MAKALAH
PENGANTAR EKONOMI MIKRO
“ Konsep Penawaran”
Dosen : Endah Budiastuti, MM
Disusun Oleh :
Eva Sri ( 11020623 )
Irgi Muhamad ( 11020632 ) Mochamad Syahrial ( 11020725 ) Zufi Nurali ( 11020607 )
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI CIREBON TAHUN AJARAN 2020/2021
SEMESTER IV
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ekonomi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Pengantar Ekonomi Mikro khususnya Konsep Penawaran. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbang pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa STIE Cirebon.
Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing saya meminta masukanya demi perbaikan pembuatan makalah kami di masa yang akan datang.
Kamis, 10 Maret 2022
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I... 1
PENDAHULUAN... 1
1.1 LATAR BELAKANG... 1
1.2 RUMUSAN MASALAH... 1
1.3TUJUAN PENULISAN... 2
BAB II... 3
ISI... 3
PENAWARAN (SUPPLY)... 3
2.1 KONSEP DAN PENGERTIAN PENAWARAN...3
2.2 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN...4
2.3 HUKUM PENAWARAN... 5
2.4 KURVA PENAWARAN... 6
2.5Pergeseran Kurva Penawaran... 8
BAB III... 12
PENUTUP... 12
1.Kesimpulan... 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti dari masalah ekonomi adalah adanya ketidak seimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas sebagai alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.
Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani, yakni (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah Mikroekonomi vs Makroekonomi.
Beberapa orang menganggap bahwa ilmu ekonomi dimulai dan diakhiri dengan hukum permintaan dan penawaran. Akan tetapi hukum yang dikenal dengan hukum penawaran dan permintaan memang merupakan bagian yang terpenting dalam pemahaman kita mengenai sistem pasar.
Pertama kita perlu mengetahui apa saja yang mempengaruhi penawaran komoditi tertentu berikutnya baru kita dapat melihat bagaimana penawaran bersama-sama menentukan harga serta bagaimana sistem harga itu secara keseluruhan memungkinkan sistem perekonomian bereaksi terhadap perubahan penawaran. Penawaran membantu kita dalam memahami keberhasilan sistem harga dan juga kegagalannya.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa Pengertian Penawaran ?
2. Bagaimana Bunyi Hukum Penawaran ? 3. Jelaskan fungsi penawaran !
4. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Penawaran ? 5. Bagaimana kurva penawaran & Elastisitas !
1.3TUJUAN PENULISAN
1. Untuk Mengetahui Pengertian Penawaran 2. Untuk mengetahui Bunyi Hukum Penawaran 3. Untuk mengetahui Fungsi Penawaran
4. Untuk mengetahui Faktor-faktorMempengaruhi Penawaran
BAB II ISI
PENAWARAN (SUPPLY)
2.1 KONSEP DAN PENGERTIAN PENAWARAN
Menurut Ahman (2009:98-99), Penawaran diartikan sebagai keseluruhan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dalam berbagai kemungkinan harga yang berlaku di pasar dalam satu periode tertentu. Dari pengertian tersebut ada dua variabel (besaran) ekonomi, yaitu jumlah barang yang ditawarkan atau akan dijual dan tingkat harga. Kedua variabel ini memperlihatkan adanya hubungan satu sama lain. Seddangkan variabel waktu diabaikan atau dianggap konstan. Kedudukan variabel harga dalam konsep penawaran adalah sebagai variabel yang mempengarruhi jumlah barang yang ditawarkan, atau sering disebut variabel bebas (independent variable).
Sedangkan menurut Rahardja (2008:32), Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu.
Dari kedua pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa penawaran adalah keseluruhan jumlah barang dan jasa yang produsen ingin tawarkan pada berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dalam satu periode tertentu.
