ASPEK 1 CPOB
MANAJEMEN MUTU
Tim CPOB
FFS UHAMKA 2021
▸ Baca selengkapnya: aspek cpob yang menjamin proses produksi obat yang berkualitas, bermutu dan aman disebut aspek ?
(2)Pemastian Mutu
Penerapan CPOB
Pengawasan Mutu
Pengkajian Mutu Produk
Manajemen Resiko Mutu
Manajemen
Mutu (1)
PRINSIP
Industri farmasi harus membuat
obat sedemikian rupa agar:
• sesuai dengan tujuan penggunaannya, • memenuhi persyaratan yang
tercantum dalam dokumen izin edar (registrasi)
• tidak menimbulkan risiko yang
membahayakan penggunanya karena
tidak aman, mutu rendah atau tidak efektif.
-Dipengaruhi oleh: - Proses pembuatan - Pengawasan mutu
- Bangunan dan Peralatan - Personil yang terlibat
Menjamin mutu suatu produk tidak hanya
mengandalkan pelulusan dari serangkaian pengujian,
tetapi mutu obat hendaklah:
Mulai awal produk
dibuat dalam kondisi yang
dikendalikan dan dipantau dengan
cermat agar obat yang dihasilkan dapat
Manajemen Mutu (1)
•
Manajemen bertanggung jawab
untuk pencapaian tujuan ini melalui
suatu “Kebijakan Mutu”,
• semua departemen di dalam perusahaan,
• para pemasok • para distributor.
•
Perlu sistem Pemastian Mutu yang
didesain secara menyeluruh dan
diterapkan secara benar serta
menginkorporasi Cara Pembuatan Obat
yang Baik termasuk Pengawasan Mutu
dan Manajemen Risiko Mutu.
•
Dokumentasi dan Monitoring
efektivitas
Capaian tujuan
mutu yang
konsisten dan
dapat
diandalkan
Manajemen mutu merupakan suatu aspek fungsi
manajemen yang menentukan dan mengimplementasikan Kebijakan Mutu, yang merupakan pernyataan formal dari manajemen puncak suatu industri farmasi dan menyatakan arahan serta komitmen terhadap mutu produk.
Kebijakan mutu hendaklah dirumuskan dan ditandatangani oleh manajemen puncak (president director atau general manager atau chief executive officer) sebagai bentuk
komitmen penerapan mutu di industri yang bersangkutan.
(Kebijakan Mutu)
Kebijakan mutu hendaklah disosialisasikan kepada semua karyawan dengan cara yang efektif; tidak cukup dengan cara membagikan fotokopinya dan / atau menempelkan pada dinding.
Manajemen Mutu (2)
•
suatu infrastruktur /sistem mutu yang tepat mencakup struktur organisasi, prosedur, proses dan sumber daya; dan•
tindakan sistematis yang diperlukan untuk mendapatkankepastian dengan tingkat kepercayaan yang tinggi, sehingga produk (atau jasa pelayanan) yang dihasilkan akan selalu
memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
•
Keseluruhan tindakan tersebut disebut Pemastian Mutu.Manajemen Mutu (3)
Semua bagian sistem Pemastian Mutu hendaklah didukung dengan: - ketersediaan personil yang kompeten
- bangunan dan sarana serta peralatan yang cukup dan memadai
Tambahan tanggung jawab legal hendaklah diberikan kepada kepala Manajemen Mutu (Pemastian Mutu).
- Konsep dasar Pemastian Mutu
- Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB),
- Pengawasan Mutu dan Manajemen Risiko Mutu adalah aspek manajemen mutu yang saling terkait.
Konsep tersebut untuk menekankan hubungan dan pentingnya konsep tersebut dalam produksi dan pengawasan produk.
