Rahasia Bank
Modul 5
Pengertian dan Ruang Lingkup Rahasia Bank
Sejarah Rahasia Bank
Rahasia bank merupakan bentuk dari hubungan kontraktual antara nasabah dan perbankan,
sistem common law telah lama menganut prinsip rahasia bank ini dengan mengambil contoh
dalam kasus tournier VS Union Bank Of England (1924) sebagai leading case (Kasus Acuan)
Hal ini memcuci setiap negara memilik
ketentuan tentang perlindungan rahasia bank
yang disebut absolute/rigiq dan flexible system.
Lanjutan.
Pengertiaan Rahasia Bank
Pasal 1 Ayat (16) UU No 7 Tahun 1992, Rahasia Bank adalah : Segala Sesuatu yang berhubungan
dengan keuangan dan ha;-hal lain dari nasabah bank yang menurut kelaziman dunia perbankan wajib
dirahasiakan.
UU No 10 Tahun 1998, dalam Pasal 1 Ayat (28) memberikan definisi Rahasi Bank
Rahasia bank adalah segala sesuatu yang
berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah
penyimpanan dan simpanannya.
Delik Rahasia Bank
Rumusan Delik rahasia bank tercantum dalam Pasal 40 Ayat (1) UU no 7 Tahun 1992 yaitu :
Bank Dilarang memberikan keterangan yang tercatat pada bank tentang keadaan keuangan dan hal-hal lae dari
nasabah, yang wajib dirahasiakan oleh bank menurut kelaziman dalam dunia perbankan, kecuali dalam
sebagaiamana dimaksud dalam pasal 41, 42, 43 dna 44
Perubahan Rumusan delik Menurut UU 10 tahun 1998, Pasal 40 Ayat (1)
Bank wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya, kecuali dalam hal
sebagaimana dimaksud dalam pasal 41, Pasal 41 A, Pasal
42, Pasal 43, Pasal 44 dan Pasal 44 A
Lanjutan..
Pengaturan rahasia Bank di Indonesia diatur dalam UU No 7 than 1992 sebagaimana telah diubah dengan UU No10 tahun 1998,
Dalam UU No10 tahun 1998, ini tiak mengatur mengenai perlindungan dalam bentuk kerahasian bank bagi nasabah debitur.
Persyaratan untuk kerahasian bank tidak hanya berlaku terhadap anggota dewan komisaris Bank dan Anggota Direksi Bank dan Pegawai Bank tetapi juga terhadap pihak terafiliasi lainnya dari bank seperti konsultasn Hukum dan keluarga.
Sehingga Indonesia menganut teroi Flexible
Teori Rahasia Bank
1)
Teori Rahasia Bank Yang bersifat Mutlak (Absolute Theory)2)
Teori Rahasia Bank Yang bersifat Relatif.Hal yang dikecualikan dalam Rahasia Bank
Pengecualian terhadap ketentuan rahasia ban dalam menurut UU No 7 Tahun 1992 Jo UU No 10 Tahun1998 adaah mengacu kepada ketetuan Pasal 40 ayat (1) UU No 10 tahun 1998 menentukan : bahwa bank wajib merahasiakan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanan, kecuali dalam sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 41, 41A Pasal 42, Pasal 43 dan Pasal 44A.
Pengecualian Rahasia Bank
Pasal 40 Ayat (1) UU no 10 Tahun 1998 pengecualian terhadap ketentuan rahasia bank adalah :1)
Untuk kepentingan Perpajakan (Pasal 41 Ayat (1) UU No 10 Tahun 1998)2)
Untuk kepentingan penyelesaian Piutan Bank yang telah diserahkan kepada BUPLN/PUPN (Pasal 41A Ayat (1) UU No 10 Tahun 1998)3)
Untuk Kepentingan Peradilan Perkara Pidana (Pasal 42 Ayat (1) UU No 10 Tahun 1998)4)
Dalam Perkara Perdata antara Bank dengan Nasabah (Pasal UU No 10 Tahun 1998)5)
Dala tukar menukar informasi antarbank (Pasal 44 UU No 10 Tahun 1998)6)
Atas permintaan , persetujuan atau kuasa darinasabah penyimpan atau ahli waris (Pasal 44 A UU No 10 Tahun 1998)