• Tidak ada hasil yang ditemukan

kata pengantar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "kata pengantar"

Copied!
148
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

ii

KATA PENGANTAR

Buku ini membahas mengenai Strategi pengembangan objek wisata oleh dinas pemuda olahraga kebudayaan dan pariwisata kota banjarbaru.

Buku ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan dan menjadi bahan bacaan bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin mendalami ilmu tentang Strategi pengembangan objek wisata

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang setinggi tingginya kepada semua pihak yang mendukung selesainya buku ini.

Kritik dan saran kami harapkan dari pembaca untuk kesempurnaan penulisan buku ini.

Banjarmasin, Agustus 2022

Penulis

(3)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

iii STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

Penulis

Akhmad Nikhrawi Hamdi, S.Sos., S.H., M.H.

Editor:

Antoni Pardede, S.Si., M.Si., Ph.D Tata Letak:

Aris Setia Noor, S.E., M.Si Desain Sampul :

M. Fikri Ansari, S.Kom Penerbit :

Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjary Banjarmasin

Redaksi:

Jl. Adhyaksa No.2 Kayutangi Banjarmasin 70123

Cetakan Pertama 2022 ISBN : 978-623-7583-91-2

Hak Cipta dilingdungi undang-undang

Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit. Isi diluar tanggung jawab penerbit

(4)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

iv

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

PENDAHULUAN... 1

Kajian Strategi, Pariwisata ... 9

Konsep Strategi ... 18

Konsep Kepariwisataan ... 26

Konsep Pengembangan Pariwisata ... 36

Sejarah Singkat Kota Banjarbaru ... 101

Profil Singkat Dinas Pariwisata Kota Banjarbaru ... 103

Profil Singkat Objek Wisata Pertambangan Intan Pumpung ... 107

Strategi Dinas Pariwisata Dalam Mengembangkan Objek Wisata Pumpung ... 111

Faktor Pendukung dan Penghambat Dinas Pariwisata Dalam Pengembangan Objek Wisata ... 130

Kesimpulan ... 135

DAFTAR PUSTAKA ... 139

(5)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

1

PENDAHULUAN

Kekayaan sumber daya alam Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke serta beragam keanekaragaman-budaya yang dimiliki oleh tiap- tiap daerah merupakan modal penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Adapun alternatif cara agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat yaitu dengan mengelola dan mengembangkan industri pariwisata. Pariwisata merupakan kegiatan yang begitu kompleks karena dapat melibatkan multi- dimensional, baik itu fisik, sosial, ekonomi, politik, maupun budaya.

Usaha mengembangkan dunia pariwisata ini di dukung dengan UU Nomer 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan yang menyebutkan keberadaan objek wisata pada suatu daerah akan sangat menguntungkan, antara lain meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan memperluas kesempatan kerja, mengingat banyaknya pengangguran saat ini, meningkatkan rasa cinta lingkungan serta melestarikan alam dan budaya setempat. Pengembangan suatu objek wisata yang dilakukan dengan baik akan menghasilkan pendapatan ekonomi yang baik juga untuk komunitas setempat. Dinas Pariwisata Kota Banjarbaru merupakan unsur pelaksana otonomi daerah yang bertugas melaksanakan urusan Pemerintah Daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang Pariwisata.

(6)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

2

Dengan demikian salah satu instansi yang bertanggung jawab dalam pengembangan Destinasi Wisata.

Penyelenggaraan keparawisataan merupakan perangkat yang sangat penting di dalam pembangunan daerah dalam otonomi daerah sekaramg ini, untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan dan meratakan pendapatan masyarakat serta memperkenalkan seni budaya daerah dan hasil kerajinan daerah untuk dapat dipasarkan kepada wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Kota Banjarbaru adalah salah satu kota yang juga sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Statusnya sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Selatan telah ditetapkan pada tahun 2022, menggantikan Kota Banjarmasin, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022. Berjarak sekitar 33 km dari Kota Banjarmasin, kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Banjar. Sebelumnya, sebagian besar wilayahnya merupakan Kawedanan di dalam Kabupaten Banjar, yang kemudian dimekarkan sebagai sebuah kota yang berdiri sendiri sejak 1999. Kota Banjarbaru sebagai salah satu kotamadya yang Sebelumnya kota Banjarbaru merupakan sebuah kota administratif yang dimekarkan dari Kabupaten Banjar. Jauh pada masa sebelumnya sebagian besar wilayahnya merupakan Kawedanan di dalam Kabupaten Banjar. Selain itu Banjarbaru juga dikenal dengan Objek Wisata

(7)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

3

nya, salah satunya adalah Pertambangan Intan tradisional yang sudah ada sejak dahulu, yang memiliki potensi Wisata.

Pertambangan Intan cempaka di Desa pumpung merupakan wilayah yang asal mula nya terdapat banyak masyarakat yang melakukan aktivitas pertambangan intan (Berlian), untuk menyambung kehidupan hari-hari mereka. Namun seiringnya waktu lokasi tersebut dijadikan tempat wisata sejak era 90′ an.

Desa Pumpung sekarang telah menjadi Desa Wisata dan dan Desa KB.

Uniknya desa ini benar-benar masih terasa sisi tradisionalnya dan masih dihuni penduduk asli yang bekerja sebagai petambang intan secara turun- menurun. Hal ini berbanding terbalik dengan wilayah lain di Banjarbaru yang kebanyakan penduduknya berasal dari luar Kalimantan. Pertambangan Intan di sini juga merupakan satu-satunya pertambangan yang masih menggunakan teknik tradisional di dunia.

Lokasi yang menjadi tempat mendulang bisa mencapai kedalaman 15 meter. Para petambang bisa menghabiskan waktu seharian di sana dengan mengandalkan alat yang disebut linggangan, berbentuk kerucut seperti caping terbalik dan terbuat dari kayu. Untuk mengambil air dan mencuci hasil temuan digunakan pompa air listrik. Pendulang biasanya bekerja dalam kelompok terdiri dari dari 10 sampai 15 orang.

(8)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

4

Yang menarik adalah adanya tabu tertentu menurut kepercayaan masyarakat lokal dalam pertambangan intan di Cempaka, yaitu tabu bagi mereka menyebutkan kata “intan” atau “berlian“. Penyebutan kata intan atau berlian dipercaya akan mendorong batu mulia pergi. Oleh karenanya, mereka menyebutnya dengan sebutan “galuh“.

Objek Wista pertambangan intan di Desa Pumpung, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru tak ‘secemerlang’

kilauan Intan yang diharapkan. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti lakukan dan dari artikel berita online, adapun faktor-faktor yang menyebabkan penurunan pengunjung wisata dikarenkan masih banyaknya fasilitas- fasilitas baik sarana maupun prasarana yang belum memadai, seperti fasilitas umum, peralatan tradisonal yang bisa digunakan atau reflika, penyediaan tong sampah dan lainnya. Hal ini dapat ditemui pada Objek Wisata Pertambangan intan Cempaka Desa Pumpung yang mana fasilitas umum yang kurang terawat dan tidak adanya peralatan-peralatan Tradisional yang bisa digunakan langsung oleh wisatawan, ataupun reflika peralatannya, yang mana hal itulah sebagai daya tarik objek wisata, tidak tersedianya area parkir sebagai sarana mengatasi ketertiban disekitar area objek wisata. Lalu kurang gencarnya promosi wisata, promosi wisata merupakan hal penting dalam pembangunan pariwisata, karena dapat mengundang masyarakat luar yang ingin mengetahui keunikan yang terdapat pada Kota Banjarbaru dengan

(9)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

5

melalui promosi wisata yang menarik. Kemudian minimnya sumber daya manusia pengelola pariwisata yang profesional. Hal tersebut berkaitan dengan banyak dari pengelola wisata yang awalnya sebagai petambang intan mendadak beralih profesi sebagai pengelola wisata untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, adapun petambang yang aktif hingga kini sanga sedikit karena lahan yang ditambang sudah menipis untuk ditambang dan hanya menyisakan lubang bekas galian di tempat tersebut. Itulah yang penyebabkan para petambang beralih profesi dan membuat kurangnya skil mereka dalam pengelolaan objek wisata dan mengakibatkan hal yang tidak bisa dipungkiri penurunan kunjungan wisata yang terjadi akibat permasalahan tersebut.

