MUTU
PELAYANAN KESEHATAN
Istiawati R. SE., MM.
KELOMPOK 10
220205143 220205268
220205157 220205170
Awalinda Nur Fitria
Keisyabilla Dwike Safira
Fama Philo Adi Arsa
Reza Purnama Wijaya
PENGERTIAN PUSKESMAS
Menurut Depkes RI (2004), Puskesmas adalah unit
pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kesehatan. Sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan kabupaten/kota (UPTD) Puskesmas berperan menyelenggarakan
sebagian dari tugas teknis operasional dinas kesehatan kabupaten/kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia
PENGERTIAN MUTU
Pengertian Mutu Ketika pihak manajemen suatu organisasi mengerti definisi mutu dari konsumen dan berniat untuk
dimengerti sebagai produsen barang atau jasa yang bermutu, semua karyawan harus mengerti dan mengimplementasikan konsep bahwa :
1. Mutu adalah mengerti dan menterjemahkan permintaan pelanggan kepada suatu definisi tingkatan mutu dan untuk memproduksi barang / produk atau menyediakan jasa yang sesuai dengan permintaan pelanggan.
2. Mutu adalah mengenai pencegahan bukan mendeteksi
kesalahan, oleh karena itu harus memulai dengan benar sejak tahapan awal dari suatu operasi bisnis untuk menjamin bahwa proses akan menambah nilai bukan biaya. Pencegahan akan melibatkan perencanaan, training, kalibrasi, inspeksi / uji, kontrol terhadap ketidaksesuaian, audit mutu internal dan tindakan perbaikan.
KUALITAS PELAYANAN
Menurut Azwar (1996)
kualitas pelayanan bersifat multidimensional, yaitu
kualitas menurut pemakai pelayanan kesehatan dan menurut penyedia jasa layanan kesehatan.
01 02
DARI SEGI PEMAKAI JASA
PELAYANAN
DARI PIHAK PENYEDIA JASA
PELAYANAN Kualitas pelayanan terutama
berhubungan dengan ketanggapan dan kemampuan petugas puskesmas
dalam memenuhi kebutuhan pasar dan komunikasi pasien termasuk di
dalamnya sifat ramah dan kesungguhan.
Kualitas pelayanan terkait pada pemakaian yang sesuai dengan
perkembangan ilmu dan teknologi .
DIMENSI
KUALITAS
1. Direct evidence (bukti langsung), meliputi
penampilan fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi.
2. Reliability (keandalan), yaitu kemampuan
memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan.
3. Responsiveness (daya tanggap), yaitu keinginan para staf untuk membentuk para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap.
4. Assurance (jaminan), mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat
dipercaya yang dimiliki para staf bebas dari bahaya, resiko, atau keragu-raguan.
5. Emphaty (empati), meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memahami kebutuhan pelanggan.
HASIL
SURVEY
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan
mengenai mutu pelayanan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan puskesmas dengan
mewawancarai 5 orang pasien, yang dilakukan di Puskesmas Nusukan Kota Surakarta
menunjukan bahwa lebih dari 60% pasien
merasa puas dengan pelayanan yang diberikan puskesmas tersebut, baik dari petugas Medis dan Non Medis. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan harus lebih ditingkatkan lagi, tidak hanya pada Puskesmas Nusukan saja tapi juga puskesmas- puskesmas lainnya.
Kepuasaan Konsumen
P%
SS 3 60%
S 2 40%
Jumlah 5 100%