• Tidak ada hasil yang ditemukan

KKP Safira Masdaramsa Ramada 19024010065

N/A
N/A
Safira

Academic year: 2023

Membagikan "KKP Safira Masdaramsa Ramada 19024010065"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

Berdasarkan pengakuan tersebut, penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Studi Kerja Profesi (KKP) yang dilaksanakan selama 1 bulan dengan judul. Laporan Kuliah Kerja Profesi ini disusun berdasarkan apa yang telah saya lakukan di lapangan yaitu Rumah Kaca Hidroponik GreenHaven, Dusun Kadipaten, Desa Tutur, Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan. Laporan Kuliah Kerja Profesi ini merupakan salah satu syarat wajib yang harus diambil di Program Studi Agribisnis Veteran UPN Jawa Timur.

Adanya kuliah kerja profesional ini dapat memberikan manfaat bagi penulis baik dari segi akademis maupun pengalaman yang tidak penulis temukan selama kuliah. Mas Jason dan Mas Bryant selaku pemilik telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan kegiatan perkuliahan kerja profesional. Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan kajian kerja profesi (CKP) masih jauh dari sempurna.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Menurut data BPS (2021) dalam Rizaty (2022) yang terangkum dalam DataIndonesia.id, rata-rata pengeluaran per kapita bulanan untuk konsumsi sayuran semakin meningkat setiap tahunnya. Pengeluaran per kapita terbesar pada jenis pangan tersebut terjadi pada Maret 2021 sebesar Rp53.864 per bulan. Meski mengalami penurunan, namun pengeluaran untuk sayur-sayuran masih sebesar 8,41% dari total pengeluaran makanan per kapita dalam sebulan.

Hal ini menjadikan sayuran sebagai salah satu makanan dengan pengeluaran tertinggi setelah makanan dan minuman jadi, rokok, dan sereal (Savira & Prihtanti, 2019). Biaya rata-rata per per kapita konsumsi sayur mayur di perkotaan sebesar Rp 54.678 per bulan, lebih besar dibandingkan di perdesaan yaitu Rp 52.793 per bulan. Prospek usaha sayuran yang menjanjikan dengan sistem hidroponik inilah yang menjadi alasan penulis memilih untuk melakukan magang di rumah kaca hidroponik di Dusun.

Gambar 1.1 Rata-rata Pengeluaran Konsumsi Sayur-sayuran per Kapita Sebulan  di Indonesia (2011-2021)
Gambar 1.1 Rata-rata Pengeluaran Konsumsi Sayur-sayuran per Kapita Sebulan di Indonesia (2011-2021)

Tujuan

Bahan baku pada rumah kaca hidroponik “GreenHaven” adalah sayuran hidroponik yang ditanam dengan sistem hidroponik NFT dan melon hidroponik yang ditanam menggunakan sistem irigasi tetes (Drip System).

Manfaat

Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh studi di dunia kerja. Laporan hasil kerja profesional dapat dijadikan referensi tambahan, yang dapat dijadikan acuan dalam penulisan tugas serupa.

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Hidroponik

  • Sejarah Hidroponik
  • Sistem Dasar Hidroponik
  • Keuntungan dan Kelebihan Hidroponik

Proyek penelitian budidaya tanaman dengan sistem hidroponik terus dilakukan oleh beberapa perusahaan yang bergerak dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan global. Sistem hidroponik substrat menggunakan air sebagai medianya, namun menggunakan media padat yang mampu menyerap/mensuplai unsur hara, air dan oksigen, serta sedikit mengandung bahan organik. Sistem hidroponik non substrat merupakan model budidaya dimana akar tanaman ditempatkan pada aliran air dangkal yang bersirkulasi dan mengandung unsur hara yang sesuai dengan kebutuhan sayuran.