Perlu adanya dukungan dan kebijakan dari pemerintah untuk menyadarkan masyarakat sekitar tentang peluang ekonomi yang baik dalam sektor Wisata. Dinas Pariwisata merupakan unsur pelaksanaan teknis pemerintah daerah yang memiliki tugas pokok membantu Walikota dibidang pengembangan pariwisata daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota. Adapun kontribusi dari Dinas Pariwisata sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomer 3 Tahun 2019 (pasal 12) yaitu menetapkan Misi Pembangunan Kepariwisataan Daerah, menggali melestarikan dan mengembangkan potensi alam dan kebudayaan Daerah untuk memperkuat Daya Tarik Wisata, memaksimalkan Pembangunan dan pengelolaan Potensi Wisata yang ada,

(10)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

6

mewujudkan Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata yang Kreatif dan Inovatif, mengangkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dalam pengembangan Pariwisata, meningkatkan dan mengembangkan manajemen pengelolaan usaha jasa dan Sarana Kepariwisataan, meingkatkan promosi dan pemasaran Kepariwisataan daerah, dan memaksimalkan pelayanan sarana prasarana penunjang Pariwisata.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat dipahami kegiatan kepariwisataan merupakan salah satu bidang yang dipandang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Adapun hal yang membuat objek wisata pertambangan intan cempaka tersebut mempunyai hambatan dalam pengembangannya. Berangkat dari latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai

“Strategi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru Dalam Pengembangan Objek Wisata ".

Setelah menguraikan identifikasi masalah tersebut, adapun rumusan masalahnya yaitu:

1. Apa Strategi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru Dalam Pengembangkan Objek Wisata ?

(11)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

7

2. Apa Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru dalam pengembangan Objek Wisata ?

Fokus penelitian adalah sebuah bentuk dari pemusatan konsentrasi sebagai petunjuk arah dalam suatu penelitian, pada saat proses mengumpulkan dan mencari data atau informasi serta sebagai petunjuk dalam membuat pembahasan maupun penganalisaan sehingga penelitian tersebut mendapatkan hasil yang sesuai seperti yang diinginkan, yaitu. Strategi yang akan dilakukan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Banjarbaru terkait mengembangkan pariwisa daerah, penyusunan kebijakan teknis bidang usaha pariwisata dan bagaimaana agar wisata mampu berkembang.

1. Ingin mengetahui Strategi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru Dalam Pengembangan Objek Wisata

2. Ingin mengetahui Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Dinas Pariwisata dalam pengembangan Objek Wisata.

(12)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

8

Pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa tambahan pengetahuan dan wawasan kepada peneliti. Dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

1. Akademis

Secara akademis hasil penelitian ini di harapkan berguna sebagai suatu karya ilmiah yang dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan masukan yang dapat mendukung bagi peneliti maupun pihak lain yang tertarik dalam bidang penelitian yang sama.

2. Manfaat Praktis

Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan mampu di pertimbangkan pihak pemerintah daerah khususnya pada Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarbaru Kota Banjarbaru dalam upaya pengembangan kawasan objek wisata.

(13)

9

Kajian Strategi, Pariwisata

Dedek Albasir (2019), Judul penelitian: Pengembangan Objek Wisata Bukit Pangonan Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Perspektif Ekonomi Islam.

Raihan Auliza (2021), Judul penelitian: Strategi Pengelolaan Destinasi Wisata Oleh Dinas Pariwisata Kota Lhokseumawe

Jurnal Ramadan, La Harudu (2019) yang berjudul: Strategi Destinasi Pariwisata Dalam Mengembangkan Objek Wisata Pantai Katembe Di Desa Madongka Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah.

Syaifullah (2021) penelitian yang berjudul: Strategi Pengembangan Pariwisata Dikabupaten Gowa.

Skripsi Sri Wahyuningsih (2018) penelitian yang berjudul: Strategi Pengembangan Objek Wisata Pantai Apparalang Sebagai Daerah Tujuan Wisata Kabupaten Bulukumba.

Tabel 1. Penelitian Terdahulu

No. Nama

Peneliti

Judul Penelitian

Tujuan Penelitian

Metode Penelitian

Hasil Penelitian dan Kesimpulan

Perbedaan

1. Raihan Auliza (2021)

Strategi Pengelolaan Destinasi Wisata Oleh Dinas Pariwisata Kota Lhokseumawe

1)Dapat mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan oleh Dinas

Pariwisata

Deskriptif Kualitatif

Hasil penelitiannya yaitu membahas langkah dari pemerintah dalam mengembangkan pengeloloan wisata yang belum dikelola dengan optimal oleh pemerintah

Derah Tempat Penelitian

(14)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

10

Kota

Lhokseumawe dalam

pengelolaan destinasi wisata di Kota Lhokseumawe.

2)Untuk mengetahui langkah- langkah Dinas Pariwisata dalam mendukung pengembangan destinasi wisata Kota Lhokseumawe

kota, agar penurunan jumlah kunjungan wisatawan bisa diatasi d lagi di Kota

Lhokseumawe.

2. Dedek Albasir (2019)

Pengembangan Objek Wisata Bukit Pangonan Dalam

Untuk mengetahui pengembangan objek wisata

Deskriptif Kualitatif

Dari hasil Penelitian Pengembangan Objek Wisata Bukit Pangonan dalam Meningkatkan

Daerah tempat Penelitian dan Fokus

(15)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

11

Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Perspektif Ekonomi Islam

dalam meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Pajaresuk Pringsewu Lampung perspektif ekonomi Islam

Pendapatan Masyarakat Perspektif Ekonomi Islam di Desa Pajaresuk Pringsewu Lampung.

Pembangunan di sektor kepariwisataan

ditingkatkan dengan cara mengembangkan dan mendayaguna sumber-sumber serta potensi kepariwisataan nasional maupun daerah, memperluas dan memeratakan

kesempatan berusaha dan lapangan pekerjaan terutama bagi

masyarakat setempat.

Karena dengan cara pengembangan sektor pariwisata ini bisa menarik minat pengunjung untuk mengunjungi dan menikmati keindahan

Penelitian

(16)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

12

panorama Bukit Pangonan. Hal ini dapat mempengaruhi

banyaknya pengunjung yang datang serta berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat kususnya di Desa Pajaresuk

Pringsewu Lampung.

