• Tidak ada hasil yang ditemukan

KENDALI MUTU DAN KENDALI BIAYA kel 12 (1)

N/A
N/A
dian novita ks

Academic year: 2024

Membagikan "KENDALI MUTU DAN KENDALI BIAYA kel 12 (1)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

KENDALI MUTU DAN KENDALI BIAYA PELAYANAN KESEHATAN

Semester V Tahun Akademik 2024/2025

Kelas 22A6 Kelompok 12 Disusun Oleh :

AHISTA EVELYN NEZA AMELIA 220205223 CHIVALROUS DESTAVENA SAGITA 220205231 DIAN NOVITA KARTIKA SARI 220205234

PRODI D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS DUTA BANGSA SURAKARTA

2024

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pelayanan kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks global yang semakin kompleks, tantangan dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas dengan biaya yang efisien menjadi semakin signifikan. Kendali mutu dan kendali biaya adalah dua aspek yang saling berkaitan dan harus dikelola secara simultan untuk mencapai hasil yang optimal dalam sistem pelayanan kesehatan.

Penyediaan mutu pelayanan yang baik dapat dicapai dengan standar pelayanan yang dilaksanakan secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan pasien, pelayanan yang efektif dan efisien yang profesional (sesuai standar profesi), serta aplikasi teknologi serta temuan lainnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan optimal (Nursalam, 2014).

Biaya pelayanan kesehatan masyarakat adalah biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Tujuannya adalah untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, serta mencegah penyakit.

Mutu pelayanan kesehatan adalah menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Makin sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula mutu pelayanan kesehatan. Sekalipun pengertian mutu yang terkait dengan kepusan ini telah diterima secara luas, namun penerapannya tidaklah semudah yang diperkirakan. Masalah pokok yang ditemukan ialah karena kepuasan tersebut bersifat subyektif. Tiap orang, tergantung dari latar belakang yang dimiliki, dapat saja memiliki tingkat kepuasan yang berbeda untuk satu mutu pelayanan kesehatan yang sama. Di samping itu, sering pula ditemukan pelayanan kesehatan yang sekalipun dinilai telah memuaskan pasien, ketika ditinjau dari kode etik serta standar pelayanan profesi, kinerjanya tetap tidak terpenuhi (Suparyanto, 2011).

Mutu pelayanan kesehatan lebih terkait pada dimensi ketanggapan petugas dalam memenuhi kebutuhan pasien, kelancaran komunikasi petugas dengan pasien,

(3)

perhatian dan keramah-tamahan petugas dalam melayani pasien serta kesembuhan penyakit yang di derita oleh pasien. Pelayanan kesehatan yang bermutu akan tergantung pada proses pelaksanaan kegiatan itu sendiri, sumber daya yang diberikan dengan kegiatan pelayanan itu, faktor lingkungan yang mempengaruhi dan manajemen pelayanan (Wijono, 2006).

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud Kendali Mutu dan Kendali Biaya pelayanan Kesehatan?

2. Apa saja prinsip dan teori dari Kendali Mutu dan Kendali Biaya pelayanan Kesehatan?

3. Apa indikator kualitas mutu?

4. Apa saja implementasi Kendali Mutu?

5. Apa tantangan dari Kendali Mutu dan Kendali Biaya pelayanan Kesehatan?

6. Apa saja Tindakan perbaikan dalam kendali biaya?

7. Apa Integrasi Kendali Mutu dan Kendali Biaya?

8. Apa Manfaat Kendali Mutu dan Kendali Biaya pelayanan Kesehatan?

C. Tujuan

1. Mengetahui pengertian Kendali Mutu dan Kendali Biaya pelayanan Kesehatan 2. Mengetahui prinsip dan teori dari Kendali Mutu dan Kendali Biaya pelayanan

Kesehatan

3. Mengetahui indikator kualitas mutu 4. Mengetahui implementasi Kendali Mutu

5. Mengetahui tantangan dari Kendali Mutu dan Kendali Biaya pelayanan Kesehatan

6. Mengetahui Tindakan perbaikan dalam kendali biaya 7. Mengetahui Integrasi Kendali Mutu dan Kendali Biaya

8. Mengetahui Manfaat Kendali Mutu dan Kendali Biaya pelayanan Kesehatan

(4)

