• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebutuhan Protein Udang Macan Hitam

N/A
N/A
Dina Nur

Academic year: 2023

Membagikan "Kebutuhan Protein Udang Macan Hitam"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Highta Bima Wanti NIM : 2003511064

TTD :

Jawaban

1. Kebutuhan protein yang di perlukan pada udang windu lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada ternak di darat karena pertumbuhan nya yang cepat, reproduksi, pencernaan yang berbeda, dan kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi pada udang windu. Udang windu hidup di lingkungan air yang memiliki nutrisi lebih sedikit, sehingga mereka membutuhkan lebih banyak pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi udang windu.

Kebutuhan nutrisi lainnya juga harus dipenuhi untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan udang windu secara optimal.

Kebutuhan protein udang windu yang lebih tinggi dibandingkan dengan ternak darat dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

Sifat Makanan: Udang windu adalah hewan omnivora, yang berarti mereka mengkonsumsi berbagai jenis makanan, termasuk plankton, detritus, dan hewan kecil.

Makanan alami udang windu umumnya mengandung jumlah protein yang lebih tinggi daripada makanan ternak darat seperti rumput atau biji-bijian. Oleh karena itu, kebutuhan protein udang windu lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

2. Dalam membuat formulasi ransum untuk udang windu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

 Kebutuhan nutrisi udang windu: Perhatikan kebutuhan nutrisi utama seperti protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral yang diperlukan oleh udang windu dalam tahap pertumbuhan tertentu. Informasi ini dapat ditemukan melalui penelitian dan studi terkait.

 Sumber protein: Pilih sumber protein yang tepat untuk ransum udang windu.

Biasanya, protein hewani seperti ikan, udang, atau sisa produk perikanan digunakan. Protein nabati seperti dedak padi, bungkil kedelai, dan tepung ikan juga bisa menjadi pilihan.

(2)

 Kualitas bahan pakan: Pastikan bahan pakan yang digunakan memiliki kualitas yang baik, bebas dari kontaminan dan penyakit. Pilih bahan pakan dengan tingkat pencernaan yang baik untuk udang windu.

 Rasio pakan: Tentukan rasio pakan yang tepat untuk udang windu berdasarkan tahap pertumbuhannya. Pemberian pakan yang berlebihan atau tidak mencukupi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan udang.

 Penggunaan suplemen pakan: Jika diperlukan, pertimbangkan penggunaan suplemen pakan seperti vitamin, mineral, atau probiotik untuk meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan udang windu.

 Manajemen pakan: Selain formulasi pakan, perhatikan juga manajemen pakan yang baik, seperti frekuensi pemberian pakan, jumlah pakan yang tepat, dan pemantauan kualitas air. Pastikan udang mendapatkan pakan yang cukup dan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhannya.

3. Kendala budidaya udang windu

 Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem dapat menjadi penyebab utama terjadinya kegagalan panen bagi Petambak udang. Bayangkan udang yang hidup pada suhu 25°C-30°C tiba-tiba datang musim kemarau sehingga suhu dapat meningkat menjadi di atas 35°C.

Atau datang musim dingin yang menyebabkan suhu menurun drastis. Hal ini akan mengakibatkan penurunan sistem imun tubuh dari udang. Selain itu, masalah ini dapat mengakibatkan perubahan kemampuan sekresi udang secara alami.

Hasilnya kemampuan udang untuk mencerna makanan akan menurun. Dan berdampak pada lambatnya pertumbuhan udang. Lebih parah lagi apabila terjadi banjir di area budidaya. Udang yang Bapak/Ibu budidayakan dapat terseret oleh banjir. Maka dari itu penting untuk melakukan pemilihan lokasi budidaya. Jangan sampai Bapak/Ibu salah memilih tempat yang sering banjir untuk lokasi budidaya.

 Perawatan yang Buruk

Perawatan yang kurang baik dapat menjadi salah satu penyebab dari gagal panen udang tambak. Ada beberapa perawatan yang harus Bapak/Ibu lakukan seperti memberi pakan secara teratur dan pengontrolan kualitas air dari tambak udang.

(3)

Kontrol kualitas air sangat penting dilakukan karena udang sangat peka terhadap kondisi lingkungannya. Pada kondisi air yang kotor, udang dapat kekurangan oksigen dan keracunan. Jadi pastikan Bapak/Ibu rutin mengganti air kolam budidaya. memberikan pakan secara teratur agar udang budidaya dapat memperoleh nutrisinya secara penuh. Kelebihan pakan juga tidak baik karena dapat tidak termakan oleh udang dan menumpuk di dasar kolam.

 Udang Terserang Penyakit

Beberapa jenis penyakit pada udang dapat mengakibatkan kematian sampai 100%. Jadi Bapak/Ibu harus mampu mengidentifikasi jika terjadi serangan penyakit pada udang. Salah satu wabah penyakit yang berbahaya bagi udang yaitu wabah penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) dan Early Mortality Syndrome (EMS). Kedua jenis penyakit ini telah menjadi keresahan bagi Petambak udang di Indonesia.

EMS dapat menyebabkan kematian pada benih udang karena bakteri vibrio yang penyakitnya disebut vibriosis. Bakteri vibrio ini banyak ditemukan di tempat penetasan udang. Contohnya pada post larva benur, air bak benur dan induk, serta pakan alami.

4. Untuk menghitung jumlah ransum yang diberikan pada udang selama 1 minggu, kita perlu menghitung jumlah udang dalam tambak terlebih dahulu. Dalam kasus ini, luas tambaknya adalah 1 hektar, yang setara dengan 10.000 meter persegi.

Jumlah udang dalam tambak = luas tambak (meter persegi) × kepadatan udang (ekor/meter persegi) Jumlah udang dalam tambak = 10.000 × 10 = 100.000 ekor

Selanjutnya, kita perlu menghitung jumlah ransum yang diberikan pada udang per minggu. Feeding rate atau tingkat pemberian ransum adalah 3% dari berat udang. Rata- rata berat udang adalah 50 gram per ekor.

Jumlah ransum per minggu = jumlah udang dalam tambak × feeding rate Jumlah ransum per minggu = 100.000 × (3/100) × 50 gram = 150.000 gram

Jadi, pada udang dalam tambak seluas 1 hektar dengan kepadatan 10 ekor per meter persegi, ransum yang diberikan selama 1 minggu adalah sekitar 150.000 gram.

Referensi

Dokumen terkait

PERSEN BOBOT BIOMASSA TERHADAP PERTUMBUHAN PASCALARVA UDANG. WINDU (Penaeus monodon Fab.) PADA PADAT PENEBARAN AWAL

Selain itu, berdasarkan data pada Tabel 2, udang putih yang diberi pakan E memiliki pertumbuhan relatif, konversi pakan, retensi protein, retensi lemak, kecernaan total dan

Ayam broiler merupakan salah satu alternatif yang dipilih dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein hewani karena ayam broiler memiliki pertumbuhan dan bobot badan yang sangat

Adapun judul skripsi yang saya ajukan adalah “Identifikasi Gen Penyandi Viral Protein 26 (VP26) White Spot Syndrome Virus Pada Udang Windu Di Kabupaten Maros Kecamatan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kitosan pada pakan komersial terhadap laju pertumbuhan spesifik dan retensi protein udang

Ayam pedaging merupakan salah satu alternatif yang dipilih dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein hewani karena ayam broiler memiliki pertumbuhan dan pertambahan berat badan

Berdasarkan data-data perhitungan dalam penelitian ini diperoleh kebutuhan protein untuk pertumbuhan pada ayam kampung umur 10-20 minggu adalah: 0,33 g protein setiap 1 g

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kebutuhan protein untuk hidup pokok dan pertumbuhan pada napu sehingga akan memudahkan menyusun kandungan protein