• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEJAKSAAN TINGGI SULAWESI SELATAN)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KEJAKSAAN TINGGI SULAWESI SELATAN) "

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PEMBERIAN REMUNERASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI (STUDI KASUS PADA KANTOR

KEJAKSAAN TINGGI SULAWESI SELATAN)

Arlinda1, Sudirman2, Muhammad Idris3

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

ABSTRACT

This research aims to find out the effect of remuneration on employee work performance at the High Prosecutor of South Sulawesi Office. The research method used is the quantitative method. The data were collected through observation, documentation and questionnaires and analyzed by simple linear regression analysis. The results showed that there was a positive relationship and effect with the remuneration on employee performance at the High Prosecutor of South Sulawesi Office of 0.661 or 66.1%. This shows that there is a positive relationship between the Dependent Variable and the Independent Variable of 66.1%, which means that Employee Performance is influenced by Remuneration and the rest is 33.9%. Based on the T test, it is obtained that T count>T table, so the Remuneration variable simultaneously affects Employee Work Performance.

Keywords: Remuneration and Work Performance.

PENDAHULUAN

Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi (disebut juga personil, tenaga kerja, pegawai, dan karyawan). Unsur manusia yang dilihat dari potensinya disebut sumber daya, berbeda dengan sumber daya material. Manusia sebagai sumber daya yang bersifat potensial/abstrak tidak dapat diukur dari jumlahnya. Potensi ini merupakan proses dan hasil interaksi substansi fisik dan psikis berupa kemampuan mencipta, kemampuan berfikir yang menghasilkan gagasan, kreativitas, inisiatif, kemampuan memecahkan masalah, memprediksi, wawasan ke masa depan, keterampilan, dan keahlian.

Dalam sektor publik, manajemen sumber daya manusia berusaha untuk mengungkap manusia sebagai sumber daya seutuhnya dalam konsepsi pembangunan bangsa yang utuh dan menyeluruh. Dalam lingkup instansi pemerintah pun, Pegawai atau Sumber Daya Manusia aparatur yang selanjutnya disebut sebagai Pegawai Negeri Sipil memiliki peran penting dalam birokrasi sebagai pelaksana utama tugas-tugas pemerintahan. Sebagai abdi negara dan abdi

masyarakat, sumber daya manusia aparatur tersebut memiliki fungsi inti dalam menyediakan dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Salah satu filosofi yang terkandung di dalam konsep Sumber daya manusia, yaitu bahwa karyawan atau pegawai dipandang sebagai sebuah investasi bagi institusi, dimana jika karyawan atau pegawai tersebut dikelola dengan perencanaan yang baik dan lebih profesional, maka akan memberikan imbalan bagi institusi dalam bentuk produktivitas yang lebih besar, dan kemungkinan pencapaian tujuan institusi lebih efektif dan efisien.

Dengan melihat peran dan fungsi Sumber daya manusia aparatur tersebut tentu sangat beralasan bagi instansi pemerintah untuk menciptakan Sumber daya manusia aparatur yang profesional, memiliki integritas tinggi dalam bekerja dengan menjunjung tinggi sikap profesionalisme dan nilai-nilai moralitas yang kental dengan kejujuran, kesetiaan, dan komitmen. Sumber daya pegawai merupakan asset utama dalam organisasi yang menjadi pelaku dan perencana aktif dari setiap aktivitas dalam organisasi.

Salah satu upaya peningkatan kinerja adalah menerapkan kebijakan remunerasi di

(2)

lingkungan para aparatur negara. Remunerasi bermakna sangat strategis terhadap suksesnya kinerja pegawai mengingat dampak paling signifikan sangat ditentukan oleh perubahan kultur birokrasi didalam melaksanakan tugas pokonya. Sedangkan keberhasilan merubah kultur tersebut, akan sangat ditentukan oleh tingkat kesejahteraan anggotanya.

Remunerasi pada dasarnya merupakan salah satu alat untuk mewujudkan visi dan misi organisasi dengan tujuan untuk menciptakan suatu ikatan kerja sama yang formal antara organisasi dengan pegawai dalam kerangka organisasi, mengarahkan kemampuan, keterampilan, waktu, serta tenaga yang semuanya ditujukan untuk kepuasan kerja, memberikan rangsangan serta memotivasi pegawai untuk memberikan kinerja terbaik, remunerasi juga akan mendorong tingkat kedisiplinan pegawai dalam bekerja.

Remunerasi mempunyai maksud berupa sesuatu yang diterima pegawai sebagai imbalan dari kontribusi yang telah diberikannya kepada organisasi tempat bekerja. Remunerasi mempunyai makna yang lebih luas dari pada gaji, karena mencakup semua bentuk imbalan baik secara langsung, maupun tidak langsung, dan yang bersifat rutin maupun tidak rutin.

Remunerasi pun tidak dapat disangkal, karena merupakan harapan utama setiap pegawai terhadap organisasinya. Remunerasi juga menjadi salah satu cara dominan bagi organisasi dalam mempertahankan para pegawainya. Dengan remunerasi yang baik, pegawai akan merasa puas dan nyaman sehingga mereka akan bekerja dengan produktif yang pada akhirnya akan membantu organisasi mencapai tujuannya.

Kantor kejakasaan tinggi Sulawesi selatan yakni merupakan institusi pengelolaan fiskal yang telah menerapkan sistem remunerasi ini. Remunerasi yang berdasarkan pada kinerja, dengan penilaian atas disiplin dan kinerja individu para pegawainya atau di kenal dengan istilah pay for performance system. Sistem ini sudah banyak di gunakan di beberapa negara berkembang dan menjadi fenomena global. Berdasarkan latar belakang tersebut maka menarik untuk menganalisis lebih mendalam mengenai hal tersebut, dengan judul “Analisis Pemberian Remunerasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Studi

Kasus Pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan”

Rumusan masalah dalam penelitian ini Yaitu: 1) Apakah ada pengaruh remunerasi terhadap prestasi kerja pegawai pada kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan? 2) Bagaimana Pengaruh Remunerasi terhadap prestasi kerja pegawai pada kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan?

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui apakah pengaruh remunerasi terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. 2) Untuk mengetahui bagaimana remunerasi berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

TINJAUAN LITERATUR

Konsep satu konsep satu konsep satu konsep satu konsep satu konsep satu konsep satu Menurut Robert (2014), Remunerasi merupakan kata serapan dari kata bahasa Inggris yakni remunerate yang menurut Oxford American Dictionaries berarti pay (someone) for services rendered or work done.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata remunerasi dartikan sebagai pemberian hadiah (penghargaan atas jasa dsb);

imbalan.

Remunerasi mempunyai pengertian berupa sesuatu yang diterima pegawai sebagai imbalan dari kontribusi yang telah diberikannya kepada organisasi tempat bekerja. Remunerasi mempunyai makna yang lebih luas dari pada gaji. Karena mencakup semua bentuk imbalan, baik yang berbentuk uang maupun barang, di berikan secara langsung ataupun tidak langsung, dan yang bersifat rutin maupun tidak rutin.

Menurut Henderson (2015), remunerasi adalah sebuah istilah yang digunakan oleh komisi sekuritas dan bursa (SEC) untuk mengidentifikasi komponen kompensasi tertentu. Komponen tersebut mencakup pembayaran gaji, biaya, komisi, bonus, saham, dan properti, asuransi eksekutif, keuntungan pribadi, pensiun atau program pensiun, anuitas, rencana kompensasi tangguhan, rencana insentif, jangka pendek dan jangka panjang, rencana pembelian saham, dan bagi hasil serta penghematan rencana.

Selanjutnya, Milkovich & Newman (2013), menyebutkan bahwa remunerasi

(3)

mengacu pada segala bentuk keuntungan baik bersifat finansial (transaksional) maupun non finansial (relasional). Mondy dan Noe juga menyatakan bahwa remunerasi sebagai bentuk imbalan yang di terima oleh seorang karyawan/pegawai atas kontribusi mereka terhadap organisasi

Pada dasarnya, remunerasi merupakan alat untuk mewujudkan visi dan misi organisasi karena remunerasi itu sendiri bertujuan untuk menarik pegawai yang cakap dan berpengalaman, mempertahankan pegawai yang berkualitas, memotivasi pegawai untuk bekerja dengan efektif, memotivasi terbentuknya perilaku yang positif, dan menjadi alat untuk mengendalikan pengeluaran, di mana hal tersebut merupakan faktor-faktor yang dapat membantu pencapaian visi misi organisasi Lebih lanjut, Surya 2017 menyatakan prinsip dasar sistem remunerasi yang efektif mencakup prinsip individual equity atau keadilan individual, dalam arti apa yang diterima pegawai harus setara dengan apa yang di berikan oleh pegawai terhadap organisasi.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang di kemukakan di atas, maka konsep remunerasi ini diambil dari dari pendapat Ruky (2016) yang menjelaskan bahwa imbalan/compensation atau remuneration mempunyai cakupan yang lebih luas daripada upah atau gaji. Imbalan mencakup semua pengeluaran yang di lakukan oleh organisasi untuk para pegawainya dan di terima dan di nikmati oleh pegawai, baik secara langsung, atau tidak langsung maupun rutin ataupun tidak rutin (pada suatu hari nanti).

Menurut Surya dalam Angliawati (2016) remunerasi merupakan sesuatu yang diterima pegawai sebagai imbalan dari kontribusi yang telah di berikannya kepada tempat bekerja.

Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai konsep remunerasi, yaitu : 1) Remunerasi finansial terdiri atas remunerasi finansial langsung dan remunerasi finansial tidak langsung. 2) Remunerasi non finansial terdiri dari kepuasan yang diperoleh pegawai dari pekerjaan itu sendiri dan dari lingkungan pekerjaan.

Menurut Sugiyono (2014), Remunerasi harus mempunyai dampak positif, baik bagi pegawai maupun bagi organisasi. Dibawah ini akan dijelaskan indikator dari remunerasi yaitu : 1) Ikatan Kerja Sama, remunerasi akan menciptakan suatu ikatan kerja sama yang

formal antara organisasi dengan pegawai dalam kerangka organisasi, dimana organisasi dan pegawai saling membutuhkan. 2) Kepuasan Kerja, pegawai bekerja dengan mengarahkan kemampuan pengetahuan keterampilan, waktu, serta tenaga, yang semuanya ditujukan bagi pencapaian tujuan organisasi. 3) Motivasi, remunerasi yang layak akan memberikan rangsangan serta memotivasi pegawai untuk memberikan kinerja terbaik.

Menurut Wirawan (2017), kinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi- fungsi atau indikator-indikator suatu pekerjaan dalam waktu tertentu. Menurut Irham Fahmi (2017), kinerja adalah hasil yang diperoleh oleh suatu organisasi baik organisasi tersebut bersifat profit oriented dan non oriented yang dihasilkan selama satu periode tertentu.

Menurut Mangkunegara (2015), kinerja karyawan/pegawai (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan/pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara illegal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. (Afandi, 2018).

Setiap organisasi dalam melakukan penilaian kinerja karyawan tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai. Tujuan diadakannya penilaian kinerja dapat dibagi menjadi dua yaitu :1) Tujuan penilaian, seorang atasan menilai kinerja dari masa lalu seorang pegawai dengan menggunakan ratings deskriptif untuk menilai kinerja dan dengan data tersebut berguna dalam keputusan-keputusan promosi, demosi, terminasi, dan remunerasi. 2) Tujuan pengembangan, seorang atasan mencoba untuk meningkatkan kinerja seorang pegawai dimasa yang akan datang. 3) Menghasilkan informasi yang akurat dan valid berkenaan dengan perilaku dan kinerja anggota organisasi.

Sebagai umpan balik bagi pegawai dalam hal seperti kemampuan, kelebihan, kekurangan, dan potensi yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan, jalur, rencana, dan pengembangan karir.

Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan sebelumnya maka rumusan

(4)

hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

Ho:Tidak terdapat pengaruh Pemberian Remunerasi terhadap Prestasi Kerja Karyawan

Ha :Terdapat pengaruh Pemberian Remunerasi terhadap Prestasi Kerja Karyawan

Gambar 1. Model Penelitian

Sumber: Arlinda (2020).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif karena data yang digunakan umumnya berupa angka/numerik/statistik.

Dengan metode ini diharapkan dapat mempermudah penelitian dalam mengukur dan mengelolah data mengenai pengaruh pemberian remunerasi terhadap prestasi kerja pegawai.

Penelitian ini dilakukan pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan yang beralamat di jalan urip sumoharjo km.4 no.244, sinrijala.

Panakukang, kota Makassar Sulawesi Selatan.

penelitian ini dilakukan kurang lebih dua bulan.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif dan data kualitatif adapun sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : 1) Kuesioner atau angket, kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan kuesioner/angket tertutup, dimana responden hanya memilih jawaban yang tersedia dengan pilihan jawaban menggunakan skala likert. 2) Dokumentasi adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subyek penelitian

namun meneliti berbagai macam dokumen yang berguna sebagai bahan hasil.

Populasi merupakan keseluruhan individu yang dijadikan sasaran dalam penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai bagian pembinaan pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan yang berjumlah 50 orang oleh karena itu jumlah populasi dalam penelitian ini akan disesuaikan dengan perhitungan responden pegawai.

Sampel adalah sebagian jumlah dalam karakteristik yang dimiliki oleh populasi.

Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah jenis sampling jenuh pada nonprobability sampling. Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Untuk itu sampel dalam penelitian ini disesuaikan dengan jumlah populasi yang berjumlah 50 orang.

Penelitian ini terdiri dari dua variabel. 1) variabel independen yaitu remunerasi (X) variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau sebab timbulnya variabel terikat (dependen). sedangkan 2) variabel dependen dalam pelam penelitian ini adalah prestasi kerja pegawai (Y). Variabel dependen yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi sebab akibat adanya variabel bebas.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: analisis deskriptif Teknik Analisis deskriptif. Teknik analisis deskriptif adalah metode yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran tentang data yang telah terkumpul tanpa melakukan generalisasi. Perhitungan persamaan regresi sederhana dilakukan melalui aplikasi SPSS. Perhitungan ini dilakukan untuk mencari hubungan fungsional antara variabel x dengan variabel y atau dengan kata lain untuk memprediksikan nilai variabel terikat apabila nilai variabel bebas diubah. Adapun masing-masing substruktur persamaan regresi sederhana dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:

y' = a + bx

Untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan variabel x terhadap y, dapat ditentukan sebagai berikut :

KD = r² x 100%

Keterangan :

KD = Koefisien determinasi yang dicari r² = Koefisien korelasi

Pemberian Remunerasi

(

X

)

Prestasi Kerja

(Y)

(5)

HASIL DAN PEMBAHASAN Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan analisis butir peryataan dari setiap variabel penelitian. Untuk mengetahui apakah suatu butir peryataan dapat dikatakan valid atau tidak, maka hasil uji R hitung di bandingkan dengan R tabel dengan taraf signifikansi 0,05. Untuk mengetahui nilai R tabel maka dapat menggunakan rumus n-2, dimana n adalah jumlah responden. Oleh karena itu, Bila R hitung > R tabel berarti item pernyataan dapat dikatakan valid. Namun, bila R hitung < R tabel berarti item peryataan dikatakan tidak valid, oleh karena itu, item pertayaan tersebut harus dikeluarkan dari data semula dan selanjutnya perlu dihitung kembali uji korelasinya untuk mengetahui validitasnya lagi.

Uji Reabilitas instrumen digunakan untuk melihat sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Uji reliabilitas kuesioner dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsistensi derajat ketergantungan dan stabilitas alat ukur kuesioner. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan pengukuran konsistensi tanggapan responden dengan koefisien Cronbach Alpha. Tinggi rendahanya, kuat lemahnya korelasi dapat ditentukan berdasarkan pada besar kecilnya nilai R (koefisien korelasi)

Tabel 1. Uji Reliabilitas

Sumber: data primer diolah (2021).

Berdasarkan hasil SPSS pada tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel dikatakan reliabiliti karena berada diatas korelasi 0,600 yang artinya Cronbach Alphanya kuat.

Analisis regresi linier sederhana merupakan suatu analisis yang menjelaskan tentang pengaruh antara satu variabel independen terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini, variabel indedenden yaitu

pemberian remunerasi dan variabel devenden adalah prestasi kerja pegawai.

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel X berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y berdasarkan hasil analisis yang ada pada tabel 4.10. Uji t dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel. Dari perbandingan t

hitung dengan t tabel, disimpulkan apabila t hitung >

t tabel maka variabel pemberian remunerasi yang dimaksud mempunyai pengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pegawai.

Sebaliknya apabila t hitung < t tabel maka disimpulkan bahwa variabel X yang dimaksud tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y.

Sumber: data primer diolah (2021).

Pada tabel diatas diperoleh t hitung sebesar 9.678. sementara nilai t tabel diperoleh dari (Derajat kebebasan) dk= n-k dengan taraf signifikan 0,05. Kemudian n=jumlah responden dengan K=variabel indevenden dan devenden. Oleh karena itu t tabel sebesar 1.677.

Maka t hitung (9.678 > t tabel (1.677). Artinya, ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian remunerasi terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan hipotesis diterima.

Pada tabel diatas diperoleh t hitung sebesar 9.678. sementara nilai t tabel diperoleh dari (Derajat kebebasan) dk= n-k dengan taraf signifikan 0,05. Kemudian n=jumlah responden dengan K=variabel indevenden dan devenden. Oleh karena itu t tabel sebesar 1.677.

Maka t hitung (9.678 > t tabel (1.677). Artinya, ada pengaruh yang positif dan signifikan antara pemberian remunerasi terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan hipotesis diterima.

Koefisien determinasi R2 digunakan untuk melihat seberapa persen kontribusi pengaruh antara variabel pemberian

Tabel 2. Uji T Hitung

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B

Std.

Error Beta

1 (Constant) 5.990 2.460 2.435 .019

X .815 .084 .813 9.678 .000

a. Dependent Variable: Y

No Variabel Penelitian

Nilai Koefisien Reliabilitas

Keterangan

1

Pemberian Remunerasi

(X)

0,808 Reliabilitas 2 Prestasi

Kerja Pegawai

0,837 Reliabilitas

(6)

remunerasi dan prestasi kerja pegawai pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan atau mengukur seberapa besar kemampuan model regresi dalam menjelaskan variabel penelitian. Selanjutnya dapat dilihat pada model summary sebagai berikut:

Tabel 3 Koefisien Determinasi

Sumber: data primer diolah (2021).

Berdasarkan hasil olah data menggunakan program SPSS dengan analisis regresi sederhana yang menunjukkan bahwa pemberian remunerasi berpengaruh sebesar 66,1% terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan sisanya sebesar 33,9% yang dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Penelitian ini mengenai Pengaruh pemberian remunerasi terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dimana, remunerasi merupakan imbalan yang diterima pegawai sebagai apresiasi atas pekerjaan dalam suatu instans bekerja. Pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi, peneliti memperoleh hasil tentang pemberian remunerasi berpengaruh positif terhadap prestasi kerja pegawai sebesar 66,1%.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan hipotesis yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Pemberian remunerasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Hal ini dikarenakan nilai t hitung lebih besar dari pada nilai t tabel atau t hitung (9.678 > t tabel (1.677). 2) Pemberian Remunerasi berpengaruh sebesar 66,1%

terdahap prestasi kerja pegawai pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan

sisanya sebesar 33,9% yang di pengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Dari temuan yang diperoleh peneliti dalam melakukan penelitian yang dapat di aplikasikan dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai pada Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sebagai berikut : 1) Diharapkan Pemimpin instansi memberikan remunerasi sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan agar selalu termotivasi menjalankan tugas yang diberikan. 2) Disarankan pimpinan instansi memperhatikan pegawai yang wajib menerima remunerasi dengan adil untuk kemajuan suatu organisai..

DAFTAR PUSTAKA

Afandi, P. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia : Teori, Konsep dan Indikator, Riau : Zanafa Publishing.

Henderson. (2015). Prinsip-Prinsip Statistik Untuk Teknik dan Sains. Jakarta : PT.

Erlangga.

Irham F.(2017). Manajemen Motivasi. Jakarta : PT Grasindo.

Juni P. (2017). Performance Appraisal. Sistem yang Tepat untuk Menilai kinerja Karyawan dan Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Juni P. (2015). Administrasi dan Operasional Perkantoran, Bandung.

Mondy. (2018). Manajemen keuangan. Jakarta : Salemba Empat.

Marwansyah. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia.Bandung: Edisi kedua CV.Alfabeta.

Mangkunegara. (2015). Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Jurnal Manajemen Universitas Hasanuddin, Makasar.

Ruky. (2017). Perilaku dan Budaya Organisasi. Bandung : Alfabeta.

Robert. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Rivai, Veithzal dan Sagala Jauvani Ela.

(2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. Jakarta:

Edisi Kedua, Rajawali Pers.

Prawirosentono S. (2017). Pengaruh Penerapan Sistem Administrasi Perpajakan Pajak.Jurnal Akuntansi Vol.2 No.2

Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate 1 .813a .661 .654 2.53500 a. Predictors: (Constant), X

(7)

Sulistiawati. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Sedarmayanti,R.(2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. PT Remaja Rosdakarya: Bandung. Dasar-Dasar Hukum Pajak dan Pajak Pendapatan.

Bandung : PT. Eresco.

Srimulyani, Veronika Agustini. (2016).

Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Variabel Pemediasi Kepuasan Kerja Pada PDAM. Madiun : Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 1.

Sugiyono.(2015). Metode Penelitian Kombinasi, Alfabeta. Bandung.

Wirawan.(2017). Perpajakan Indonesia.

Jakarta : buku I Edisi 9 Salemba Empat.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama secara

Berdasarkan perumusan masalah, hipotesis penelitian beserta pembahasan penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulan dalam penelitian ini sebagai

Berdasarkan hasil pembahasan dan uji hipotesis yang telah diuraikan pada pembahasan sebelumnya maka, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Akuntansi berbasis akrual, sistem pengendalian

70 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka ditarik kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1 Hasil pengujian secara

KESIMPULAN Dari pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan berikut: Hasil pengujian hipotesis H1 telah membuktikan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1 Hubungan

70 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian jdan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah sebagai berikut

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan dalam Bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 5.1.1 Sistem