Nama : Kayla Balqish Syahzifa Kelas : VIII D
Carilah isu – isu tentang Kerjasama ASEAN!
A. Kerja sama dalam bidang ekonomi
Salah satu tujuan dibentuknya ASEAN adalah menyejahterakan wilayah Asia Tenggara melalui kerjasama di berbagai bidang. Salah satunya adalah kerjasama di bidang ekonomi. Tujuan utama kerjasama ASEAN di bidang ekonomi adalah pembentukan pasar dan peningkatan produksi.
Berikut contoh-contoh kerjasama ASEAN dalam bidang ekonomi:
1. Kawasan Perdagangan Bebas (ASEAN Free Trade Area atau AFTA)
Kerja sama ini dimulai pada saat KTT ke -5 ASEAN di Singapura tahun 1992 pada tanggal 1993. Negara - negara ASEAN sepakat unutk menandatangani Framework Agreement on Enhancing ASEAN Economic Cooperation sekaligus menandai dicanangkannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) dengan Common Effective Preferential Tariff (CEPT) sebagai mekanisme utama.
Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN atau ASEAN Free Trade Area (AFTA) adalah satu bentuk kerja sama yang berfungsi membantu produsen dari sektor produksi di tingkat lokal untuk mendapatkan fasilitas yang bersifat khusus. Sebagai contoh, mereka berhak untuk mendapatkan Tarif Efektif Bersama—atau Common Effective Preferential Tariff (CEPT)—hanya sebesar 5%—10% per produk.
Ketentuan ini berlaku baik untuk produk impor maupun ekspor.
AFTA sangat berperan penting dalam proses perdagangan antara negara- negara anggota ASEAN. Dengan kerja sama ini, sejumlah kendala perdagangan dapat teratasi dan secara tidak langsung kerja sama ini juga dapat membantu memperbaiki daya saing produk buatan lokal dari negara-negara anggota di pasar ASEAN.
Kerja sama ASEAN dalam bidang perdagangan ini tidak hanya berlaku untuk produk berupa komoditas atau barang saja. Produk jasa pun diberlakukan pula, dengan varian yang cukup bervariasi. Sebut saja produk jasa berupa telekomunikasi dan transportasi, keuangan, investasi, serta pariwisata, semuanya dapat diakomodir oleh AFTA.
2. Penyedia Cadangan Pangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
ASEAN memiliki dua lumbung padi utama, yaitu Vietnam dan Thailand.
Kedua negara itu pun terus berkomitmen untuk menjadi penyedia cadangan pangan
bagi negara-negara tetangga mereka, anggota ASEAN yang lain. Selain kedua lumbung padi itu, negara-negara lainnya, seperti, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Indonesia juga memiliki komitmen untuk menyediakan cadangan pangan dalam kondisi darurat.
3. Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (The Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP)
RCEP merupakan kemitraan ekonomi komprehensif regional Asia yang digagas Indonesia saat memegang kepemimpinan ASEAN pada 2011. Kerja sama ini bertujuan untuk mengonsolidasikan lima perjanjian perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang sudah dimiliki ASEAN dengan enam mitradagangnya.
RCEP adalah kerjasama dagang terbesar di dunia karena melibatkan 15 negara (10 negara anggota ASEAN plus Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Jepang, dan Cina) yang mencakup 30% ekonomi dunia, 30% populasi dunia, dan tak kurang dari 2,2 milyar calon konsumen.
Manfaat dari kerja sama ini adalah bagi Indonesia meningkatkannya ekspor melalui partisipasi dalam rantai pasok global yakni adanya proyeksi kenaikkan jumlah ekspor Indonesia sebesar 7.2% melalui skema global supply chain atau rantai pasok global.
Manfaat lainnya RCEP ialah sebagai alternatif untuk menyatukan ekonomi di tingkat kawasan Asia Tenggara.
B. Bentuk Kerjasama Negara ASEAN
1. Bentuk Kerja sama ASEAN dalam sektor industry
ASEAN Industrial Cooperation (AICO) yang ditandatangani pada bulan April 1996 dan berlaku efektif pada bulan Nopember 1999 merupakan insiatif kerjasama di sektor industri yang saat ini terus dikembangkan.