Namun modal awal sistem ini relatif lebih mahal dan pemasangan sistem irigasi juga lebih rumit. Keuntungan sistem ini adalah larutan kaya nutrisi diserap oleh media dan diarahkan ke akar tanaman. Sistem ini bekerja dengan baik pada tanaman sayuran berdaun, namun tidak disarankan untuk tanaman buah berukuran besar.Kekurangan sistem ini adalah ketidakmampuan menyuplai oksigen yang cukup melalui akar untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Konsep Pemasaran

  • Manajemen Pemasaran
  • Strategi Pemasaran
  • Bauran Pemasaran
  • Saluran Distribusi

Bauran pemasaran merupakan strategi yang digunakan pemasar untuk memasarkan produk atau jasanya (Setyaningrum et al., 2016). Jerome McCarthy (1968) dalam Setyaningrum dkk. 2016) mempopulerkan konsep bauran pemasaran 4P yang mengemukakan empat unsur bauran pemasaran yaitu produk, harga, promosi dan tempat (distribusi). Saluran distribusi adalah perangkat organisasi yang terlibat dalam proses menjadikan suatu produk atau jasa siap digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis (Kotler, 2003).

Tempat menurut (Setyaningrum et al., 2016) adalah cara perpindahan barang dari tempat produksi ke tempat konsumen akhir. Pilihan saluran distribusi mencakup keputusan tentang penggunaan distributor (pedagang, pengecer, pengecer, agen, pemasar) dan cara bekerja sama dengan distributor tersebut. Pemilihan saluran distribusi harus direncanakan dengan baik, termasuk transportasi, pergudangan, manajemen persediaan dan metode pemesanan kepada konsumen.

Saluran distribusi merupakan gabungan antara penjualan dan pembelian yang melakukan proses perpindahan suatu produk atau jasa dari suatu tempat ke tempat lain, dengan kata lain saluran distribusi disebut perantara pemasaran (middle man) (Sholikah et al., 2021). Saluran distribusi pada umumnya bertujuan agar perusahaan dapat melihat jangkauan pemasaran perusahaan sampai ke konsumen, melalui pedagang besar, pedagang kecil, pengecer dan pengguna akhir suatu produk atau jasa. Uang akan lebih cepat datang jika menggunakan jalur distribusi dibandingkan dengan perusahaan yang menjual produknya sendiri.

Perusahaan tidak bertemu dengan konsumen secara langsung, namun melalui saluran distribusi yang bertemu langsung dengan pengguna akhir, feedback atau umpan balik mengenai produk akan diteruskan dari konsumen ke distributor, yang selanjutnya dapat meneruskannya ke perusahaan. Terdapat dua jenis rantai saluran distribusi yaitu saluran distribusi pendek dan saluran distribusi panjang. Saluran distribusi ganda adalah saluran distribusi yang menggunakan lebih dari satu saluran berbeda.

Saluran komplementer adalah saluran distribusi ketika masing-masing saluran menjual produk yang tidak berhubungan satu sama lain. Tujuannya adalah untuk menjangkau segmen pasar yang tidak dapat dijangkau oleh saluran distribusi perusahaan yang ada saat ini. Saluran distribusi yang ada sudah mencapai titik jenuh sehingga produk baru harus didistribusikan melalui saluran yang berbeda.

METODE KULIAH KERJA PROFESI

  • Penentuan Lokasi dan Objek Kuliah Kerja Profesi
  • Pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi
  • Pengumpulan Data
  • Teknik Penyajian Data
  • Proses Kegiatan Kuliah Kerja Profesi

Teknik pengumpulan data untuk memperoleh informasi melalui tanya jawab langsung kepada pihak-pihak yang terlibat di rumah kaca hidroponik GreenHaven, Dusun Kadipaten, Desa Tutur, Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan. Teknik wawancara yang digunakan adalah teknik wawancara tidak terstruktur, yaitu mengajukan pertanyaan secara spontan kepada narasumber tanpa bimbingan. Observasi dan partisipasi langsung dalam seluruh kegiatan yang berlangsung di rumah kaca hidroponik GreenHaven, Dusun Kadipaten, Desa Tutur, Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan.

Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai referensi, laporan dan hasil penelitian terdahulu untuk melengkapi data. Penyajian data dalam laporan Kuliah Kerja Profesi ini berdasarkan data yang diperoleh dari rumah kaca hidroponik GreenHaven, Dusun Kadipaten, Desa Tutur, Kecamatan Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan, kemudian diolah dan disusun menjadi Laporan Hasil Kuliah Kerja Profesi. Proses kegiatan pada Kuliah Kerja Profesi ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai tanggal 1 Juli – 2 September 2021 dengan rincian kegiatan sebagai berikut.

