MAKALAH PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN
DOSEN:
Dr. Legisan Samtafsir M.Ag. Sartika Ekadyasa, S.Kom, M.I.Kom Oleh :
Muhammad Lintang Adriansyah (20220502093) Angga Dinnata Tarigan (20220501075)
Raihan Nurasyid (20220502081) Fabelio Rafael (20220508046)
KELAS : METODE PENELITIAN KOMUNIKASI KUANTITATIF (KH002)
Kata Pengantar
Penelitian merupakan langkah awal dan kunci untuk menjawab berbagai pertanyaan serta mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam berbagai bidang kehidupan.
Dalam rangka menggali pemahaman lebih dalam tentang sebuah masalah tertentu dan menemukan solusi yang efektif, perumusan masalah penelitian adalah tahap kritis yang memandu proses penelitian.
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengidentifikasi, merumuskan, dan merinci permasalahan yang akan menjadi fokus penelitian kami. Penelitian ini dilakukan dalam konteks perumusan masalah penelitian Kami berharap bahwa penelitian ini akan memberikan kontribusi berharga dalam pemahaman dan penyelesaian masalah yang ada.
Dalam kata pengantar ini, kami akan membahas mengapa permasalahan ini menjadi penting dan relevan, latar belakang yang mengarah pada perumusan masalah, serta urgensi dari penelitian yang akan kami lakukan. Kami juga akan membahas tujuan, metode penelitian yang akan digunakan, serta harapan-harapan kami terhadap hasil penelitian ini.
Penelitian ini tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan berbagai pihak, dan kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan penelitian ini, baik secara langsung maupun tidak langsung. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat dan pemahaman yang lebih mendalam bagi pembaca, dan kami berharap penelitian ini dapat menjadi salah satu langkah kecil menuju pemecahan masalah yang lebih besar.
Latar Belakang
Dalam era modern ini, perubahan yang pesat terjadi di berbagai aspek kehidupan.
Perubahan sosial, teknologi, dan ekonomi telah menciptakan tantangan baru dan peluang bagi individu, masyarakat, dan organisasi. Dalam rangka menghadapi tantangan ini, penelitian menjadi suatu keharusan untuk memahami isu-isu yang muncul, mengidentifikasi permasalahan yang harus dipecahkan, dan merumuskan solusi yang efektif.
Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk menggali pemahaman lebih dalam mengenai perumusan masalah penelitian alasan mengapa topik ini diangkat adalah untuk relevansi pengembangan penelitian masalah. Data-data ini menggarisbawahi perlunya perhatian dan analisis lebih lanjut dalam topik ini.
Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memudahkan perumusan masalah penelitian pada mahasiswa.Dengan memahami dan mengatasi permasalahan yang
konkret bagi pihak yang terlibat. Melalui latar belakang ini, kami berupaya untuk memberikan pemahaman awal kepada pembaca tentang mengapa penelitian ini penting dan mengapa kami memilih untuk memfokuskan perhatian pada
permasalahan ini. Kami yakin bahwa hasil dari penelitian ini akan menjadi kontribusi berharga dalam pemahaman lebih lanjut dan penyelesaian masalah yang kami hadapi.
Akhir kata, kami berharap Anda dapat mendukung upaya penelitian ini dan menemukan nilai dalam penelitian yang akan kami lakukan. Terima kasih atas perhatian dan minat Anda dalam topik ini.
PEMBAHASAN LATAR BELAKANG MASALAH
Latar Belakang masalah adalah informasi yang tersusun sistematis berkenaan dengan fenomena dan masalah problematik yang menarik untuk di teliti. Masalah terjadi saat harapan idela akan sesuatu hal tidak sama dengan realita yang terjadi. Tidak semua masalah adalah fenomena dan menarik. Masalah yang fenomenal adalah saat menajdi perhatian banyak orang dan di bicirakan di berbagai kalangan di masyarakat.
