• Tidak ada hasil yang ditemukan

kemala bhayangkari 6 pangkalan bun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "kemala bhayangkari 6 pangkalan bun"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

Judul artikel ini IMPLEMENTASI GYM OTAK PADA SISWA TK KEMALA BHAYANGKARI 6 PANGKALAN BUN Oleh UTIN RASUNA HALIDA, NIM. Brain Gym di TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun dilaksanakan hanya 3 kali dalam seminggu yaitu pada hari selasa, rabu dan kamis, terstruktur dan tidak sesuai dengan teori yang ada serta tidak terfokus pada tujuan akademik yang ingin dicapai misalnya untuk memudahkan untuk siswa menulis guru dapat meminta siswa melakukan gerakan Brain Gym (8 tidur, 8 huruf, mengaktifkan tangan dan mencoret-coret ganda). Misalnya; Untuk memudahkan siswa dalam menulis, guru dapat menginstruksikan melakukan gerakan Brain Gym (8 tidur siang, alfabet 8, membuat tangan aktif dan juga menulis ganda).

34; PENGGUNAAN BRAIN GYM PADA SISWA TK KEMALA BHAYANGKARA 6 PANGKALAN BUN”, benar-benar karya saya dan bukan hasil menjiplak karya orang lain dengan cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan.

PERSEMBAHAN

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

ABSTRAKSI

KATA PENGANTAR

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Deskripsi Teoritik

  • Brain Gym

PERSEMBAI{AN DAFTAR ISI

Teknik Wawancara 3. Teknik Dokumentasi

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penerapan Brain Gym pada Murid TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun

BAB V PENUTUP

Kesimpulan B. Saran-saran

DAFTAR RIWAYAT HIDUP LAMPIRAN.LAMPIRAN

DAFTARTABEL

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Fase III : dari usia l4;0 sampai usia 21;0 merupakan masa remaja,/pubertas yaitu masa pe ralihan dari anak menjadi

  • Tahap perkembangan pengamatan (sejak usia 4 tahun sampai usia 6 tahun)
  • Tujuan Penelitian
  • Kegunaan Penelitian
  • Sistematika Pembahasan

Kegiatan Brain Gym adalah gerakan-gerakan khusus yang telah diamati bermanfaat dalam mengatasi hambatan belajar individu. Brain Gym merupakan suatu sentuhan dan gerakan yang dapat merangsang kerja dan fungsi otak secara maksimal, yaitu untuk lebih mengaktifkan kemampuan otak kanan dan kiri, sehingga dapat terjalin kerjasama antara belahan otak kanan dan kiri.T. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul *PEI\ERAPAhI BRAIN GYM DI MIJRID TK KEMALA BIIAYAT{GKARI 6 DI PAI\GKALAI{ BI.JN1.

Pembelajaran, gambaran umum subjek penelitian, pelaksanaan Senam Otak Cerdas Ceria yang meliputi perencanaan Senam Cerdas Ceria, pelaksanaan Senam Otak (senam pintar ceria) Manfaat senam Otak Ceria.

STATN

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Pcnelitian Sebelumnya

  • Bagaimana pelaksanaan kegiatan bermain dalam penanaman nilai-nilai

Brain Gym merupakan suatu sentuhan dan gerakan yang dapat merangsang otak untuk bekerja dan berfungsi secara maksimal. Dennison dalam Buku Panduan Lengkap Brain Gym menyebutkan bahwa Brain Gym merupakan rangkaian gerakan sederhana. Penerapan Brain Gym adalah penggunaan/praktik gerakan-gerakan Brain Gym yang dapat merangsang otak untuk bekerja dan berfungsi secara maksimal dalam situasi dan lingkungan konkrit/nyata.

Kegiatan senam otak adalah gerakan spesifik yang terbukti membantu dalam mengatasi hambatan belajar individu.

Menggambar 8 tidur di papan tulis dengan menggunakan otot-otot besar, sambil mata mengikuti gerakan

  • Meningkatkan kemampual kognitif (kewaspadaan, konsentrasi, kecepatan, persepsi, belajar, memori, pemecahan masalah dan
    • Adanya keseimbangan / harmonisasi antam kontrol emosi dan logika
    • Tuntutan akan prestasi dalam mengejar nilai pelajaran
    • Gerakan-gerakan Brain Gym ni dibuat seperti permainan yang membuat anak-anak dapat dengan mudah meniru gerakan-gerakan
    • PertanyaanPenelitian

Rotasi leher mendukung relaksasi tengkuk dan. Pelepasan ketegangan disebabkan oleh ketidakmampuan melintasi garis tengah visual atau bekerja di lini tengah. Hal ini dilakukan sebelum membaca dan menulis, hal ini akan merangsang kemampuan melihat dengan kedua mata. teropong) dan mendengar dengan kedua telinga (binaural) secara bersamaan. Gerakan ini mengembangkan koordinasi otot-otot utama di sekitar batang tubuh dalam kaitannya dengan postur tubuh dan menjaga keteraturan di sekitar garis tengah tubuh. Saat menarik napas, siswa merasakan aliran napas menyusuri garis tengah sebagai sumber energi, mengangkat dahi, lalu tengkuk, dan terakhir punggung atas.