BAB II PEMBAHASAN

A. Landasan Teori

Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB) dalam pelayanan Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk memastikan kualitas layanan yang tinggi sambil mengontrol biaya. Kendali Mutu dan Kendali Biaya melibatkan sinergi antara Kementrian Kesehatan, BPJS Kesehatan dan fasilitas Kesehatan. Menurut Permenkes No. 44 Tahun 2016, mutu pelayanan harus aman, efektif dan efisien, sedangkan kendali biaya berfokus pada pengelolaan dana dengan baik. Implementasi KMKB di Rumah Sakit pemerintag masih menghadapi tantangan dalam memenuhi hak pasien untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas dan terjangkau.

Penyelenggaraan kendali mutu dan kendali biaya oleh BPJS Kesehatan dilakukan melalui :

1. Pemenuhan standar mutu Fasilitas Kesehatan 2. Pemenuhan standar proses pelayanan Kesehatan 3. Pemantauan terhadap luaran kesehatan Peserta

Dalam rangka penyelenggaraan kendali mutu dan kendali biaya, BPJS Kesehatan membentuk tim kendali mutu dan kendali biaya yang terdiri dari unsur organisasi profesi, akademisi, dan pakar klinis.

Pengembangan penggunaan teknologi kesehatan dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan dapat dilakukan untuk peningkatan mutu dan efisiensi biaya serta penambahan manfaat jaminan kesehatan setelah dilakukan penilaian teknologi kesehatan (health technology assessment).

B. Prinsip dan Teori Kendali Mutu

Kendali mutu (quality control) adalah proses yang sistematis untuk memastikan bahwa produk atau layanan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Berikut adalah prinsip dan teori yang mendasari kendali mutu.

1. Prinsip Kendali Mutu

a. Fokus pada Pelanggan : Memenuhi dan melampaui harapan pelanggan adalah inti dari kendali mutu. Organisasi harus memahami kebutuhan pelanggan dan

(5)

berusaha untuk memberikan nilai tambah melalui produk atau layanan mereka.

b. Kepemimpinan : Pemimpin di semua tingkat harus menetapkan visi dan tujuan yang jelas, serta menciptakan lingkungan di mana semua anggota tim dapat berkontribusi terhadap pencapaian tujuan tersebut.

c. Keterlibatan Karyawan : Keterlibatan aktif dari semua karyawan dalam proses kendali mutu sangat penting. Setiap individu harus merasa diberdayakan untuk memberikan masukan dan terlibat dalam perbaikan proses.

d. Pendekatan Proses : Aktivitas dalam organisasi harus dipahami dan dikelola sebagai serangkaian proses yang saling terkait, sehingga hasil yang konsisten dan dapat diprediksi dapat dicapai dengan lebih efisien.

e. Perbaikan Berkelanjutan : Organisasi harus berkomitmen untuk melakukan perbaikan terus-menerus dalam semua aspek operasi mereka, termasuk proses, produk, dan layanan.

f. Pengambilan Keputusan Berbasis Fakta : Keputusan harus didasarkan pada analisis data dan informasi yang akurat untuk memastikan hasil yang diharapkan dapat tercapai.

g. Manajemen Hubungan : Mengelola hubungan dengan semua pihak terkait, termasuk pemasok dan pelanggan, adalah kunci untuk mencapai keberhasilan jangka panjang dalam kendali mutu.

2. Teori Kendali Mutu

a. Total Quality Management (TQM) : Pendekatan manajerial yang menekankan pentingnya keterlibatan semua karyawan dalam upaya peningkatan mutu. Pendekatan ini mencakup pelatihan, komunikasi yang efektif, dan budaya organisasi yang mendukung inovasi dan perbaikan berkelanjutan.

b. Quality Assurance (QA) : proses yang memastikan bahwa layanan kesehatan memenuhi standar dan regulasi yang ditetapkan. QA mencakup berbagai aktivitas seperti audit, inspeksi dan evaluasi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan.

