• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerjasama Bisnis Sesuai Syariah

N/A
N/A
Foto Copy Rahmad

Academic year: 2024

Membagikan " Kerjasama Bisnis Sesuai Syariah"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

MUDHARABAH

Mudharabah : Akad kerjasama antara Shahibul Mal (pemilik modal) dengan mudharib (yang mempunyai keahlian) untuk mengelola suatu usaha yang produktif dan halal, keuntungan dibagi sesuai kesepakatan bersama, jika terjadi kerugian ditanggung shahibul mal (pemilik modal).

Contoh :

Seorang pedagang yang memerlukan modal untuk berdagang dapat mengajukan permohonan untuk pembiayaan bagi hasil seperti mudharabah, dimana bank bertindak selaku shahibul maalSedangkan pihak nasabah, bertindak selaku pengelola (mudharib), dengan keuntungan dibagi menurut kesepakatan dimuka dan apabila rugi ditanggung oleh sahibul maal.

MUSAQAH

Musaqah merupakan kerja sama antara pemilik kebun atau tanaman dan pengelola atau penggarap untuk memelihara dan merawat kebun atau tanaman dengan perjanjian bagi hasil yang jumlahnya menurut kesepakatan bersama dan perjanjian itu disebutkan dalam aqad.

Contoh :

Misal si A adalah orang yang sangat kaya dan memiliki banyak tanah /ladang dimana-mana & si B adalah seorang yang rajin bekerja tapi kekurangan lapangan pekerjaan, karena si B orang yang ujur

& dapat dipercaya maka siA menyerahkan sebagian kebunnya kepada si B dengan ketentuan – ketentuan tertentu yang telah di setujui oleh kedua pihak. Dan dengan disetujuinya perjanjian tersebut maka si B pun harus merawat kebun si A dengan sebaik – baiknya sampai waktu panen telah tiba.

MUZARA’AH

Muzara’ah adalah kerjasama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dan pernggarap, dimana pemilik lahan memberikan lahan pertanian kepada si penggarap untuk ditanami dan dipelihara dengan imbalan bagian tertentu (persentase) dari hasil panen.

Contoh :

Kegiatan muzara’ah ini sudah terjadi sejak lama dikarenakan pemilik sawah tidak memiliki cukup waktu untuk menggarap sawahnya, sehingga untuk menggarap sawah yang bersangkutan diserahkan kepada pihak lain.

Kegiatan muzara’ah ini saya amati disekitar tempat tinggal saya. Berdasarkan hasil pengamatan saya, sebelum penggarapan sawah dilaksanakan oleh pihak kedua, mereka terlebih dahulu membuat kesepakatan mengenai pembagian hasil, kerugian, pembayaran zakat dan PBB sawahnya.

Keuntungan dari sawah tersebut dibagi 3, dengan aturan sepertiga dari hasil panen untuk pemilik sawah, sedangkan dua pertiganya untuk penggarap sawah. Jika terjadi kerugian, maka kerugian tersebut ditanggung oleh kedua belah pihak. Sedangkan masalah zakat dan pembayaran PBB dari sawah yang bersangkutan dibayarkan oleh pemilik sawah.

Referensi

Dokumen terkait

Pembiayaan Mudharabah yaitu akad kerjasama antara BMT selaku pemilik modal (Shahibul Maal) dengan mitra selaku pengelola usaha (mudharib) untuk mengelola usaha

1) Akad usaha dua pihak dimana salah satunya memberikan modal (sahibul Mal) sedangkan yang lainnya mem- berikan keahlian (mudharib), dengan nisbah keuntungan yang

Akad Mudharabah (bagi hasil) adalah transaksi pendanaan dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan suatu kegiatan usaha tertentu

1. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul mal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana. Dalam kapasitasnya sebagai mudharib,

Mudharabah adalah akad antara pihak pemilik modal (shahibul maal) dengan pengelola (mudharib) untuk memperoleh keuntungan, kemudian akan dibagikan sesuai dengan

Mudharabah adalah akad kerjasama antara bank selaku pemilik dana shahibul maal dengan nasabah selaku mudharib yang mempunyai keahlian atau ketrampilan untuk mengelola suatu usaha yang

merupakan akad pada tabungan yang mana bank yang akan berperan sebagai pengelola Mudharib dan nasabah sebagai pemilik dana shahibul mal artinya dana tabungan dengan menggunakan akad

Menurut Bank Indonesia dalam Wiroso 2010, mudharabah adalah: “Akad kerjasama usaha antara pihak pemilik dana shabib al-mal dengan pihak pengelola dana mudharib dimana keuntungan dibagi