• Tidak ada hasil yang ditemukan

keefektifan metode field trip terhadap kemampuan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "keefektifan metode field trip terhadap kemampuan"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan metode kunjungan lapangan efektif dalam menulis teks cerita pendek untuk siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidaya Bontomanai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode Field Trip terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa metode kunjungan lapangan efektif terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai.

“Field Trip Kemampuan Menulis Teks Cerpen Siswa Kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai.” Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana efektifkah metode kunjungan lapangan digunakan dalam menulis teks cerita pendek untuk siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai. Untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode Field Trip terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai.

Penelitian secara teoritis diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia khususnya kemampuan menyusun teks cerita pendek dengan metode Field Trip. Bagi guru, menjadi masukan untuk menentukan metode pembelajaran menulis teks cerita pendek dengan tepat dan tepat. Bagi sekolah, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan mutu sekolah melalui metode Field Trip pada kemampuan menulis teks cerita pendek bahasa Indonesia kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai.

Maka peneliti berinisiatif untuk melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Metode Field Trip Terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai.” Parkamin (1973) mengemukakan bahwa cerpen dibedakan menjadi dua, yaitu: .. a) Cerpen (cerpen) b). Unsur luar cerpen yang mempengaruhi suatu cerpen adalah latar belakang pengarang atau penulis cerpen.

Kerangka Pikir

Kegiatan penutup, kegiatan mengakhiri karyawisata ini dapat dilakukan pada saat masih berada di lokasi penelitian atau setelah kembali ke sekolah, kegiatannya antara lain: menyuruh siswa melaporkan hasil karyawisata dan membuat rangkuman; mengevaluasi proses dan hasil pekerjaan pariwisata; adalah. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu pelajaran yang harus diselesaikan dalam pendidikan di Indonesia dan juga mempunyai empat keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa yaitu keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan berbahasa terdiri dari 4 aspek yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis 4 keterampilan berbicara ini sangat penting. Sastra merupakan kata pinjaman dari bahasa Sansekerta yaitu shaastra yang berarti teks yang berisi petunjuk atau pedoman.

Menurut Al-Ma'ruf (2010:15), selain novel, puisi, dan drama, cerpen merupakan salah satu gen sastra. Metode kunjungan lapangan merupakan suatu metode pengajaran yang dilakukan atau dilakukan dengan cara mengajak siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk mengunjungi pabrik sepatu atau bengkel.

Karangka piker

Hipotesis Penelitian

H0= Penggunaan metode Field Trip tidak efektif terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai. H1= Penggunaan metode Field Trip efektif terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan tertentu terhadap perlakuan lain dalam kondisi terkendali.

Dalam penelitian ini digunakan desain praeksperimental karena hanya melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen yang dilaksanakan tanpa kelompok pembanding. Penggunaan metode eksperimen ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai.

Variabel dan Desain Penelitian 1. Variable Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ‘One Groups Pretest-Posttest Design’ yaitu desain penelitian yang meliputi pre-test sebelum perlakuan dan post-test setelah perlakuan. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk menilai keefektifan Metode Fiel Trip terhadap kemampuan Kelas Hal pertama yang dilakukan ketika melakukan percobaan dengan desain sampel tunggal adalah melakukan pengujian terhadap sampel yang belum diberi perlakuan yang disebut dengan pre-test (O1).

Setelah memperoleh registrasi waktu, dilakukan perlakuan (X) dengan teknik pelatihan atau penjelasan materi cerita pendek kepada siswa. Jadi populasi dan sampel peneliti ini terdiri dari 17 siswa kelas XL IPA 2 Ma Nurhidayah Bontomanai.

Teknik Pengumpulan Data

Metode observasi yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi partisipan dengan tujuan peneliti terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Teknik ini digunakan untuk mencari data permasalahan yang dihadapi siswa selama proses pembelajaran. Aspek yang diamati dalam proses pembelajaran meliputi perhatian dan motivasi siswa, keaktifan siswa selama proses pembelajaran dan keterampilan guru dalam mengajar dengan metode Field Trip.

Tes hasil belajar digunakan untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode Field Trip terhadap kemampuan siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai dalam menulis teks cerita pendek. Tahap pratindakan dilakukan untuk mengetahui keadaan sebenarnya di lapangan sebelum peneliti melakukan proses penelitian. Observasi ini dilakukan dengan cara wawancara kemudian pemberian tugas yaitu menulis cerita pendek tanpa menggunakan metode Field Trip.