Latar belakang dimaksudkan untuk menjelaskan alasan mengapa masalah dalam penelitian ingin diteliti, pentingnya permasalahan dan pendekatan yang digunakan untukan untuk menyelesaikan masalah tersebut baik dari sisi teoritis dan praktis.
Latar belakang masalah penelitian berisi informasi tentang suatu masalah dan atau peluang yang dapat dipermasalahkan agar ditindaklanjuti lewat penelitian, termasuk hal-hal yang melatarbelakanginya (Husein Umar, 2001:238).
Latar belakang masalah berisi tentang sejarah dan persitiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu proyek penelitian, tetapi dalam peristiwa itu, nampak adanya penyimpangan-penyimpangan dari standar yang ada, baik standar keilmuan maupun aturan-aturan. Dalam latar belakang ini peneliti harus melakukan analisis masalah, sehingga permasalahan menjadi jelas. Melalui analisis masalah ini, peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan dan menuliskan mengapa hal itu perlu diteliti (Sugiyono, 1999:302).
Bagian latar belakang masalah menjelaskan mengapa suatu penelitian dilaksanakan dan apa yang ingin dicapai atau diketahui dari pelaksanaan penelitian tersebut. Fakta dan data yang mendukung harus dicantumkan (Dermawan Wibisono, 2000:304).
Banyak orang mengalami kesulitan dalam memutuskan apa yang akan dimasukkan dalam latar belakang masalah, hasil-hasil penelitian apa yang perlu dikutip, mana yang akan diberikan dalam latar belakang masalah dan mana yang tidak perlu.
Jawabnya mudah, hanya bahan-bahan yang mengarah kepada hipotesislah yang digunakan. Bahan-bahan tersebut disusun menurut urutan yang logis. (David Lindsay, 1986:8). Menurut Andrik Purwasito (2004), latar belakang masalah setidaknya memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Faktor-faktor apa saja yang menjadi perhatian anda untuk dijadikan suatu latar belakang. Itulah yang disebut dengan latar belakang faktual (identifikasi masalah yang relevan).
2. Informasi kasus, baik secara langsung lewat pengamatan di masyarakat maupun lewat buku-buku referensi, dan hasil-hasil penelitian lain yang sejenis, ini disebut latar belakang teoritis. Peneliti menghubungkan kasus yang satu dengan yang lain, Bagaimana kasus-kasus kontemporer berhubungan dengan kasus-kasus terdahulu, dan bagaimana antara teori-teori yang dapat menjelaskan fenomena perubahan tersebut dari waktu ke waktu.
3. Tonggak problematik yang berisi berbagai persoalan yang akan dijawab dalam bab- bab selanjutnya. Latar belakang memberi alur berpikir sehingga mempermudah peneliti untuk mensistematisir persoalan yang ingin dipecahkan. Setiap masalah yang akan dijawab sebaiknya diutarakan sebagai problematik yang akan dibahas dalam bab-bab berikutnya.
Hal-hal yang perlu dikemukakan dalam latar belakang masalah adalah Mengapa peneliti memilih isu tertentu? Apa kegunaan penelitian tersebut untuk kepentingan praktis atau teoretis? Agar peneliti dapat menyusun latar belakang penelitiannya dengan baik maka dia harus membekali diri dengan banyak informasi tentang isu penelitiannya baik yang berdimensi praktis dan teoritis. Seorang peneliti dengan isu
"motivasi kerja", harus dapat menjelaskan mengapa dia meneliti isu tersebut, apa akibat positif yang bisa ditimbulkan dari penelitian dengan isu tersebut. Dalam latar belakang peneliti bisa saja mencantumkan data atau pendapat-pendapat orang lain guna memperkuat alasan penelitiannya (Mustafa, 1997). Latar belakang masalah berisi argumentasi mengapa penelitian ini penting dilakukan. Menggambarkan situasi dan kondisi baik secara makro maupun mikro serta dilengkapi dengan fakta dan data- data lapangan. Menunjukkan sebab- sebab muncul dan terjadinya masalah.
