• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPRILAKUAN DARI PSIKOLOGI DAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KEPRILAKUAN DARI PSIKOLOGI DAN "

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP

KEPRILAKUAN DARI PSIKOLOGI DAN

PSIKOLOGI SOSIAL

Akuntansi Keprilakuan – Fauziah Rahman

(2)

Sikap Berasal dari

kata latin

“apus”

Dalam keadaan sehat dan siap

melakukan aksi/tindakan

Kesimpulan :

Suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan, baik positif atau negative yakni suatu kecendrungan untuk menyetujui atau menolak dikaitkan dengan situasi objek dan lingkungan, serta dengan kesiapan individu terhadap stimulus, maka dari itu sikap

sifatnya dinamis

Gordon Williard Allport

kesiapan mental, yaitu suatu proses yang berlangsung dalam diri seseorang, bersama dengan pengalaman individual masing-masing, mengarah dan menentukan respon terhadap

berbagai objek dan situasi ”

(3)

Karakteristik Sikap

Menurut Yayat Suharyat

Konsisten

Sikap dengan respin harus sesuai

Spontanitas

Penyampaian sikap selalu spontan

Memiliki Arah

Sikap selalu ke arah positif dan negatif

Intensitas

Kemungkinan ada sikap yang berbeda dalam situasi yang sama

Keleluasaan

Dalam suatu situasi

belum tentu

seseorang merespon suatu hal yang terjadi

(4)

Sikap

Kognitif Berhubungan dengan penilaian individu terhadap objek atau subjek

Afektif Perasaan individu terhadap objek atau subjek

Perilaku Tindakan dengan keyakinan dan keinginan

individu

Komponen sikap

(5)

Pembentukan Sikap

Kondisi Klasik

Terjadi ketika stimulus rangsangan diikuti oleh

stimulus rangsangan yang lain

Belajar Melalui Pengamatan

Mengamati perilaku orang lain lalu mencontohnya

Pengondisian Instumental

Terjadi karena perilaku mendatangkan hasil menyenangkan/sebalik

nya

Perbandingan Sosial

Terjadi dengan membandingkan orang lain dengan diri

kita

(6)

Hubungan Sikap dan Perilaku

Perilaku

Skinner Respon atau reaksi seseprang terhadap stimulus dari luar

Saifudin Aswar

Reaksi bersifat sederhana maupun kompleks dan merupakan ekspresi sikap seseorang

Kurt Lewin Fungsi karakteristik individu (motif, nilai-nilai, sifat

kepribadian, dll) dan lingkungan

(7)

Kesimpulan

Perilaku merupakan cerminan kongkret yang tampak dalam sikap, perbuatan dan kata – kata yang muncul

karena proses pembelajaran, rangsangan dan lingkungannya

(8)

Teori Hubungan Sikap dengan Perilaku

How do we do it?

Teori Perilaku Beralasan

Fishbein

& Ajzen, 1980

Teori Perilaku Berencana

Fishbein

& Ajzen, 1980

Attitude – to – Behavior Process Model

Fazio, 1989

(9)

Ajzen mengatakan bahwa sikap mempengaruhi

perilaku lewat suatu proses pengambilan keputusan yang teliti dan beralasan dan dampaknya terbatas hanya pada 3 hal antara lain :

1. perilaku tidak banyak ditentukan oleh sikap umum tapi oleh sikap yang spesifik terhadap sesuatu.

2. perilaku dipengaruhi tidak hanya oleh sikap tapi juga oleh norma morma objektif (subjektif norms) yaitu keyakinan kita mengenai apa yang orang lain inginkan agar kita perbuat.

3. sikap terhadap suatu perilaku bersama norma- norma subjektif membentuk suatu intensi atau niat berperilaku tertentu.

TEORI PERILAKU BERALASAN

(10)

Teori ini adalah pengembangan dari teori sebelumnya (Theory of Reaction Action). Dalan

teori ini perilaku tidak hanya dipengaruhi oleh sikap dan norma subjektif tetapi juga

dipengaruhi oleh control perilaku yang dipersepsikan.

TEORI PERILAKU BERENCANA

(11)

Hubungan sikap dan perilaku adalah spontan.