3. Jurnal Ramadan, La Harudu (2019)

Strategi Destinasi Pariwisata Dalam

Mengembangkan Objek Wisata Pantai Katembe Di Desa Madongka Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah

Untuk meujudkan suatu tata kelola yang baik terhadap pengembangan objek wisata diperlukan keseriusan, keterbukaan, dan kerjasama yang baik stakeholder dalam

Deskriptif Kualitatif

Hasil penelitiannya penilitin membahas tentang Berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada pengembangan objek wisata pantai Katembe maka diperoleh strategi yang dapat dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Tengah dalam Pengembangan Objek

Daerah tempat Penelitian dan Fokus Penelitian

(17)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

13

menjalankan tugas dan fungsinya.

Wisata Pantai Katembe yaitu: 1) Memperkuat, identitas dan fasilitas pada pusat-pusat pelayanan pariwisata.

Seperti peningkatan sarana dan prasarana, serta infrastruktur yang menunjang antara lain:

pembuatan taman wisata, perluasan area parkir, penyediaan wahana permainan air, dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya yang dapat memberikan kenyamanan bagi pengujung; 2) Mengembangkan manajemen atraksi termasuk manajemen berbasis konservasi (alam dan budaya) dengan keterlibatan masyarakat di

(18)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

14

dalamnya. Seperti pengadaan event-event budaya dengan bertemakan kearifan lokal masyarakat setempat misalnya lomba balap katinting, acara adat kamomoose dan lain sebagainya; 3) Meningkatkan promosi dan diplomasi guna mengkomunikasikan bahwa Buton Tengah khususnya pantai Katembe sebagai destinasi pariwisata yang aman, nyaman, dan berdaya saing.

Peningkatan promosi ini dilakukan baik melalui media-media sosial, brosur, dan kerja sama dengan pihak swasta lainnya.

(19)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

15

4. Syaifullah (2021)

Strategi Pengembangan Pariwisata Dikabupaten Gowa.

Berdasarkan penjelasan latar belakang di atas maka tujuan dari penelitian yang ingin dicapai penulis adalah untuk mengetahui strategi pengembangan pariwisata di kabupaten gowa

Deskriptif Kualitatif

Hasil penelitian ini dapat disimpukan bahwa strategi pengembangan pariwisata dikabupaten goa dituangkan dalam Rencana Strategis Keputusan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kbupaten Goa:

556.1/IXBUDPAR/2016 Tentang Rencana Stratategis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kbupaten Goa Tahun 2016-2021.

Dalam rencana strategis itu upaya yang dilaukan dinas pariwisata kabupaten gowa seperti mengadakan event, menyediakan fasilitas- fasilitas di destinasi

Daerah tempat Penelitian dan Fokus Penelitian

(20)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

16

wisata, perbaikan infrastruktur agar wisatawan tertarik untuk datang ke destinasi tersebut.

5. Sri

Wahyuningsih (2018)

Strategi Pengembangan Objek Wisata Pantai Apparalang Sebagai Daerah Tujuan Wisata Kabupaten Bulukumba.

a.Untuk mengetahui peluang pengembangan objek wisata pantai Apparalang di Kabupaten Bulukumba.

b.Untuk mengetahui strategi yang bisa dilakukan oleh

pemerintah dalam

pengembangan objek wisata

Kualitatif Berdasarkan pembahasan diatas maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

a)Peluang pantai apparalang dapat menjadi potensi wisata dunia yang berkelas jika secara dini ditata dan dikelolah dengan baik.

Pantai ini akan menjadi alternatif rekreasi keluarga bagi masyarakat setempat ataupun menjadi pilihan destinasi wisatawan domestik dan

Daerah tempat Penelitian, Fokus Penelitian dan Metode Analisis

(21)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

17

pantai Apparalang di Kabupaten Bulukumba.

mancanegara.

b)Strategi yang diterapkan oleh dinas parawisata adalah posisi pertahankan dan pelihara. Kondisi ini merupakan kunci dalam menentukan strategi yang mungkin dapat dikembangkan dalam penetrasi pasar dan pengembangan produk yang sesuai dengan kondisi dinas parawisata kabupaten bulukumba.

Tiga strategi utama yang dihasilkan adalah mengadakan sosialisasi Sapta Pesona atau penyadaran manfaat parawisata untuk seluruh lapisan masyarakat secara berkesinambungan dan

(22)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

18

sistematis, pembangunan parawisata berbasis masyarakat, dan dinas SDM parawisata harus memiliki sertifikasi keparawisataan

Konsep Strategi

Menurut Fred R. David (2011:5) Strategi terdiri dari kegiatan mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi kesempatan dan hambatan eksternal, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, menghasilkan alternatif strategi, dan menentukan strategi khusus.

Menurut Husein umar (1999:83), Manajemen Strategik sebagai suatu seni dan ilmu dalam hal perbuatan (Formulatting), penerapan (inplenting) dan evaluasi (evaluating) keputusan-keputusan strategis antara pungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuannya pada masa mendatang.

Lawrence R. Juch dan Wiliam F. Gluech (Manajemen Strategi dan Kebijakan Perusahaan, 1998), menulis, Manajemen Strategik adalah

(23)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

19

sejumlah keputusan dan tindakan yang mengarah pada penyusunan suatu strategi atau sejumlah strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan.

Wheelan dan Hunger (Strategic Manajemen and Business Policy Massachuset, 1995) : Manajemen strategik adalah suatu kesatuan rangkaian keputusan dan tindakan yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Menurut Nawawi (2003:248), merumuskan di salah satu definisinya, Manajemen Strategik adalah perencanaan berskala jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi),dan ditetapkan sebagai keputusan manajemen puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operasional untuk menghasilkan barau atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut Tujuan Strategik) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organisasi.

Strategi pada dasarnya berkaitan dengan persoalan kebijakan pelaksanaan, penentuan tujuan yang hendak dicapai dan penentuan cara-cara atau metode penggunaan sarana prasarana. Strategi selalu berkaitan dengan tiga hal yaitu tujuan, sarana, dan cara. Oleh karena itu strategi juga harus

(24)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

20

didukung oleh kemampuan untuk mengantisipasi kesempatan yang ada titik Dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam pengembangan pariwisata daerah, pemerintah daerah harus melakukan berbagai upaya dalam pengembangan sarana dan prasarana pariwisata.

James Brian Quinn (Mintzberg, Lampel, Quinn, Ghoshal :2003), analisis strategi militer diplomatik dan analogi-analogi yang serupa dalam bidang lain menyediakan beberapa wawasan penting ke dalam dimensi dasar, sifat dan desain strategi formal.

Strategi efektif mengandung tiga unsur penting:

1. Tujuan

Tujuan merupakan hasil yang ingin dicapai oleh suatu organisasi/instansi. Tujuan merupakan salah satu dimensi yang dapat menciptakan sebuah strategi karena penetapan tujuan sangat berkaitan langsung dengan strategi yang akan digunakan oleh sebuah organisasi atau instansi dalam pencapaian tujuannya dimana ketika tujuan sudah ditetapkan maka kita dapat mengetahui strategi yang akan digunakan.

2. Kebijakan

Kebijakan merupakan rangkaian keputusan yang membimbing dan membatasi tindakan yang dilakukan. Kebijakan dibuat untuk menetapkan arah suatu tujuan yang ditetapkan sehingga pembuatan kebijakan lebih

(25)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

21

memudahkan untuk mengarahkan suatu organisasi atau instansi dalam menerapkan suatu strategi.

3. Program

Program merupakan urutan-urutan tindakan yang dilakukan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Program dimaksudkan untuk mengatur segala tindakan-tindakan yang akan dilakukan sehingga strategi yang akan diterapkan dapat terlaksana dengan maksimal.

Dari definisi menurut beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa strategi adalah suatu upaya atau cara yang digunakan seseorang atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan dengan efektif dan efisien.

Adapun jenis-jenis strategi di dalam buku Konsep Manajemen Strategis, David (Guswan 2015:16) menjelaskan bahwa ada beberapa jenis strategi alternative, yaitu :

1. Strategi Integrasi

Strategi integrasi adalah jenis strategi yang memungkinkan sebuah perusahaan memperoleh kendali atas distributor, pemasok, dan / atau pesaing. Jenis-jenis integrasi adalah sebagai berikut :

a. Integrasi ke depan

Integrasi ke depan adalah jenis integrasi yang berkaitan dengan usaha untuk memperoleh kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas distributor atau peritel.

(26)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

22

b. Integrasi ke belakang

Integrasi ke belakang adalah jenis integrasi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pemasok perusahaan.

c. Integrasi horizontal

Integrasi horizontal adalah jenis integrasi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pesaing.

2. Strategi Intensif

Strategi intensif adalah jenis strategi yang mengharuskan adanya upayaupaya intensif jika posisi kompetitif sebuah perusahaan dengan produk yang ada saat ini ingin membaik.

a. Penetrasi pasar

Penetrasi pasar adalah jenis strategi yang mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat ini melalui upaya-upaya pemasaran yang lebih besar.

b. Pengembangan pasar

Pengembangan pasar adalah jenis strategi yang memperkenalkan produk atau jasa saat ini ke wilayah geografis baru.

c. Pengembangan produk

Pengembangan produk adalah jenis strategi yang mengupayakan peningkatan penjualan melalui perbaikan produk atau jasa saat ini atau pengembangan produk atau jasa baru.

3. Strategi Diversifikasi

(27)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

23

Strategi diversifikasi adalah suatu jenis strategi dimana perusahaan menambah produk atau jasa baru untuk membantu meningkatkan penjualan perusahaan.

a. Diversifikasi Terkait

Diversifikasi terkait adalah jenis strategi dimana perusahaan menambah produk atau jasa yang baru namun masih berkaitan dengan produk atau jasa perusahaan yang lama.

b. Diversifikasi tak terkait

Diversifikasi tak terkait adalah jenis strategi dimana perusahaan menambah produk atau jasa yang baru namun tidak berkaitan sama sekali dengangaris bisnis perusahaan sebelumnya.

4. Strategi Defensif

Strategi defensif adalah jenis strategi dimana kondisi perusahaan sedang mengalami penurunan sehingga harus melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan asset untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang menurun.

a. Penciutan

Penciutan adalah strategi dimana dilakukan pengelompokan ulang (regrouping) melalui pengurangan biaya dan asset untuk membalik penjualan dan laba yang menurun.

b. Divestasi

(28)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

24

Divestasi adalah strategi dimana dilakukan penjualan suatu divisi atau - atau bagian dari suatu organisasi.

c. Likuidasi

Likuidasi adalah strategi dimana dilakukan penjualan seluruh asset perusahaan, secara terpisah-pisah, untuk kekayaan berwujudnya.

Adapun Jenis-jenis strategi yang dikemukakan oleh Stephen P.

Robbins dan Mary Coulter dalam buku Manajemen (Asriandi,2016:38) yang mengklasifikasikan jenis-jenis strategi berdasarkan tingkatan organisasinya, yaitu:

1. Strategi Tingkat Korporasi

Strategi tingkat korporasi (corporate-level strategis) berusaha menentukan apakah yang seharusnya dimasuki atau ingin dimasuki perusahaan.

Strategi tingkatan korporasi menentukan arah yang akan dituju organisasi itu dan peran yang akan dimainkan oleh tiap unit bisnis organisasi itu dalam mengejar arah itu. Ada tiga strategi korporasi yang utama, yaitu : a. Strategi Pertumbuhan adalah strategi tingkatan korporasi yang

berusaha meningkatkan tingkat operasi organisasi tersebut dengan meluaskan jumlah produk yang ditawarkan atau pasar yang dilayani.

b. Stabilitas strategi adalah strategi tingkat korporasi yang dicirikan oleh tiadanya perubahan yang berarti. Contoh strategi itu mencakup secara terus menerus melayani klien yang sama dengan menawarkan produk

(29)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

25

atau jasa yang sama, mempertahankan pangsa pasar, dan mempertahankan tingkat hasil atas investasi (return on investment) organisasi tersebut.

c. Strategi Pembaharuan adalah membuat strategi yang mengatasi kelemahan organisasional yang menyebabkan penurunan kinerja. Ada dua jenis utama dari strategi pembaharuan : Strategi pengurangan adalah suatu strategi pembaharuan jangka pendek yang digunakan dalam situasi ketika masalah kinerja tak begitu serius. Strategi perubahan haluan adalah strategi pembaharuan untuk saat di mana masalah kinerja organisasi menjadi lebih kritis.

2. Strategi Tingkat Perusahaan

Strategi tingkat perusahaan berusaha menentukan cara organisasi bersaing dalam tiap bisnisnya atau tiap perusahaannya. Bagi organisasi kecil yang menekuni hanya satu lini bisnis atau organisasi besar yang tidak melakukan diversifikasi ke berbagai produk atau pasar, strategi tingkatan perusahaan itu lazimnya tumpang tindih dengan strategi korporasi organisasi tersebut. Bagi organisasi-organisasi yang memiliki bisnis beragam, bagaimanapun juga, tiap- tiap divisi akan mempunyai strateginya sendiri yang mendefinisikan produk atau jasa yang akan ditawarkannya, pelanggan yang ingin diraihnya atau semacamnya.

3. Strategi Tingkat Fungsional

(30)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

26

Strategi tingkat fungsional mendukung strategi tingkat bisnis. Bagi organisasi yang memiliki departemen fungsional tradisional, seperti pabrikasi, pemasaran, sumber daya manusia, riset dan pengembangan, dan keuangan, strategi-strategi itu harus mendukung strategi tingkat perusahaan.

Konsep Kepariwisataan

Makna kepariwisataan adalah segala sesuatu yang terkait dengan kegiatan pariwisata beserta dampaknya yang terjadi karena adanya kontak/interaksi antara pelaku perjalanan wisata dengan daya tarik wisata, sarana penunjang wisata, dan infrastruktur/prasarana yang disediakan oleh masyarakat, swasta, dan pemerintah, dimulai dari tempat tinggal, pada saat di perjalanan, di tempat tujuan, sampai kembali lagi ke tempat tinggalnya (Hidayat, 2019).

Salah satu yang sangat berhubungan dengan pariwisata adalah obyek wisata. Menurut Chafid Fandeli (2000: 58) dalam skripsi Nining Yuningsih (2005:18), obyek wisata adalah perwujudan daripada ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya serta sejarah bangsa dan tempat atau keadaan alam yang mempunyai daya tarik untuk dikunjungi wisatawan. Sedangkan obyek wisata alam adalah obyek wisata yang daya tariknya bersumber pada keindahan sumber daya alam dan tata lingkungannya.

(31)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

27

Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. Seorang wisatawan berkunjung ke suatu tempat/daerah/Negara karena tertarik oleh sesuatu yang menarik dan menyebabkan wisatawan berkunjng ke suatu tempat/daerah/Negara disebut daya tarik dan atraksi wisata (Mappi, 2001:30) (dalam skripsi Angga Pradikta (2013:14).