(6)

c. Model Deming : W. Edwards Deming mengembangkan model perbaikan berkelanjutan melalui siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act). Siklus ini membantu organisasi dalam merencanakan perubahan, melaksanakan tindakan, memeriksa hasil, dan melakukan tindakan perbaikan.

d. Six Sigma : Metodologi ini berfokus pada pengurangan variasi dalam proses dan peningkatan kualitas melalui penggunaan alat statistik. Six Sigma membantu organisasi dalam memahami dan mengendalikan proses, sehingga mengurangi jumlah cacat dalam layanan kesehatan.

C. Indikator Kualitas

Indikator kualitas adalah alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi layanan kesehatan. Beberapa indikator yang sering digunakan meliputi : 1. Tingkat Kepuasan Pasien : Mengukur kepuasan pasien terhadap layanan yang

diterima, termasuk aspek komunikasi, keramahan staf dan waktu tunggu.

2. Angka Kematian dan Morbiditas : Indikator ini memberikan gambaran tentang hasil akhir dari layanan kesehatan dan efektivitas intervensi medis.

3. Frekuensi Komplikasi Pasca Perawatan : Memantau jumlah komplikasi setelah perawatan dapat membantu dalam mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan.

D. Implementasi Kendali Mutu

Implementasi kendali mutu melibatkan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan memenuhi standar yang ditetapkan. Berikut adalah beberapa langkah implementasi kendali mutu dalam pelayanan kesehatan:

1. Pelatihan Staf : Mengadakan pelatihan rutin untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan staf mengenai pentingnya mutu dalam pelayanan.

2. Pengembangan Prosedur Standar Operasional (SOP) : Menyusun SOP yang jelas dan mendistribusikannya kepada semua staf untuk memastikan konsistensi dalam pelayanan.

(7)

3. Audit Internal : Melakukan audit secara berkala untuk menilai kepatuhan terhadap standar mutu yang ditetapkan, serta mengidentifikasi area untuk perbaikan.

4. Umpan Balik dari Pasien : Mengumpulkan umpan balik dari pasien melalui survei atau wawancara untuk mendapatkan wawasan tentang pengalaman mereka dan potensi area perbaikan.

E. Tantangan dalam Kendali Mutu

Adapun tantangan dalam kendali mutu, yaitu :

1. Sumber Daya Terbatas : Banyak fasilitas kesehatan menghadapi keterbatasan sumber daya yang menghalangi mereka untuk menerapkan praktik terbaik dalam kendali mutu.

2. Resistensi terhadap Perubahan : Staf mungkin enggan mengadopsi perubahan baru, yang dapat menghambat upaya perbaikan mutu.

3. Kompleksitas Proses : Proses pelayanan kesehatan yang kompleks memerlukan pendekatan yang terintegrasi untuk memastikan mutu tetap terjaga.

F. Prinsip dan Teori Kendali Biaya

Kendali biaya dalam pelayanan kesehatan adalah proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya finansial, sehingga pelayanan dapat diberikan secara efisien tanpa mengorbankan kualitas. Berikut adalah prinsip dan teori yang mendasari kendali biaya:

1. Prinsip Kendali Biaya

a. Efisiensi : Kendali biaya berfokus pada penggunaan sumber daya yang efisien, memastikan bahwa setiap pengeluaran membawa manfaat maksimal dalam hal pelayanan kesehatan. Ini mencakup pengurangan pemborosan dan optimalisasi proses.

b. Kualitas Pelayanan : Meskipun fokus utama adalah pada pengendalian biaya, prinsip ini juga menekankan pentingnya menjaga mutu pelayanan. Pelayanan yang berkualitas tinggi harus tetap menjadi prioritas meskipun dalam konteks penghematan biaya.

(8)

c. Transparansi : Proses kendali biaya harus dilakukan secara transparan, dengan akuntabilitas yang jelas terhadap penggunaan anggaran dan hasil yang dicapai.

Hal ini membantu dalam membangun kepercayaan antara penyedia layanan dan pasien.

d. Pengukuran dan Evaluasi : Penggunaan indikator kinerja untuk mengukur efektivitas dan efisiensi biaya sangat penting. Evaluasi berkala terhadap hasil dan proses membantu dalam penyesuaian strategi kendali biaya.

e. Penggunaan Teknologi : Mengadopsi teknologi informasi seperti sistem informasi klinik untuk memantau penggunaan sumber daya dan biaya, serta untuk analisis data yang mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti.