Apabila kita dihadapkan pada sebuah kejadian atau peristiwa yang berlangsung secara cepat, maka secara spontan sikap yang terdapat pada

diri kita akan mengarah pada perilaku.

ATTITUDE – to – Behavior Process Model

(12)

Sikap adalah penilaian terhadap objek yang

terdapat pada kehidupan kita. Sikap terdiri dari tiga komponan yaitu kognitif, afektif, dan konasi.

Sikap diperoleh dari pembelajaran social,

informasi, perilaku dan sikap orang lain. Fungsi sikap antara lain ; fungsi pengetahuan, identitas, harga diri, pertahanan diri dan motivasi kesan.

Hubungan sikap dan perilaku merupakan

hubungan tidak langsung. Perilaku tidak selalu mempresentasikan sikap, tetapi banyak factor lain dalam konteks social yang mempengaruhi perilaku. Hubungan sikap dan perilaku

dipengaruhi oleh kuat lemahnya sikap.

Kesimpulan

(13)

TEORI MOTIVASI AWAL

Teori X dan Teori Y (Mc Gregor)

Teori X dan Teori Y (Mc Gregor)

Teori Dua Faktor (Herzberg) Teori Hierarki Kebutuhan (Maslow)

1

Motivasi

Proses yang berperan pada intensitas, arah, dan lamanya berlangsung upaya individu ke arah pencapaian sasaran 2

3

(14)

TEORI HIERARKI KEBUTUHAN

Aktualisasi dorongan untuk menjadi seseorang sesuai ambisinya.

Penghargaa n

harga diri, otonomi, prestasi (internal) status, pengakuan, dan perhatian

(eksternal)

Sosial Kasih sayang, rasa memiliki, diterima baik, dan persahabatan

Keamanan keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik & emosional

Psikologis Lapar, Haus,perlindungan (pakaian dan tempat tinggal), seks, dll

(15)

Teori X dan Teori Y

Pada dasarnya terdapat dua pandangan berbeda mengenai

manusia

Yang positif disebut teori Y

Yang negative disebut teori X

(16)

Karyawan akan menghindari tanggung jawab

Karyawan tidak menyukai kerja

Karyawan

menempatkan keamanan di atas semua faktor dan

menunjukkan ambisi rendah

Karyawan harus

dipaksa,

diawasi, dan diancam

Menurut teori X empat asumsi

manajemer terhadap karyawan :

(17)

Karyawan melakukan pengarahan dan pengawasan diri jika mereka berkomitmen

Karyawan memandang kerja sebagai kegiatan alamiah

Karyawan mampu

mengambil keputusan inovatif

Karyawan

dapat belajar menerima

bahkan

mengusahakan tanggung

jawab

Menurut teori Y empat asumsi

manajemer terhadap karyawan :

(18)

Teori Dua Faktor

Email marketing

Hubungan antara individu dan pekerjaan merupakan hubungan dasar dan sikap seseorang terhadap kerja

dapat menentukan

kesuksesan atau kegagalan individu

Lawan dari “kepuasan” adalah

“tidak ada kepuasan” dan lawan dari “ketidakpuasan” adalah “tidak ada ketidakpuasan”

(19)

Teori Dua Faktor

Faktor Penyebab Ketidakpuasan Faktor Penyebab Kepuasan Kebijakan dan administrasi Prestasi

Penyeliaan Pengakuan

Hubungan dengan penyelia Kerja itu sendiri

Kondisi kerja Tanggung jawab

Gaji Pertumbuhan

Hubungan dengan rekan sekerja Hidup pribadi

Hubungan dengan bawahan Status

Keamanan

(20)

Teori Motivasi Kontemporer

78

% 56

% 24

% Venus

It’s the second planet from the

Sun Mars

Mars is actually a very cold place

Jupiter

Jupiter is the biggest planet of them all

Teori ERG (existence, relatedness, & growth) Teori ERG (existence, relatedness, & growth) Teori Kebutuhan McClelland

Teori Kebutuhan McClelland Teori Evaluasi Kognitif

Teori Evaluasi Kognitif Teori Penetapan Sasaran Teori Penetapan Sasaran

Teori Hanyut (Flow) dan Motivasi Intrinsik Teori Hanyut (Flow) dan Motivasi Intrinsik Teori Kesetaraan

