• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelompok 3 Suku Baduy Dalam

N/A
N/A
Annisa Nurul Lailatul Rahmadani

Academic year: 2025

Membagikan "Kelompok 3 Suku Baduy Dalam"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

KEARIFAN

LOKAL SUKU

BADUI DALAM

(2)

ANGGOTA KELOMPOK

• M. Abby Fahrezy Sutikno

• Sheeny Az-Zahra

• Annisa Nurul Lailatul Rahmadani

• Moh. Jafar Umar

• Muhammad Amjad Hamy Faqih

(3)

Suku Badui Dalam

Peralatan,

Komunikasi, dan Seni

Seminomaden juga didefinisikan sebagai orang yang memiliki harta benda minimal, termasuk barang seni dan alat tehnologi. Gaya hidup "Orang Rimbo" sifatnya tabu untuk memiliki atau menambah harta benda yang tidak termasuk kebutuhan primer atau memiliki barang-barang yang menyulitkan untuk berpindah-pindah.

menurut ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dari belajar. Alfred Kroeber dan Clyde Kluckhon, dalam Suwardi Hasan, yang melakukan kompilasi 164 kata budaya umumnya digunakan dalam tiga pengertian mendasar. Pertama, keunggulan cita rasa dan selera terhadap kesenian dan kemanusiaan yang biasanya disebut budaya tinggi.

BudayaOrang Rimba

(4)

• Kelompok masyarakat kanekes atau suku Badui memuja arwah nenek moyang

(animisme) yang bernama Sunda wiwitan dan

• Inti dari kepercayaan tersebut dinamakan 'pikukuh'

atau ketentuan adat mutlak yang dianut oleh kanekes atau

Baduy dalam pada kehidupan sehari-hari.

• Kelompok ini secara umum terbagi menjadi

3 kelompok, yaitu tangtu, panamping, dan

dangka.

• Pemimpin adat tertinggi di kanekes yaitu "puun" yang

berada di tiga kampung tangtu.

• Ada 3 hal yang mewarnai

keseharian mereka, antara

lain: sikap hidup sederhana,

bersahabat dengan alam yang

alami, dan spirit kemandirian.

(5)

Pola kehidupan sosial budaya dan ekonomi masyarakat Baduy dalam

1. Pembagian Kelompok Masyarakat Kanekes secara umum terbagi menjadi tiga kelompok yaitu tangtu,

panamping, dan dangka.

A. Aspek Sosial

2. Sikap yang dimiliki oleh Suku Baduy yaitu sikap hidup sederhana, bersahabat dengan alam yang alami, dan spirit kemandirian.

4. sistem

bermasyarakat, suku Baduy mengedepankan gotong royong,

kebersamaan dan penuh toleransi.

3. Struktur Pemerintahan Masyarakat Suku Baduy mengenal dua sistem pemerintahan, yaitu sistem nasional, dan sistem adat

5. Hubungan antar Manusia, orang Baduy sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat.

(6)

Pola kehidupan sosial budaya dan ekonomi masyarakat Baduy dalam

1. Bahasa yang mereka gunakan adalah Bahasa Sunda dialek Sunda–

Banten. Untuk

berkomunikasi dengan penduduk luar mereka menggunakan Bahasa Indonesia.

B. Aspek Budaya

2. Kepercayaan

masyarakat Kanekes atau suku Baduy yang disebut sebagai Sunda Wiwitan berakar pada pemujaan kepada arwah nenek moyang (animisme)

Untuk menunjang kehidupan perekonomiannya adalah bertani, diajarkan secara sederhana dengan tetap menjaga keseimbangan alam.

3. Pendekatan

pendidikan di Baduy adalah non formal yang dilakukan di rumah- rumah maupun di lapangan secara langsung.

sistem berladang yang mereka kerjakan sesuai dengan

kepercayaan serta ideologi hidup mereka untuk tidak membuat perubahan secara besar-besaran pada alam B. Aspek Ekonomi

(7)

Pengaruh kearifan lokal suku Badui

bagi lingkungan

Masyarakat Baduy memiliki kepercayaan bahwa alam

adalah salah satu titipan maha

kuasa yang harus dijaga dan

dilestarikan, yang tertuai pada

prinsip ajaran dan filosofis suku

Baduy yaitu “lojor teu meunang

dipotong, pondok teu meunang

disambung”.

(8)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

'Marapu' merupakan merupakan kepercayaan asli yang bersumber pada unsur pemujaan arwah nenek moyang yang dianggap sebagai hal yang sangat penting bagi orang Sumba.. Dengan

bahwa masyarakat Desa Penyengat sebelumnya tidak menganut aliran kepercayaan (Animisme) sebagian dari komunitas adat terpencil (Suku Akit) di Desa Penyengat juga pernah

Dalam penelitian ini, tari dukun merupakan kesenian yang memang diwarisi secara turun temurun oleh nenek moyang masyarakat Suku Dayak Banyadu di Kecamatan Teriak

Adanya haplotip asli (tac) dan taT pada sampel masyarakat suku Sunda mengindikasikan bahwa nenek moyang suku Sunda yang membawa haplotip tac telah menempati

Shinto adalah salah satu agama (kepercayaan masyarakat) yang banyak dianut orang Jepang.. Kegiatan peribadatannya mengutamakan pemujaaan terhadap arwah nenek moyang dan

Nadroh [14] menjelaskan bahwa dalam agama Sunda Wiwitan dikenal kekuasaan tertinggi dalam ajaran agama ini berada pada Nu Ngersakeun (Yang Menghendaki), Sang Hyang Kersa

Dalam kaitan tersebut masyarakat suku Lintang, Empat Lawang sudah sangat kental dengan Islam, dari zaman nenek moyang hingga turun temurun masyarakat suku Lintang menganut Agama Islam,

Bahwa kedudukan perkawinan atas dasar aliran kepercayaan sunda wiwitan pada masyarakat adat baduy luar adalah tidak sah menurut hukum negara, karena tidak sesuai dengan ketentuan pasal