MAKALAH
KEMUKJIZATAN AL QURAN
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ulumul Quran
DOSEN PENGAMPU:
MUHAMMAD ILSAN, S.Ag.M.Ag
Disusun oleh:
Diva Nazli (24.02.0029) Suci Indah Syaputri (24.02.0005) Muhammad Ibnu Ihsan Hasibuan (24.02.0058)
Kelompok 6 Kelas PAI 1-1
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM UISU
PEMATANG SIANTAR
2024
i
KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirrahiim,
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kekuatan dan ketabahan bagi hamba-Nya. Serta memberi ilmu pengetahuan yang banyak agar kita tidak merasa kesulitan. Sholawat serta salam, tidak lupa penulis sanjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah menyampaikan wahyu kepada umatnya yang setia sampai akhir jaman.
Makalah yang berjudul “Kemukjizatan Al Quran” ini, disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Ulumul Quran di Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI UISU Pematang siantar. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat bantuan dan sumbangan pemikiran, serta dorongan dari berbagai pihak, tetapi tidak luput dari kendala yang begitu banyak.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kesalahan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami tidak menutup diri dari pembaca untuk memberi kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan dan peningkatan kualitas penyusunan makalah di masa mendatang.
Pematang siantar, 07 September 2024
Penyusun
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 2 1.1 Tujuan ... 2 PEMBAHASAN
2.1 Pengertian kemu’jizatan Al Qur’an ... 3 2.2 Aspek-aspek kemu’jizatan Al Qur’an ... 4 2.3 Bukti peristiwa kemu’jizatan Al Qur’an ... 6 PEMBAHASAN
3.1 Kesimpulan ... 8 3.2 Saran ... 8 DAFTAR PUSTAKA ... 9
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Al Qur’an merupakan salah satu kitab suci yang diturunkan kepada umat muslim melalui Nabi Muhammad SAW di tanah Arab pada 17 Ramadhan tahun 610 Masehi. Al Qur’an tidak diturunkan secara langsung begitu saja, melainkan secara bertahap selama 23 tahun (13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah).
Al Qur’an tersusun atas 30 juz, 114 surah dan 6236 ayat dengan surah yang pertama kali diturunkan yaitu Al Alaq ayat 1 sampai 5 di Gua Hira. Al Qur’an diawali dengan surah pembuka yang bernama surah Al Fatihah.
Secara etimologi, Al-Qur’an (نآرق لا) berasal dari kata yang sama dengan qira’ah, yaitu akar kata (masdar) dari qara’a, qira’atan wa qur’anan.
Qara’a (أر ق) memiliki arti mengumpulkan dan menghimpun. Qira’ah memiliki makna merangkai huruf-huruf dan kata-kata satu dengan lainnya dalam sebuah ungkapan kalimat yang teratur. Secara terminologi, Al-Qur’an diartikan sebagai firman Allah yang merupakan mukjizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, disampaikan kepada umat secara mutawatir, dan membaca Al-Qur’an merupakan sebuah ibadah. Dalam pengertian Al Quran, salah satunya ialah mukjizat.
Mukjizat Al-Qur’an merupakan keajaiban atau tanda kekuasaan Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai bukti kenabian dan kebenaran ajaran yang dibawanya. Al-Qur’an dianggap sebagai mukjizat karena memiliki beberapa keistimewaan yang tidak bisa ditandingi oleh manusia, seperti:
1. Keindahan bahasa dan sastranya. Al-Qur’an memiliki gaya bahasa yang sangat indah, penuh dengan kedalaman makna, dan susunan kata yang menakjubkan, sehingga para ahli bahasa Arab pun tidak mampu meniru atau membuat sesuatu yang serupa dengannya.
2. Kandungan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an mengandung banyak informasi ilmiah yang baru terbukti kebenarannya seiring dengan perkembangan ilmu
2
pengetahuan, meskipun Al-Qur’an diturunkan lebih dari 1400 tahun yang lalu.
3. Konsistensi dan keselamatan dari kontradiksi. Meskipun diturunkan dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun, Al-Qur’an tetap konsisten dalam pesannya dan bebas dari kontradiksi, yang membuktikan Kuasa Allah SWT
4. Pengaruh spiritualitas. Al-Qur’an memiliki kekuatan yang mendalam dalam menyentuh hati dan jiwa manusia, membawa kedamaian, petunjuk, dan perubahan positif dalam kehidupan pembacanya.
5. Kebenaran sejarah. Al-Qur’an menyebutkan banyak peristiwa sejarah yang terbukti benar, meskipun saat itu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memiliki akses ke sumber-sumber sejarah tersebut.