Dikotomi, antara apa yang seharusnya terjadi dan kenyataan yang ada. Munculnya kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan kenyataan. Mengemukakan Kajian teoritis dibandingkan dengan fenomena yang ada, sehingga penelitian ini menjadi menarik, memberi manfaat besar dan memang urgen untuk dilakukan (W. Gede Merta, 2004:11).
Latar Belakang Permasalahan merupakan kunci dari sebuah proposal penelitian.
Karena logika penelitian dilakukan berdasar adanya fenomena problematik yang harus diatasi. Sehingga latarbelakang harus menunjukkan sistematika yang menjurus ke arah
pemilihan suatu masalah tertentu. Masalah tersebut tentunya yang penting dan menarik untuk dilakukan penelitian. Pada tahap ini, peneliti sudah dapat
mengidentifikasi awal permasalahan utamanya serta faktor-faktor utama yang menjadi penyebabnya. Pada kondisi ini sudah dapat diketahui variabel terikat (dependent) sebagai akibat dari variabel pengaruh variabel bebas (independent).
IDENTIFIKASI MASALAH
tentang masalah yang sedang dihadapi, termasuk akar penyebab, dampaknya, dan konteks di mana masalah itu muncul. Berikut adalah langkah-langkah untuk
mengidentifikasi masalah secara mendalam:
Pahami Konteks: Mulailah dengan memahami konteks masalah. Apa yang menjadi latar belakang masalah ini? Apakah ada peristiwa atau faktor tertentu yang memicu masalah? Siapa yang terlibat? Bagaimana masalah ini berkembang seiring waktu?
Identifikasi Gejala: Identifikasi gejala-gejala yang terkait dengan masalah.
Gejala adalah tanda-tanda yang muncul yang menunjukkan adanya masalah.
Contohnya, jika Anda sedang mempertimbangkan masalah lingkungan, gejala mungkin berupa polusi udara atau penurunan populasi satwa liar.
Tinjau Data dan Informasi: Kumpulkan dan tinjau data dan informasi yang relevan. Ini dapat mencakup statistik, studi, laporan, atau sumber daya lain yang dapat membantu Anda memahami masalah dengan lebih baik.
Identifikasi Akar Penyebab: Selanjutnya, cari tahu akar penyebab masalah.
Pertimbangkan faktor-faktor apa yang menyebabkan masalah tersebut muncul. Akar penyebab bisa bersifat struktural, sosial, ekonomi, atau lingkungan.
Evaluasi Dampak: Evaluasi dampak yang dihasilkan oleh masalah tersebut.
Dampaknya dapat bersifat sosial, ekonomi, lingkungan, atau kesehatan. Anda perlu memahami bagaimana masalah tersebut memengaruhi individu, masyarakat, dan lingkungan.
Identifikasi Pihak Terlibat: Siapa yang terlibat dalam masalah ini? Identifikasi pemangku kepentingan atau pihak-pihak yang terpengaruh oleh masalah tersebut. Ini dapat mencakup individu, kelompok, organisasi, atau
pemerintah.
Tinjau Solusi yang Ada: Pertimbangkan apakah sudah ada upaya atau solusi yang telah diambil untuk mengatasi masalah ini. Apakah solusi-solusi tersebut efektif? Apakah ada hambatan atau kendala yang mencegah solusi tersebut berhasil?
Identifikasi Kesenjangan Informasi: Identifikasi apakah masih ada kekurangan informasi atau data yang diperlukan untuk memahami masalah dengan lebih baik. Apakah ada aspek-aspek yang belum diketahui yang perlu diselidiki lebih lanjut?
Buat Pernyataan Masalah: Setelah Anda memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang masalah, buat pernyataan masalah yang jelas dan ringkas.
Pernyataan masalah ini harus mencerminkan esensi masalah, akar penyebab, dan dampaknya.
Prioritaskan Masalah: Jika Anda menghadapi beberapa masalah,
prioritisasikan masalah berdasarkan urgensinya dan dampaknya. Ini akan membantu Anda menentukan langkah-langkah selanjutnya.
