• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELOMPOK 1 MAKALAH ASWAJA AN NAHDLIYAH (1)

N/A
N/A
xyiles xban

Academic year: 2023

Membagikan "KELOMPOK 1 MAKALAH ASWAJA AN NAHDLIYAH (1)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH ASWAJA AN NAHDLIYAH KONDISI UMAT SAAT

RASULULLAH SAW WAFAT

Dosen Pengampu :

Kelompok 1 Disusun Oleh :

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS 2023

(2)

ميِحّرلا ِنَمْحّرلا ِ ّا ِمْسِب

(3)

A. DETIK-DETIK WAFATNYA RASULULLAH

Detik-detik wafatnya Nabi Muhammad SAW adalah momen yang sangat bersejarah dalam sejarah Islam. Walaupun tidak ada deskripsi yang sangat rinci tentang momen tersebut dalam sumber-sumber sejarah, berikut adalah beberapa informasi yang dapat ditemukan dalam literatur hadis:

1. Pengucapan Syahadat Terakhir : Dalam banyak riwayat, disebutkan bahwa sebelum wafat, Nabi Muhammad SAW mengucapkan syahadat, yang merupakan kesaksian atas keesaan Allah. Syahadat ini adalah bagian penting dalam ajaran Islam, dan Rasulullah mengingatkan umatnya untuk memahaminya dengan baik bahkan dalam momen terakhirnya.

2. Mengarahkan Umat : Rasulullah SAW, meskipun dalam keadaan sakit parah, mencoba memberikan petunjuk terakhir kepada umatnya. Ia menyampaikan pesan-pesan penting, termasuk tentang pentingnya memelihara shalat dan menjaga hak-hak perempuan.

3. Kepala di Pangkuan Aisyah : Ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW wafat sambil kepala berada di pangkuan Aisyah, salah satu istrinya. Ini menunjukkan kedekatan dan kasih sayang di antara mereka.

4. Kematian yang Tenang : Wafatnya Rasulullah SAW disebutkan sebagai kematian yang tenang dan penuh rahmat. Beliau adalah Nabi terakhir, dan setelah wafatnya, Allah SWT menetapkan bahwa tidak akan ada nabi lagi setelahnya.

Wafatnya Nabi Muhammad SAW adalah momen yang sangat bermakna dan mengharukan bagi umat Islam. Ini menandai akhir periode kenabian dan awal dari kepemimpinan Khulafaur Rasyidin. Umat Islam mengenang dan menghormati Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah dan teladan yang sempurna dalam hidup mereka.

(4)

B. KONDISI YANG TERJADI SAAT RASULULLAH WAFAT

Saat Rasulullah SAW wafat, terjadi sejumlah peristiwa dan kondisi yang signifikan dalam sejarah Islam. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Kesedihan Besar: Kematian Rasulullah SAW menyebabkan kesedihan besar di kalangan para sahabat dan umat Islam. Rasulullah adalah figur yang sangat dihormati dan dicintai oleh umat Islam, dan wafatnya adalah kehilangan yang besar.

2. Penyelenggaraan Pemakaman: Setelah wafatnya, jenazah Rasulullah SAW diselenggarakan pemakaman dengan penuh penghormatan. Pemakaman tersebut dipimpin oleh para sahabat dan dihadiri oleh ribuan orang. Ini adalah salah satu pemakaman terpenting dalam sejarah Islam.

3. Periode Kepemimpinan Khulafaur Rasyidin: Setelah wafatnya Rasulullah, umat Islam menghadapi pertanyaan tentang kepemimpinan. Khulafaur Rasyidin (empat khalifah yang benar) yang pertama, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, secara berurutan, menjadi pemimpin umat Islam. Mereka adalah pemimpin yang diakui oleh mayoritas umat Islam.

4. Penyebaran Islam: Di bawah kepemimpinan Khulafaur Rasyidin, Islam terus berkembang dan menyebar ke wilayah-wilayah baru. Penaklukan wilayah- wilayah di luar Arab dimulai, dan Islam menjadi agama yang berkembang pesat.

5. Pengumpulan Al-Quran: Salah satu tindakan penting yang dilakukan oleh Khulafaur Rasyidin adalah pengumpulan dan penulisan Al-Quran. Umar bin Khattab memutuskan untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran ke dalam satu buku, sehingga terjaga kesatuan dan keotentikan kitab suci.

6. Perjuangan Melawan Pemberontakan: Selama periode ini, Khulafaur Rasyidin menghadapi beberapa pemberontakan dan perjuangan, termasuk Perang Riddah (Perang Apostasi), Perang Jamal, dan Perang Siffin.

Wafatnya Rasulullah SAW adalah momen penting dalam sejarah Islam yang mengawali perjalanan panjang perkembangan agama dan peradaban Islam. Khulafaur

(5)

Rasyidin yang memimpin setelahnya memainkan peran penting dalam memperluas dan memperkuat wilayah Islam serta memelihara warisan ajaran Nabi Muhammad SAW.

