A SCIENTIFIC APPROACH TO SUPERVISION
(PENDEKATAN ILMIAH)
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
Mata Kuliah: Analisis Model dan Pendekatan Supervisi
Dosen Pengampu : Dr.H.M. Saleh, M.Pd
KELOMPOK 1
RAUDATUL MUNAWARAH (2120111320014) RAHMAT ALFIAN MADANI (2120111310052)
NIRA RISTINAH (2120111320018)
SYAMSUWAL QOMAR (2120111310038)
HASAN BASRI (2120111310023)
SOPYAN HAADI (2120111310034)
WENNI MELIANA (2120111320002)
Latar Belakang
Masalah-masalah guru dalam pembelajaran, antara lain : - metode yang digunakan
- strategi yang digunakan
- Tidak mengetahui apa yang menjadi tujuan yang mendasar dengan adanya suatu pembelajaran
- Kurangnya pemahaman untuk melakukan pembelajaran agar siswa bisa maksimal dalam memahami maksud dari suatu pembelajaran
yang telah dilakukan.
Latar Belakang
Permasalahan yang dialami oleh supervisor,
kepala sekolah dan juga guru agar mendapatkan
suatu cara memecahkan permasalahan, dapat
menggunakan pendekatan ilmiah untuk
mengefektifkan suatu pembelajaran
Rumusan Masalah
Bagaimanakah ruang
lingkup dari pendekatan
ilmiah?
Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach)
Teori Scientifie Management sedang mendominasi
perkembangan ilmu manajemen pada tahun 1980-an. Pada zaman tersebut, model supervisi dengan
pendekatan sains dipandang sebagai jawaban atas rendahnya
kualitas pendidikan. Pendekatan ilmiah dalam supervisi
pembelajaran ini terkait dengan erat pengupayaan efektivitas
pembelajaran.
Pendekatan Scientific (ilmiah) dalam supervisi pengajaran
berhubungan erat dengan pengupayaan efektifitas
pengajaran.
Dalam pendekatan ilmiah, pengajaran dipandang sebagai
ilmu atau science.
Pengertian
Menurut Sahertian (2008) adalah kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data obyektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan proses belajar mengajar.
Menggunakan instrumen pengumpulan data, untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data seperti angket, observasi, percakapan pribadi, dan seterusnya.
Ciri-Ciri dan Karakteristik Supervisi dengan Pendekatan
Ilmiah
Menurut Sagala (2010), supervisi pembelajaran dengan pendekatan ilmiah memiliki unsur-unsur;
(1) sistematis, dilaksanakan secara teratur, berencana kontinyu
(2) Obyektif : data yang didapat berdasarkan pada observasi nyata, bukan tafsiran pribadi
(3) Menggunakan alat (instrumen) yang dapat memberikan informasi sebagai umpan balik untuk mengadakan penilaian terhadap proses belajar mengajar.
Ciri-Ciri dan Karakteristik Supervisi dengan Pendekatan
Ilmiah
Menurut Sahertian (2000) supervisi pengajaran yang bersifat ilmiah bercirikan:
(1) dilaksanakan secara berencana dan berkesinambungan;
(2) sistematis serta menggunakan prosedur dan teknik tertentu;
(3) menggunakan instrumen pengumpulan data; dan
(4) ada data objektif yang diperoleh dari keadaan yang riil.
Menurut Made Pidarta (2009), Ciri-ciri Supervisi Ilmiah:
1.Membuat peraturan tentang pembelajaran.
2. Membuat peraturan tentang teknik supervisi
3. Spervisor dan guru menaati peraturan itu
4. Membuat standar lulusan
5. Lulusan diharapkan tepat dengan standar itu.
Ciri-Ciri Supervisi dengan Pendekatan Ilmiah
1 • Supervisi bersifat kelompok 2
• Tempat supervisi bisa di sekolah, tetapi kebanyakan di luar sekolah sebab pada umumnya pesertanya banyak.
3 • Waktu mengadakan supervisi sudah ditentukan sebelumnya.
4 • Peserta pada umumnya dari beberapa sekolah.
5 • Sering memakai supervisor ekspert dari luar dunia pendidikan kalau membahas keragaman daerah dengan segala aspeknya.
6 • Wujud supervisi didominasi oleh ceramah, yang dilengkapi dengan diskusi atau tanya jawab.
7
• Pada umunya tidak ada pertemuan tindak lanjut, tetapi pertemuan seperti itu biasanya ditindaklanjuti di sekolah asal guru masing-masing
Karakteristik supervisi ilmiah adalah:
Posisi Pembelajaran Dengan Pendekatan Ilmiah
John D. McNeil (1982), menyatakan bahwa terdapat tiga pandangan mengenai supervisi ilmiah sebagai berikut :
1. Supervisi ilmiah dipandang sebagai kegiatan supervisi yang dipengaruhi oleh berkembangnya manajemen ilmiah dalam dunia industri.
2.
Supervisi ilmiah dipandang sebagai penerapan penelitian ilmiah dan metode pemecahan masalah secara ilmiah bagi penyelesaian permasalahan yang dihadapi guru di dalam mengajar.
3.
Supervisi ilmiah dipandang sebagai democratic ideology. Setiap
penilaian atau judgment terhadap baik buruknya seorang guru dalam
mengajar, harus didasarkan pada penelitian dan analisis statistik
yang ditemukan dalam action research terhadap problem
pembelajaran yang dihadapi oleh guru.
Posisi Pembelajaran Dengan Pendekatan Ilmiah
a. Sebagai Bagian dari Manajemen Ilmiah
b. Sebagai Gambaran Hasil
Penelitian dan Aplikasi Metode Pemecahan Masalah
c. Sebagai Bagian dari Ideologi
Demokrasi
Kelebihan Pendekatan Ilmiah
Dapat diketahui mana pembelajaran yang efektif dan mana pembelajaran yang tidak efektif. Pembelajaran yang dilakukan oleh guru dilaksanakan berdasarkan temuan penelitian atau teori yang secara empirik telah teruji kebenarannya.
Dapat menghasilkan pemenejemenan dalam suatu pembelajaran.
Pembinaan guru didasarkan pada aspek-aspek yang mudah digali, mudah dianalisis dan disimpulkan
Di dunia pendidikan dengan menggunakan pendekatan
ilmiah demikian, akan mudah ditentukan mana guru yang
mengajarnya efektif dan mana yang tidak.
Kekurangan Pendekatan Ilmiah
3. Dalam melaksanakan penelitian, para peneliti umumnya menyaring pengetahuan dengan seleksi
yang ketat
4. Peneliti umumnya tidak menemukan problema kelas secara menyeluruh sehingga yang didapatkan hanya parsial
saja.
7. Jika supervisor tidak ada kemauan dalam melaksanakan penelitian, maka pendekatan ini
tidak akan berhasil mendapatkan sesuatu untuk
memecahkan masalah.
8. Jika supervisor tidak mau bekerja sama dengan peneliti atau supervisor tidak mau untuk
menggunakan penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, maka pendekatan ini tidak akan
berjalan karena titik beratnya dalam hal pemanfaatan hasil
penelitian.
12. Kesalahan pengkonkretan 13, Kesalahan urus.
11, Kesalahan komposisi.
10. Sering terjadi kesalahan kesimpulan.
1.Jumlah proposi yang dihasilkan oleh pendekatan
ilmiah masih relatif kecil dibandingkan dengan
kebutuhan aktual pembelajaran.
2,Peneliti pembelajaran umumnya lebih banyak
menyaring dan mengkonfirmasikan pengetahuan yang telah mapan dibandingkan dengan
menemukan dan mengusahakan munculnya
pengetahuan yang baru.
5. Banyak temuan ilmiah yang mengemukankan konsep pembelajaran yang
berbeda-beda
6. Pendekatan ini menitik beratkan pada penelitian maka dari itu, pendekatan ini
membutuhkan biaya yang cukup mahal, penggunaan waktu untuk mendapatkan hasil penelitian juga cukup
memakan waktu lama.
9. Adanya faktor politik yng terjadi dalam pendekatan
ilmiah ini, yang akan menimbulkan kecondongan
dalam suatu pihak.
Langkah-Langkah Pelaksanaan Supervisi Ilmiah
1.Mula-mula ada gagasan untuk
mengadakan supervisi pertemuan ilmiah.
2.Rancangan supervisi dibuat lengkap dengan
materi yang akan
dibahas, para guru yang akan diundang, dan supervisor-supervisor yang akan dilibatkan.
3. Ada persiapan pertemuan, bila perlu
ada panitia penyelenggara.
4.Tempat pertemuan dan waktu serta jadwal pertemuan ditentukan.
5.Surat undangan lengkap dengan tujuan,
tempat, dan waktu dikirim kepada guru-guru
dan para supervisor.
6. Proses supervisi dimulai dengan
ceramah-ceramah oleh ahli atau supervisor tentang sesuatu yang
baru atau cara-cara pemecahan suatu masalah. Ceramah diikuti oleh Tanya jawab.
1.Sistematis
2.Obyektif
3.Menggunakan alat (instrument) yang dapat memberi informasi sebagai umpan balik untuk mengadakan
penelitian terhadap perbaikan belajar mengajar.
Tujuan dan Unsur-Unsur Supervisi Ilmiah
Tujuan teknik supervisi pertemuan ilmiah adalah dimaksudkan untuk
mendapatkan informasi baru yang bertalian dengan pengembangan profesi guru dan mencari pemecahan tentang hal itu kalau ada halangan-halangan
yang menghadang.
Unsur-Unsur Supervisi Ilmiah :
KESIMPULAN
Pendekatan ilmiah (scientific approach) merupakan pendekatan yang berbasis keilmuan yang diterapkan dalam pembelajaran dengan kompetensi yang diharapkan mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah (scientific approach) dapat membantu meningkatkan motivasi belajar siswa, karena dengan langkah kegiatan yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan
mengkomunikasikan menuntut peran aktif siswa dalam proses
pembelajaran. Dengan demikian, akan tercipta pembelajaran
yang bermakna dan menarik bagi siswa.
KESIMPULAN
Pendekatan ilmiah dilakukan oleh supervisi dengan cara bekerja sama dengan peneliti
dengan menemukan hasil penelitiannya untuk memecahkan masalah pembelajaran yang
dialami oleh guru dalam hal metode-metode
pembelajaran, strategi pembelajaran, dan juga dalam menghadapi masalah pembelajaran
lainnya untuk memaksimalkan pemahaman
siswa terhadap pembelajaran itu sendiri.
Kelemahan dari pendekatan ini, karena pendekatan ini menitik beratkan pada penelitian maka dari itu pendekatan ini
membutuhkan biaya yang cukup mahal, penggunaan waktu
untuk mendapatkan hasil penelitian juga cukup memakan waktu lama.
KESIMPULAN
Kelebihan dari pendekatan ilmiah ini adalah adanya
penelitian sehingga pemecahan masalah besar
kemungkinan tepat sasaran dan tujuan.
Semoga
Bermanfaat
wennichess
TERIMAKASIH SEMOGA
BERMANFAAT