7 KESALAHAN ORANG
TUA DALAM MERANCANG
MASA DEPAN PENDIDIKAN
ANAK
Cita-cita apa yang ingin dicapai Buah Hati Anda?
Pendidikan seperti apakah yang akan Anda siapkan untuknya?
Persiapan apa yang sudah Anda lakukan untuknya?
Berapa yang harus disiapkan?
7 KESALAHAN ORANG TUA DALAM MEMPERSIAPKAN PENDIDIKAN ANAK
1.Tidak Mulai dari Awal: Salah satu kesalahan terbesar adalah tidak memulai menyisihkan dana untuk pendidikan anak sejak dini. Semakin awal Anda mulai, semakin besar tabungan yang bisa Anda kumpulkan.
2.Tidak Membuat Rencana Keuangan: Tanpa rencana keuangan yang jelas, sulit untuk menentukan berapa
banyak uang yang harus disisihkan untuk pendidikan anak. Orang tua perlu membuat anggaran dan rencana investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan mereka.
3.Tidak Memperhitungkan Inflasi: Biaya pendidikan terus meningkat seiring waktu karena inflasi. Jika orang tua tidak memperhitungkan faktor ini, mereka mungkin tidak akan mengumpulkan dana yang cukup untuk membiayai pendidikan anak mereka di masa depan.
4.Tidak Mencari Alternatif Investasi: Terlalu sering, orang tua hanya mengandalkan tabungan reguler atau simpanan di bank. Padahal, ada berbagai alternatif investasi lain yang bisa memberikan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang, seperti reksadana, obligasi, atau investasi properti.
7 KESALAHAN ORANG TUA DALAM MEMPERSIAPKAN PENDIDIKAN ANAK
5. Tidak Mengasuransikan Diri: Kondisi tak terduga, seperti sakit atau kecelakaan, bisa mengganggu rencana keuangan keluarga. Asuransi kesehatan dan asuransi jiwa dapat membantu melindungi dana pendidikan anak dari risiko finansial yang tidak terduga.
6. Tidak Melibatkan Anak: Terkadang, orang tua tidak melibatkan anak dalam proses perencanaan keuangan untuk pendidikannya sendiri. Ini bisa menyebabkan kurangnya kesadaran finansial dan kurangnya motivasi pada anak untuk berkontribusi pada biaya pendidikannya sendiri.
7. Mengabaikan Prioritas Keuangan Lain: Terkadang, orang tua fokus terlalu banyak pada pendidikan anak
sehingga mengabaikan kebutuhan keuangan lainnya, seperti tabungan pensiun atau cadangan darurat.
Menyusun prioritas keuangan secara seimbang penting untuk kestabilan finansial keluarga secara keseluruhan.
TAHUKAH ANDA?
Inflasi Pendidikan mencapai 10% setiap tahun
(sumber data : Badan Pusat Statistik Nasional , 2020) Kebutuhan Biaya Pendidikan Perguruan Tinggi cukup Mahal
Adanya tambahan biaya kebutuhan lain selama
menempuh Pendidikan di bangku kuliah
6
ILUSTRASI BIAYA PENDIDIKAN DI INDONESIA
Fakultas Teknik
Tahun 2022 154
Tahun 2027 248
Tahun 2032 644
Fakultas Ekonomi
Tahun 2022 178
Tahun 2027 287
Tahun 2032 745
Fakultas Kedokteran
Tahun 2022 201
Tahun 2027 324
Tahun 2032 841
Biaya Rata-rata S1 Universitas Negeri Selama 4 Tahun
(dalam jutaan rupiah)
Biaya Rata-rata S1 Universitas Swasta Selama 4 Tahun
(dalam jutaan rupiah)
Fakultas Teknik
Tahun 2022 216
Tahun 2027 348
Tahun 2032 902
Fakultas Ekonomi
Tahun 2022 196
Tahun 2027 316
Tahun 2032 820
Fakultas Kedokteran
Tahun 2022 321
Tahun 2027 517
Tahun 2032 1,341
1
2
1
2
3
-Sumber: website UI, ITB, UGM, Trisakti, Unpar, UPH tahun 2021
3
KENAIKAN BIAYA PENDIDIKAN DI INDONESIA MINIMAL 10%
SETIAP TAHUN!
Di masa yang akan datang uang sekolah akan naik berkali lipat dari masa sekarang,
karena itu penting bagi para orangtua untuk merencanakan dana pendidikan bagi anak – anaknya mulai dari sekarang!
7
LANGKAH-LANGKAH MEMPERSIAPKAN DANA PENDIDIKAN ANAK
8
1. Mulailah Sejak Dini: Semakin awal Anda mulai menyisihkan dana untuk pendidikan anak, semakin baik. Ini memberi Anda waktu yang lebih lama untuk mengumpulkan dana yang cukup.
2. Tentukan Tujuan Finansial: Tentukan berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk pendidikan anak Anda.
Hitung biaya perkiraan kuliah, termasuk biaya kuliah, buku, akomodasi, dan biaya hidup.
3. Hitung Estimasi Biaya: Perkiraan biaya pendidikan dapat berbeda-beda tergantung pada institusi pendidikan yang dipilih, program studi, dan lokasi. Lakukan riset untuk mendapatkan perkiraan biaya yang akurat.
4. Lakukan Investasi yang Bijaksana: Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko Anda.