PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana penerapan prinsip syariah pada produk pembiayaan di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Madiun. Bagaimana kepercayaan nasabah terhadap prinsip syariah yang diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Madiun. Bagaimana implikasi kepercayaan nasabah terhadap prinsip syariah yang diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Madiun dalam meningkatkan minat nasabah dalam pembiayaan.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru bagi Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Madiun sebagai evaluasi perbaikan strategi dan tetap menerapkan prinsip Syariah dalam setiap pembiayaan yang dilakukan dengan nasabah, sehingga dapat berdampak positif terhadap kepercayaan dan kepuasan nasabah dalam kegiatan pembiayaan di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Madiun (KC).
Studi Penelitian Terdahulu
Serta bagaimana penerapan keyakinan prinsip syariah pada produk pembiayaan di Bank Syariah Indonesia (BSI), serta perbedaan lokasi penelitian. 17 Ajeng Fitriani, “Kepercayaan Nasabah Pada Bank Syariah (Studi Kasus BPRS Aman Syariah Sekampung),” Skripsi (Metro, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, 2019), lembar 61. Serta perbedaan lokasi karena dalam penelitian ini , lokasi dilakukan di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Madiun.
21 Sumarni Syukri, “Minat Nasabah Menggunakan Produk Rahn di Bank Mandiri Syariah Polewali Mandar,” Tesis (Parepare, IAIN Parepare, 2020), 73. Dengan tambahan kepercayaan nasabah terhadap penerapan prinsip Syariah dan perbedaan lokasi penelitian yaitu di Bank Cabang Syariah Indonesia (BSI) Madiun (KC).
Metode Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Lokasi Penelitian
- Data dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Pengolahan Data
- Teknik Analisis Data
- Teknik Pengecekan Keabsahan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dapat dilakukan dengan cara observasi (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Wawancara dalam penelitian akan dilakukan dengan menanyakan informan atau narasumber melalui pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya dan sesuai dengan indikator narasumber mengenai bagaimana penerapan prinsip syariah dalam produk pembiayaan, serta bagaimana tingkat kepercayaan nasabah. dalam pembiayaan dengan prinsip syariah dilakukan oleh Bank Syariah. Pengamatan dalam penelitian ini akan menyajikan gambaran secara detail tentang suatu peristiwa atau kejadian dari segi bagaimana penerapan prinsip syariah dalam produk pembiayaan, serta tingkat kepercayaan nasabah terhadap pembiayaan dengan prinsip syariah yang dilakukan oleh bank syariah.
Dokumentasi dalam penelitian ini berupa catatan bagaimana penerapan prinsip syariah dalam produk pembiayaan, serta bagaimana tingkat kepercayaan nasabah terhadap pembiayaan dengan prinsip syariah yang dilakukan oleh bank syariah. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan meringkas data yang diperoleh peneliti, yang kemudian akan dianalisis.
Sistematika Pembahasan
- Pengertian Kepercayaan
- Karakteristik Kepercayaan Nasabah
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan Nasabah
- Kepercayaan Dalam Perspektif Islam
Berdasarkan konsep tersebut pengetahuan konsumen dikaitkan dengan pembahasan sikap karena pengetahuan konsumen merupakan salah satu bentuk kepercayaan konsumen.5 Kepercayaan konsumen dapat dipahami sebagai kesediaan satu pihak untuk menerima resiko dari tindakan pihak lain dengan harapan pihak lain pihak akan mengambil tindakan yang cukup agar pihak lain dapat mempercayai pihak lain, dengan kemungkinan memantau dan mengendalikan tindakan pihak yang dipercaya. Kepercayaan klien adalah sejumlah keyakinan khusus tentang kejujuran klien yang dipercaya dan kemampuan untuk memenuhi janji (Integrity), motivasi dan perhatian yang paling dapat dipercaya menjadi acuan untuk bertindak sesuai dengan kepentingan orang yang mempercayainya (Benevolence), kemampuan dipercaya klien untuk memenuhi kebutuhannya. 7 Ajeng Fitriani, “Kepercayaan Nasabah pada Bank Syariah (Studi Kasus Aman BPRS Syariah Sekampung), Tesis (Lampung: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, 2019), 28.
Berdasarkan uraian di atas, kepercayaan nasabah dapat dipahami sebagai suatu kepercayaan oleh nasabah bahwa orang atau mitra perbankan yang dipercaya akan memenuhi segala kewajibannya seperti yang diharapkan. 12 Ajeng Fitriani, “Kepercayaan Nasabah Pada Bank Syariah (Studi Kasus BPRS Aman Syariah Sekampung), Tesis (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, 2019), 31.
