• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegagalan Struktur Akibat Gaya

N/A
N/A
039@ I Komang Dalem Sujendra

Academic year: 2025

Membagikan " Kegagalan Struktur Akibat Gaya"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS DASAR STATIKA

“KASUS BANGUNAN YANG MENGALAMI KEGAGALAN STRUKTUR ATAU ROBOH AKIBAT PENGARUH GAYA”

Oleh :

Nama : I Komang Dalem Sujendra NIM : 2305521039

(2)

1. Pendahuluan

Gambar 1.1. Gedung Rana Plaza Sumber : The Pitt News

Rana Plaza adalah gedung komersial berlantai delapan yang terletak di Savar, dekat ibu kota Dhaka, Bangladesh. Dibangun pada tahun 2006, bangunan ini awalnya dirancang untuk menampung berbagai fungsi komersial, termasuk perkantoran, toko- toko ritel, dan beberapa fasilitas lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, fungsi bangunan ini berkembang, dengan sebagian besar ruangnya digunakan oleh beberapa pabrik garmen yang memproduksi pakaian untuk merek-merek terkenal di pasar global.

Bangunan ini terletak di kawasan industri yang padat di mana pabrik-pabrik garmen menjadi pusat kegiatan ekonomi, dan Bangladesh sendiri merupakan salah satu eksportir terbesar pakaian jadi di dunia. Rana Plaza menjadi penting karena menjadi tempat kerja bagi ribuan pekerja garmen yang berperan dalam rantai pasokan global industri pakaian.

Sebagai bangunan multifungsi, Rana Plaza menampung berbagai aktivitas industri dan perdagangan. Di dalam gedung tersebut, selain pabrik garmen, terdapat juga toko-toko ritel di lantai dasar, yang melayani kebutuhan masyarakat lokal.

2. Analisa Kegagalan Struktur

(3)

Gambar 2.1. Gedung Rana Plaza runtuh Sumber : Express.co.uk

2.1 Struktur dan Detail

Bangunan Rana Plaza merupakan gedung bertingkat delapan yang dibangun menggunakan konstruksi beton bertulang. Konstruksi ini mencakup:

Kolom dan balok beton bertulang yang menjadi struktur utama penahan beban. Kolom dirancang untuk menopang balok horizontal yang mendistribusikan beban dari lantai atas ke pondasi.

Lantai beton bertulang, yang harus mendistribusikan beban ke kolom, mencakup beban mati (berat sendiri bangunan) dan beban hidup (aktivitas manusia dan mesin).

Pondasi yang terletak di tanah rawa yang direklamasi, tidak ideal untuk mendukung struktur bertingkat tinggi.

Gambar 2.1.1. Struktur Kolom dan Balok Gedung Rana Plaza tahun

2006.

Sumber : Fascinating Horor

Gambar 2.1.2. Struktur Kolom dan Balok Gedung Rana Plaza tahun

2013.

Sumber : Fascinating Horor

(4)

Namun, penambahan lantai secara ilegal dan modifikasi struktural menyebabkan sistem konstruksi tidak stabil. Beban yang lebih besar dari kapasitas desain ditopang oleh struktur yang tidak dirancang untuk menahan tekanan yang demikian berat.

2.2 Analisa berdasarkan hukum kesetimbangan

Hukum kesetimbangan dalam struktur menyatakan bahwa sebuah bangunan harus memiliki gaya yang seimbang di semua bagiannya agar tetap stabil. Ada tiga hukum dasar yang harus dipenuhi:

ΣFx = 0: Gaya horizontal harus seimbang.

ΣFy = 0: Gaya vertikal harus seimbang.

ΣM = 0: Momen (gaya yang menyebabkan putaran) harus seimbang.

Dalam kasus Rana Plaza, terdapat beberapa ketidakseimbangan:

Gambar 2.2.1 Sketsa alur beban pada Rana Plaza Sumber : Dokumentasi Pribadi

Ketidakseimbangan gaya vertikal: Penambahan lantai dan penggunaan mesin berat menyebabkan gaya vertikal yang sangat besar melebihi kapasitas kolom.

Hal ini menyebabkan beban total yang harus ditanggung oleh struktur bertambah secara signifikan, melampaui kekuatan penahan kolom dan balok.

(5)

Gambar 2.2.2. Struktur Kolom retak akibat beban yang lebih Sumber : Fascinating Horor.

Gambar 2.2.2. Beban meisn yang berat diletakkan pada area lantai ilegal

Sumber : Fascinating Horor.

Distribusi beban tidak merata: Beban dari mesin dan aktivitas produksi garmen tidak terdistribusi dengan baik. Beban lebih terfokus di titik-titik tertentu, terutama di kolom, yang menyebabkan keruntuhan lokal dan akhirnya meruntuhkan keseluruhan bangunan.

Gaya-gaya tambahan: Getaran dari mesin berat mempercepat ketidakseimbangan struktur, menciptakan tekanan tambahan pada kolom yang sudah lemah.

2.3 Analisa berdasarkan ilmu gaya

Analisa gaya pada Rana Plaza mencakup gaya tekan, tarik, lentur, dan geser yang bekerja pada elemen-elemen struktur.

(6)

Gambar 2.3.1. Beban gaya tekan dan lentur Sumber : Sketsa Pribadi

Gaya Tekan: Gaya tekan bekerja pada kolom-kolom beton yang menopang berat gedung. Kolom-kolom tersebut gagal menahan gaya tekan yang sangat besar akibat penambahan beban lantai atas dan mesin berat. Ketika gaya tekan ini melebihi kekuatan kolom, terjadilah buckling atau kegagalan tekan yang menyebabkan kolom patah.