Menurut Ahman (2009:99), penawaran dibedakan atas :
a. Penawaran individu adalah penawaran dari penjual perseorangan akan suatu barang di pasar.
b. Penawaran pasar (kolektif) adalah penawaran dari semua penjual yang ada di pasar akan suatu barang.
Terdapatnya permintaan belum merupakan syarat yang cukup untuk mewujudkan transaksi dalam pasar. Permintaan dapat dipenuhi apabila para penjual dapat menyediakan barang-barang yang diperlukan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya penawaran.
Penawaran adalah sejumlah produk (barang/jasa) yang ditawarkan oleh produsen (penjual) pada berbagai tingkat harga dan terjadi pada periode waktu tertentu.
Teori ekonomi berhubungan dengan prilaku perusahaan bisnis, yang melakukan penawaran di pasar output dan melakukan permintaan di pasar input Perusahaan terlibat dalam produksi, dan berasumsi bahwa mereka melakukan hal itu untuk mendapatkan laba.
Sehingga perusahaan sukses mencetak laba karena mereka mampu menjual produk melebihi biaya untuk memproduksi. Penawaran tergantung pada potensi laba sehingga cenderung bereaksi pada perubahan penerimaan dan perubahan biaya produksi. Konsep dasar dari fungsi penawaran untuk suatu produk, dapat dinyatakan dalam bentuk hubungan antara kuantitas yang ditawarkan (kuantitas penawaran) dan sekumpulan faktor yang mempengaruhi penawaran dari produk itu.
2.2 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran suatu produk diantaranya:
1. Harga barang itu sendiri.
Hubungan ini bersifat positif, yaitu jika harga barang naik, jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen bertambah. Sebaliknya, jika harga suatu produk menurun, maka jumlh produk yang ditawarkan juga ikut menurun. Tujuannya adalah untuk meraih keuntungan yang lebih besar.
2. Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi dapat meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini akan memengaruhi besarnya jumlah barang yang ditawarkan di pasar. Seorang pengrajin sepatu sebelum adanya mesin dapat menghasilkan sepatu 250 pasang seminggu, tetapi ketika menemukan mesin yang dapat memproduksi sepatu 1.000 pasang dalam seminggu, oleh karena itu, penawaran terhadap sepatu pun bertambah.
3. Biaya Input (Faktor Produksi)
Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memperoleh faktor-faktor produksi memengaruhi besarnya biaya produksi. Biaya produksi akan naik jika harga faktor-faktor produksi naik. Biaya produksi yang melebihi hasil penjualan akan menyebabkan kerugian. Hal ini dapat menimbulkan jumlah barang yang ditawarkan berkurang.
4. Adanya tingkat persaingan
Semakin tinggi persaingan suatu barang karena semakin banyaknya produsen maka jumlah penawaran pun semakin banyak.
5. Ekspektasi (Harapan Masa Depan)
Ketika suatu barang langka di pasaran, produsen mencoba menahan barang tersebut untuk tidak ditawarkan dulu ke pasar dengan harapan harga naik terus dan produsen akan mendapatkan laba yang besar dari perbuatannya.
6. Harga Barang Subtitusi dan Komplementer
Apabila harga barang substitusi meningkat, maka penawaran harga barang yang diamati akan turun. Hal ini karena harga barang yang diamati menjadi relatif lebih
murah dibandingkan harga barang substitusinya. Demikian sebaliknya. Sedangkan jika harga suatu barang komplementer meningkat, maka penawaran terhadap barang yang diamati meningkat.
2.3 HUKUM PENAWARAN
Sebagaimana konsep asli dari penemuanya Alfred Marshall, maka perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran itu disebut sebagai Hukum Penawaran, yang dapat diartikan sebagai berikut:
Perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan, yaitu jika harga naik maka penawaran akan meningkat, dan sebaliknya jika harga turun maka penawaran juga akan turun dengan ceteris paribus.