X merupakan pola organisasi otak yang melintasi garis tengah lateral. Idealnya. melalui proses tersebut. akhirnya anak merasa seperti fase sepihak dan . pada tahap perkembangan melintang, otak kiri menggerakkan tubuh bagian kanan, dan otak kanan menggerakkan tubuh bagian kiri. Dalam Brain Gym, gerakan peregangan otot membantu siswa mengembangkan dan memperkuat koneksi saraf yang memungkinkan mereka menghubungkan apa yang telah mereka ketahui di otak belakang dengan kemampuan memproses dan mengekspresikannya di otak depan. Terutama efektif bila digunakan untuk melepaskan refleks yang terkait dengan gangguan bahasa tertentu. Kedua tangan diletakkan di depan garis tengah lateral, yang mengarahkan perhatian siswa ke titik acuan pusat yaitu. diperlukan untuk menentukan posisi.

Kedua tangan diletakkan pada garis tengah badan, satu bibir atas pada garis tengah depan, satu lagi pada garis tengah punggung pada tulang ekor atau lebih tinggi agar aman dan sopan. Pengembangan keterampilan visual membaca diawali dengan kemampuan menggerakkan kedua mata.. secara serasi dari diri ke kanan sepanjang garis tengah halaman dan sepanjang garis tengah visual yang menyertainya. 47. mengalami kemunduran ketahanan fisik yang terjadi akibat dampak dari kurangnya kesadaran akan aktivitas fisik dan olah raga sebagai kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari.. dapat mempengaruhi pelaksanaan Brain Gym itu sendiri.

Faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan Brain Gym adalah: .. l) Berkurangnya kesadaran tentang latihan, sehingga sulit meningkatkan semangat siswa untuk berolahraga pada saat permainan. Sedangkan faktor pendorong dilaksanakannya Brain Gym adalah : .. l) Menumbuhkan kesadaran dari berbagai pihak untuk membantu anak tunagrahita dan anak yang trauma apabila terkena bencana alam. Sehubungan dengan hal tersebut maka pelaksanaan Brain Gym di TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun merupakan langkah yang sangat sulit untuk dilaksanakan, namun untuk mencapai keberhasilan maka seorang guru harus mencari solusi agar pelaksanaan tersebut dapat tercapai sesuai dengan kurikulum yang telah dibuat. oleh taman kanak-kanak.

Pada saat pelaksanaan Brain Gym di TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun, ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan oleh seorang guru antara lain bagaimana merencanakan Brain Gym, metode guru dalam melaksanakan Brain Cym dan manfaat pelaksanaan Brate Gym.

BAB ITI

METODE PENELITIAN

  • Waktu dan Tempat Penelitian
  • Pendekatan, Subjek dan Objek Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Teknik Wawancara
  • Analisis Data
    • Conclusion Drawing (penarikan kesimpulan), yaitu paparan yang dilakukan dengan melihat kembali pada reduksi data (pengurangan data),

Selain itu, untuk menggali informasi lebih lanjut, penulis menyertakan peran Kepala Sekolah TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun sebagai. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah pelaksanaan Brain Gym di TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun. Untuk mencapai tingkat keabsahan data, penulis menggunakan triangulasi yaitu melakukan perbandingan antara satu sumber data.

Triangulasi merupakan suatu teknik validasi data yang menggunakan sesuatu selain data tersebut dengan tujuan untuk memverifikasi atau membandingkan data tersebut. Langkah-langkahnya adalah data yang diperoleh dari subjek penelitian disajikan kemudian ditriangulasi dengan membandingkannya dengan hasil yang disampaikan oleh informan yang ada dan dengan hasil observasi penulis. Data yang dikumpulkan sangat luas dan mencakup catatan lapangan dan komentar, dokumen, dll.

Reduksi data (reduksi data) adalah data yang diperoleh dari. bidang penelitian dan telah dijelaskan sebagaimana mestinya4 dapat dihilangkan atau tidak disertakan dalam pembahasan temuan penelitian. Dalam penelitian ini penulis mereduksi data hasil wawancara dalam hal ini yaitu penggunaan kata-kata yang berlebihan, agar penyajiannya terlihat lebih efektif, tidak berlebihan dan mudah dipahami. Misalnya: “Kami di sekolah telah menyediakan air untuk diminum anak-anak sebelum mereka melakukan Brain Gyn.

Dalam penelitian lnl, penulis menjelaskan apa yang terjadi di lapangan tanpa menutup-nutupi apa pun, sehingga apa yang tertulis dalam tulisannya adalah hasil yang ada. Kesimpulan Draw (menarik kesimpulan), yaitu pemaparan yang dilakukan dengan melihat kembali reduksi data (reduksi data), dilakukan dengan melihat kembali reduksi data (reduksi data), penyajian data atau (penyajian data), sehingga kesimpulan yang diambil tidak menyimpang dari data yang diperoleh Dalam penelitian ini penulis menyajikan kesimpulan dari data yang disajikan dan tidak menyimpang dari data yang diperoleh.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

  • Sejarah Singkat Berdirinya TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun
  • Visi dan Misi
  • Mendorong anak untuk berani memilih dan bertanggung jawab akan pilihannya
  • Mengutarakan ide-ide kreatif dan mengembangkan kemampuan berfi kir kritis

Sejak tahun 1982, mengingat besarnya animo masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya di TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun, maka sejak saat itu TK tersebut dibuka untuk umum, sehingga tidak hanya anak-anak anggota TK tersebut. Polri bisa bersekolah di sana. TK Kemala Bhayangkari 6 dikelola oleh Badan/Lembaga Yayasan Kemala Bhayangkari yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan.

DATA KETUA CABANC BHAYANGKARI

  • Kurikulum dan Program Pembelajaran
  • Guru kelompok A dan kelompok B membuat acuan penyusunan
  • TK Kemala Bhayangkari 6 telah melaksanakan program kegiatan belajar menggunakan bidang pengembangan, dilakukan dengan cara
  • Guru TK Kemala Bhayangkari 6 telah melaksanakan bimbinganipengayaan melalui pengamatan KBM melihat dokumen

Guru kelompok A dan kelompok B mengalokasikan waktu untuk kegiatan sehari-hari. Penilaian dilakukan dengan memeriksa dokumen-dokumen yang tersedia pada anak. TK Kemala Bhayangkari 6 melaksanakan program kegiatan pembelajaran dengan menggunakan bidang perkembangan, dilakukan dengan pembelajaran menggunakan bidang perkembangan, dilakukan secara kelompok dan klasikal. Guru TK Kemala Bhayangkari 6 melakukan bimbingan pengayaan melalui observasi KBM melihat dokumen. Bimbingan pengayaan melalui observasi KBM melihat dokumen dan wawancara.

Guru TK Kemala Bhayangkari 6 telah melakukan analisis hasil akhir siswa kelompok A dan kelompok B tahun pelajaran 2008-2009.

DATA GURU/PEGAWAI TAMAN KANAK-KANAK KEMALA BHAYANGKARI 6 KECAMATAN ARUT SELATAN

DIII 2003

Keadaan Murid TK Kemata Bhayangkari 6 Pangkalan Bun

KEADAAN MURID TK KEMALA BHAYANGKARI 6

PANGKALAN BTJN JENIS KELAMIN

JUMLAH

KELAS

Penerapan Brain Gym pada Murid TK Kemala Bhayangkari 6 pangkalan Bun

  • Perencanaan Brain Gym di TK Kemala Bhayangkari 6 pangkalan Bun
  • Kombinasi Kincir Angin dan Naik Tangga
  • HookUps
  • Netralisir
  • Pemapasan
  • Manfaat Brain Gym Terhadap Siswa TK Kemala Bhayangkari 6
  • Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Penerapan Brain Gym di TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun

Senam otak di TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun direncanakan selama 15 menit untuk merencanakan gerakan. Dalam merencanakan gerakan Brain Gym, guru mengikuti gerakan-gerakan yang tercipta pada saat latihan. Brain Gym di TK Kemala Byangkari 6 Pangkalan Bun perencanaan tertulis hanya dilakukan satu kali saja dan tidak setiap kali pelaksanaannya.

Guru yang mengajarkan Brain Gym dengan gerakan-gerakan yang dilakukan dalam pelatihan khusus. Penyelenggaraan Brain Gym dilakukan terutama dengan tujuan untuk pengembangan (spiritual, intelektual, emosional dan sosial), dimana guru. Brain Gym ini dilakukan dengan cara pernafasan, lalu otak bergeser ke tempatnya dan membentuk...angka 8 dengan cara diputar-putar sambil membentuk angka 8.').

Gerakan Brain Gym adalah pernafasan yang dilanjutkan dengan peralihan otak dan kaki mengikuti irama musik dengan berjalan di tempat, berjalan membentuk angka 8.17. Senam otak ini dilakukan diawali dengan papa$m, menghirup dan menghembuskan udara harus selaras dan mengikuti lagu. Contoh gerakan Brain Gym antara lain Brain Switch yang dilakukan dengan cara memijat kedua tulang selangka.

Namun tetap saja, sebagai warga NLA, kita tidak boleh memaksa anak untuk melakukan gerakan Brain Gym. Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Melaksanakan Brain Gym di TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun.

Analisis Data

Jumlah siswa yang banyak dan jumlah guru yang tidak mencukupi sangat mempengaruhi hasil yang dicapai dalam penerapan Brain. Ada instruktur yang kurang peduli/kurang peduli dengan gerakan Brain Gym, sehingga siswa mengikuti sesukanya. Sebelum melakukan Brain Gym, guru menyediakan air minum untuk siswa sebelum melakukan Brain Gym agar anak-anak terlihat segar saat melakukan Brain Gym.

Namun bagi anak-anak yang datang terlambat, tidak sempat minum air putih dan langsung mengikuti senam di barisan belakang. Brain Gym dilakukan untuk pengembangan (spiritual, intelektual, emosional dan sosial), dimana guru berperan sebagai instruktur, dimana setiap kali berlatih, guru selalu membimbing siswanya agar mau melakukan gerakan-gerakan Brain Gym tersebut. Guru membantu menanamkan nilai-nilai kerohanian, nasehat ibadah menurut agama masing-masing, serta sikap hormat dan hormat kepada orang tua, baik orang tua sendiri maupun orang yang lebih tua lainnya.

BAB V PENUTUP

Kesimpulen

  • Kepada Kepala TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun supaya mengikutsertakan guru-guru TK untuk mengikuti pelatihan Brain Gym

Faktor pendukungnya antara lain; Siswa yang selalu aktif dan ingin mengikuti Brain Gym, dan gerakan-gerakan Brain Gym tidaklah sulit dan mudah untuk dilakukan. Faktor penghambat pelaksanaan Brain Gym di TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun; Kurangnya intensitas waktu pelaksanaan Brain Gym, kurangnya pengetahuan tentang. Brain Gym ini mengakibatkan pelaksanaannya kurang maksimal, jumlah siswa yang banyak dan jumlah guru yang kurang, sehingga sangat mempengaruhi hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan Brain Gym irtt.

Kepada Kepala TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun yang telah meluangkan waktu untuk melakukan Brain Gym sebelum, atau di sela-sela, atau setelah selesai proses belajar mengajar di kelas. Kepada kepala TK Kemala Bhayangkari 6 Pangkalan Bun agar melibatkan guru TK dalam mengikuti pelatihan Brain Gym. Hendaknya guru lebih memperhatikan gerak-geriknya agar dapat memberikan contoh yang baik kepada siswa dalam mengikuti gerak-gerik yang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

STAIN

Alamat 5. Pendidikan

UTIN RASUNA HALIDA

DAFTAR NAMA-NAMA RESPONDEN

PEDOMAN WAWANCARA

Pedoman Wawancan untuk Responden

Pedoman Wawancer-l untuk Informan

PEDOMAN OBSERVASI

DOKUMENTASI

PUSAT PELAYANAN BAHASA

BPJIN GYM PADA MURID TK KEMALA BHAYANCKARA 6 DI PANGKALANBUN'

Drs. Roh'i

PENERAPAN BRAIN GYM PADA MURID TK ISLAM AQIDAH PALANGKA RAYA

UTIN RA SUN A HALII)A

PEIVIERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA

DEPARTE,I EN AGA,I A

SEKOI.AH TTN66I AGAMA TSLAAA NEGEET

0301110611 : Tarbiyah / PAI

Arsip

UTIN RASUNA HALTDA 030111061I

PERENCANAAN BRAIN GYM (SENAM OTAK) PADA MURID TK ISLAM AQIDAH PALANGKA RAYA

Wawancara 3. Dokumentasi

DEPARTEMEN AGAMA RI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PALANGKARAYA

Bhayangkari 6 Pangkalan Bun

DEPARTEMEN AGAMA RJ

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PALANGKARAYA

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Endry Martius, MSc IV/a 4 Prof.Dr.Ir... Hasmiandy Hamid, SP, MSi III/d 8

Diah Imaningrum,