Bentuk kerja sama ASEAN dalam sektor industri dikenal dengan nama Implementasi ASEAN Industrial Cooperation (AICO). AICO merupakan skema kerjasama antara dua atau lebih perusahaan di kawasan ASEAN dalam pemanfaatan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan, dalam rangka memproduksi suatu barang yang bertujuan meningkatkan daya saing perusahaan ASEAN.
Berikut adalah contoh kerja sama dalam sektor industri melalui AICO :
a. ASEAN Vaccine Project , pabrik yang memproduksi vaksin yang berdiri di Singapura
b. ASEAN Urea Project , pabrik pupuk urea telah dibangun di Malaysia
c. ASEAN Aceh Fertilizer Project , industri pupuk ini berdiri di Aceh, Indonesia d. ASEAN Copper Fabrication Project , yaitu pabrik industri tembaga yang
berdiri di Filipina
e. Rock Salt Soda Ash Project , merupakan pabrik yang memproduksi abu soda, berkedudukan di Thailand.
Selain itu, Kerjasama dalam sektor industri juga didukung dengan adanya Pertemuan Tingkat Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministerial Meetings atau AEM) setiap tahun untuk membahas kerja sama.
2. Bentuk Kerja sama ASEAN dalam sektor perdagangan a. Kerjasama Perdagangan Barang
b. Fasilitasi Perdagangan
c. Realisasi ASEAN Free Trade Area d. Kerjasama Kepabeanan
3. Bentuk Kerja sama ASEAN dalam sektor ekonomi prawisita
Tumbuhnya sektor pariwisata di negara Asia Tenggara membuat ASEAN mengadakan ASEAN Tourism Forum (ATF). Sebuah acara rutin tahunan untuk meningkatkan kerja sama di antara negara ASEAN.
Tujuan ATF ini adalah untuk mempromosikan wilayah ASEAN sebagai satu tujuan wisatawan. ATF juga mempromosikan, bertukar ide, dan menganalisa industri ASEAN sebagai tujuan yang bisa dikunjungi oleh banyak turis dari luar negara Asia Tenggara.
Selain promosikan wilayah ASEAN, ATF juga mendorong Kerjasama dalam pemasaran, produk maupun investasi di bidang pariwisata. ASEAN juga terus berupaya untuk bisa meningkatkan kemudahan dalam melakukan perjalanan ke negara antar ASEAN, yang rencananya akan ada single visa untuk wilayah ASEAN.
Contoh kerja sama dalam bidang ekonomi pariwisata adalah melalui ajang SEA GAMES. SEA GAMES diharapkan bisa menjadi promosi pariwisata negara yang menjadi tuan rumah. Banyak atlet dari luar negeri yang turut menumbuhkan sektor
ekonomi kreatif di daerah yang menjadi tuan rumah, dengan membeli cinderamata dan kuliner.
C. Kerja sama ASEAN dengan Negara lain
Selain membentuk hubungan kerja sama dengan sesama negara anggota ASEAN, ASEAN juga membangun hubungan dengan negara lain seperti negara china, jepang dan lain – lain.
1. Kerjasama Ekonomi KTT ASEAN – Asia Timur (ASEAN – East Asia Summit Economic Cooperation atau EAS)
East Asia Summit adalah sebuah forum dialog ASEAN yang beranggotakan 10 Negara-negara ASEAN ditambah dengan Jepang, Republik Korea, China (yang tergabung dalam ASEAN Plus Three ), dan Australia, Selandia Baru dan India.
Sejauh ini telah diselenggarakan tiga kali KTT EAS. KTT pertama EAS diselenggarakan di Kuala Lumpur pada tanggal 14 Desember 2005. KTT ini menghasilkan Kuala Lumpur Declaration on the East Asia Summit, yang merupakan dasar pembentukan EAS.
Berdasarkan deklarasi tersebut, EAS merupakan forum kerja sama untuk berdialog dalam bidang politik, permasalahan ekonomi dan isu-isu strategis lainnya, serta yang berkaitan dengan usaha mewujudkan perdamaian, kestabilan ekonomi dan kemakmuran di kawasan Asia Timur. EAS bersifat terbuka, inklusif, transparan dan berorientasi keluar ( outward looking).
