7
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Sistem
Menurut Hutaehan (2015:13) konsep dasar sistem adalah “Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan”.
2.1.1. Pengertian Sistem
Menurut Anharudin & Nurdin (2018:117) “Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan”.
Sedangkan menurut Hutahaen (2015:2) mengemukakan bahwa “sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur - prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran yang tertentu”.
Dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan kumpulan dari elemen atau komponen atau prosedur yang berada dalam satu kesatuan dan bekerja sama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
2.1.2. Penegertian Sistem Informasi
Menurut Patma, Maskan, & Utaminingsih (2018:8) mengemukakan bahwa “Sistem informasi adalah kesatuan elemen yang saling berinteraksi secara sistematis untuk mendistribusikan data, memproses data, menyimpan data, serta mendistribusikan informasi guna mendukung pembuatan keputusan dan melakukan kontrol terhadap jalannya suatu organisasi”.
Menurut Hutahaen (2015:13) menyimpulkan bahwa, “sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat menejerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang1 dibutuhkan”.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang dapat mendukung beberapa aspek yang dapat membantu dalam kegiatan suatu organisasi atau manusia itu sendiri.
2.1.3. Pengertian Informasi
Menurut Djahir dan Dewi (2015:10) “informasi merupakan pengetahuan tentang sistem informasi yang diciptakan oleh para analis dan manajer guna melaksanakan tugas khusus tertentu yang sangat esensial bagi berfungsinya organisasi”.
Menurut Krismaji (2015:14) “informasi adalah data yang telah diorganisasi dan telah memiliki kegunaan dan manfaat”.
dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan. Sebagaimana perannya, pengguna membuat keputusan yang lebih baik sebagai kuantitas dan kualitas dari peningkatan informasi”.
Berdasarkan pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian informasi adalah data yang diolah agar bermanfaat dalam pengambilan keputusan bagi penggunanya.
2.1.4. Pengembangan Perangkat Lunak
Metode pengembangan perangkat lunak dijadikan sebagai disiplin ilmu untuk mengembangkan/merancang sebuah sistem. Model air terjun (waterfall) merupakan salah satu model dari model pengembangan perangkat lunak. Model waterfall ini sangat cocok untuk sistem yang jarang berubah.
Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung (support) Sukamto & Shalahuddin (2015:28)
Menurut Muharto dan Ambarita dalam Rianti (2018:14), metode waterfall merupakan “metode ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing/verification, dan maintenance”.
Berikut adalah gambar model waterfall:
Sumber : Sukamto & Shalahuddin (2015:28)
Gambar II.1. Model Waterfall Tahapan dari model waterfall dijelaskan sebagai berikut:
1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara insentif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.
2. Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.
3. Pembuatan Kode Program
Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.
4. Pengujian
Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi logic dan fungsional serta memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.
5. Pendukung (support) atau Pemeliharaan (maintenance)
Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.
2.1.5. Pengertian Website
Menurut Abdulloh (2018b:1) “website adalah kumpulan halaman yang berisi informasi data digital baik berupa teks, gambar, animasi, suara, dan vidio atau gabungan dari semuanya yang disediakan melalui jalur koneksi internet sehingga
tabel 1 Basis Data tabel 2 ………… …. tabel n
dapat diakses dan dilihat oleh semua orang diseluruh dunia”. Sedangkan menurut Rerung (2018:1) “website adalah jaringan komputer yang terdiri dari kumpulan situs internet yang menawarkan teks dan grafik dan suara dan sumber daya animasi melalui
hypertext transfer protokol”.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa
website adalah halaman situs internet yang berisikan informasi data digital baik
berupa teks, gambar, animasi, suara, dan vidio atau gabungan dari semuanya.
2.1.6. Database
Menurut Yudha dan Adi Prasetyo (2018:13) mengatakan bahwa “Basis data (database) adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer yang dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi”.
Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:43) mengemukakan bahwa “Basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan”.
Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2016:44)
Gambar II.2. Ilustrasi Basis Data 2.1.7. Hyper Text Markup Language (HTML)
Menurut Tim EMS (2016:2) “HTML adalah singkatan dari Hypertext Markup
Language, Bahasa pemrograman ini terdiri dari tag dan aturan-aturan yang
memungkinkan anda membuat dokumen hypertext. Halaman web adalah dokumen
hypertext”.
Sedangkan menurut Winarno dkk (2015:28) “HTML adalah bahasa yang mengatur bagaimana tampilan isi dari situs web”. Di dalam HTML ada tag- tag dimana
tag berfungsi menyediakan informasi berkaitan dengan sifat dan struktur konten serta
referensi untuk gambar dan media lainnya.
2.1.8. XAMPP
Menurut Ardhana (2017:1) “XAMPP adalah perangkat lunak gratis yang bebas digunakan, XAMPP berfungsi sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri dari Apache HTTP Server, MySQL database dan Perl”.
Menurut Yudhanto dan Adi Prasetyo (2018:14) “Xampp adalah aplikasi program aplikasi gratis terfavorit di kalangan developer/programmer yang berguna untuk pengembangan website berbasis PHP dan MySQL” .
Menurut Abdulloh (2016:7) “Xampp adalah salah satu paket installer yang berisi Apache yang merupakan web server tempat menyimpan file-file yang diperlukan
MySQL”.
2.1.9. PHP
Menurut Yudhanto dan Helmi Adi Prasetia (2018:7) “PHP atau Hypertext
Preprocessor adalah bahasa pemograman script server side yang sengaja dirancang
lebih cenderung untuk membuat dan mengembangkan web”.
Menurut Raharjo (2015:267) “PHP adalah bahasa script yang sangat populer digunakan untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi web, meskipun sebenarmya PHP juga dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi dekstop, baik consule maupun yang berbasis GUI”.
2.1.10. PhpMyAdmin
Menurut Abdulloh (2016:4) “PhpMyadmin merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan untuk membuat database MySQL sebagai tempat untuk menyimpan data-data website. Biasanya sudah disediakan dalam aplikasi Xampp”.
Menurut Hikmah (2015:2) “PhpMyAdmin merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat database, pengguna (user), memodifikasi tabel, maupun mengirim database secara cepat dan mudah tanpa harus menggunakan perintah (command) SQL”.
Menurut Yudhanto dan Helmi Adi Prasetyo (2018:15) “PhpMyadmin adalah aplikasi web untuk mengelola database MySQL dan database MariaDB dengan mudah melalui antarmuka (interface) grafis”.
Menurut pengertian diatas penulis menyimpulkan, “PhpMyadmin merupakan perangkat lunak bebas yang ditulis menggunakan bahasa pemograman PHP yang digunakan untuk membuat database MySQL.”
2.1.11. MySQL
Menurut Hidayatullah dan Jauhari (2015:180) “MySQL adalah salah satu aplikasi DBMS yang sudah banyak oleh para pemrogram aplikasi web. Contoh DBMS lainnya adalah : PostgreSQL (freeware), SQL server, MS Access dari Microsoft, DB2 dari IBM, Oracle dan Oracle Corp, Dbase, Foxpro, dsb”.
Menurut Raharjo (2015:16) “MySQL merupakan software RDBMS yang dapat mengelola database dengan sangat cepat, dapat menampung data dalam jumlah yang sangat besar, dapat diakses oleh banyak user (multi-user), dan dapat melakukan suatu proses secara sinkron atau berbarengan (multi-threaded)”.
Menurut Yudhanto dan Adi Prasetyo (2018:13) “MySQL yang merupakan singkatan dari My Stuctured Query Language adalah program yang berjalan sebagai
server yang menyediakan multi-user, mengakses ke sejumlah database baik multithread maupun multi-user”.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa MySQL adalah aplikasi DBMS yang menjalankan fungsi pengolahan data untuk membangun sebuah aplikasi web.