Identifikasi masalah yang mendalam adalah langkah kunci dalam merancang solusi yang efektif. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang masalah, Anda dapat merencanakan tindakan yang tepat untuk mengatasinya.
BATASAN MASLAH
Pembatasan suatu masalah digunakan untuk menghindari adanya penyimpangan maupun pelebaran pokok masalah agar penelitian tersebut lebih terarah dan memudahkan dalam pembahasan sehingga tujuan penelitian akan tercapai.
Berdasarkan sekian banyak masalah tersebut dipilihlah satu atau dua masalah yang akan dipermasalahkan, tentu yang akan diteliti. Batasan masalah, dengan demikian, adalah pemilihan satu atau dua masalah dari beberapa masalah yang sudah
teridentifikasi.
Berdasarkan ruang lingkupnya, batasan masalah dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu :
Batasan objek: dilakukan agar masalah tidak terlalu meluas sehingga peneliti bisa fokus pada satu permasalahan yang diangkat.
Batasan waktu: dilakukan agar waktu penelitian bisa lebih singkat dan terukur sehingga cepat terselesaikan.
Batasan tempat/lokasi: peneliti hendaknya membatasi lokasi penelitian agar masalahnya dapat terukur dan tidak meluas. Informasi tentang keterbatasan studi biasanya ditempatkan di awal bagian diskusi pada makalah Anda sehingga pembaca tahu dan memahami keterbatasan sebelum membaca analisis temuan Anda, atau keterbatasan tersebut dijelaskan pada akhir bagian diskusi sebagai pengakuan perlunya studi lebih lanjut.
Pernyataan tentang keterbatasan studi tidak boleh tertimbun di bagian tengah diskusi kecuali jika keterbatasan tersebut spesifik untuk sesuatu yang dibahas dalam bagian tersebut. Namun jika demikian, keterbatasan tersebut harus diulangi pada akhir bagian. Jika Anda menemukan bahwa studi Anda memiliki keterbatasan yang sangat penting, seperti ketidakmampuan untuk memperoleh data penting,
pertimbangkan untuk mengubahnya menjadi studi pilot yang bertujuan untuk meletakkan dasar untuk studi penelitian yang lebih lengkap di masa depan.
dapat berhasil diatasi pada penelitian selanjutnya.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan hal yang paling mendasar dari sebuah makalah atau proposal penelitian. Rumusan masalah bisa dikatakan adalah penjabaran dari suatu penelitian yang sedang kita teliti, dan rumusan masalah juga yang akan menuntun peneliti maupun pembaca untuk mengetahui tujuan-tujuan dari penelitian itu dibuat.
Karena sejatinya perumusan masalah inilah yang menjadi penentu mengenai apa bahasan yang akan kemudian dilakukan dalam penelitian tersebut. Rumusan masalah juga adalah suatu pertanyaan yang dikemukakan dalam sebuah penelitian dan akan dijawab juga melalui pengumpulan-pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis.
Dan ada pengertian rumusan masalah menurut para ahli, sebagai beriku:
1. Menurut Pariata Westra (1981:263)
Rumusan Masalah ini ialah “Sebuah masalah yang terjadi jika seseorang itu kemudian berusaha untuk mencoba suatu tujuan atau pun juga percobaannya yang pertama untuk bisa atau dapat mencapai tujuan tersebut sampai berhasil.”
2. Menurut Sutrisno Hadi (1973:3)
“Masalah ini merupakan suatu kejadian yang menimbulkan pertanyaan kenapa serta kenapa”.
Rumusan masalah itu ialah suatu pertanyaan yang kemudian akan dicarikan jawabannya dengan melalui pengumpulan data bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian tersebut dengan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (Sugiyono).
Rumusan masalah penelitian dapat dirumuskan baik dalam bentuk pernyataan (statement of problem) maupun pertanyaan (research question).
Dalam perumusan masalah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yakni sebagai berikut:
• Dirumuskan secara jelas.
• Menggunakan kalimat tanya, yaitu dengan mengajukan alternatif tindakan yang harus dilakukan.