2. Kerjasama Ekonomi ASEAN - Plus Tree Hubungan Ekonomi ASEAN-China
SEAN-China Free Trade Area (ACFTA) merupakan kesepakatan antara negara negara anggota ASEAN dengan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dengan menghilangkan atau mengurangi hambatan-hambatan perdagangan barang baik tarif ataupun non tarif, peningkatan akses pasar jasa, peraturan dan ketentuan investasi, sekaligus peningkatan aspek kerjasama ekonomi untuk mendorong hubungan perekonomian para Pihak ACFTA dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat ASEAN dan China.
3. Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Korea (ASEAN-Korea Free Trade Area atau AKFTA)
ASEAN - Korea Free Trade Area (AKFTA) merupakan perjanjian perdagangan internasional yang melibatkan negara-negara ASEAN dan Korea Selatan. Kerja sama
ekonomi ini berusaha mewujudkan perdagangan bebas dan memperlancar arus barang dan modal. Kerja sama ini menjalankan prinsip-prinsip perdagangan internasional yang dipromosikan oleh World Trade Organization.
Manfaat dari kerja sama ini adalah :
a. Memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi antara Para Pihak.
b. Meliberalisasikan dan meningkatkan perdagangan barang dan jasa secara progresif serta menciptakan rezim investasi yang transparan, liberal dan fasilitatif.
c. Menggali bidang-bidang baru dan mengembangkan langkah-langkah yang sesuai untuk kerjasama dan integrasi ekonomi yang lebih erat.
d. Memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif untuk negara-negara anggota ASEAN yang baru dan menjembatani kesenjangan pembangunan diantara para pihak.
e. Membentuk suatu kerangka kerjasama untuk lebih memperkuat hubungan ekonomi antara para pihak.
4. Hubungan Ekonomi ASEAN – Jepang
Kolaborasi ekonomi yang diterapkan antara Jepang dengan ASEAN disesuaikan dengan Economic Partnership Agreements (EPA) dan MEA. Jepang meningkatkan jumlah investasi yang berorientasi pada ekspor. Lalu, ASEAN mempromosikan industri manufaktur di wilayahnya. Jepang akan mencarikan peluang-peluang bisnis yang lebih luas dalam perekonomian global. Lalu, ASEAN yang berperan sebagai pembangunan ekonomi lewat basis produksi di dunia.
Di Indonesia sendiri, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Indonesia menjadi negara tertinggi pilihan Jepang untuk pengembangan bisnis di antara negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Sedangkan di tingkat global, Indonesia menjadi negara nomor ke 2 setelah India. Artinya, alokasi investasi Jepang di Indonesia jauh lebih besar dibanding dengan negara-negara anggota ASEAN lainnya. Terkait hal ini, dalam catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di tahun 2015, jumlah realisasi investasi Jepang di Indonesia mencapai US$ 2,87 miliar dengan total proyek sebanyak 2.030 dan menyerap tenaga kerja sebanyak 115.400 orang.
5. Hubungan Ekonomi ASEAN – India
Kerja sama ASEAN-India merupakan salah satu kerja sama yang memiliki potensi sangat besar dilihat dari jumlah penduduk, luas wilayah dan letak strategis kedua pihak. Perjanjian kerja sama ASEAN dengan India, secara langsung akan memberikan peluang kepada Negara Indonesia, yakni sebagai berikut :
a. Meningkatkan kinerja perdagangan antara ASEAN dan India.
b. Potensi yang dimiliki ASEAN dan India, salah satunya jumlah penduduk yang mencapai hampir 2 miliar jiwa.
c. AIFTA akan membuka peluang bagi peningkatan ekspor Indonesia khususnya untuk komoditi-komoditi seperti sayuran, buah-buahan, lemak dan minyak nabati, coklat, pupuk, bahan samak dan celup, plastik, produk karet, produk kulit, kertas, tekstil dan produk tekstil, batubara, biji tembaga, kaca, perkakas, mesin, otomotif dan lain-lain.
6. Hubungan Ekonomi ASEAN - Rusia
ASEAN dan Rusia berjanji untuk mencari sinergi dalam strategi pembangunan untuk mempromosikan konektivitas regional. Kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan upaya untuk meningkatkan konektivitas maritim dan mengembangkan logistik infrastruktur dan manajemen pelabuhan yang berkelanjutan dan tangguh.