Berikut beberapa jurnal penelitian yang digunakan oleh penulis :
1. Jurnal penelitian Vol. 8 No. 2 (2018) yang disusun oleh Sri Rahayu, Gilang Kartika Hanum Ramadhan dan Khairun Nisa Nabila yang berjudul “Merancang Sistem
Informasi Pendaftaran Nikah Pada KUA dengan Object Oriented Methodology”. Dalam jurnal tersebut peneliti merancang sebuah sistem pendaftaran persyaratan nikah yang berbasis web yang bertujuan mempermudah calon mempelai dalam proses pendaftaran dan staff KUA dalam memproses pendaftaran persyaratan nikah. Dalam penelitian ini menggunakan UML (Unified Modeling Language) yang menspesifikasikan objek-objek apa saja yang diperlukan dalam merangcang sistem usulan.
2. Jurnal Penelitian Vol.2, No 2 (2016) yang disusun oleh Givo Almuttaqin yang berjudul “Sistem Informasi Pendaftaran Pernikahan Berbasis Online Menggunakan Metode Waterfall (Studi Kasus: Kantor Urusan Agama Kecamatan Mandau-Duri)”. Dalam penelitian tersebut peneliti mendapatkan informasi bahwa petugas KUA mengalami kendala dalam memproses data-data pernikahan secara cepat sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam proses pelaporan pernikahan. Oleh karena itu peneliti mengusulkan sistem informasi pendaftaran nikah. Dengan metode waterfall dengan menggunakan teknik pemrograman berorientasi objek, yaitu UML (Unified Modeling Language).
3. Jurnal Penelitian Vol.3, No 1 (2015) yang disusun Lukman Nurhakim dan Rusydi Umar yang berjudul “Sistem Informasi Penikahan Pada Kantor Urusan Agama (KUA) Di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes”. Penelitian yang dilakukan menghasilkan sebuah sistem informasi berbasis web dengan memanfaatkan Framework CodeIgniter, PHP, dan HTML. Kemudian sistem diuji dengan menggunakan dua metode yaitu Blackbox Testing dan Alpha Test.
dan Mustafa yang berjudul “Sistem Informasi Manajemen Data Pernikahan Pada Kantor Urusan Agama (KUA) Bonegunu”. Peneliti mengusulkan sistem informasi manajemen data pernikahan pada KUA (SIMKUA) dengan memanfaatkan metode waterfall dalam proses penelitiannya. Dengan maksud agar mempermudah pengelolaan data pernikahan, rujuk dan cerai.
5. Jurnal Penelitian Vol. 16 No. 2 (2019) yang disusun oleh Indri Oktaviani dan Asep Deddy Supriatna yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Nikah Berbasis Online Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikelet”. Dalam penelitian ini peneliti menyimpulkan beberapa masalah diantaranya data yang disimpan masih dibukukan sehingga mempersulit dalam proses pencarian data. Dari hasil penelitian tersebut peneliti mengusulkan pembuatan aplikasi yang dapat mempermudah proses pendaftaran menikah hingga pelaporan di KUA Kecamatan Cikelet menjadi lebih cepat. Dalam pembuatannya menggunakan metodologi berorientasi objek dengan pendeketan Unified Approach dari Ali Bahrami dan
Unified Modeling Language sebagai standar pemodelanannya.
2.2. Teori Pendukung
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:53) “ERD adalah bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data relasional. Jika menggunakan OODMBS maka perancangan ERD tidak perlu dilakukan”. Menurut Mulyani (2016:100) “ERD adalah tools yang digunakan untuk memodelkan struktur data dengan
menggambarkan entitas dan hubungan antara entitas (relationship) secara abstrak
(konseptual)”.
