• Tidak ada hasil yang ditemukan

kelompok 1 b (presentasi) analisis dan pendekatan supervisi

N/A
N/A
NURDOHIYAH NURDOHIYAH

Academic year: 2025

Membagikan "kelompok 1 b (presentasi) analisis dan pendekatan supervisi"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

A SCIENTIFIC APPROACH TO SUPERVISION

(PENDEKATAN ILMIAH)

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN   UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT 

Mata Kuliah: Analisis Model dan Pendekatan Supervisi

Dosen Pengampu : Dr.H.M. Saleh, M.Pd

 

(2)

KELOMPOK 1

RAUDATUL MUNAWARAH (2120111320014) RAHMAT ALFIAN MADANI (2120111310052)

NIRA RISTINAH (2120111320018)

SYAMSUWAL QOMAR (2120111310038)

HASAN BASRI (2120111310023)

SOPYAN HAADI (2120111310034)

WENNI MELIANA (2120111320002)

(3)

Latar Belakang

Masalah-masalah guru dalam pembelajaran, antara lain : - metode yang digunakan

- strategi yang digunakan

- Tidak mengetahui apa yang menjadi tujuan yang mendasar dengan adanya suatu pembelajaran

- Kurangnya pemahaman untuk melakukan pembelajaran agar siswa bisa maksimal dalam memahami maksud dari suatu pembelajaran

yang telah dilakukan.

(4)

Latar Belakang

Permasalahan yang dialami oleh supervisor,

kepala sekolah dan juga guru agar mendapatkan

suatu cara memecahkan permasalahan, dapat

menggunakan pendekatan ilmiah untuk

mengefektifkan suatu pembelajaran

(5)

Rumusan Masalah

Bagaimanakah ruang

lingkup dari pendekatan

ilmiah?

(6)

Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach)

Teori Scientifie Management sedang mendominasi

perkembangan ilmu manajemen pada tahun 1980-an. Pada zaman tersebut, model supervisi dengan

pendekatan sains dipandang sebagai jawaban atas rendahnya

kualitas pendidikan. Pendekatan ilmiah dalam supervisi

pembelajaran ini terkait dengan erat pengupayaan efektivitas

pembelajaran.

Pendekatan Scientific (ilmiah) dalam supervisi pengajaran

berhubungan erat dengan pengupayaan efektifitas

pengajaran.

Dalam pendekatan ilmiah, pengajaran dipandang sebagai

ilmu atau science.

Pengertian

(7)

Menurut Sahertian (2008) adalah kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data obyektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan proses belajar mengajar.

Menggunakan instrumen pengumpulan data, untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data seperti angket, observasi, percakapan pribadi, dan seterusnya.

Ciri-Ciri dan Karakteristik Supervisi dengan Pendekatan

Ilmiah

(8)

Menurut Sagala (2010), supervisi pembelajaran dengan pendekatan ilmiah memiliki unsur-unsur;

(1) sistematis, dilaksanakan secara teratur, berencana kontinyu

(2) Obyektif : data yang didapat berdasarkan pada observasi nyata, bukan tafsiran pribadi

(3) Menggunakan alat (instrumen) yang dapat memberikan informasi sebagai umpan balik untuk mengadakan penilaian terhadap proses belajar mengajar.

Ciri-Ciri dan Karakteristik Supervisi dengan Pendekatan

Ilmiah

(9)

Menurut Sahertian (2000) supervisi pengajaran yang bersifat ilmiah bercirikan:

(1) dilaksanakan secara berencana dan berkesinambungan;

(2) sistematis serta menggunakan prosedur dan teknik tertentu;

(3) menggunakan instrumen pengumpulan data; dan

(4) ada data objektif yang diperoleh dari keadaan yang riil.

Menurut Made Pidarta (2009), Ciri-ciri Supervisi Ilmiah:

1.Membuat peraturan tentang pembelajaran.

2. Membuat peraturan tentang teknik supervisi

3. Spervisor dan guru menaati peraturan itu

4. Membuat standar lulusan

5. Lulusan diharapkan tepat dengan standar itu.

Ciri-Ciri Supervisi dengan Pendekatan Ilmiah

(10)

1 Supervisi bersifat kelompok 2

Tempat supervisi bisa di sekolah, tetapi kebanyakan di luar sekolah sebab pada umumnya pesertanya banyak.