2. Teori Kendali Biaya

a. Teori Ekonomi Biaya : Teori ini menekankan pentingnya memahami struktur biaya dalam pelayanan kesehatan, termasuk biaya tetap dan variabel, serta bagaimana mereka mempengaruhi keputusan manajerial.

b. Teori Manajemen Risiko : Dalam konteks kendali biaya, teori ini berfokus pada identifikasi dan mitigasi risiko finansial yang dapat muncul akibat keputusan pengeluaran yang tidak tepat.

c. Teori Utilization Review : Merupakan pendekatan untuk mengevaluasi kebutuhan medis dari pelayanan yang diberikan, memastikan bahwa setiap tindakan medis adalah perlu dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Ini membantu dalam menghindari prosedur yang tidak perlu yang dapat meningkatkan biaya.

d. Managed Care : Konsep ini mengintegrasikan kendali biaya dengan kendali mutu melalui kontrak dengan penyedia layanan kesehatan, pembayaran berbasis kinerja, dan program evaluasi mutu untuk memastikan bahwa layanan diberikan secara efisien dan berkualitas tinggi.

e. Cost-Effectiveness Analysis (CEA) : Metode analisis ini digunakan untuk membandingkan biaya relatif dari berbagai intervensi kesehatan dengan hasil yang diharapkan, sehingga membantu pengambilan keputusan mengenai alokasi sumber daya.

(9)

G. Tindakan Perbaikan

1. Pengurangan Biaya : Mengidentifikasi area yang memiliki pengeluaran berlebihan dan merencanakan strategi untuk mengurangi biaya.

2. Peningkatan Efisiensi : Mencari cara untuk meningkatkan proses pelayanan agar lebih efisien, seperti penerapan teknologi baru atau pengoptimalan alur kerja.

H. Tantangan dalam Kendali Biaya

Adapun tantangan dalam kendali biaya, yaitu :

1. Biaya Tak Terduga : Munculnya biaya tak terduga, seperti biaya pengobatan yang mendadak atau peningkatan harga bahan baku, dapat mengganggu anggaran yang telah disusun.

2. Fluktuasi Permintaan : Fluktuasi dalam jumlah pasien dapat membuat perencanaan biaya menjadi sulit dan mempengaruhi efisiensi operasional.

3. Regulasi yang Berubah : Perubahan dalam regulasi pemerintah dapat mempengaruhi struktur biaya dan memerlukan penyesuaian dalam strategi kendali biaya.

I. Integrasi Kendali Mutu dan Kendali Biaya

Integrasi kendali mutu dan kendali biaya sangat penting untuk mencapai hasil pelayanan kesehatan yang optimal. Keduanya saling berkaitan; kualitas yang baik dapat mengurangi biaya jangka panjang melalui:

1. Pengurangan Komplikasi : Menjaga mutu layanan dapat mengurangi komplikasi, yang berdampak pada penurunan angka rawat inap ulang dan biaya perawatan tambahan.

2. Peningkatan Loyalitas Pasien : Pasien yang puas lebih cenderung kembali dan merekomendasikan layanan kepada orang lain, yang membantu meningkatkan stabilitas finansial organisasi.

3. Optimalisasi Sumber Daya : Proses yang efisien dan berkualitas tinggi membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, baik tenaga kerja maupun material, sehingga meningkatkan produktivitas.

4. Keberlanjutan Keuangan : Dengan mengendalikan biaya dan meningkatkan kualitas, organisasi kesehatan dapat mencapai keberlanjutan finansial yang lebih

(10)

baik, memungkinkan mereka untuk berinvestasi dalam teknologi dan pelatihan lebih lanjut.

J. Manfaat Kendali Mutu dan Kendali Biaya

Kendali mutu dan kendali biaya merupakan dua aspek penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang saling terkait. Keduanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sambil mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Berikut manfaat dari KMKB :

1. Peningkatan Akurasi dan Efisiensi : Data pasien dicatat secara digital, mengurangi kesalahan pencatatan dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan informasi.