Gambar II.3. Contoh Entity Relationship Diagram 2.2.2. Logical Record Structure (LRS)
Menurut Fathansyah dalam Normah (2018:4) “Logical Record Structure adalah model data berdasarkan record yang terdiri dari Model Relasional (Relation Model), Model Hirarkis (Hierarchical Model), dan Model Jaringan (Network Model)”.
Dalam pembuatan Logical Record Structure (LRS) terdapat tiga hal yang dapat mempengaruhi, yaitu:
1. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada satu (one-to-one), maka digabungkan dengan entitas yang lebih kuat (strong entity), atau digabungkan dengan entitas yang memiliki atribut yang lebih sedikit. 2. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada banyak (one-to-many),
maka hubungan relasi atau gabungkan dengan entitas yang tingkat hubungannya banyak.
3. Jika tingkat hubungan (cardinality) banyak pada banyak (many-to-many), maka hubungan relasi tidak akan digabungkan dengan entitas manapun, melainkan menjadi sebuah LRS.
Sumber : Chandra, Yustina dkk (2018:32)
Gambar II.4. Contoh Logical Record Structure
2.2.3. Uniffied Modeling Language (UML)
Menurut Mulyani (2016:244) “UML adalah sebuah bahasa pemodelan grafis yang digunakan sebagai standar untuk memodelkan sistem dengan metodologi pemodelan berorientasi objek”.
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:137) bahwa “UML (Unified
Modelling Language) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan dunia
industri untuk mendefenisikan requirement, membuat analisis & desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemograman berorientasi objek.”
a. Use case Diagram
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:155) “use case diagram adalah : use
case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan
sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan
siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu”.
Gambar II.5. Contoh Use Case Diagram
b. Activity Diagram
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:161) Diagram aktiviti atau activity
diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah
sistem atau proses bisnis atau menu yang ada dalam perangkat lunak. Activity diagram menggambarkan aktivitas sistem, bukan apa yang dilakukan oleh aktor.
Sumber : Chandra, Yustina dkk (2018:32)
Gambar II.6. Contoh Activity Diagram
c. Sequence Diagram
Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima oleh objek. Untuk menggambarkan diagram sekuen harus mengetahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas. Sukamto & Shalahuddin (2015:165).
Sumber : Sri, Gilang dkk (2019:171)
Gambar II.7. Contoh Sequence Diagram d. Class Diagram
diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas
yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi”.
a. Atribut merupakan variable – variable yang dimiliki oleh suatu kelas. b. Operasi atau metode adalah fungsi – fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas. Kelas – kelas yang ada pada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi – fungsi kebutuhan sistem sehingga membuat perangkat lunak atau programmer
dapat membuat kelas- kelas didalam program sesuai perancangan diagram. Sumber : Sri, Gilang dkk (2019:172)
Gambar II.8. Contoh Class Diagram
2.2.4. Blackbox Testing (Pengujian Kotak Hitam)
Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:275) “Blackbox Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan
kode program”. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat denan kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses
login maka kasus uji yang dibuat adalah :
Tabel II.1.
Contoh Blackbox Testing (Pengujian Kotak Hitam) N
o
TEST CASE HASIL YANG
DIHARAPKAN HASIL PENGUJIAN KET 1 . Username : (Kosong) Password : (Kosong)
Sistem akan menolak akses masuk “username atau password salah” Sesuai yang diharapkan Valid 2 Username : (Admin) Password : (Kosong)
Sistem akan menolak akses masuk “username atau password salah” Sesuai yang diharapkan Valid 3 Username : (Kosong) Password : Admin
Sistem akan menolak akses masuk “username atau password salah” Sesuai yang diharapkan Valid 4 Username : Admin Password : 12345
Sistem akan menolak akses masuk “username atau password salah” Sesuai yang diharapkan Valid 5 Username : Admin Password : Admin
Sistem akan menerima akses masuk dan akan langsung menampilkan halaman administrator Sesuai yang diharapkan Valid