Tabel 3.1 Proses Kegiatan Kuliah Kerja Profesi
Tabel 3.1 Proses Kegiatan Kuliah Kerja Profesi

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

  • Sejarah Singkat Perusahaan
  • Lokasi Perusahaan
  • Visi Misi Perusahaan
  • Jenis Produk Sayuran Perusahaan

Pendiri perusahaan juga bertugas memfasilitasi seluruh infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung proses produksi. Pekerja budidaya bertugas melakukan segala kegiatan lapangan yang berkaitan dengan proses produksi, salah satunya adalah penanaman benih, pemeliharaan tanaman secara rutin, penyaluran unsur hara pada tanaman, dan pemanenan hasil produksi. Sayuran hidroponik yang tersedia di GreenHaven adalah 9 jenis selada, 9 jenis tanaman oriental, dan 6 jenis herba.

Gambar 4.1 Peta Lokasi Kebun GreenHaven
Gambar 4.1 Peta Lokasi Kebun GreenHaven

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan Pemasaran Sayur Hidroponik

  • Strategi Pemasaran
  • Bauran Pemasaran

Positioning merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk merancang produk dan menciptakan bauran pemasaran. Namun karena GreenHaven baru beroperasi sebulan, jenis sayuran yang dipanen dan dipasarkan hanya sedikit. Jumlah sayur mayur yang dijual berbeda-beda setiap harinya tergantung PO (pesanan pembelian) yang diterima.

Harga sayuran hidroponik GreenHaven relatif lebih murah dibandingkan harga sayuran hidroponik yang dijual di supermarket dan toko resmi di beberapa pasar. Harga per kilogram sayur mayur ditujukan untuk reseller yang membeli dalam jumlah banyak, dan harga paket untuk konsumen yang membeli dalam jumlah sedikit. Sayuran hidroponik yang diproduksi oleh GreenHaven memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga sayuran hidroponik yang dijual di pasar dan hasil pertanian.

Pemberian harga sayur yang murah bertujuan untuk membangun brand karena GreenHaven merupakan perusahaan start-up. Selain membangun merek, harga produk yang lebih rendah dibandingkan harga sayuran hidroponik di pasaran menjadi salah satu strategi pemasaran GreenHaven. Konsumen yang ingin memesan harus menghubungi WhatsApp GreenHaven Sebagian besar konsumen yang memesan berasal dari Surabaya.

Oleh karena itu, komunikasi antara konsumen dan perusahaan mempunyai manfaat baik dari sudut pandang perusahaan maupun konsumen, yang kedepannya sangat diperlukan untuk keberlangsungan perusahaan. Pengecer akan membeli sayuran dalam jumlah kecil atau besar untuk dijual kembali ke konsumen akhir. Saluran distribusi lain yang digunakan GreenHaven adalah saluran distribusi langsung atau biasa disebut zero-level channel.

GreenHaven sebagai produsen sayuran hidroponik mendistribusikan produknya langsung ke konsumen yang mayoritas berada di kota Surabaya. Tahap awal proses pemasaran produk sayuran hidroponik GreenHaven adalah pemberian informasi mengenai sayuran siap panen oleh pegawai kebun kepada pengurus perusahaan. Pesanan sayur mayur yang sampai di kantor Surabaya akan dikirimkan ke konsumen dengan cara diantar sendiri ke rumah pemilik atau diantar langsung ke rumahnya oleh pemilik perusahaan.

Tabel 5.1 Segmentasi Produk Sayur Hidroponik GreenHaven
Tabel 5.1 Segmentasi Produk Sayur Hidroponik GreenHaven

Masalah, Kendala dan Solusi dalam Kegiatan Pemasaran Sayur

  • Masalah yang Dihadapi Perusahaan dan Solusi Mengatasi Masalah

Namun, sebagian besar pengecer juga menerima sayuran tanpa kemasan karena pengecer akan mengemas sendiri sayuran tersebut untuk dijual kepada konsumen akhir. Hal ini menyebabkan tanaman tidak dapat melakukan fotosintesis secara maksimal sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik. Gantilah media tanam dengan menggunakan media tanam yang pori-porinya besar sehingga mudah mengalirkan kelebihan air dalam waktu lama.