3 Waktu mengadakan supervisi sudah ditentukan sebelumnya.

4 Peserta pada umumnya dari beberapa sekolah.

5 Sering memakai supervisor ekspert dari luar dunia pendidikan kalau membahas keragaman daerah dengan segala aspeknya.

6 Wujud supervisi didominasi oleh ceramah, yang dilengkapi dengan diskusi atau tanya jawab.

7

Pada umunya tidak ada pertemuan tindak lanjut, tetapi pertemuan seperti itu biasanya ditindaklanjuti di sekolah asal guru masing-masing

Karakteristik  supervisi  ilmiah adalah:

(11)

Posisi Pembelajaran Dengan Pendekatan Ilmiah

John D. McNeil (1982), menyatakan bahwa terdapat tiga pandangan mengenai supervisi ilmiah sebagai berikut :

1. Supervisi ilmiah dipandang sebagai kegiatan supervisi yang dipengaruhi oleh berkembangnya manajemen ilmiah dalam dunia industri.

2.

Supervisi ilmiah dipandang sebagai penerapan penelitian ilmiah dan metode pemecahan masalah secara ilmiah bagi penyelesaian permasalahan yang dihadapi guru di dalam mengajar.

3.

Supervisi ilmiah dipandang sebagai democratic ideology. Setiap

penilaian atau judgment terhadap baik buruknya seorang guru dalam

mengajar, harus didasarkan pada penelitian dan analisis statistik

yang ditemukan dalam action research terhadap problem

pembelajaran yang dihadapi oleh guru.

(12)

Posisi Pembelajaran Dengan Pendekatan Ilmiah

a. Sebagai Bagian dari Manajemen Ilmiah

b. Sebagai Gambaran Hasil

Penelitian dan Aplikasi Metode Pemecahan Masalah

c. Sebagai Bagian dari Ideologi

Demokrasi

(13)

Kelebihan Pendekatan Ilmiah

Dapat diketahui mana pembelajaran yang efektif dan mana pembelajaran yang tidak efektif. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru dilaksanakan berdasarkan temuan penelitian atau teori yang secara empirik telah teruji kebenarannya.

Dapat menghasilkan pemenejemenan dalam suatu pembelajaran.

Pembinaan guru didasarkan pada aspek-aspek yang mudah digali, mudah dianalisis dan disimpulkan

Di dunia pendidikan dengan menggunakan pendekatan

ilmiah demikian, akan mudah ditentukan mana guru yang

mengajarnya efektif dan mana yang tidak.

(14)

Kekurangan Pendekatan Ilmiah

3. Dalam melaksanakan penelitian, para peneliti umumnya menyaring pengetahuan dengan seleksi

yang ketat

4. Peneliti umumnya tidak menemukan problema kelas secara menyeluruh sehingga yang didapatkan hanya parsial

saja.

7. Jika supervisor tidak ada kemauan dalam melaksanakan penelitian, maka pendekatan ini

tidak akan berhasil mendapatkan sesuatu untuk

memecahkan masalah.

8. Jika supervisor tidak mau bekerja sama dengan peneliti atau supervisor tidak mau untuk

menggunakan penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, maka pendekatan ini tidak akan

berjalan karena titik beratnya dalam hal pemanfaatan hasil

penelitian.

12. Kesalahan pengkonkretan 13, Kesalahan urus.

11, Kesalahan komposisi.

10. Sering terjadi kesalahan kesimpulan.

1.Jumlah proposi yang dihasilkan oleh pendekatan

ilmiah masih relatif kecil dibandingkan dengan

kebutuhan aktual pembelajaran.

2,Peneliti pembelajaran umumnya lebih banyak

menyaring dan mengkonfirmasikan pengetahuan yang telah mapan dibandingkan dengan

menemukan dan mengusahakan munculnya

pengetahuan yang baru.

5. Banyak temuan ilmiah yang mengemukankan konsep pembelajaran yang

berbeda-beda

6. Pendekatan ini menitik beratkan pada penelitian maka dari itu, pendekatan ini

membutuhkan biaya yang cukup mahal, penggunaan waktu untuk mendapatkan hasil penelitian juga cukup

memakan waktu lama.

9. Adanya faktor politik yng terjadi dalam pendekatan

ilmiah ini, yang akan menimbulkan kecondongan

dalam suatu pihak.

(15)

Langkah-Langkah Pelaksanaan Supervisi Ilmiah

1.Mula-mula ada gagasan untuk

mengadakan supervisi pertemuan ilmiah.