Minat
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat
Artinya: Dan penuhilah perjanjian dengan Allah apabila kamu mengikrarkan sumpahmu dan janganlah kamu membatalkannya, sesudah meneguhkannya, sedang kamu menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpahmu). Dalam memberikan perkhidmatan, pegawai bank hendaklah mempunyai etika dan mematuhi SOP agar pelanggan dan pegawai bank dapat menjalinkan hubungan yang baik. Kerana bagi pelanggan yang lebih mementingkan keuntungan dan faedah yang diperolehi, kualiti perkhidmatan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pelanggan memilih sesuatu produk di bank.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar perintah Allah, dan janganlah kamu melanggar kehormatan bulan-bulan haram, janganlah kamu mengganggu binatang had-ya, dan binatang qalaa-id, dan janganlah kamu mengganggu (pula) orang-orang yang menziarahi. Baitullah sedang mereka mencari rahmat dan keridhaan dari Tuhan mereka dan apabila kamu telah menyelesaikan haji maka kamu boleh berburu dan jangan sekali-kali membenci (kamu) manusia. Promosi adalah usaha bank syariah untuk menarik minat pelanggan atau pengguna untuk menggunakan produk atau perkhidmatan yang ditawarkan. Penerapan prinsip Syariah dalam setiap produk adalah perbezaan asas antara bank Syariah dan bank konvensional.
Bank Syariah
- Dasar Hukum Bank SYariah
- Fungsi Bank Syariah
Yang merupakan lembaga keuangan atau perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Menurut Sudarsono, bank syariah adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah pemberian jasa dan pinjaman dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang yang berpegang pada prinsip syariah. Bank syariah adalah bank yang memiliki prinsip dan beroperasi berdasarkan prinsip syariat Islam, serta mengacu pada ketentuan Al-Qur’an dan Hadist, yang diharapkan terhindar dari kegiatan yang mengandung unsur riba dan segala hal yang bertentangan dengan syariat Islam. .
Sebab, dalam mengambil harta dengan sia-sia, telah disebutkan bahwa Anda sedang melakukan perbuatan dosa besar yang harus dihindari oleh Al-Qur'an. Sistem perbankan syariah mulai diterapkan di Indonesia pada tahun 1992, dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 yang memperbolehkan bank untuk melakukan kegiatan usaha dengan sistem bagi hasil. Pada tahun yang sama lahir pula bank syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI).
Bank syariah menganut prinsip-prinsip berikut dalam menjalankan aktivitasnya, yaitu: keadilan, kesetaraan dan perdamaian. Disebutkan pula dalam Undang-Undang Nomor 21 Pasal 1 Tahun 2008, yang menyebutkan bahwa:30 Bank syariah adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank syariah dan unit usaha syariah, termasuk lembaga, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam menjalankan kegiatan usahanya. Dalam menjalankan usahanya, bank syariah akan menggunakan pola bagi hasil yang menjadi dasar utama segala aktivitasnya.
Bank syariah dan unit usaha syariah (UUS) wajib menjalankan fungsinya menghimpun dan menyalurkan dana dari masyarakat. Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) menjalankan fungsi sosial berupa lembaga baitul mal yaitu penerimaan dana dari zakat, infak, sedekah, hibah atau dana sosial lainnya. Bank syariah dan Unit Usaha Syariah akan dapat menghimpun dana sosial yang berasal dari wakaf tunai dan akan meneruskan atau menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir) sesuai dengan kehendak pemberi wakaf (wakif).
Prinsip Syariah (Hukum Syariah)
- Prinsip Dasar dan Kontrak Keuangan Islam
Sebagai hukum yang bersumber dari wahyu Allah SWT, hukum Islam mengandung nilai yang abadi yang tidak bertentangan dengan kehidupan yang kreatif dan abadi, bahkan dalam hukum Islam (fiqh) mengandung kualitas tersebut. Hukum Islam mengatur apa yang diperbolehkan (halal) dan menghindari apa yang dilarang (haram) dalam segala aktivitas. Syarat utama dalam keuangan Islam adalah bahwa setiap transaksi keuangan harus sesuai dengan hukum Islam.
Larangan utama dalam Islam mengenai transaksi keuangan yang membedakan keuangan Islam dengan keuangan konvensional adalah sebagai berikut: 42. Lebih khusus lagi, semua tingkat pengembalian positif dan yang telah ditentukan terkait dengan jangka waktu dan jumlah pokok pinjaman (yaitu, dijamin terlepas dari kinerja investasi) dianggap riba dan dilarang.43 Praktek menerima riba dilarang menurut Islam. hukum. Perlu dicatat bahwa hukum Islam tidak melarang kontrak yang hanya berurusan dengan risiko ketidakpastian.
Namun, jika risiko ini menguntungkan satu pihak sementara pihak lain menderita kerugian, maka hal inilah yang dilarang dalam ajaran hukum Islam karena mengarah pada gharar.48 Akad keuangan Islam tidak memungkinkan adanya ketidakpastian karena akan menimbulkan gharar. (ketidakpastian begitu besar). Dalam syariat Islam, perjudian dilarang keras, bahkan mengingat harta yang dikembangkan melalui perjudian tidak termasuk dalam harta Allah SWT. 51 Maysir juga didefinisikan sebagai "permainan peluang yang tidak sah" (permainan kebencian yang tidak diperbolehkan). Dalam keuangan Islam, ia melarang riba (bunga) dan sebagai gantinya menggunakan model profit and loss sharing (PLS).
Pihak yang terlibat dalam transaksi keuangan harus berbagi risiko dan keuntungan antara pemberi pinjaman (financier) dan peminjam. 53 International Shariah Research Academy for Islamic Finance (ISRA), Islamic Financial System: Principles & Operations (Jakarta: Rajawali Press. Dalam sistem keuangan Islam, produk yang diperdagangkan harus memenuhi beberapa aturan: (1) Aset yang akan dijual atau disewakan harus asli; (2) Penjual atau pemberi sewa (lessor) harus menguasai barang yang dijual atau disewanya; (3) transaksi ini harus merupakan transaksi niaga murni untuk tujuan memberi dan menerima penyerahan;
Pembiayaan dalam Perbankan Syariah
- Dasar Hukum Pembiayaan
- Bentuk-bentuk Pembiayaan Bank Syariah
Dalam hal salah satu atau kedua pihak yang terkait tidak dapat memenuhi kewajibannya, salah satu atau keduanya akan dikenakan sanksi sebagaimana diperjanjikan dalam kontrak. Apakah pembiayaan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kegiatan produksi atau untuk peningkatan operasi. Dalam pembiayaan modal kerja, pembiayaan digunakan untuk memenuhi kebutuhan seperti peningkatan produksi, baik secara kuantitatif yaitu volume produksi, maupun secara kualitatif yaitu peningkatan mutu atau mutu produksi.
Pembiayaan juga digunakan untuk tujuan perdagangan dan untuk meningkatkan kegunaan suatu barang Jenis-jenis pembiayaan modal kerja adalah: 68 a) Pembiayaan Likuiditas (Pembiayaan Tunai). Dalam pembiayaan investasi digunakan untuk memenuhi kebutuhan aset modal beserta fasilitas-fasilitas yang sangat erat hubungannya dengan itu. Apakah dana yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan individu atau akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan individu.
Karena seseorang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya tergolong fakir dan miskin, maka golongan ini wajib diberi zakat atau sedekah. Murabahah adalah akad jual beli barang dengan mencantumkan pula harga perolehan dan hutang atau marjin yang disepakati antara penjual (bank) dan pembeli (nasabah). Pembiayaan murabahah secara garis besar dikelompokkan menjadi tiga kelompok jika dilihat dari sumber dana yang digunakan, antara lain sebagai berikut:
Pembiayaan istihsna adalah transaksi jual beli dalam bentuk angsuran seperti transaksi murabahah muajjal, namun berbeda dengan jual beli murabahah dimana barang akan diserahkan terlebih dahulu dan uangnya akan dicicil. Oleh karena itu, cara pembayaran dalam murabahah mu'ajjal akan sama dengan cara pembayaran pada saat jual beli istishna' dengan menggunakan sistem cicilan (cicilan). Selanjutnya di Al-Bai' Wal Ijarah Muntahia Bit-tamlik (IMBT) sumber pembiayaan berasal dari Rekening Investasi Tidak Terbatas (URIA) dan pembayaran dilakukan setiap bulan.
KEPERCAYAAN NASABAH TERHADAP PRINSIP SYARIAH
Visi Misi BSI