• Dapat diuji secara empiris.
• Mengandung deskripsi tentang kenyataan yang ada dan keadaan yang diinginkan.
• Memungkinkan untuk dijawab dengan metode atau teknik tertentu.
Dan rumusan masalah terbagi menjadi 3 jenis yaitu rumusan masalah deskriptif, rumusan masalah komparatif, dan rumusan masalah asosiatif. Dari ke 3 jenis rumusan masalah ini masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
1. Rumusan masalah deskriptif
Rumusan masalah deskriptif ini mencakup pertanyaan tentang keberadaan variable atau lebih, juga dikenal sebagai variable yang berdiri sendiri. Oleh karena itu,
penelitian ini tidak melakukan perbandingan variabel ini dengan variable lain, tetapi juga mencari bagaimana variabel tersebut berhubungan satu sama lain. Oleh karena itu, penelitian ini disebut sebagai penelitian deskriptif.
2. Rumusan masalah komparatif
Rumusan komparatif ini ialah rumusan masalah penelitian yang kemudian
membandingkan keberadaan satu variabel, atau bahkan dua variabel yang berbeda, atau keduanya di waktu yang berbeda.
3. Rumusan masalah asosiatif
Rumusan masalah asosiatif ini adalah rumusan masalah penelitian yang menanyakan hubungan antara dua atau lebih.
Dan ada juga tujuan dari dibuatnya rumusan masalah ini di dalam sebuah penelitian.
Ada 4 tujuan dari pembuatannya sebuah rumusan masalah:
1. Sebagai alasan
Tujuan pembuatan di dalam perumusan masalah ini merupakan mengapa penelitian mereka dilakukan, dengan bentuk sejumlah pertanyaan secara langsung itu menjadi alasan para pembaca mengentai gagasan yang disampaikannya, walaupun singkat.
2. Pedoman
Rumusan masalah ini dimaksudkan untuk memberikan pedoman kepada penulis saat menyelesaikan karya tulisnya. Baik makalah proses maupun skripsi berhubungan erat dengan jawaban yang akan dibahas dalam bab berikutnya, yaitu pembahasan atau isi.
3. Menentukan Jenis Data
Tahap berikutnya dalam pembuatan rumusan masalah membantu menentukan instrumen penelitian. Selain itu, pertanyaan dalam rumusan masalah akan
memungkinkan untuk memilih antara teknik analisis data yang diperlukan, seperti penelitian kualitataif.
4. Mempermudah Penetuan Populasi dan Sempel
Manfaat dari perumusan masalah ini adalah kemampuan untuk memberikan penentuan populasi dan sempel. Hal ini terkait erat dengan keadaan dan kondisi penelitian yang akan dilakukan, jadi setiap orang yang ingin melakukan penelitian harus menyertakan rumusan masalah.
PENUTUP
Sebagai penutup, perumusan masalah penelitian adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan penelitian. Dalam makalah ini, kami telah berusaha untuk
mengidentifikasi, merumuskan, dan merinci masalah yang akan menjadi fokus penelitian kami. Kami telah berupaya untuk menjelaskan latar belakang masalah, urgensi penelitian, serta tujuan yang ingin kami capai.
yang berharga dalam pemahaman dan penyelesaian masalah yang kami teliti.
Namun, perumusan masalah hanyalah awal dari sebuah perjalanan yang panjang dan penuh tantangan. Kami siap untuk menghadapi setiap tahap penelitian dengan tekun, dan kami berharap bahwa hasil penelitian ini akan memberikan manfaat yang konkret. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, inspirasi, dan bantuan selama proses perumusan masalah ini. Kami juga mengundang Anda, pembaca, untuk mengikuti perkembangan penelitian kami dan turut serta dalam menjawab permasalahan yang akan kami hadapi. Akhir kata, kami yakin bahwa penelitian ini akan membawa kami lebih dekat kepada solusi yang kita cari. Terima kasih atas perhatian dan dukungan Anda, dan semoga penelitian ini dapat membawa manfaat bagi kita semua.