Penggolongan jenis obyek wisata akan terlihat dari ciri-ciri khas yang ditonjolkan oleh tiap-tiap obyek wisata. Menurut Mappi (2001:30-33) dalam skripsi Angga Pradikta (2013:15) Objek wisata dikelompokan ke dalam tiga jenis, yaitu :

1. Objek wisata alam, misalnya : laut, pantai, gunung (berapi), danau, sungai, fauna (langka), kawasan lindung, cagar alam, pemandangan alam dan lain- lain.

2. Objek wisata budaya, misalnya : upacara kelahiran, tari-tari (tradisional), musik (tradisional), pakaian adat, perkawinan adat, upacara turun ke sawah, upacara panen, cagar budaya, bangunan bersejarah, peninggalan tradisional, festival budaya, kain tenun (tradisional), tekstil lokal, pertunjukan (tradisional), adat istiadat lokal, museum dan lain-lain.

(32)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

28

3. Objek wisata buatan, misalnya : sarana dan fasilitas olahraga, permainan (layangan), hiburan (lawak atau akrobatik, sulap), ketangkasan (naik kuda), taman rekreasi, taman nasional, pusat-pusat perbelanjaan dan lain lain.

Dalam membangun obyek wisata tersebut harus memperhatikan keadaan sosial ekonomi masyarakat setempat, sosial budaya daerah setempat, nilai nilai agama, adat istiadat, lingkungan hidup, dan obyek wisata itu sendiri. Pembangunan obyek dan daya tarik wisata dapat dilakukan oleh Pemerintah, Badan Usaha maupun Perseorangan dengan melibatkan dan bekerjasama pihak- pihak yang terkait.

Dalam UU No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan disebutkan bahwa daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Kata wisatawan (tourist) merujuk kepada orang. Secara umum wisatawan menjadi subset atau bagian dari traveler atau visitor ( I Gde Pitana

& I Ketut Surya, 2009:35).

Kepariwisataan adalah merupakan kegiatan memanfaatkan kekayaan alam dan lingkungan hidup yang khas, seperti misalnya hasil budaya, peninggalan sejarah, pemandangan alam, dan iklim yang menarik untuk

(33)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

29

dinikmati. Yang biasanya memakan waktu lebih dari satu hari baik itu yang dilakukan sendiri maupun dengan yang di atur oleh biro perjalanan (travel agent).

Pada intinya kepariwisataan adalah suatu gejala yang terjadi karena diakibatkan oleh pergerakan manusia dari tempat tinggalnya untuk melakukan suatu kegiatan wisata baik liburan atau bisnis sampai ia kembali ke tempat tinggalnya semula. Gejala tersebut membentuk suatu sistem yang kompleks yang di dalamnya terdapat komponen-komponen serta elemen-elemen yang saling terkait seperti tempat tinggal, tempat tujuan, perjalanan, sarana/prasarana, dll dan sistem tersebut biasanya disebut dengan sistem kepariwisataan (tourism system).

Pemahaman akan pengertian dari makna pariwisata memiliki banyak definisi, ini salah satu pengertian pariwisata menurut para ahli. Menurut Hunziger dan krapf dari Swiss dalam Grundriss Der Allgemeinen Femderverkehrslehre, menyatakan pariwisata adalah keseluruhan jaringan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan tinggalnya orang asing disuatu tempat dengan syarat orang tersebut tidak melakukan suatu pekerjaan yang penting (Major Activity) yang memberi keuntungan yang bersifat permanent maupun sementara. (Hunziger, 2008).

(34)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

30

Menurut Isdarmanto (2017), Kepariwisataan dipandang sebagai sesuatu yang abstrak , misalnya saja sebagai suatu gejala yang melukiskan kepergian orang-orang di dalam negaranya sendiri (pariwisata domestik) atu penyeberangan orang-orang pada tapal batas suatu negara (pariwisata internasional).

Pengertian pariwisata adalah perjalanan wisata yang dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling-keliling, baik secara terencana maupun tidak terencana yang dapat menghasilkan pengalaman total bagi pelakunya. Dari pengertian tersebut terlihat bahwa kegiatan wisata merupakan bagian dari kegiatan pariwisata, karena kegiatan pariwisata merupakan kegiatan jamak dari kegiatan wisata itu sendiri.

Penyelenggaraan kepariwisataan mempunyai tujuan yaitu :

1. Memperkenalkan, mendayagunakan, melestarikan dan meningkatkan mutu obyek dan daya tarik wisata.

2. Memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan persahabatan antar bangsa.

3. Memperluas dan meratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja.

4. Meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

(35)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

31

5. Mendorong pendayagunaan produksi nasional.

Kesimpulan dari penjelasan di atas adalah penyelenggaraan kepariwisataan tujuannya dapat melestarikan obyek wisata, memberikan lapangan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat dan pendapatan nasional serta mendayagunakan produksi dalam negeri. Obyek wisata dapat diklasifikasikan berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya dan hasil buatan manusia. Pada dasarnya obyek wisata pertambangan intan cempaka ini mempunyai kebudayaan dan objek hasil buatan manusia karena selain memiliki adat istiyadat dalam proses pertambangan disertai juga dengan proses pertambangan yg masih tradisional yang terdapat campur tangan manusia.

Pariwisata berasal dari bahasa sansekerta, sesungguhnya bukanlah berarti “tourisme” (bahasa belanda) atau “tourism” (bahasa inggris). Kata pariwisata menurut pengertian ini, sinonim dengan pengertian “tour”.

Pendapat ini berdasarkan pemikiran bahwa kata pariwisata terdiri dari dua suku kata yaitu “pari” dan “wisata”. Pari berarti banyak, berkali-kali, berputar-putar, lengkap. Wisata berarti perjalanan, berpergian yang dalam hal ini sinonim dengan kata trave. Maka dari itu pariwisata dapat diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar, dari suatu tempat ke tempat lain (Yoeti, 1996).

(36)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

32

Menurut Pendit (2004), ada beberapa jenis Pariwisata yang sudah dikenal, antara lain:

1. Wisata budaya, yaitu perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan cara mengadakan kunjungan ke tempat lain atau luar negri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan, dan adat istiayadat mereka, cara hidup mereka, kebudayaan dan seni mereka.

2. Wisata Kesehatan, yaitu Perjalanan seseorang wisatawan dengan tujuan untuk menukar keadaan dan ling kungan tempat sehari-hari dimana ia tinggal demi kepentingan beristirahat baginya dalam arti jasmani dan rohani.

3. Wisata olahraga, yaitu wisatawan-wisatawan yang melakukan perjalanan dengan tujuan berolahraga atau memang sengaja bermaksud mengambil bagian aktif dalam pesta olahraga di suatu tempat atau negara.

4. Wisata komersial, yaitu termasuk perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran dan pekan raya bersifat komersial, seperti pameran industri, pameran dagang dan sebagainya.

5. Wisata industri, yaitu perjalanan yang dilakukan oleh rombongan pelajar atau mahasiswa, atau orang-orang awam ke suatu kompleks atau

(37)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

33

daerah perindustrian, dengan maksud dan tujuan untuk mengadakan peninjauan atau penelitian.

6. Wisata Bhari, yaitu wisata yang banyak dikaitkan dengan danau, pantai atau laut.

7. Wisata cagar alam, yaitu jenis wisata yang biasanya diselenggarakan oeleh agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha-usaha dengan mengatur wisata ke tempat atau daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yng kelestariannya dilindungi oleh undang-undang.