Gaya Tarik: Meskipun elemen beton bertulang dirancang untuk menahan gaya tarik melalui tulangan baja, jika baja tidak dipasang dengan baik atau kualitasnya buruk, gaya tarik yang berlebih dari penambahan beban dapat menyebabkan tulangan lepas atau retak, yang memperlemah struktur.

Gaya Lentur: Gaya lentur terutama bekerja pada balok-balok horizontal yang menghubungkan kolom-kolom. Akibat beban berlebih di lantai atas, balok- balok ini mengalami lentur yang tidak dapat ditahan oleh struktur beton. Hal ini menyebabkan retakan di balok, yang mempercepat kegagalan struktur.

Gambar 2.3.2. Gaya Lentur pada Balok Sumber : Fascinating Horor.

Gaya Geser: Gaya geser terjadi di dinding dan kolom saat ada gaya horizontal, seperti getaran dari mesin atau gempa kecil. Dengan adanya penambahan lantai

(7)

tanpa perkuatan struktural yang tepat, kolom-kolom mengalami gaya geser yang besar, menyebabkan retakan dan akhirnya runtuhnya kolom.

Secara keseluruhan, kegagalan Rana Plaza terjadi karena tekanan gaya vertikal yang melebihi kapasitas, distribusi beban yang tidak merata, dan ketidakstabilan struktur yang diperburuk oleh modifikasi tanpa perhitungan struktural yang sesuai. Analisis gaya menunjukkan bahwa bangunan tersebut tidak dapat menangani tekanan tambahan dari fungsi pabrik yang berat dan perubahan-perubahan ilegal yang dilakukan.

3. Kesimpulan

Keruntuhan Gedung Rana Plaza disebabkan oleh kegagalan dalam mempertahankan keseimbangan gaya yang diperlukan untuk struktur yang aman. Penambahan lantai dan penggunaan mesin berat secara ilegal menyebabkan beban vertikal yang melebihi kapasitas kolom dan balok. Berdasarkan hukum keseimbangan gaya statika, untuk menjaga stabilitas, jumlah gaya vertikal dan momen harus seimbang. Namun, pada Rana Plaza, gaya tekan berlebihan pada kolom menyebabkan buckling, sementara gaya lentur yang ekstrem pada balok menghasilkan retakan dan patah. Ketidakmampuan struktur untuk menahan gaya-gaya ini mengakibatkan keruntuhan progresif, yang menegaskan pentingnya perencanaan struktural yang tepat dan pemenuhan standar keselamatan.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Slideshare. (n.d.). Rana Plaza. Retrieved from

https://www.slideshare.net/slideshow/rana-plaza/123240084

Catatan runtuhnya Rana Plaza adalah sebuah kegagalan yang mengguncang seluruh dunia. (n.d.). Compress. Retrieved from [catatan-runtuhnya-rana-plaza-adalah-sebuah- kegagalan-yang-mengguncang-seluruh-dunia_compress.pdf]

Slideshare. (n.d.). Rana Plaza One Year On. Retrieved from https://www.slideshare.net/slideshow/rana-plaza-one-year-on

Bing. (n.d.). Rana Plaza. Retrieved from https://www.bing.com/search?

q=rana+plaza&qs=n&form=QBRE&sp=-1&lq=0&pq=rana+plaza+sketch&sc=15- 17&sk=&cvid=FB9F1726B5CF44F18CD65C6F2AAD725C&ghsh=0&ghacc=0&ghpl

=

Rahman, K. (2023). A quick guide to Bangladesh's Rana Plaza collapse and its

lasting impact. Los Angeles Times. Retrieved from

https://www.latimes.com/world/story/2023-04-24/rana-plaza-collapse-anniversary

Referensi

Dokumen terkait

Nilai rasio lentur dan pembesaran gaya dalam (momen, torsi, geser dan normal) pada balok dan kolom ini mengurangi kegagalan struktur bangunan yang rusak akibat

• Jika batang kawat pada bagian tertentu kita besarkan maka muatan yang melaluinya dalam sebuah medan magnet tertentu akan mengalami gaya magnetik.

Tube superheater package boiler mengalami kegagalan akibat terjadi pemanasan berlebih dalam jangka waktu yang lama.. Posisi tube superheater yang pecah berada pada baris 1

Disamping akibat kesalahan yang disebabkan oleh penyedia jasa tersebut, kegagalan bangunan juga dapat disebabkan oleh pengguna jasa (owner), misalnya pengguna jasa memanfaatkan

V Beban (gaya) geser dasar nominal statik ekuivalen akibat pengaruh Gempa Rencana yang bekerja di tingkat dasar struktur gedung beraturan dengan tingkat daktilitas

Hubungan kategori sumberdaya manusia, metoda pelaksanaan, Peralatan dan Material terhadap pengurangan kegagalan bangunan akibat gempa di kota padang, hasil uji stattistik

Pada gedung retrofitting model 3A mengalami penurunan rata-rata gaya geser tiap lantai sebesar 59,97%, simpangan antar tingkat sebesar 87,39% dari model 2 dan tidak terjadi kegagalan

Pada akhir fase E peserta didik mampu memahami elemen-elemen struktur bangunan, perhitungan keseimbangan gaya pada struktur bangunan, dan perhitungan gaya