2.Rancangan supervisi dibuat lengkap dengan

materi yang akan

dibahas, para guru yang akan diundang, dan supervisor-supervisor yang akan dilibatkan.

3. Ada persiapan pertemuan, bila perlu

ada panitia penyelenggara.

4.Tempat pertemuan dan waktu serta jadwal pertemuan ditentukan.

5.Surat undangan lengkap dengan tujuan,

tempat, dan waktu dikirim kepada guru-guru

dan para supervisor.

6. Proses supervisi dimulai dengan

ceramah-ceramah oleh ahli atau supervisor tentang sesuatu yang

baru atau cara-cara pemecahan suatu masalah. Ceramah diikuti oleh Tanya jawab.

(16)

1.Sistematis

2.Obyektif

3.Menggunakan alat (instrument) yang dapat memberi informasi sebagai umpan balik untuk mengadakan

penelitian terhadap perbaikan belajar mengajar.

Tujuan dan Unsur-Unsur Supervisi Ilmiah

Tujuan teknik supervisi pertemuan ilmiah adalah dimaksudkan untuk

mendapatkan informasi baru yang bertalian dengan pengembangan profesi guru dan mencari pemecahan tentang hal itu kalau ada halangan-halangan

yang menghadang.

Unsur-Unsur Supervisi Ilmiah :

(17)

 KESIMPULAN

Pendekatan ilmiah (scientific approach) merupakan pendekatan yang berbasis keilmuan yang diterapkan dalam pembelajaran dengan kompetensi yang diharapkan mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah (scientific approach) dapat membantu meningkatkan motivasi belajar siswa, karena dengan langkah kegiatan yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan

mengkomunikasikan menuntut peran aktif siswa dalam proses

pembelajaran. Dengan demikian, akan tercipta pembelajaran

yang bermakna dan menarik bagi siswa.

(18)

 KESIMPULAN

Pendekatan ilmiah dilakukan oleh supervisi dengan cara bekerja sama dengan peneliti

dengan menemukan hasil penelitiannya untuk memecahkan masalah pembelajaran yang

dialami oleh guru dalam hal metode-metode

pembelajaran, strategi pembelajaran, dan juga dalam menghadapi masalah pembelajaran

lainnya untuk memaksimalkan pemahaman

siswa terhadap pembelajaran itu sendiri.

(19)

Kelemahan dari pendekatan ini, karena pendekatan ini menitik beratkan pada penelitian maka dari itu pendekatan ini

membutuhkan biaya yang cukup mahal, penggunaan waktu

untuk mendapatkan hasil penelitian juga cukup memakan waktu lama.

 KESIMPULAN

Kelebihan dari pendekatan ilmiah ini adalah adanya

penelitian sehingga pemecahan masalah besar

kemungkinan tepat sasaran dan tujuan.

(20)

Semoga

Bermanfaat

wennichess

TERIMAKASIH SEMOGA

BERMANFAAT

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan observasi atau studi pendahuluan yang peneliti lakukan di SDN 1 Tampingan Boja Kendal, peneliti menemukan beberapa hal yang berkaitan dengan supervisi antara

Berbagai pendekatan yang dikemukakan oleh ahli yang mencakup supervisi klinis, pendekatan direktif, pendekatan nondirektif, pendekatan kolaboratif, pendekatan

Sedangkan pendekatan ilmiah adalah suatu pendekatan dimana orang menjawab dorongan ingin tahu dan mencari kebenaran dengan cara atau metode ilmiah, yaitu berfikir kritis-rasional

bisa menjadi ilmu terapan (applied science) yang menyajikan cara-cara untuk mempergunakan pengetahuan ilmiahnya guna memecahkan masalah praktis atau masalah sosial

Kepala MI Ma’arif NU 01 Blater dalam melakukan supervisi Pengajaran untuk meningkatkan Profesionalisme Guru menggunakan pendekatan Humanism dan ilmiah. Pendekatan

Anak dapat memecahkan sendiri masalah sederhana yang di hadapi dengan berbagai

Berdasarkan hasil penelitian, simpulan dan implikasi, peneliti menyarankan: (1) hendaknya siswa diberi kesempatan untuk menemukan jawaban atau memecahkan masalah

Pendekatan sistem adalah cara memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan melihat perusahaan sebagai suatu sistem yang terdiri dari