Selain itu, jumlah tanaman juga dikurangi agar tanaman tidak berebut unsur hara dan juga terhindar dari kelembaban tinggi serta mencegah timbulnya jamur. Selain itu, tidak sedikit oknum pedagang yang melakukan penipuan dengan memberikan label sayuran hidroponik pada sayuran yang tidak ditanam dengan sistem hidroponik. Sayuran rentan terhadap kerusakan fisik dan mengering selama pengangkutan karena kekurangan udara atau guncangan.

Solusi yang dilakukan perusahaan adalah menata sayuran dengan baik agar sayuran tidak saling tumpang tindih. Promosi dilakukan secara digital melalui media sosial dengan iklan atau endorsement online sehingga tidak ada kendala berarti dalam prosesnya. Sementara itu, perusahaan dapat melakukan promosi secara berkala dan berinteraksi dengan pelanggan dan calon pelanggan melalui media sosial atau kontak perusahaan.

Hal ini menjadi kendala karena perusahaan tidak mempunyai tempat panen khusus untuk menyimpan hasil panen. Solusi yang dilakukan perusahaan adalah dengan membaginya setelah panen agar sayuran tidak terlalu lama berada di suhu luar rumah kaca. Salah satu tindakan perusahaan adalah mengganti produk dengan pengembalian uang atau mengirimkan produk baru jika produk rusak setelah sampai ke konsumen.

Gambar 5. 7 Sayur yang Mengalami Kerusakan Fisik
Gambar 5. 7 Sayur yang Mengalami Kerusakan Fisik

KESIMPULAN DAN SARAN

  • Kesimpulan
  • Saran
  • Proses Kegiatan Kuliah Kerja Profesi
  • Daftar Sayuran Hidroponik GreenHaven
  • Segmentasi Produk Sayur Hidroponik GreenHaven
  • Daftar Produk Sayur Hidroponik GreenHaven
  • Harga Sayur
  • Rata-rata Pengeluaran Konsumsi Sayur-sayuran per Kapita Sebulan
  • Peta Lokasi Kebun GreenHaven
  • Struktur Organisasi Perusahaan
  • Produk Sayur Hidroponik GreenHaven
  • Produk Sayur Hidroponik yang Sudah Dikemas
  • Akun Instagram GreenHaven sebagai Media Promosi
  • Sarana Fisik Perusahaan
  • Bagan Alur Pemasaran Produk
  • Proses Pemanenan hingga Distribusi
  • Bukti Pesanan Diterima Konsumen Melalui Testimoni
  • Sayur yang Mengalami Kerusakan Fisik
  • Foto Bersama Pihak yang Terlibat pada Kegiatan KKP
  • Surat Pengantar KKP
  • Kartu Monitoring KKP
  • Surat Keterangan Selesai Magang
  • Kartu Bimbingan KKP

Perusahaan hendaknya terus melakukan pengawasan terhadap kinerja karyawannya, agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan perusahaan dan konsumen. Perusahaan sebaiknya agresif dalam memberikan edukasi terkait produk pada akun media sosial perusahaan untuk menghindari review buruk dari konsumen yang merugikan perusahaan. Analisis penerapan segmentasi, penargetan, positioning (Stp) dan promosi pemasaran sebagai solusi peningkatan pengembangan UMKM di Kota Bengkayang.

Evaluasi Strategi Pemasaran Usaha Budidaya Udang Desa Teluk Pambang (Studi Kasus Koperasi Produksi Generasi Mandiri). Gambaran Umum: Pemanfaatan teknologi rumah kaca dan hidroponik sebagai solusi menghadapi perubahan iklim dalam budidaya tanaman hortikultura.

Lampiran 1. Foto Bersama Pihak yang Terlibat pada Kegiatan KKP
Lampiran 1. Foto Bersama Pihak yang Terlibat pada Kegiatan KKP

Gambar

Gambar 1.1 Rata-rata Pengeluaran Konsumsi Sayur-sayuran per Kapita Sebulan  di Indonesia (2011-2021)
Tabel  1.1  Rata-rata  Pengeluaran  per  Kapita  Sebulan  Menurut  Kelompok  Komoditas dan Daerah Tempat Tinggal (rupiah) 2021 menurut (BPS, 2021)
Tabel 3.1 Proses Kegiatan Kuliah Kerja Profesi
Gambar 4.1 Peta Lokasi Kebun GreenHaven
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait