• Tidak ada hasil yang ditemukan

KECAMATAN MARIORIAWA )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KECAMATAN MARIORIAWA ) "

Copied!
112
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Berdasarkan aspek-aspek pokok yang akan dianalisis, maka permasalahan pokok dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Apa dampak sosial ekonomi dari pemerataan subsidi pangan beras kepada masyarakat miskin di Kabupaten Soppeng (khususnya Kecamatan Marioriawa). Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ditetapkan untuk mengetahui dampak sosial ekonomi yang terjadi dalam Program Penyaluran Subsidi Pangan Beras kepada Masyarakat Miskin (Raskin) di Kabupaten Soppeng (khususnya Kecamatan Marioriawa).

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Kemiskinan

Secara garis besar penduduk suatu negara terbagi menjadi dua, yaitu pekerja dan bukan pekerja. Jadi setiap orang atau penduduk 10 tahun digolongkan sebagai angkatan kerja, selebihnya bukan pekerja dan selanjutnya dapat dimasukkan dalam kategori beban ketergantungan. Angkatan kerja juga diseleksi menjadi dua golongan yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. memaksa. Yang termasuk dalam angkatan kerja adalah pekerja atau penduduk usia kerja yang bekerja atau mempunyai pekerjaan tetapi menganggur sementara, dan sedang mencari pekerjaan.

Yang dimaksud dengan angkatan kerja bukan angkatan kerja adalah pekerja usia kerja yang tidak sedang bekerja, tidak mempunyai pekerjaan, dan tidak sedang mencari pekerjaan, yaitu orang-orang yang kegiatannya meliputi bersekolah, mengurus rumah tangga, dan lain-lain. sebagai orang yang menerima penghasilan atas pekerjaannya, tetapi bukan imbalan langsung. Rendahnya kualitas penduduk juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kemiskinan di suatu negara karena rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan angkatan kerja. Untuk pembangunan ekonomi khususnya industri, jelas dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja yang bisa membaca dan menulis.

Pemerataan

Tak heran, pemerintah akan terus berupaya memaksimalkan program Raskin pada tahun depan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat. Tujuan dari program Raskin adalah untuk mengurangi beban rumah tangga miskin melalui pemenuhan kebutuhan pangan pokok berupa beras.Tujuan dari program Raskin tahun 2016 adalah untuk mengurangi beban pengeluaran sebesar 15,6 juta. Dengan adanya penelitian ini kami ingin mengetahui ruang lingkup pelaksanaan program Raskin serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program Raskin.

Penelitian Panjaya (2011:6), berjudul “Evaluasi Penyelenggaraan Program Raskin di Kota Semarang (Studi Kasus: Kecamatan Padurungan Kidul)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas data rumah tangga sasaran, mengetahui respon masyarakat terhadap program Raskin, mengetahui ketepatan pelaksanaan program Raskin, dan mengetahui hambatan penerimaan yang dihadapi dalam pelaksanaan program Raskin. Penelitian Bungkaes berjudul “Hubungan Efektivitas Pengelolaan Program Raskin Dengan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Mamahan Kecamatan Gemeh Kabupaten Kepulauan Talaud”.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pengelolaan program Raskin dan tingkat kesejahteraan masyarakat serta menganalisis apakah tingkat kesejahteraan masyarakat juga ditentukan oleh efektivitas pengelolaan program Raskin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan program Raskin belum tercapai secara optimal, sedangkan tingkat kesejahteraannya masih belum optimal. Dan terdapat perbedaan tingkat kesejahteraan RTM antara sebelum dan sesudah pelaksanaan program Raskin, dimana tingkat kesejahteraan RTM penerima program Raskin jauh lebih baik/lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kesejahteraan RTM sebelum manfaat diterima. program Raskin.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan nyata antara efektivitas pengelolaan program Raskin dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Tesis Yossy Herma Panjaya, mahasiswa Universitas Diponegoro, Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan, tahun 2011 berjudul “Evaluasi Penyelenggaraan Program Raskin di Kota Semarang (Studi Kasus di Kecamatan Pedurungan Kidul).” Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase untuk variabel keabsahan data Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Pedurungan Kidul termasuk dalam kriteria sedang karena terdapat kesesuaian antara data Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Pedurungan Kidul dengan keadaan Rumah Tangga Miskin yang sebenarnya. Tingkat efektivitas program Raskin termasuk dalam kriteria baik karena jumlah beras yang disalurkan kepada rumah tangga miskin di Kecamatan Pedurungan Kidul selama ini telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu 10-15 kg per rumah tangga miskin per bulan.

Sedangkan pada variabel Sumbangan Program Raskin termasuk dalam kriteria sedang, faktanya bantuan beras Raskin yang disalurkan kepada keluarga miskin di Kecamatan Pedurungan Kidul cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga miskin selama satu bulan.

Kerangka Konsep

Hipotesis

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Jenis Data
  • Instrumen Penelitian
    • Observasi
    • Wawancara
  • Populasi Dan Sampel
  • Teknik Analisis Data

Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat penerima Raskin di Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng yaitu 153 KK. Responden yang dipilih adalah 46 orang penerima Raskin dari 153 penerima Raskin yang ada di Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng. Hal ini menunjukkan bahwa penerima Raskin secara umum di Kecamatan Mariariawa lebih besar kemungkinannya berstatus menikah dibandingkan belum menikah.

Dari tabel diatas terlihat dari 46 responden, penerima Raskin umumnya adalah orang Bugis yaitu 44 responden (95,65%) dan sisanya adalah orang Jawa yaitu 2 responden (4,35%). Dari tabel di atas dengan jumlah 46 responden terlihat bahwa penerima Raskin sebanyak 21 responden (45,65%) yang sumber pendapatan utamanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Untuk mengetahui berapa lama penerima Raskin menerima Raskin, lihat tabel di bawah ini.

Dari Tabel 2 di atas terlihat bahwa dari 46 responden, terdapat 29 responden (63,04%) penerima Raskin belum pernah mempunyai uang untuk membeli Raskin dan 17 responden (36,96%) belum pernah, hal ini menunjukkan bahwa hampir sebagian penerima Raskin masih mengalami kesulitan. mendapatkan uang untuk membeli Raskin. Pada tabel di atas dari 46 responden terlihat bahwa 41 responden (89,13%) menyatakan tidak meningkat, 5 responden (10,87%) menyatakan meningkat, hal ini menunjukkan bahwa program Raskin yang diberikan kepada masyarakat miskin tidak meningkatkan standar kesejahteraan. penghidupan penerima Raskin di Kelurahan Mariariawa Kabupaten Soppeng karena selama ini pendapatan yang mereka peroleh hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan, namun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang dan papan. Tabel di atas menunjukkan bahwa 40 responden (86,95%) tidak pernah mengalami kecemburuan sosial terhadap masyarakat yang tidak menerima Raskin, dan 6 responden (23,05%) pernah mengalaminya. Hal ini menunjukkan bahwa Raskin tidak menimbulkan kecemburuan yang berarti dari masyarakat yang bukan Raskin. penerima.

Tabel 46 responden di atas menunjukkan bahwa 44 responden (95,65%) menyatakan keluarga penerima Raskin tidak keberatan dikategorikan sebagai penerima Raskin, 2 responden (4,35%) menyatakan keberatan. penerima Raskin tidak keberatan jika keluarganya digolongkan sebagai penerima Raskin. Dari tabel di atas, terdapat 46 responden yang menunjukkan bahwa (100%) penerima Raskin menyatakan akan tetap mengambilnya jika masih ada persediaan beras di rumah. Hal ini membuktikan betapa pentingnya bantuan Raskin bagi masyarakat penerima Raskin. Dampak lain dari penyaluran Raskin adalah dampak sosial budaya, dimana Raskin ternyata tidak berpengaruh terhadap kondisi sosial budaya penerima Raskin di Kecamatan Marioriawa.

Pemerintah sebaiknya memperbanyak jumlah Raskin yang diberikan kepada masyarakat penerima Raskin, khususnya di Kecamatan Marioriawa, agar masyarakat penerima Raskin bisa lebih sejahtera dari sebelumnya.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah singkat Kecamatan Marioriawa

Kecamatan Marioriawa merupakan salah satu kecamatan yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Soppeng, dimana kita tahu bahwa Kabupaten Soppeng terkenal dengan hewan khas daerahnya yaitu kelelawar. Sebagai pusat pemerintahan kecamatan, sebagian besar lahan di Kecamatan Marioriawa dimanfaatkan warga untuk pertanian, hortikultura, dan peternakan. Iklim Kabupaten Mariariawa sama seperti kecamatan lainnya di Indonesia, beriklim tropis dengan dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Komposisi penduduk dapat diketahui dari rasio gender berbagai kecamatan di Kabupaten Soppeng. Dari tabel di atas terlihat bahwa jumlah penduduk laki-laki dan perempuan hampir sama meskipun jumlah penduduk laki-laki lebih banyak. Jika Dumont menitikberatkan perhatiannya pada faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, maka Durkheim menitikberatkan perhatiannya pada kondisi-kondisi akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Dikatakannya, pada suatu daerah yang kepadatan penduduknya tinggi akibat tingginya laju pertumbuhan penduduk, maka akan terjadi persaingan antar penduduk untuk bertahan hidup.

Hasil penelitian

  • Sarana Pendidikan
  • Sarana Kesehatan
  • Identitas Responden

Berdasarkan judul penulisan, penulis dalam melakukan penelitian memilih responden yaitu masyarakat penerima Raskin di Kecamatan Marioriawa yang dipilih secara acak atau simple random sampling. Secara keseluruhan usia sangat menentukan pengetahuan dan sikap penerima Raskin di Kecamatan Mariariawa Kabupaten Soppeng. Tentu saja, seiring bertambahnya usia, pengalaman dan pengetahuan mereka akan meningkat. Dari tabel 64 responden di atas terlihat bahwa (82,60%) atau 33 responden menerima Raskin dari masukan Ketua RT/RW penerima Raskin yang didaftarkan oleh pegawai kecamatan, semuanya diambil dari data masyarakat.

Dari tabel di atas terlihat bahwa dari 46 responden, sebagian besar penerima Raskin sudah mengetahui persyaratan penerima Raskin yaitu 42 responden (91,30%), sedangkan 4 responden (8,70%) belum mengetahui. Dari tabel diatas terlihat 46 responden (100%) penerima Raskin menerima jumlah Raskin setiap bulan sesuai ketentuan yaitu 15 kg/KK, jumlah Raskin yang diperoleh setiap bulan sesuai dengan nasional. standar. Dari tabel di atas terlihat bahwa penerima Raskin sebanyak 42 responden (91,30%) mempunyai rumah berbentuk rumah panggung dan 4 responden (8,70%) merupakan rumah seni permanen, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penerima Raskin mempunyai rumah. Rata-rata rumah di Kecamatan Mariariawa berbentuk rumah panggung, yaitu rumah kayu yang menggunakan beberapa tiang sebagai penyangganya.

Kualitas Raskin yang akan diberikan oleh penerima Raskin pada dasarnya harus layak dikonsumsi seperti halnya beras yang dikonsumsi pada umumnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari petugas kecamatan, Raskin gratis terkadang diberikan kepada penerima Raskin yang memang tidak mempunyai uang untuk membeli Raskin. Dari tabel diatas terlihat 36 responden (100%) menjawab tidak bisa santai dalam bekerja, hal ini menunjukkan bahwa program Raskin tidak mempengaruhi intensitas kerja masyarakat penerima Raskin dalam artian masyarakat penerima tetap bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan. . kebutuhan - kebutuhan mereka.

Namun ada sedikit kejanggalan, menurut informasi yang diperoleh dari petugas kecamatan, ada beberapa penerima Raskin yang menjual kembali berasnya kepada orang lain.

Analisis Dan Interprestasi ( Pembahasan )

  • Tanggapan Responden Mengenai Raskin
  • Keadaan Ekonomi Responden
  • Hambatan dalam penyaluran
  • Dampak Sosial Pembagian Raskin Terhadap Responden
  • Distribusi Raskin

PENUTUP

Saran

Kabupaten Mariariawa sebaiknya membentuk forum khusus untuk menampung segala bentuk keluhan masyarakat Kecamatan Marioriawa mengenai kurang memuaskannya pelaksanaan penyaluran Raskin. Sebab, aspirasi dan keluhan masyarakat menjadi salah satu pedoman perubahan melalui evaluasi pelaksanaan program Raskin di setiap daerah, termasuk Kabupaten Marioriawa. Bungkaes, 2013 dengan “Hubungan efektivitas pengelolaan program Raskin dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Mamahan Kecamatan Gemeh Kabupaten Kepulauan Talaud.

Musawa 2009, l “Studi Penyelenggaraan Program Beras Miskin (RASKIN) di Kelurahan Gajahmungkur Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang Panjaya Tahun 2011” Evaluasi Penyelenggaraan Program Raskin di Kota Semarang. Bagaimana pendapat Anda mengenai adanya sosialisasi untuk menginformasikan kepada sasaran RTM penerima program tentang keberadaan program Raskin? Dalam perencanaan dan pelaksanaan program Raskin, pemerintah meyakini bahwa masyarakat harus terlibat aktif dalam mengikuti musyawarah kecamatan.

Apakah aparat pemerintah/tim pelaksana program pernah memberikan penyuluhan/sosialisasi mengenai program Raskin?

Gambar

Tabel 4.18  Distribusi Responden Berdasarkan Pernah Tidaknya

Referensi

Dokumen terkait

Sumber : Data diolah, 2016. Dari tabel 4.6 dapat diketahui bahwa gambaran frekuensi kecepatan jalan kategori normal 41 responden dan kategori tidak normal 31 responden..

Sedangkan dari 46 responden yang tidak memiliki asuransi kesehatan sebanyak 9 responden (19.6%) dengan kategori cukup dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan dan

Berdasarkan jawaban responden, dapat disimpulkan bahwa 7 orang responden (46%) mengatakan tema dalam cerpen “ Koroshiya Desunoyo ” mudah untuk diketahui karena percakapan

Berdasarkan hasil penelitian terdapat perilaku remaja yang tidak melakukan pernikahan dini dalam kategori responden pada remaja tengah (13-15 tahun) sebanyak 13 responden

Dilihat dari responden yang tahu tentang gejala- gejala malaria, didapatkan bahwa sebagian besar mengatakan tidak tahu 65,8% mengatakan tidak tahu dan dari hasil

Sumber Data: Diolah dari Data Primer, 2014 Dari hasil kuisioner yang diberikan kepada responden berkaitan dengan berpartisipasi pada tahap perencanaan pem- bangunan

Data primer diolah 2018 Berdasarkan tabel 5.14 diatas dapat dilihat bahwa, tanggapan responden mengenai masalah ketika dialami oleh pelanggan pada Toko Giant Kota Makassar paling

Persentase Responden Berdasarkan Rata-Rata Mengkonsumsi Kopi Jenis Robusta dalam Satu Minggu Sumber: Data Primer diolah, 2022 Berdasarkan Tabel 9.. dapat diketahui 39 responden