8. Wisata bulan madu, yaitu suatu penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan-pasangan pengantin baru yang sedang berbulan madu dengan fasilitas-fasilitas khusus dan tersendiri demi kenikmatan perjalanan.

Modal kepariwisataan itu mengandung potensi untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata, sedang atraksi wisata itu sudah tentu harus komplementer dengan motif perjalanan wisata. Maka untuk menemukan potensi kepariwisataan di suatu daerah orang harus berpedoman kepada apa yang dicari oleh wisatawan. Modal atraksi yang menarik kedatangan wisatawan itu ada tiga, yaitu :

1. Daya tarik wisata alam (natural resources); yang dimaksud dengan daya tarik wisata alam adalah : daya tarik wisata yang dikembangkan dengan lebih banyak berbasis pada anugrah keindahan dan keunikan

(38)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

34

yang telah tersedia di alam, seperti: Pantai dengan keindahan pasir putihnya, deburan gelombang ombak serta akses pandangannya terhadap matahari terbit dan tenggelam, laut dengan aneka kekayaan terumbu karang maupun ikannya, danau dengan keindahan panoramanya, gunung dengan daya tarik vulcano nya, maupun hutan dan sabana dengan keaslian flora dan faunanya, sungai dengan kejernihan air dan kedasyatan arusnya, air terjun dengan panorama kecuramannya, dan lain sebagainya.

2. Daya tarik wisata budaya: yang dimaksud dengan daya tarik wisata budaya adalah daya tarik wisata yang dikembangkan dengan lebih banyak berbasis pada hasil karya dan hasil cipta manusia, baik yang berupa peninggalan budaya (situs/heritage) maupun yang nilai budaya yang masih hidup (the living culture) dalam kehidupan suatu masyarakat, yang dapat berupa : upacara/ritual, adat-istiadat, seni pertunjukkan, seni kriya, seni sastra, seni rupa, maupun keunikan kehidupan sehari-hari yang dipunyai oleh suatu masyarakat. Beberapa contoh daya tarik wisata budaya di Indonesia yang banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah : situs (warisan budaya yang berupa benda, bangunan, kawasan, struktur, dan sebagainya), museum, desa tradisional, kawasan kota lama, monumen nasional, sanggar seni, pertunjukkan event, festival, seni kriya, adat istiadat maupun karya- karya teknologi modern.

(39)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

35

3. Daya tarik wisata minat khusus : yang dimaksud dengan daya tarik wisata minat khusus (special interest) adalah daya tarik wisata yang dikembangkan dengan lebih banyak berbasis pada aktivitas untuk pemenuhan keinginan wisatawan secara spesifik, seperti : pengamatan satwa tertentu (bird watching), memancing (fishing), berbelanja (shopping), kesehatan dan penyegaran badan (spa and rejouvenation), arung jeram, golf (sport), casino, wisata MICE, dan aktivitas-aktivitas wisata minat khusus lainnya yang biasanya terkait dengan hobi atau kegemaran seseorang wisatawan.

Menurut terminologi pariwisata diatas dapat disimpulkan bahwa pariwisata dapat terbentuk apabila ada pelaku wisata yang memang mempunyai motivasi untuk melakukan perjalanan wisata, ketersediaan infrastruktur pendukung, keberadaan obyek wisata dan atraksi wisata yang didukung dengan sistem promosi dan pemasaran yang baik serta pelayanan terhadap para pelaku wisata. Terkait dengan Undang-undang No.10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan, yang dimaksud pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah.

Pada umumnya, daya tarik suatu objek wisata berdasarkan atas:

1. Adanya sumber daya yang dapat menimbulkan rasa senang, indah, nyaman dan bersih.

(40)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

36

2. Adanya aksebilitas yang tinggi untuk dapat mengunjunginya.

3. Adanya ciri khusus atau spesifikasi yang bersifat langka.

4. Adanya sarana dan prasarana penunjang untuk melayani para wisatawan yang hadir.

5. Objek wisata alam mempunyai daya tarik tinggi, karena keindahan alam pegunungan, pasir, sungai pantai, hutan dan sebagainya.

6. Objek wisata budaya mempunyai daya tarik tinggi karena memiliki nilai khusus dalam bentuk upacara – upacara adat, nilai luhur dalam suatu objek buah karya manusia, dan atraksi kesenian.

Konsep Pengembangan Pariwisata

Pengembangan pariwisata sangan diperlukan pada suatu daerah tujuan wisata. Menurut Sujali (1989:34) pengembangan pariwisata mendasarkan pada sifat, kemampuan, ruang jangkauan yang akan dicapai sedangkan menurut Oka A. Yoeti (2002:21) pengembangan suatu kawasan pariwisata meliputi:

1. Sebagian besar daya fisik atau komponen produk wisata.

2. Analisis pengunjung potensial, kebijkan harga, dan destinasi saingan.

3. Aspek lingkungan, budaya, dan sosial

(41)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

37

Menurut Gamal Suwantoro (2004:56) pengembangan pariwisata sering dikaitkan dengan adanya Sapta Kebijakan Pengembangan Pariwisata oleh pemerintah, yaitu sebagai berikut:

1. Promosi

Promosi harus dilaksanakan secara selaras dan terpadu, baik didalam negeri maupun luar negeri.

2. Aksesibilitas

Merupakan salah satu aspek penting karena menyangkut pengembangan lintas sekrotal.

3. Kawasan Pariwisata

Pengembangan kawasan pariwisata dimaksudkan untuk:

a. Meningkatkan peran serta daerah dan swasta dalam pengembangan pariwisata.

b. Memperbesar dampak positif pembangunan.

c. Mempermudah pengendalian terhadap dampak lingkungan.

4. Wisata Bahari

Wisata bahari merupakan salah satu jenis produk wisata yang sangat potensial di kembangkan. Produk Wisata Upaya untuk menampilkan produk wisata yang bervariasi dan mempunyai kualitas daya saing yang tinggi.

5. Sumber Daya Manusia

(42)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

38

Sumber daya manusia merupakan salah satu modal dasar pengembangan pariwisata.

6. Kampanye Nasional Sadar Wisata

Kampanye nasional sadar wisata pada hakikatnya adalah upaya memasyarakatkan Sapta Pesona yang turut menegakkan disiplin nasional dan jati diri bangsa indonesia melalui kegiatan kepariwisataan.