Ceteris paribus adalah ungkapan Latin yang berarti semua variabel selain yang sedang dipelajari diasumsikan konstan. Secara harfiah, ceteris paribus berarti “hal-hal lain dianggap sama.” Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
p
s
Q
Dari gambar di atas, dapat dijelaskan bahwa hubungan antara harga dan kuantitas yang ditawarkan adalah seorang (positif). konsekuensinya jika harga naik, kuantitas barang yang ditawarkan semakin meningkat, dan sebaliknya.
Hukum penawaran menyatakan bahwa jika semua dianggap sama ketika harga suatu barang meningkat maka jumlah penawarannya akan meningkat.
Kadang-kadang kita temui pula adanya kurva penawaran yang mempunyai slope negatif.
Contoh yang sering kita jumpai adalah kurva penawaran akan tenaga kerja yang berbentuk melengkung membalik backward bending labour supply curve). Misalnya saja, seorang pekerja dibayar berdasarkan jumlah jam kerjanya, tabel berikut menunjukkan
jumlah jam yang ingin ia gunakan untuk bekerja (penawaran tenaga kerja) pada berbagai tingkat upah yang berbeda-beda.
Penawaran Tenaga Kerja Upah Per
Jam (RP) Jumlah Jam Kerja Per
Minggu
2.000 4
4.000 12
8.000 20
12.000 24
14.000 25
16.000 23
18.000 20
Dari data diatas, dapat kita buat.. antara kedua variabel serta kemudian titik-titiknya yang membentuk suatu garis. Pada tingkat upah yang rendah (Rp2.000 sampai Rp14.000) adalah normal, diperoleh bentuk kurva penawaran yang positif. Bagi pekerja tadi, akan memberikan manfaat dengan menambah jumlah jam kerja bila tingkat upah naik pada saat itu. Pada tingkat upah yang lebih tinggi dari Rp14.000 per jamnya, ia cenderung akan mengurangi jumlah jam kerja yang ditawarkan untuk bekerja.iya ini bisa lebih sampai untuk menikmati hasil kerjanya yang diperoleh selama masa sebelumnya, sedangkan pendapatan yang diterimanya tetap atau bahkan masih bisa meningkat sedikit. Hal ini wajar, karena pendapatannya sudah cukup tinggi, sehingga ia sudah memiliki rumah dan villa yang bagus mobil dan barang-barang konsumsi lain yang kesemuanya membutuhkan waktu lebih banyak untuk bisa menikmatinya.dengan demikian bentuk kurva penawaran akan tenaga kerjanya akan kembali ke arah yang berlawanan atau kurva nya mempunyai kemiringan negatif. Contoh yang sering ditemukan seperti ilustrasi di atas adalah dokter.
Bagi seorang dokter spesialis yang tarifnya sudah tinggi (misalnya di atas Rp100.000 untuk sekali periksa pasien) iacenderung akan mengurangi jam prakteknya dan menambah leusure time-nya.
2.4 KURVA PENAWARAN
Skedul penawaran diartikan sebagai daftar yang menunjukan tentang jumlah barang dan jasa yang akan ditawarkan atau dijual pada tingkat harganya. Skedul penawaran harus mencerminkan hubungan yang logis antara tingkat harga dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.
Sukimo (2011:86) menyatakan bahwa gambaran yang menunjukkan jumlah penawaran pada berbagai tingkat harga dinamakan daftar penawaran.
Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa schedule (daftar) penawaran adalah suatu daftar (tabel) yang menunjukkan hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah penawaran barang dan jasa.
Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan di antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan. Dalam menganalisis kurva penawaran perlu dibedakan diantara dua pengertian, yaitu: "penawaran" dan
"jumlah barang yang ditawarkan". Dalam analisis ekonomi, penawaran berarti keseluruhan kurva penawaran sedangkan jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat harga tertentu (Sukimo,2011:86).
Menurut Rohmana (2006:7) kurva penawaran merupakan garis yang menghubungkan harga dengan jumlah penawaran suatu barang (supply curves are usually derived from supply schedules).