Itu sebabnya penulisan makalah ini bertujuan agar dapat menjadi salah satu sumber ilmu pengetahuan tentang kemukjizatan Al Qur’an terutama bagi umat islam agar lebih mencintai dan mengenal kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini sebagai penuntun kehidupan dunia dan akhirat.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kemu’jizatan Al Qur’an?
2. Apa saja aspek-aspek di dalam kemu’jizatan Al Qur’an?
3. Bagaimanakah contoh dari bukti-bukti kemu’jizatan Al Qur’an?
1.3 Tujuan
1. Agar mengetahui makna dan definisi dari kemu’jizatan Al Quran 2. Agar mengetahui aspek-aspek di dalam kemu’jizatan Al Qur’an 3. Agar mengetahui contoh bukti-bukti dari kemu’jizatan Al Qur’an
3 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian kemu’jizatan Al Qur’an
Allah SWT mengutus para nabi dan rasul-Nya untuk menyampaikan dan mengajak umat manusia mengikuti ajaran-Nya. Di antara manusia, ada yang percaya kepada kenabian dan kerasulan tersebut, namun banyak juga yang menolaknya. Untuk meneguhkan kehadiran mereka sebagai utusan-Nya, Allah memperkuat mereka dengan mukjizat-mukjizat. Mukjizat-mukjizat ini dijadikan tantangan bagi para penentang, untuk menghasilkan sesuatu yang serupa jika mereka tetap menolak untuk beriman kepada kenabian dan kerasulan utusan-Nya.
Al-Qur’an adalah salah satu dari mukjizat-mukjizat tersebut yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk umat muslim di seluruh dunia.
Mukjizat adalah kata dalam bahasa Melayu yang berasal dari bahasa Arab, yaitu "mu‘jizah" (ةزجعم). Menurut Ibn Manzur (1975), secara etimologis, mu‘jizah berasal dari kata kerja "‘ajaza" (زجع) yang berarti tidak mampu atau sesuatu yang membuat lawan menjadi lemah ketika ditantang. Mu’jizat sendiri diklasifikasikan ke dalam dua, yaitu mu’jizat hissi dan mu’jizat ma’nawi, yang mana Al Quran merupakan bentuk mu’jizat ma’nawi bagi Baginda Rasulullah SAW. Mu’jizat ma’nawi sendiri memiliki makna berbeda dari hissi (mu’jizat yang terbatas oleh waktu/berlaku saat itu saja). Ma’nawi yang hanya dimiliki oleh Al Quran yaitu mu’jizat yang kekal selama manusia masih ada di muka bumi ini.
Sehingga secara sederhana Kemukjizatan Al-Qur'an dapat dimaknai yaitu keistimewaan luar biasa yang dimiliki oleh Al-Qur'an sebagai kitab suci, yang tidak dapat ditiru atau dihasilkan oleh manusia. Kemukjizatan ini mencakup berbagai aspek, seperti keindahan dan keunikan bahasa, kedalaman makna, ketepatan ilmiah, konsistensi pesan, serta pengaruh spiritual yang mendalam. Hal ini menjadikan Al- Qur'an sebagai bukti nyata kenabian Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan kebenaran ajaran Islam. Kemukjizatan ini merupakan salah satu tanda bahwa Al-Qur'an adalah wahyu ilahi yang otentik dan relevan sepanjang masa.
4
2.2 Aspek-aspek kemu’jizatan Al Qur’an
Al-Qur'an adalah salah satu mu’jizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Rasul terakhir-Nya, Nabi Muhammad SAW. Keistimewaannya telah bertahan sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu hingga saat ini, dan akan terus berlanjut hingga hari kiamat. Adapun aspek-aspek kemu’jizatan itu terbagi ke dalam berikut ini:
a) Aspek bahasa
Aspek bahasa merupakan aspek yang sering dibahas oleh para ilmuwan, mengingat sejak jaman diturunkannya Al Quran, ada begitu banyak kesusasteraan Arab yang memang pakar dalam menerjemahkan makna-makna kalimat yang tersusun di dalam Al Qur’an. Dari aspek bahasa yang terkandung di dalam Al Qur’an, pembacanya sendiri dapat menilai keindahan setiap diksi yang ada. Nabi Muhammad terlahir dengan kepribadian yang amanah namun lemah dalam berbahasa sejak kecil. Itu sebabnya hal ini bisa menjadi salah satu buah pemikiran bahwa Al Qur’an bukan berasal dari karangan Nabi Muhammad SAW sendiri, melainkan Kuasa Allah SWT yang disampaikan melaluinya.
Al-Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab, tetapi gaya bahasanya sangat unik dan berbeda dari kebiasaan, dengan nilai kesusasteraan yang jauh lebih tinggi.
Ini disebabkan oleh unsur-unsur puisi dan prosa yang terdapat dalam Al-Qur’an.
Al-Quran sering menggunakan satu atau beberapa kata pendek yang memiliki makna mendalam dan membutuhkan penjelasan panjang lebar. Fenomena ini disebut i‘jaz. Jika seseorang mencoba menafsirkan ayat tersebut sesuai dengan maksud yang diinginkan oleh Al-Quran, makna sebenarnya tidak akan tercapai tanpa penjelasan yang lebih rinci dan mendalam.
b) Aspek syariat/ajaran
Mu'jizat Al-Quran dalam aspek syariat terletak pada kesempurnaan dan keunikan hukum-hukum yang diturunkannya. Al-Quran tidak hanya memberikan panduan spiritual, tetapi juga aturan hukum yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik dalam urusan ibadah, muamalat, akhlak, maupun politik.
Hukum-hukum syariat dalam Al-Quran disusun dengan hikmah yang sangat tinggi,
5
sehingga mampu mengatur kehidupan manusia dengan adil dan seimbang, sesuai dengan fitrah manusia. Mu'jizat ini terlihat dari kemampuan hukum syariat Al- Quran untuk tetap relevan dan dapat diaplikasikan sepanjang zaman, meskipun kondisi sosial dan budaya terus berubah. Selain itu, Al-Quran juga menekankan prinsip-prinsip keadilan, rahmat, dan kemaslahatan, yang menunjukkan bahwa hukum-hukum syariat yang terkandung di dalamnya bukanlah sekadar peraturan, tetapi merupakan panduan yang membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi umat manusia.
Syariat Islam yang diturunkan melalui Al-Quran bertujuan untuk menyelesaikan masalah manusia, memberikan kenyamanan dalam kehidupan, dan menegakkan keadilan. Untuk mencapai tujuan ini, undang-undang yang ditetapkan oleh Allah tentunya disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan sifat dasar manusia. Oleh karena itu, hukum-hukum Al-Quran memiliki i‘jaz al-tasyri‘i yang memberikan manfaat besar jika diterapkan dalam kehidupan. Sebaliknya, pengabaian terhadap hukum-hukum tersebut akan membawa kerugian dan kemusnahan.
c) Aspek gaib
Aspek gaib sendiri bukan berarti mengenai hal-hal mistis semata, melainkan dalam hal prediksi masa mendatang atau kejadian yang telah terjadi di masa lalu.
Al Qur’an juga mengandung cerita mengenai kejadian di masa lalu seperti awal mula terciptanya dunia dan akhirat serta prediksi kejadian di masa mendatang untuk pengingat bagi seluruh manusia di muka bumi ini. Hal ini dapat dikatakan sebagai bentuk kemu’jizatan tersebut dikarenakan mustahil bagi Nabi Muhammad yang bukan berasal dari kalangan ilmuwan dapat mengarang cerita sejauh ini. Itu sebabnya kemu’jizatan Al Qur’an dapat semakin menguatkan keimanan umat muslim mengenai kebenarannya.
d) Aspek sains
Sains adalah sistem pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah, yang melibatkan observasi, eksperimen, dan analisis untuk memahami fenomena alam dan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Sains bertujuan untuk menjelaskan
6
bagaimana dan mengapa sesuatu terjadi di dunia sekitar kita, serta untuk membuat prediksi yang dapat diuji dan diverifikasi. Ia mencakup berbagai cabang seperti fisika, kimia, biologi, dan astronomi, masing-masing dengan fokus khusus dalam mempelajari aspek-aspek tertentu dari realitas. Sains berperan penting dalam kemajuan teknologi, pengembangan solusi untuk berbagai masalah, dan peningkatan kualitas hidup manusia.
Kemu'jizatan Al-Quran dalam aspek sains terletak pada banyaknya informasi ilmiah yang disebutkan dalam Al-Quran yang terbukti akurat dan relevan dengan penemuan ilmiah modern. Salah satu contoh kemu'jizatan tersebut ialah proses penciptaan manusia dari segumpal darah, yang sejalan dengan pengetahuan embriologi modern. Misalnya, surah Al-Alaq (96:1-2) menggambarkan manusia diciptakan dari segumpal darah, yang sesuai dengan fase awal perkembangan embrio.
Al-Quran juga menyebutkan aspek-aspek mikroskopik dan makroskopik dari kehidupan, seperti struktur tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya, yang selaras dengan pengetahuan biologi. Sedikit dari penjelasan ini menunjukkan bahwa Al-Quran mengandung pengetahuan yang sesuai dengan perkembangan ilmiah yang belum diketahui pada masa penurunannya.