Pemastian Mutu (QA) (1)
Pemastian Mutu:
✓ konsep luas yang mencakup semua hal baik secara tersendiri maupun secara kolektif, yang akan
memengaruhi mutu dari obat yang dihasilkan
✓ adalah totalitas semua pengaturan yang dibuat dengan tujuan untuk memastikan bahwa obat dihasilkan dengan mutu yang sesuai dengan tujuan pemakaiannya
mencakup CPOB ditambah dengan faktor lain di luar
Pedoman ini, seperti desain dan pengembangan produk
Pemastian Mutu (QA) (2)
Sistem Pemastian Mutu yang benar dan tepat
bagi pembuatan obat hendaklah memastikan
➢desain dan pengembangan obat
➢dilakukan dengan cara yang memerhatikan persyaratan CPOB; ➢semua langkah produksi dan pengawasan diuraikan secara jelas dan CPOB diterapkan;
➢tanggung jawab manajerial diuraikan dengan jelas dalam uraian jabatan;
Pemastian Mutu (QA) (3)
✓
pengaturan disiapkan untuk pembuatan, pemasokan dan
penggunaan bahan awal dan pengemas yang benar;
✓
semua pengawasan terhadap produk antara dan pengawasan
selama-proses lain serta dilakukan validasi;
✓
pengkajian terhadap semua dokumen
•
proses, pengemasan dan pengujian tiap bets, dilakukansebelum memberikan pengesahan pelulusan untuk distribusi produk jadi.
•
Penilaian hendaklah meliputi semua faktor yang relevan termasuk kondisi produksi, hasil pengujian selama-proses, pengkajian dokumen pembuatan (termasuk pengemasan),pengkajian penyimpangan dari prosedur yang telah ditetapkan, pemenuhan persyaratan dari Spesifikasi Produk Jadi dan
Pemastian Mutu (QA) (4)
obat tidak dijual atau didistribusikan sebelum kepala Manajemen Mutu (Pemastian Mutu) menyatakan bahwa tiap bets produksi dibuat dan dikendalikan sesuai
dengan persyaratan yang tercantum dalam izin edar dan peraturan lain yang berkaitan dengan aspek produksi, pengawasan mutu dan pelulusan produk;
tersedia pengaturan yang memadai untuk memastikan bahwa, sedapat mungkin,
produk disimpan, didistribu-sikan dan selanjutnya ditangani sedemikian rupa agar mutu tetap dijaga selama masa simpan obat;
tersedia prosedur inspeksi diri dan/atau audit mutu yang secara berkala
Pemastian Mutu (QA) (5)
pemasok bahan awal dan bahan pengemas
• dievaluasi dan disetujui untuk memenuhi spesifikasi mutu yang telah ditentukan oleh perusahaan;
Penyimpangan
• dilaporkan, diselidiki dan dicatat;
tersedia sistem persetujuan terhadap perubahan yang berdampak pada mutu produk;
prosedur pengolahan ulang produk
• dievaluasi dan disetujui; dan
evaluasi berkala mutu obat
• verifikasi konsistensi proses
Cara Pembuatan Obat yang Baik(CPOB)
CPOB
• Bagian Pemastian Mutu yang memastikan bahwa obat dibuat dan
dikendalikan secara konsisten untuk mencapai standar mutu yang
sesuai dengan tujuan penggunaan dan dipersyaratkan dalam izin
edar dan spesifikasi produk.
• mencakup Produksi dan Pengawasan Mutu.
Persyaratan dasar dari CPOB adalah:
• semua proses pembuatan obat dijabarkan dengan jelas,
• dikaji secara sistematis berdasarkan pengalaman dan
• terbukti mampu secara konsisten menghasilkan obat yang
• memenuhi persyaratan mutu dan spesifikasi yang telah
• ditetapkan.
Cara Pembuatan Obat yang Baik(1)
tahap proses yang kritis dalam pembuatan, pengawasan
proses dan sarana penunjang serta perubahannya yang
signifikan divalidasi;
tersedia semua sarana yang diperlukan dalam CPOB
termasuk:
• personil yang terkualifikasi dan terlatih;
• bangunan dan sarana dengan luas yang memadai; • peralatan dan sarana penunjang yang sesuai;
• bahan, wadah dan label yang benar;
• prosedur dan instruksi yang disetujui; dan
Cara Pembuatan Obat yang Baik (2)
prosedur dan instruksi ditulis dalam bentuk instruksi, dengan bahasa
yang jelas, tidak bermakna ganda, dapat diterapkan secara spesifik pada
sarana yang tersedia;
operator memperoleh pelatihan untuk menjalankan prosedur secara
benar;
pencatatan dilakukan secara manual atau dengan alat pencatat selama
pembuatan yang menunjukkan bahwa semua langkah yang
dipersyaratkan dalam prosedur dan instruksi yang ditetapkan
benar-benar dilaksanakan dan jumlah serta mutu produk yang dihasilkan sesuai
dengan yang diharapkan.