Cooper, Fletcher, Gilberth, Steperd dan Wanhill dalam Sunaryo (2013:159) mengemukakan bahwa ada 4 komponen yang harus dimiliki oleh sebuah destinasi wisata, yaitu (4A) sebagai berikut:

1. Attraction (Atraksi)

Merupakan komponen yang signifikan dalam menarik wisatawan. Ada banyak alasan mengapa orang berwisata ke suatu daerah. Beberapa yang paling umum adalah untuk melihat keseharian penduduk setempat, menikmati keindahan alam, menyaksikan budaya yang unik, atau mempelajari sejarah daerah tersebut. Intinya, wisatawan datang untuk menikmati hal-hal yang tidak dapat mereka temukan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Atraksi disebut juga objek dan daya tarik wisata yang diminati oleh wisatawan. Suatu daerah atau tempat hanya dapat menjadi tujuan wisata kalau kondisinya sedemikian rupa, sehingga ada yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata. Apa yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata itulah yang disebut modal atau sumber

(43)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

39

kepariwisataan (tourism resources). Dalam kaitannya dengan manajemen kepariwisataan, daya tarik atau atraksi (attraction) tersebut dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu obyek wisata (site attraction) dan atraksi wisata (event attraction). Lebih lanjut, obyek wisata juga terbagi menjadi dua kelompok, obyek wisata alam ciptaan Tuhan (natural site- attraction) dan obyek wisata karya manusia (man-made site- attraction). Demikian juga halnya dengan atraksi wisata yang terbagi menjadi dua yakni atraksi

“asli” (real, authentic) dan atraksi “pentas” (staged, artificial). Modal kepariwisataan itu mengandung potensi untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata, sedang atraksi wisata itu sudah tentu harus komplementer dengan motif perjalanan wisata. Maka untuk menemukan potensi kepariwisataan di suatu daerah orang harus berpedoman kepada apa yang dicari oleh wisatawan. Modal atraksi yang menarik kedatangan wisatawan itu ada tiga, yaitu :

1) Daya tarik wisata alam (natural resources); yang dimaksud dengan daya tarik wisata alam adalah : daya tarik wisata yang dikembangkan dengan lebih banyak berbasis pada anugrah keindahan dan keunikan yang telah tersedia di alam, seperti: Pantai dengan keindahan pasir putihnya, deburan gelombang ombak serta akses pandangannya terhadap matahari terbit dan tenggelam, laut dengan aneka kekayaan terumbu karang maupun ikannya, danau dengan keindahan panoramanya, gunung dengan daya tarik

(44)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

40

vulcano nya, maupun hutan dan sabana dengan keaslian flora dan faunanya, sungai dengan kejernihan air dan kedasyatan arusnya, air terjun dengan panorama kecuramannya, dan lain sebagainya.

2) Daya tarik wisata budaya: yang dimaksud dengan daya tarik wisata budaya adalah daya tarik wisata yang dikembangkan dengan lebih banyak berbasis pada hasil karya dan hasil cipta manusia, baik yang berupa peninggalan budaya (situs/heritage) maupun yang nilai budaya yang masih hidup (the living culture) dalam kehidupan suatu masyarakat, yang dapat berupa : upacara/ritual, adat- istiadat, seni pertunjukkan, seni kriya, seni sastra, seni rupa, maupun keunikan kehidupan sehari-hari yang dipunyai oleh suatu masyarakat. Beberapa contoh daya tarik wisata budaya di Indonesia yang banyak dikunjungi oleh wisatawan adalah : situs (warisan budaya yang berupa benda, bangunan, kawasan, struktur, dan sebagainya), museum, desa tradisional, kawasan kota lama, monumen nasional, sanggar seni, pertunjukkan event, festival, seni kriya, adat istiadat maupun karya-karya teknologi modern.

3) Daya tarik wisata minat khusus : yang dimaksud dengan daya tarik wisata minat khusus (special interest) adalah daya tarik wisata yang dikembangkan dengan lebih banyak berbasis pada aktivitas untuk pemenuhan keinginan wisatawan secara spesifik, seperti : pengamatan satwa tertentu (bird watching), memancing (fishing),

(45)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

41

berbelanja (shopping), kesehatan dan penyegaran badan (spa and rejouvenation), arung jeram, golf (sport), casino, wisata MICE, dan aktivitas- aktivitas wisata minat khusus lainnya yang biasanya terkait dengan hobi atau kegemaran seseorang wisatawan.

2. Amenity (Fasilitas)

Adalah segala macam sarana dan prasarana yang diperlukan oleh wisatawan selama berada di daerah tujuan wisata. Secara umum pengertian amenities adalah segala macam prasarana dan sarana yang diperlukan oleh wisatawan selama berada di daerah tujuan wisata. Sarana dan prasarana yang dimaksud seperti: penginapan (accommodation), rumah makan (restaurant); transportasi dan agen perjalanan. Berikut ini akan diuraikan secara lebih rinci mengenai prasarana dan sarana yang dimaksud seperti:

a. Usaha Penginapan (accommodation)

Akomodasi adalah tempat dimana wisatawan bermalam untuk sementara di suatu daerah wisata. Sarana akomodasi umumnya dilengkapi dengan sarana untuk makan dan minum. Sarana akomodasi yang membuat wisatawan betah adalah akomodasi yang bersih, dengan pelayanan yang baik (ramah, tepat waktu), harga yang pantas sesuai dengan kenyamanan yang diberikan serta lokasi yang relatif mudah dijangkau. Jenis-jenis akomodasi berdasarkan bentuk

(46)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

42

bangunan, fasilitas, dan pelayanan yang disediakan, adalah sebagai berikut:

1) Hotel

Hotel merupakan sarana akomodasi (menginap) yang menyediakan berbagai fasilitas dan pelayanan bagi tamunya seperti pelayanan makanan dan minuman, layanan kamar, penitipan dan pengangkatan barang, pencucian pakaian, serta pelayanan tambahan seperti salon kecantikan, rekreasi (contoh: sarana bermain anak), olahraga (contoh: kolam renang, lokasi senam, lapangan tenis, biliard, dan lain-lain). Klasifikasi hotel dapat dilihat dari lokasi, jumlah kamar, ukuran, serta kegiatan yang dapat dilakukan tamu di hotel selama menginap. Klasifikasi hotel ditandai oleh tanda bintang (*), mulai dari hotel berbintang satu sampai dengan bintang lima. Semakin banyak bintangnya akan semakin banyak pula persyaratan, layanan dan fasilitas dengan tuntutan kualitas yang semakin tinggi.

2) Guest house

Guest house, adalah jenis akomodasi yang bangunannya seperti tempat tinggal. Umumnya guest house hanya memiliki fasilitas dasar yaitu kamar dan sarapan tanpa fasilitas tambahan lainnya.

3) Homestay

(47)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

43

Berbeda dengan guest house, homestay, jenis akomodasi yang populer di wilayah perkotaan maupun pedesaan di Indonesia, menggunakan rumah tinggal pribadi sebagai tempat wisatawan menginap. Umumnya homestay memberikan pelayanan kamar beserta makanan dan minuman. Salah satu kelebihan dari homestay adalah wisatawan bisa mendapatkan kesempatan untuk mengenal keluarga pemilik. Mereka bisa juga mengenal lebih jauh tentang alam dan budaya sekitar terutama bila si pemilik rumah memiliki banyak pengetahuan tentang itu.

4) Losmen

Losmen merupakan jenis akomodasi yang menggunakan sebagian atau keseluruhan bangunan sebagai tempat menginap. Losmen memiliki fasilitas dan pelayanan yang jauh lebih sederhana dibandingkan hotel. Losmen tidak dirancang menyerupai tempat tinggal seperti guest house.

5) Perkemahan

Tidak seperti jenis akomodasi lainnya, perkemahan merupakan sarana menginap yang memanfaatkan ruang terbuka dengan menggunakan tenda.

6) Vila

Merupakan kediaman pribadi yang disewakan untuk menginap.

Bedanya dengan homestay adalah tamu akan menyewa rumah

(48)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

44

secara keseluruhan dan pemilik rumah tidak berada pada rumah yang disewa tersebut. Sedangkan pada homestay, tamu hanya menyewa kamar dan berbaur bersama pemilik rumah.

b. Usaha makanan dan minuman

Usaha makanan dan minuman di daerah tujuan wisata merupakan salah satu komponen pendukung penting. Usaha ini termasuk di antaranya restoran, warung atau cafe. Wisatawan akan kesulitan apabila tidak menemui fasilitas ini pada daerah yang mereka kunjungi.

Sarana akomodasi umumnya menyediakan fasilitas tambahan dengan menyediakan makanan dan minuman untuk kemudahan para tamunya.

Selain sebagai bagian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, makanan adalah nilai tambah yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak wisatawan tertarik untuk mencoba makanan lokal, bahkan ada yang datang ke daerah wisata hanya untuk mencicipi makanan khas tempat tersebut sehingga kesempatan untuk memperkenalkan makanan lokal terbuka lebar. Bagi wisatawan, mencicipi makanan lokal merupakan pengalaman menarik. Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam mengelola usaha makanan dan minuman adalah jenis dan variasi hidangan yang disajikan, cara penyajian yang menarik, kebersihan makanan dan minuman yang disajikan, kualitas pelayanan serta lokasi usaha tersebut. Penyedia jasa harus memperhatikan apakah lokasi usahanya menjadi satu dengan

(49)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

45

sarana akomodasi, atau dekat dengan obyek wisata sehingga mudah dikunjungi.

c. Transportasi dan infrastruktur

Wisatawan memerlukan alat transportasi baik itu transportasi udara, laut dan darat untuk mencapai daerah wisata yang menjadi tujuannya.

Misalnya untuk menuju Nias Selatan, wisatawan harus naik pesawat udara dari Medan atau kapal laut dari Sibolga. Lalu perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan mobil ke Teluk Dalam. Tersedianya alat transportasi adalah salah satu kunci sukses kelancaran aktivitas pariwisata.

Komponen pendukung lainnya adalah infrastruktur yang secara tidak langsung mendukung kelancaran kegiatan pariwisata misalnya:

air, jalan, listrik, pelabuhan, bandara, pengolahan limbah dan sampah.

Namun, meskipun tidak semua daerah tujuan wisata memiliki komponen pendukung yang baik, suatu daerah tetap bisa menarik wisatawan untuk berkunjung karena ada hal-hal unik yang hanya bisa ditemui atau dilihat di tempat tersebut. Mengingat selama ini kaburnya batasan pengertian antara sarana dan prasarana, sehingga pada buku ini akan dijelaskan secara rinci, bagaimana hubungan antara sarana dengan prasarana tersebut. Orang tidak akan membangun hotel di tengah hutan atau di padang pasir, di mana tidak ada jalan. Adanya jalan adalah prasyarat untuk pembangunan hotel. Akan tetapi jalan

(50)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

46

tidak hanya diperlukan sebelum orang membangun hotel. Jalan juga diperlukan untuk lalu lintas perdagangan, untuk lalu lintas orang- orang dan lain-lain kegiatan yang dilakukan manusia dalam hidupnya.

Banyak hasil konstruksi fisik seperti merupakan prasyarat untuk pembangunan fisik lain yang lebih spesifik. Prasyarat-prasyarat yang lain misalnya jalan kereta api, persediaan air, pembangkit tenaga listrik, fasilitas kesehatan, pelabuhan dan lain- lainnya. Semua hasil konstruksi fisik, baik yang di atas maupun di bawah tanah, yang diperlukan sebagai prasyarat untuk pembangunan itu disebut prasarana (infrastructure).

Dengan memanfaatkan prasarana itu, orang membangun apa saja yang sifatnya khusus. Khusus hotel, khusus perdagangan, khusus lapangan golf. Apa yang dibangun dengan memanfaatkan prasarana itu disebut sarana (suprasructure). Dengan menggunakan prasarana yang cocok dibangunlah sarana-sarana pariwisata seperti hotel, atraksi wisata, marina, gedung pertunjukkan, dan sebagainya. Adapun prasarana yang banyak diperlukan untuk pembangunan sarana-sarana pariwisata ialah jalan, persediaan air, tenaga listrik, tempat pembuangan sampah, bandara, pelabuhan, telepon, dan lain-lain.

Mengingat hubungan antara sarana dan prasarana, jelaslah bahwa pembangunan prasarana pada umumnya harus mendahului sarana. Adakalanya prasarana dibangun bersama-sama dalam rangka

(51)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

47

pembangunan sarana wisata, seperti jalan prasarana untuk kawasan Nusa Dua. Sebaliknya pembangunan sarana pariwisata dapat mengakibatkan peningkatan kondisi prasarana. Bali dapat berkembang sebagai daerah tujuan wisata karena aksesibilitasnya baik, antara lain disebabkan oleh adanya prasarana pelabuhan dan bandara. Ketika pembangunan pariwisata di Bali berhasil, bandara Ngurah Rai perlu ditingkatkan kondisinya. Ada hubungan timbal balik antara sarana dan prasarana. Prasarana merupakan prasyarat untuk sarana, sebaliknya sarana dapat menyebabkan perbaikan prasarana. Prasarana atau lebih jelas prasarana umum adalah fasilitas untuk kebutuhan masyarakat pada umumnya dan pembangunannya merupakan suatu usaha yang besar, karena itu biasanya ditangani oleh pihak swasta. Akhirnya harus dikemukakan bahwa meskipun secara konseptual perbedaan antara sarana dan prasarana itu jelas, akan tetapi tidak demikian halnya secara operasional. Kita telah melihat bahwa sarana angkutan wisata itu menggunakan jalan yang juga merupakan prasarana perhubungan pada umumnya. Prasarana pariwisata merupakan fasilitas yang memungkinkan proses kegiatan pariwisata dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat memudahkan setiap orang yang terlibat dalam kegiatan berwisata. Untuk prasarana pariwisata ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:

(52)

STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA OLEH DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANJARBARU

48

a. Prasarana umum yaitu fasilitas umum yang harus ada di daerah tujuan wisata, antara lain: pembangkit tenaga listrik, penyediaan air bersih, jaringan jalan raya, stasiun kereta api, pelabuhan laut, bandara, dan fasilitas komunikasi.

b. Prasarana Kebutuhan Masyarakat Banyak

Untuk kebutuhan masyarakat banyak sangat diperlukan adanya prasarana, seperti: rumah sakit, apotek, kantor pos, bank, pompa bensin. Ini sangat diperlukan dalam mendukung pengembangan pariwisata.

Selanjutnya, sarana kepariwisataan dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:

1) Sarana Pokok Pariwisata (main tourism suprastructur) yaitu perusahaan- perusahaan yang hidup dan kehidupannya sangat tergantung dari adanya perjalanan wisatawan. Jadi, fungsinya menyediakan fasilitas agar dapat memberikan pelaya

Gambar

Tabel  1. Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Implementasi Kebijakan
Gambar dibawah ini dapat dilihat bagaimana ilustrasi Model dari Mazmanian  dan Paul A
Gambar  di  bawah  ini  dapat  dilihat  bagaimana  ilustrasi  Model  dari  Elmore,  Lipsky, Hjern & O’Porter:
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan strategi di Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sragen dalam pengembangan Desa Wisata Betisrejo

DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA TAHUN

pada kurangnya promosi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pelalawan dalam mempromosikan objek wisata Bono. Berdasarkan hasil

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Dan Pariwisata..

penghambat pelaksanaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora) dalam pengembangan kawasan wisata resort Akar Berayun Lembah Harau di Kabupaten

Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Setda Bagian Pemuda dan Olahraga Aceh Barat Daya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Skripsi yang berjudul yang berjudul “Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Pantai Slopeng (Studi Kasus: Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten

kunjungan wisata tersebut Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas juga seharusnya bekerja sama dengan beberapa pihak terkait