Dari kedua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kurva penawaran adalah suatu kurva yang menghubungkan harga dengan jumlah penawaran suatu barang.
Kurva penawaran bersifat positif, yaitu jika harga barang naik, maka jumlah barang dan jasa yang akan ditawarkan naik. Namun demikian, sementara dalam kurva permintaan kita dapat berbicara mengenai "hukum kemiringan negatif" (the law of downward sloping demand). Dalam kurva penawaran kita tidak dapat berbicara tentang "hukum penawaran yang berlereng positif’ (the law of upward sloping supply, sebab kurva penawaran ada juga yang mempunyai kemiringan non (horizontal), negatif (seperti kurva permintaan), bahkan dalam kasus tertentu bisa berbentuk melengkung ke belakang. Jadi tidak mungkin dibuat pernyataan umum generalisasi.
Bagaimana hubungan antara penawaran terhadap harga? secara teori bahwa jika jumlah barang yang ditawarkan sangat banyak (melebihi permintaan) maka harga barang tersebut akan turun, sebaliknya jika jumlahpenawaran barang tersebut relatif sedikit (lebih sedikit dari permintaan) maka harganya akan cenderung untuk naik.
Benarkah seperti itu? Secara teori dapat dijelaskan sebagai berikut:
Jika pada suatu pasar terdapat penawaran suatu produk yang relatif sangat banyak, sehingga:
1. Barang yang tersedia di pasar dapat memenuhi semua permintaan pasar, sehingga untuk mempercepat penjualan, maka produsen akan menurunkan harga jual produk
2. Penjual akan berusaha untuk meningkatkan dan memperbesar keuntungan nya dengan cara secepat mungkin memperbanyak jumlah penjualan produknya (mengandalkan turn over yang tinggi).
Sebaliknya, jika pada suatu pasar penawaran suatu produk relatif sedikit, maka yang terjadi adalah harga menjadi naik. Keadaan ini dijelaskan sebagai berikut:
Barang yang tersedia pada produsen relatif sedikit sehingga jika jumlah permintaan stabil maka produsen akan berusaha menjual produknya dengan menaikkan harga jualnya.
Produsen hanya akan meningkatkan keuntungan dari menaikkan harga.
teori yang menerangkan hubungan antara penawaran terhadap harga adalah merupakan pernyataan positif yang disebut sebagai teori determinasi penawaran.
Teori determinasi penawaran adalah perbandingan terbalik antara penawaran terhadap harganya, yaitu jika penawaran naik maka harga relatif akan turun, sebaliknya jika penawaran turun maka harga relatif naik
2.5 Pergeseran Kurva Penawaran
Kurva penawaran juga dapat mengalami pergeseran karna adanya perubahan factor – factor yang mempengaruhi penawaran selain factor harga. Bergesernya kurva penawaran ditandai dengan bergeraknya kurva ke kanan atau kekiri. Maksudnya kurva penawaran yang bergeser ke kanan adalah jumlah penawarannya mengalami kenaikan.
Namun ketika kurva penawaran bergeser kekiri berarti terjadi penurunan penawaran barang.
Misalnya diperkirakan harga apel bulan depan akan naik karna harga pupuk mahal.
Kenaikan harga apel menyebabkan penurunan penawaran apel. Sehingga ketika diperkirakan harga di masa depan naik, maka penjual akan mengurangi jumlah barang yang dijualnya. Tabel berikut menunjukkan jumlah apel yang ditawarkan pak Ahmad sebelum dan sesudah kenaikan harga. Jika dibuat grafik akan terlihat sebagai berikut :
Pada kurva diatas dapat dilihat kurva penawaran S bergeser ke kiri menjadi S1. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah penawaran pada apel mengalami penurunan. Penurunan kurva penawaran apel tersebut sebagai akibat dari meningkatnya harga pupuk. Jadi dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan dari salah satu atau lebih factor – faktor yang dulu dianggap tetap akan mengubah jumlah penawaran sekaligus menggeser kurva penawaran.
Kurva penawaran dalam pendekatan matematis
Secara umum terutama dalam jangka pendek bentuk kurva penawaran miring positif, bentuk matematis persamaan penawaran adalah:
Qs = -c + dP Dimana :
Qs = kuantitas barang yang ditawarkan;
C = konstanta;
D = koefisien;
P = harga barang.
Contoh :
Jawab :
Diketahui : Qsx = -40 + 20Px
Jika Px = 0 Maka Qsx = -40 Jika Qsx = 0
Maka Px = -40 +20Px
20Px = -40
Px = 2
Jadi, 2 titik yang didapatkan untuk komoditi X adalah (0,2) dan (-40,0) Maka gambar kurva permintaanya sebagai berikut:
Kurva penawaran pasar merupakan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan oleh para produsen di suatu pasar pada berbagai tingkat harga, dengan asumsi ceteris paribus. Untuk mengetahui perilaku pasar perlu dikembangkan skedul penawaran seluruh produsen terhadap suatu barang guna menentukan kurva penawaran terhadap barang tersebut. Jadi, fungsi penawaran pasar merupakan penjumlahan dari penawaran individu. Contohnya dapat dilihat dibawah ini diketahui 3 penawaran individu dalam pasar :
Pa = A1 + b 1Q Pb = B2 + b2 Q
s Px
5 4 3 2
Qs x
60 20 40
0
Pc = C3 + b3 Q
Maka penawaran pasarnya adalah : P = A1 + B2 + C3 + (a1 +b2 + c3) / 3Q
Jika dicontohkan dalam bentuk soal adalah sebagai berikut : Pa = 10+ 0,3 Q
Pb = 20 + 0,2 Q Pc = 30 + 0,4 Q
Maka, penawaran pasarnya adalah : P = 10+ 20 + 30 +(0,3 + 0,2 + 0,4) / 3Q P = 60 + 0,3 Q
BAB III PENUTUP 1.Kesimpulan
Penawaran merupakan salah satu pokok bahasan dalam pembelajaran teori ekonomi mikro.
Penawaran adalah keseluruhan jumlah barang dan jasa yang produsen ingin tawarkan pada berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dalam satu periode tertentu. Penawaran terdiri dari penawaran individu dan penawaran pasar (kolektif).
Dalam penawaran, harga barang merupakan faktor utama yang mempengaruhi naik atau turunnya penawaran yang terjadi di pasar. Selain harga barang, faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran adalah harga barang lain yang berkaitan dengan produk tersebut, harga faktor produksi, biaya produksi, keuntungan yang diharapkan, persaingan, teknologi produksi, jumlah pedagang atau penjual, harapan atau tujuan produsen, dan kebijakan pemerintah (pajak dan subsidi).
Hubungan antara harga dan kuantitas yang ditawarkan adalah searah (positif).
Konsekuensinya jika harga naik, kuantitas barang yang ditawarkan semakin meningkat.
Sebaliknya, jika harga turun kuantitas barang yang ditawarkan semakin menurun.
Hukum penawaran menyatakan bahwa, jika semua hal dianggap sama ketika harga suatu barang meningkat maka jumlah penawarannya akan meningkat. Jadi, kurva penawaran ber- slope positif. Tetapi, kadang-kadang kita temui pula adanya kurva penawaran yang mempunyai slope negatif. Contoh yang sering kita jumpai adalah kurva penawaran akan tenaga kerja yang berbentuk melengkung membalik (backward bending labour supply curve).
Contoh lainnya adalah dokter bagi seorang dokter spesialis yang tarifnya sudah tinggi (misalnya di atas RP100.000,00 untuk sekali periksa pasien ia cenderung akan mengurangi jam prakteknya dan menambah leisure time-nya.