ASEAN dan Rusia juga menyuarakan dukungan untuk pemulihan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan dan pertukaran orang-ke-orang yang lebih dekat. Selama KTT, Rusia dan ASEAN mengadopsi 103 poin Rencana Aksi Komprehensif yang bertujuan untuk menerapkan kerja sama yang saling menguntungkan untuk periode 2021-2025.
Dalam rencana tersebut, ASEAN dan Rusia menetapkan prioritas dan langkah- langkah yang akan dilakukan oleh kedua belah pihak untuk memperkuat kemitraan di berbagai bidang, termasuk kerja sama politik keamanan, ekonomi, sosial budaya, dan pembangunan.
7. Hubungan Ekonomi ASEAN - US
Kerja sama kemitraan ASEAN-Amerika Serikat (AS) secara formal dimulai pada tahun 1977. Kerjasama dengan Amerika Serikat dilakukan pada bidang politik- kemanan, ekonomi, sosial-budaya, dan pembangunan/pengembangan.
Kerangka kemitraan ASEAN-AS memiliki 21 bidang prioritas untuk mendukung pembentukan Komunitas ASEAN dengan ketiga pilarnya yakni: 1) Transnational Crime, including Counter Terrorism, 2) Good Governance, the Rule of Law and
Judiciary Systems, and Human Rights Promotion, 3) Other Political and Security Cooperation, 4) Trade and Investment, 5) Finance Cooperation, 6) Intellectual Property Rights, 7) Small and Medium Enterprises, 8) Information Communication Technology, 9) Transport, 10) Energy Security and Clean Energy, 11) Science and Technology, 12) Disaster Management, 13) Public Health, 14) Environment, Biodiversity and Climate Change, 15) Food Security, 16) Education and Human Resources, 17) Culture and People-to-People Exchange, 18) Social Justice and Rights, 19) Social Welfare and Family Development, 20) Partnership for Development dan 21) Cross Sectoral Cooperation.
8. Hubungan Ekonomi ASEAN – Canada
Canada merupakan salah satu negara mitra strategis ASEAN. Kerjasama ASEAN dengan Canada telah terjalin sejak tahun 1977. Kerjasama yang dilakukan oleh ASEAN dengan Canada mencakup kerjasama di bidang politik-keamanan, ekonomi, sosial budaya dan kerjasama pembangunan/pengembangan. Pada kerjasama ekonomi, ASEAN dan Canada telah mengadopsi the Joint Declaration between ASEAN and Canada on Trade and Investment (ASEAN-Canada JDTI) yang bertujuan untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi antara ASEAN dan Canada.
Implementasi dari ASEAN-Canada JDTI melalui Rencana Aksi 2016-2020 yang telah diadopsi oleh kedua Pihak dengan mengidentifikasi area kerjasama ekonomi dalam mencapai tujuan utama melipatgandakan nilai perdagangan dan investasi ASEAN dan Canada pada tahun 2020.
ASEAN dan Canada juga memiliki program ASEAN-Canada Trade Policy Dialogue yang dilakukan setahun sekali dengan tujuan untuk berbagi informasi dan pengalaman kedua pihak dalam rangka meningkatkan nilai perdagangan dan investasi.
9. Hubungan Ekonomi ASEAN – EU
Kerjasama antara ASEAN dan UE ditandatangani pada tanggal 7 Maret 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia. Kerjasama ini meliputi bidang perdagangan, ekonomi dan kerjasama teknis di bawah koordinasi Komite Gabungan Kerjasama (Joint Cooperation Committee/JCC).
Perundingan kerja sama di bidang ekonomi antara ASEAN dan UE dilakukan pada tingkat Senior Economic Official Meeting (SEOM) sebanyak 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun dan 1 (satu) kali dalam setahun pada tingkat ASEAN Economic Ministers (AEM) dengan EU Trade Commissioner serta kerja sama antara ASEAN
dan EU yang terbentuk adalah ASEAN-EU Work Program on Trade and Investment antara lain yaitu ARISE, ARISE Plus, e-READI dan COMPASS.