C. MUNCULNYA KEKHALIFAHAN PASCA RASULULLAH

Munculnya kekhalifahan pasca Rasulullah Muhammad SAW adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam. Setelah wafatnya Rasulullah, umat Islam menghadapi tantangan untuk menentukan siapa yang akan memimpin mereka. Inilah yang mengakibatkan munculnya kekhalifahan, yang merupakan kepemimpinan politik dan spiritual umat Islam. Berikut adalah sejarah singkat kekhalifahan pasca Rasulullah:

1. Kekhalifahan Abu Bakar (632-634 M) : Setelah wafatnya Rasulullah pada tahun 632 M, sahabat terdekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dipilih sebagai khalifah pertama. Pemerintahan Abu Bakar diwarnai dengan penyebaran Islam ke berbagai wilayah dan pemadamannya terhadap pemberontakan suku-suku Arab yang menolak membayar zakat. Selama masa pemerintahannya, terjadi pengumpulan dan penulisan Al-Quran dalam bentuk satu buku.

2. Kekhalifahan Umar bin Khattab (634-644 M) : Abu Bakar digantikan oleh Umar bin Khattab, khalifah kedua Islam. Di bawah kepemimpinan Umar, wilayah Kekhalifahan berkembang pesat dengan penaklukan wilayah-wilayah besar, seperti Persia dan Bizantium. Pemerintahan Umar juga dikenal karena reformasi administratif, ekonomi, dan sosial yang signifikan.

3. Kekhalifahan Utsman bin Affan (644-656 M) : Umar digantikan oleh Utsman bin Affan, khalifah ketiga. Selama masa pemerintahannya, Al-Quran diproses secara resmi dan disalin dalam beberapa salinan yang dibagi ke berbagai wilayah. Pemerintahan Utsman juga ditandai dengan pembangunan proyek- proyek penting dan penyebaran Islam ke wilayah-wilayah yang lebih jauh.

4. Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (656-661 M) : Ali bin Abi Thalib, sepupu Rasulullah dan menantu Nabi melalui pernikahannya dengan Fatimah, menjadi khalifah keempat setelah pembunuhan Utsman. Namun, pemerintahan

(6)

Ali penuh dengan konflik internal, terutama dalam perang saudara melawan kelompok yang dikenal sebagai "Kelompok Pemberontak" atau "Kelompok Khawarij." Pemerintahan Ali berakhir dengan pembunuhan pada tahun 661 M.

Kekhalifahan yang muncul pasca Rasulullah adalah titik awal dari berbagai dinasti dan kekhalifahan Islam yang berbeda di masa mendatang, seperti Kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah. Kekhalifahan berperan penting dalam menyebarluaskan Islam ke berbagai wilayah dunia dan dalam mengembangkan peradaban Islam.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Mahfani, M. Khalilurrahman, and Abdurrahim Hamdi. Menguak Rahasia Kehidupan Setelah Kematian. WahyuQolbu, 2016.

Zebua, Rony Sandra Yofa, Miftahul Ihsan, and Neneng Nurjanah. "Perkembangan Pendidikan Islam pada Periode Khulafāur Rāsyidīn dan Implikasinya terhadap Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia." Jurnal Pendidikan Islam Indonesia 5.1 (2020): 115-126.

Al-Mahfani, M. K., & Hamdi, A. (2016). Menguak Rahasia Kehidupan Setelah Kematian.

WahyuQolbu.

Referensi

Dokumen terkait

 Siswa tanya jawab dengan anggota kelompoknya tentang bentuk / wujud kebudayaan Islam dan kebudayaan non Islam  Siswa Menceritakan sejarah Nabi Muhammad SAW dalam

Bahasannya mencakup sejarah pembentukan dan perkembangan kebudayaan Mesopothamia dan Mesir, kebudayaan Arab pra Islam, perkembangan Islam masa Nabi Muhammad saw,

Tanggal 4 Januari 2015 tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awwal 1436 Hijriah adalah hari besar yang penting dan bersejarah bagi Ummat Islam di seluruh dunia. Hari itu merupakan hari lahirnya Nabi Besar bagi Ummat Islam, Nabi Muhammad

Pada bab kedua dijelaskan beberapa mazhab (sekte/golongan) umat nabi Muhammad saw. Menurut hadist Rasulullah, sekte dalam Islam terbagi kepada 72 bagian, yang

Penelitian ini dilatar belakangi karena keingintahuan peneliti mengenai strategi public relations Islam yang dilakukan dengan meneliti sejarah Nabi Muhammad saw

dakwah Nabi Muhammad SAW peiode Madinah bab 4 faktor-faktor yang mendukung dakwah Nabi Muhammad periode Madinah bab 5 Sejarah pertumbuhan perkembangan dan keruntuhan

“Ketahuilah bahwa salah satu bid’ah yang terpuji adalah perayaan maulid Nabi pada bulan dilahirkan Rasulullah Muhammad Saw”. Bahkan setiap tempat yang di dalamnya dibacakan

Hal ini terlihat pada ungkapannya yang menyatakan: “Bertolak dari dasar al-Qur’an dan petunjuk Nabi Muhammad SAW., umat Islam pada periode Rasulullah SAW., dan masa sesudahnya penuh