Cara Pembuatan Obat yang Baik (3)
catatan pembuatan :
• distribusi yang memungkinkan penelusuran riwayat bets secara lengkap • disimpan secara komprehensif dan dalam bentuk yang mudah diakses;
penyimpanan dan distribusi obat yang dapat memperkecil risiko terhadap
mutu obat;
tersedia sistem penarikan kembali bets obat manapun dari peredaran
keluhan terhadap produk yang beredar dikaji, penyebab cacat mutu
diinvestigasi serta dilakukan tindakan perbaikan yang tepat dan
Pengawasan Mutu (QC)
•
Pengawasan Mutu :bagian dari CPOB•
pengambilan sampel, spesifikasi dan pengujian, serta dengan organisasi, dokumentasi dan prosedur pelulusan•
memastikan bahwa pengujian yang diperlukan dan relevan telah dilakukan dan bahwa bahan yang belum diluluskan tidak digunakan serta produk yang belum diluluskan tidak dijual atau dipasok sebelum mutunya dinilai dan dinyatakan memenuhi syarat.•
Setiap industri farmasi hendaklah mempunyai fungsi Pengawasan Mutu:•
Independen•
Sumber daya yang memadai hendaklah tersediamemastikan bahwa semua fungsi Pengawasan Mutu
Pengawasan Mutu (QC) (2)
Persyaratan dasar dari Pengawasan Mutu
• sarana dan prasarana yang memadai, personil yang terlatih
dan prosedur yang disetujui tersedia untuk pengambilan
sampel, pemeriksaan dan pengujian bahan awal, bahan
pengemas, produk antara, produk ruahan dan produk jadi,
dan bila perlu untuk pemantauan lingkungan sesuai dengan
tujuan CPOB;
• pengambilan sampel bahan awal, bahan pengemas, produk
antara, produk ruahan dan produk jadi dilakukan oleh
personil dengan metode yang disetujui oleh Pengawasan
Mutu;
Pengawasan Mutu (QC) (3)
✓
pencatatan
•
secara manual atau dengan alat pencatat selama
pembuatan
•
menunjukkan bahwa semua langkah yang dipersyaratkan
dalam prosedur pengambilan sampel, inspeksi dan
pengujian benar-benar telah dilaksanakan
•
Tiap penyimpangan dicatat secara lengkap dan
diinvestigasi;
✓
produk jadi berisi zat aktif dengan komposisi secara
kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan yang disetujui
pada saat pendaftaran, dengan derajat kemurnian
yang dipersyaratkan
✓pengemasan dalam wadah yang sesuai dan diberi
label yang benar
Pengawasan Mutu (QC) (4)
•
Catatan
❖
hasil pemeriksaan dan analisis bahan awal, bahan
pengemas, produk antara, produk ruahan, dan produk jadi
secara formal dinilai dan dibandingkan terhadap spesifikasi;
dan
❖
sampel pertinggal bahan awal dan produk jadi disimpan
dalam jumlah yang cukup untuk dilakukan pengujian ulang
bila perlu
❖
Sampel produk jadi disimpan dalam kemasan akhir kecuali
untuk kemasan yang besar.