2. Pemantauan Kualitas : Data yang terkumpul dapat digunakan untuk pemantauan dan evaluasi kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

3. Pengelolaan Sumber Daya : Sistem informasi membantu dalam pengelolaan stok dan sumber daya lainnya, mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi biaya.

4. Dukungan Pengambilan Keputusan : Data yang tersimpan dalam sistem dapat dianalisis untuk mendukung pengambilan keputusan yang berbasis bukti.

(11)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Kendali mutu dan kendali biaya merupakan dua aspek krusial dalam pelayanan kesehatan yang saling terkait. Dengan menerapkan prinsip - prinsip kendali mutu, organisasi dapat memastikan bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan standar yang ditetapkan, sementara kendali biaya membantu dalam pengelolaan sumber daya yang efisien. Integrasi kedua aspek ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pasien tetapi juga keberlanjutan dan efisiensi sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Penerapan Kendali Mutu dan Kendali Biaya dalam pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengurangan biaya tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan. Sinergi antara kedua aspek ini sangat penting untuk mencapai tujuan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien di Indonesia.

(12)

Daftar Pustaka

Alfajri, N. Z. (2017). Implementasi case management system di rumah sakit. Indonesia: Gadjah Mada University Press.

Tech, M. (n.d.). Mengenal Kendali Mutu dan Kendali Biaya dalam Meningkatkan Pelayanan FKTP dengan Sistem Informasi Klinik.

Berwick, D. M. (2003). A User's Manual for the IOM's "Crossing the Quality Chasm"

Tech, M. (n.d.). Mengenal Kendali Mutu dan Kendali Biaya dalam Meningkatkan Pelayanan FKTP dengan Sistem Informasi Klinik.

Buku Ajar Praktek Kerja Lapang Manajemen Pelayanan Kesehatan (PKL MPK). (2021). (n.p.): UPT Penerbitan & Percetakan Universitas Jember

Deming, W. E. (1986). Out of the Crisis. MIT Press.

Juran, J. M. (1999). Juran's Quality Handbook. McGraw-Hill.

Kaplan, R. S., & Cooper, R. (1998). Cost and Effect: Using Integrated Cost Systems to Drive Profitability and Performance. Harvard Business School Press.

Porter, M. E. (2010). What Is Value in Health Care?. New England Journal of Medicine.

Ransom, E. R., et al. (2008). The Healthcare Quality Book: Theory and Practice. Health Administration Press.

Tech, M. (n.d.). Mengenal Kendali Mutu dan Kendali Biaya dalam Meningkatkan Pelayanan FKTP dengan Sistem Informasi Klinik.

Undang-undang kesehatan : UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. (2023). (n.p.): Sinar Grafika.

Referensi

Dokumen terkait

Biaya mutu perlu dilaporkan agar dapat membantu manajemen dalam meningkatkan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Sebagai contoh, jika perusahaan ingin

Indikator mutu layanan manajemen sekolah tampak pada prinsip yang dilaksa- nakan yaitu (1) layanan kurikulum dan pembelajaran disesuaikan dengan standar nasional, karakter sekolah,

Sesuai dengan prinsip JKN maka segala proses yang dilakukan di rumah sakit harus sesuai dengan standar kendali mutu dan kendali biaya tanpa mengesampingkan keselamatan

Manajer Kendali Mutu adalah personel yang ditetapkan oleh Manajemen Penyedia Jasa dengan kompetensi dan persyaratan sesuai ketentuan, untuk mengontrol dan menjamin secara internal

ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN MENERAPKAN KONSEP GUGUS KENDALI MUTU DALAM UPAYA MENURUNKAN PRODUK CACAT..

Standar pengujian mutu benih harus ditetapkan dengan seksama karena beberapa alasan. Pertama, metode pengujian yang baku diharapkan akan memastikan hasil yang

• Bagian Pemastian Mutu yang memastikan bahwa obat dibuat dan dikendalikan secara konsisten untuk mencapai standar mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaan dan dipersyaratkan

Dikarenakan mutu layanan ini yang dikhususkan pada mutu layanan guru sebagai sentral yang secara aktif berhubungan langsung dengan siswa, dan biaya (cost) sebagai