2.3 Bukti peristiwa kemu’jizatan Al Qur’an
Banyak orang yang masih menilai rendah kisah-kisah yang terkandung di dalam Al Qur’an meskipun dalam aspek sains sudah dituliskan di dalam Al Qur’an.
Umat muslim memang tidak dapat memasakan umat manusia lainnya untuk mempercayai aspek gaib yang diceritakan di dalam Al Qur’an, namun beberapa contoh sains yang tentunya sangat berkaitan dengan kehidupan nyata manusia dapat menjadi bukti mu’jizat tersebut. Berikut adalah beberapa contoh kemu'jizatan Al- Quran dalam aspek sains:
1. Embriologi: pada surah Al-Alaq (96:1-2) menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari "alaq" (segumpal darah). Ini sesuai dengan pengetahuan embriologi modern yang menyatakan bahwa pada tahap awal perkembangan embrio, ia tampak seperti segumpal darah.
7
2. Fase pembentukan alam semesta dalam surah Al-Anbiya (21:30) yang berbicara tentang langit dan bumi yang awalnya bersatu sebelum Allah memisahkannya. Konsep ini mirip dengan teori Big Bang yang menyatakan bahwa alam semesta awalnya adalah satu kesatuan sebelum mengalami ekspansi.
3. Proteksi atmosfer pada surah Al-Anbiya (21: 32) yang menyebutkan bahwa langit adalah "tenda" yang melindungi bumi. Atmosfer bumi melindungi kehidupan di bumi dari radiasi berbahaya dan meteor, yang sesuai dengan konsep perlindungan atmosfer.
4. Orbit dan gerakan planet di dalam surah Al-Anbiya (21: 33) menyebutkan bahwa matahari dan bulan masing-masing bergerak dalam orbitnya.
Pengetahuan ini selaras dengan konsep ilmiah tentang orbit planet dan benda langit.
5. Keseimbangan ekosistem pada surah Ar-Rahman (55: 7-9) yang berbicara mengenai keseimbangan dan keadilan dalam ciptaan Allah. Ini mencerminkan konsep ekologi di mana keseimbangan dalam ekosistem penting untuk keberlangsungan kehidupan.
6. Struktur gunung dan stabilitas bumi di dalam surah An-Naba (78: 6-7) menggambarkan gunung-gunung sebagai "paku" yang menstabilkan bumi.
Konsep ini berkaitan dengan teori tektonik lempeng yang menunjukkan bahwa gunung-gunung membantu menstabilkan kerak bumi.
7. Penyebaran air di dalam surah Az-Zumar (39: 21) yang menyebutkan bahwa Allah menurunkan air hujan dan menjadikannya sebagai sumber kehidupan.
Konsep siklus hidrologi dan pentingnya air untuk kehidupan selaras dengan pengetahuan ilmiah tentang peran air dalam ekosistem.
8 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan
Al Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT bagi semua umat manusia terutama umat muslim melalui Nabi Muhammad SAW.
Kemu’jizatan ini hanya dimiliki oleh al Qur’an yang di mana tidak terbatas oleh waktu hingga hari akhir. Al Qur’an memiliki kemu’jizatan dalam beberapa aspek diantaranya: aspek bahasa, aspek syariat/ajaran, aspek gaib, dan aspek sains. Al Qur’an dalam aspek gaib memang sulit untuk dipercaya oleh umat manusia selain umat muslim yang wajib beriman terhadapnya. Meskipun demikian, bukti-bukti dari kemu’jizatan ini dapat diamati melalui contoh-contoh kejadian sains yang sudah dijelaskan saat penurunan ayat-ayat tersebut. Misalnya dalam ilmu pengetahuan embriologi, pembentukan alam semesta, orbit/gerakan planet, keseimbangan ekosistem dan masih banyak lagi.
3.2 Saran
Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan bagi para pembacanya serta meningkatkan keimanan kita sebagai umat muslim tentang kemu’jizatan Al Qur’an. Meskipun demikian, penulis masih membutuhkan saran dan kritik yang bersifat membangun agar penulisan makalah ini dapat dilanjutkan dan disempurnakan oleh penulis sendiri maupun referensi bagi penulis lainnya.
9
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, W. H. S. W. (2021). Tinjauan Terhadap Konsep Kemukjizatan Al-Quran Menurut Pandangan Ulama:[The Concept Of The Miracle Of Al-Quran According To Views Of The Islamic Scholar: A Review]. KQT eJurnal, 1(1), 96-107.
Shihab, M. Q. (1997). Mukjizat Al-Quran: Ditinjau dari Aspek Kebahasaan, Aspek Ilmiah, dan Pemberitaan Gaib. Mizan Pustaka.
Yusuf, M. (2013). Kemukjizatan Al-Qur'an. SYAHADAH: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman, 1(1).