMAN

• Raden Priyono: Mantan Kepala Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) ini divonis 4 tahun penjara karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus kondensat migas senilai USD 2,7 miliar (setara Rp 37,8 triliun) di PT TPPI.

Selain pidana penjara, ia juga dikenai denda sebesar Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

• Djoko Harsono: Bekas Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas ini juga divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan dalam kasus yang sama dengan Raden Priyono.

• Honggo Wendratno, mantan Direktur Utama PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), divonis 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada tanggal 22 Juni 2020 dan Pengembalian uang negara Rp 97 miliar (hasil sita aset). Putusan ini dibacakan secara in absentia karena Honggo saat itu masih buron.

langkah-langkah audit forensic

1. Perencanaan Investigasi: Auditor membuat perencanaan investigasi yang cermat.

Mereka mengidentifikasi tujuan audit, termasuk alasan atau indikasi kecurangan yang memicu audit.

2. Pengumpulan Informasi Awal: Auditor memperoleh pemahaman awal tentang entitas yang akan diaudit, termasuk struktur organisasi, sistem keuangan, dan proses bisnisnya.

3. Pengumpulan Bukti: Auditor mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan tujuan audit. Ini melibatkan pemeriksaan dokumen, wawancara dengan individu terkait, dan analisis data.

4. Analisis Bukti: Auditor menganalisis bukti-bukti yang telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi pola atau ketidakberesan yang mencurigakan.

5. Penyusunan Laporan: Auditor menyusun laporan hasil audit forensik, termasuk temuan, analisis, dan rekomendasi.

6. Pengungkapan Hukum: Jika ditemukan bukti yang cukup kuat, auditor dapat membantu dalam proses hukum dengan mengungkapkan temuan mereka di pengadilan.

(3)

Dampak korupsi Kerugian Negara:

Kasus korupsi kondensat PT TPPI merugikan negara hingga Rp 37,8 triliun. Hal ini merupakan salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah Indonesia.

Kerugian negara ini disebabkan oleh berbagai modus, seperti penunjukan langsung PT TPPI untuk menjual kondensat tanpa melalui lelang, penetapan harga kondensat yang rendah, dan penggelapan hasil penjualan kondensat.

Dampak Ekonomi:

Korupsi di PT TPPI telah menghambat investasi di sektor migas dan petrokimia.

Investor menjadi tidak yakin untuk berinvestasi di Indonesia karena maraknya kasus korupsi.

Hal ini berakibat pada penurunan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Dampak Sosial:

Korupsi di PT TPPI telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan penegak hukum.

Masyarakat menjadi sinis dan apatis terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Korupsi juga dapat memicu konflik sosial dan instabilitas politik.

Dampak Lingkungan:

Kasus korupsi di PT TPPI juga berpotensi merusak lingkungan. Hal ini karena pengelolaan kondensat yang tidak sesuai dengan prosedur dapat mencemari lingkungan.

Referensi

Dokumen terkait

sama dengan harga yang lebih rendah. 2) Biaya produk yang diperhitungkan oleh perusahaan terlalu rendah. Biaya produk yang terlalu rendah menyebabkan harga

Sebagai akibat kecurangan laporan keuangan tersebut, dapat menimbulkan kerugian besar bagi para investor, kurangnya kepercayaan pada pasar dan sistem akuntansi yang

Penurunan nilai wajar dibawah harga perolehan yang signifikan dan berkepanjangan, kesulitan keuangan signifikan penerbit obligasi atau obligor dan hilangnya pasar jual-beli

Memeriksa Ayat Jurnal dan Penyesuaian Lainnya untuk Mencari Bukti Salah Saji yang Mungkin Akibat Kecurangan Pertama auditor harus memahami proses pelaporan

Penurunan nilai wajar dibawah harga perolehan yang signifikan dan berkepanjangan, kesulitan keuangan signifikan penerbit obligasi atau obligor dan hilangnya pasar jual-beli

Penurunan nilai wajar dibawah harga perolehan yang signifikan dan berkepanjangan, kesulitan keuangan signifikan penerbit obligasi atau obligor dan hilangnya pasar jual-beli

Sedangkan pada penelitian ini bermaksud untuk menguji pengaruh positif kesulitan keuangan dan manajemen laba terhadap kecurangan laporan keuangan dengan melibatkan komite audit sebagai

PT X mengalami permasalahan dalam gudang, dimana perusahaan sering mengalami kerugian akibat kesulitan pencarian bahan baku dan sistem first in first out FIFO bahan baku yang tidak