Teori Kesetaraan Teori Pengharapan Teori Pengharapan

(21)

TEORI ERG

TEORI ERG

Eksistensi mencakup psikologis dan keamanan dalam Maslow

Keterhubung an

mencakup komponen sosial dan penghargaan eksternal dalam Maslow

Pertumbuha n

mencakup penghargaan internal dan aktualisasi diri dalam Maslow

Lebih dari satu kebutuhan dapat berjalan pada saat yang sama

Jika kepuasan pada kebutuhan tingkat lebih tinggi tertahan maka hasrat memenuhi kebutuhan tingkat lebih rendah meningkat

(22)

TEORI KEBUTUHAN McClelland

TEORI ERG

Need of Achieveme

nt

dorongan untuk unggul, berprestasi, berupaya keras untuk meraih sukses

Need of Power

kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara yang sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya

Need of Affiliation

Hasrat untuk hubungan antarpribadi yang ramah dan akrab

(23)

Teori Kebutuhan McClelland

(24)

Email marketing

Teori yang menyatakan bahwa pemberian ganjaran ekstrinsik untuk perilaku yang sebelumnya telah diberi hadiah intrinsik cenderung mengurangi motivasi

Pendapat sebelumnya menyatakan motivasi intrinsik seperti prestasi, tanggung jawab, dan kompetensi tidak bergantung pada motivator ekstrinsik seperti upah, promosi, dan kondisi kerja yang menyenangkan

Teori Evaluasi

Kognitif

(25)

Email marketing

Teori yang menyatakan bahwa sasaran yang khusus dan sulit akan menghasilkan kinerja yang lebih tinggi

Dipengaruhi oleh faktor umpan balik, komitmen sasaran, keefektifan diri, dan budaya nasional

Teori

Penetapan

Sasaran

(26)

Copy

KEMAJUAN KOMPETENS

I

Teori Hanyut dan Motivasi Intrinsik

Perluasan konsep flow

mengidentifikasi unsur pokok yang menciptakan motivasi intrinsik, yaitu:

.

Ketika individu menghadapi tugas-tugas yang menantang dan menuntut ketrampilan tinggi yang diarahkan

berdasarkan sasaran dan mempunyai umpan balik

,individu cenderung mengalami hanyut (flow) dalam tugas

mereka

PILIHAN Photography

PENUH ARTI

(27)

Di dalam diri orang

Individu atau kelompok lain lain

di dalam organisasi

Jadi Luar diri orang lain

Individu atau kelompok lain di luar organisasi

Di Luar Diri

Pengalaman karyawan dalam situasi atau posisi di luar organisasinya

sekarang

Di dalam diri

Pengalaman karyawan dalam posisi yang

berbeda dalam organisasinya sekarang

TEORI KESETARAAN

Pembandin gan Acuan

Individu membandingkan masukan dan keluaran pekerjaan mereka dengan

masukan dan keluaran orang lain dan kemudian

merespon untuk menghapuskan segala

ketidaksetaraan

(28)

TEORI KESETARAAN …

Mendistorsikan persepsi

mengenai diri Merubah keluaran Mengubah

Masukan

Meninggalka n medan

Memilih acuan yang

berlainan

Mendistorsikan persepsi

mengenai orang lain

Tindakan yang dapat dilakukan

(29)

Teori Pengharapan

Kuatnya

kecenderungan untuk bertindak

dalam cara tertentu bergantung pada kekuatan

pengharapan bahwa tindakan

itu akan diikuti oleh output tertentu dan pada daya tarik output tersebut bagi individu itu

Hubungan Upaya -

kinerja

Hubunga n kinerja - imbalan Hubunga

n imbalan – sasaran

pribadi

(30)

THANKYOU

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Swasono (2015), kata “Koperasi” berasal dari kata Cooperation” (Latin) atau “Cooperation” (Inggris), atau Co-operate (Belanda), atau dalam Bahasa Indonesia

Editorial board governance 1 Code of Best Practice in Scholarly Journal Publishing, Editing and Peer Review, March 2018 ▪ The journal must have an editorial board, which is