Setelah memberikan tugas, peneliti menilai hasil karya siswa untuk melihat apakah siswa mampu menulis teks cerita pendek. Kemudian memberikan tugas kepada siswa untuk menulis cerita pendek berdasarkan pengalaman karyawisata. Sangat bagus: cerpen dikembangkan secara kreatif, penuh pesan, panjang cerpen lebih dari atau sama dengan 3 halaman.

Sangat Rendah: Cerpen sangat kurang kreatif, kurang mengandung pesan, panjang cerita kurang dari atau sama dengan 1,5 halaman. Berdasarkan pedoman penilaian kemampuan menulis cerpen terlihat bahwa kemampuan menulis cerpen siswa sangat berhasil, berhasil baik, cukup berhasil, kurang berhasil dan tidak berhasil. Siswa yang berprestasi tinggi adalah siswa yang memperoleh nilai 85-100, siswa yang lulus adalah siswa yang memperoleh nilai 75-84, siswa yang lulus berada pada kategori cukup.

Menurut Arikunto, teknik dokumentasi mencari data mengenai hal-hal yang bersifat variabel berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, risalah rapat, catatan, agenda, dan lain sebagainya. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar siswa, foto siswa yang mengerjakannya, dan lembar kerja siswa.

Tabel 1.1 Pedoman Penilaian Menulis Cerpen
Tabel 1.1 Pedoman Penilaian Menulis Cerpen

Teknik Analisis Data

  • Hasil belajar dengan analisis statistik inferensial a. Uji Normalitas (pretest-postest)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode field trip terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai. Mendeskripsikan hasil pretest sebelum menggunakan metode field trip terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai. Hasil pre-test sebelum menggunakan metode field trip terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai.

Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa nilai siswa pada kelas tersebut secara umum baik.Deskripsi hasil post-test setelah menggunakan metode ekskursi terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek Kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai- pelajar. Nilai pretest setelah menggunakan metode Field Trip terhadap kemampuan menulis cerpen siswa Kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai.

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas, rata-rata nilai hasil belajar siswa kelas Nurhidayah Bontomanai setelah menggunakan metode karyawisata dikategorikan sangat tinggi, hal ini ditunjukkan dengan perolehan skor yang berada pada kategori sangat tinggi yaitu 23,43% dari 17 siswa. Hasil perhitungan menggunakan SPSS 22 pada data sebelum penerapan metode field trip menunjukkan jumlah sampel yang valid sebanyak 17, skor rata-rata 60,00, tsp.

Jadi, penggunaan Metode Field Trip efektif untuk kemampuan menulis teks cerita pendek siswa Kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai. Berdasarkan hasil analisis data yang disajikan di atas, dapat dikatakan berkaitan dengan teori yang relevan pada Bab II, dimana tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan Metode Field Trip terhadap kemampuan menulis. teks pendek. teks cerita untuk siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai. Umumnya pembelajaran bahasa Indonesia untuk kelas

Hasil penelitian menunjukkan terdapat efektivitas positif metode karyawisata terhadap kemampuan menulis cerpen siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai. Data hasil belajar menulis teks cerita pendek siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai setelah menggunakan metode field trip untuk mencari nilai rata-rata (mean) posttest. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada BAB IV dapat disimpulkan bahwa metode study tour terhadap kemampuan menulis teks cerita pendek siswa kelas XI IPA 2 MA Nurhidayah Bontomanai terbukti memberikan dampak terhadap proses pembelajaran. menulis cerita pendek. teks cerita.

Dengan demikian, hasil belajar bahasa Indonesia setelah menggunakan metode field trip mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan sebelum menggunakan metode field trip. Efektivitas Metode Field Trip Terhadap Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 2 Jeneponto.

Tabel 2.1 Perhitungan Untuk Mencari Mean (Rata-Rata) Nilai Pretest
Tabel 2.1 Perhitungan Untuk Mencari Mean (Rata-Rata) Nilai Pretest

Gambar

Tabel 1.1 Pedoman Penilaian Menulis Cerpen
Tabel 2.1 Perhitungan Untuk Mencari Mean (Rata-Rata) Nilai Pretest
Tabel 2.2 Tingkat Penguasaan Materi Pretest  No.  Interval  Frekuensi  Persentase
Tabel 2.3 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Bahasa Indonesia  Skor  Kategorisasi  Frekuensi  Persentase (%)
+4

Referensi

Dokumen terkait

Analisis data yang digunakan adalah spesies hasil observasi yang ditemukan dicari terlebih dahulu taksonominya kemudian diidentifikasi morfologi dari setiap spesies dan