Pengawasan Mutu (QC) (5)
✓
Pengawasan Mutu mempunyai tugas lain:
•
menetapkan,•
memvalidasi•
menerapkan semua prosedur pengawasan mutu, mengevaluasi, mengawasi, dan menyimpan baku pembanding,•
memastikan kebenaran label wadah bahan dan produk•
memastikan bahwa stabilitas dari zat aktif dan produk jadi dipantau•
mengambil bagian dalam investigasi keluhan yang terkait dengan mutu produk, dan ikut mengambil bagian dalam pemantauan lingkungan.•
Semua kegiatan tersebut hendaklah dilaksanakan sesuai dengan prosedur tertulis dan dicatat.✓
Personil Pengawasan Mutu hendaklah memiliki akses ke area
produksi untuk melakukan pengambilan sampel dan investigasi bila
diperlukan.
Pengkajian Mutu Produk (1)
•
semua obat terdaftar, termasuk produk ekspor, dengan tujuan untuk membuktikan konsistensi proses, kesesuaian dari spesifikasi bahan awal, bahan pengemas dan produk jadi,•
untuk melihat tren dan mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan untuk produk dan proses.•
Pengkajian mutu produk dilakukan tiap tahun dan didokumentasikan, dengan mempertimbangkan hasil kajian ulang sebelumnyaPengkajian Mutu Produk (2)
bahan awal dan bahan pengemas yang digunakan untuk produk,
terutama yang dipasok dari sumber baru;
pengawasan selama-proses yang kritis dan hasil pengujian produk
jadi;
semua bets yang tidak memenuhi spesifikasi yang ditetapkan dan
investigasi yang dilakukan;
semua penyim-pangan atau ketidaksesuaian yang signifikan, dan
efektivitas hasil tindakan perbaikan dan pencegahan;
semua perubahan yang dilakukan terhadap proses atau metode
analisis;
Pengkajian Mutu Produk (3)
variasi yang diajukan, disetujui, ditolak dari dokumen registrasi yang
telah disetujui termasuk dokumen registrasi untuk produk ekspor;
hasil program pemantauan stabilitas dan segala tren yang tidak
diinginkan;
semua produk kembalian, keluhan dan penarikan obat yang terkait
dengan mutu produk, termasuk investigasi yang telah dilakukan;
kelayakan terhadap tindakan perbaikan proses produk atau peralatan
yang sebelumnya;
Pengkajian Mutu Produk (4)
komitmen pasca pemasaran dilakukan pada obat yang
baru mendapatkan persetujuan pendaftaran dan variasi
persetujuan pendaftaran;
status kualifikasi peralatan dan sarana yang relevan
misal sistem tata udara (HVAC), air, gas bertekanan, dan
lain-lain; dan
Kesepakatan Teknis untuk memastikannya selalu
mutakhir.
Pengkajian Mutu Produk (5)
•
Industri farmasi hendaklah melakukan evaluasi terhadap hasil kajian,•
penilaian hendaklah dibuat untuk menentukan apakah tindakanperbaikan dan pencegahan ataupun validasi ulang hendaklah dilakukan.
•
Alasan tindakan perbaikan hendaklah didokumentasikan.•
Tindakan pencegahan dan perbaikan yang telah disetujui hendaklah diselesaikan secara efektif dan tepat waktu.•
Hendaklah tersedia prosedur manajemen untuk manajemen yang sedang berlangsung dan pengkajian aktivitas serta efektivitas prosedur tersebut yang diverifikasi pada saat inspeksi diri.•
Bila dapat dibenarkan secara ilmiah, pengkajian mutu dapatdikelompokkan menurut jenis produk, misal sediaan padat, sediaan cair, produk steril, dan lain-lain.
Manajemen Risiko Mutu (1)
Manajemen risiko mutu hendaklah memastikan bahwa:
• evaluasi risiko terhadap mutu berdasarkan pengetahuan secara
ilmiah, pengalaman dengan proses dan pada akhirnya terkait
pada perlindungan pasien;
• tingkat usaha, formalitas dan dokumentasi dari proses
manajemen risiko mutu sepadan dengan tingkat risiko
.
proses sistematis untuk melakukan penilaian,
pengendalian dan pengkajian resiko terhadap mutu produk
Manajemen Risiko Mutu (2)
(ICH Q9)
Advanced training workshop for GMP inspectors Nairobi , 9-12 May, 2011
Explain with the help of the diagram, the flow of information and the process of risk assessment, risk control, risk review.