• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kompos dan Pengertiannya

N/A
N/A
Indah Nurul Arifah

Academic year: 2025

Membagikan " Kompos dan Pengertiannya"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kompos

2.1.1 Pengertian Kompos

Menurut Vanesa (2024), Pupuk kompos merupakan jenis pupuk organik yang dihasilkan melalui proses penguraian bahan organik menjadi bentuk yang lebih stabil dan kaya akan nutris. Proses ini melibatkan dekomposisi mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.

Menurut Indrianti (2017) Kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan, atau limbah organik lainnya. Kompos yang digunakan sebagai pupuk adalah pupuk organik karena penyusunnya terdiri dari bahan-bahan organik. Dalam pemilihan pupuk perlu diketahui jumlah dan jenis unsur hara yang dikandungnya, serta manfaat dari sebagai unsur hara pembentuk pupuk tersebut. Setiapkemasanpupukmemilikilabelyang menunjukkanjenisdanunsurharayangdikandungnya.

Berdasarkan pendapat dari para ahli tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kompos merupakan salah satu pupuk organik yang terdiri dari bahan-bahan organik dari sisa tumbuhan ataupun makhluk hidup lain yang telah mengalami perubahan struktur dalam pembuatannya. Kompos pada umumnya dibuat melalui dekomposisi dengan bahan organik tidak dapat diuraikan.

2.1.2 Manfaat Kompos

Menurut Triyanto (2020) kompos mempunyai manfaat sangat besar yaitu :

2.1.2.1 Pembenah tanah

Kompos merupakan sesuatu yang dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas tanah. Lahan yang rusak dan kehilangan kesuburanya dapat di perbaiki dengan pengolahan lahan dengan kompos. Lahan yang telah di perbaiki dengan kompos akan tampak gembur dan subur.

(2)

2.1.2.2 Penyediaan makanan bagi tanaman

Selain memperbaiki kualitas tanah, kompos juga berfungsi menyediakan makanan bagi tanaman. Kompos mencegah pertumbuhan mikroorganisme di dalam tanah.

Mikroorganisme menghasilkan gemburan tanah lahan yang penuh dengan makanan menjadikan tanaman yang tumbuh di atasnya subur. Tanah yang kaya kompos sangat gembur, sehingga akar tanaman tumbuh dengan cepat. Akar yang tumbuh cepat ini dapat menarik sejumlah makanan yang terkandungdalamkompos.

2.1.3 Kelebihan pupuk Kompos

Menurut Indrianti (2017) ada beberapa kelebihan yag dimiliki oleh pupuk kompos, diantaranya adalah :

- Memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan.

- Meningkatkankekuatanpengikatantanahberpasirdanmempersulit tanahuntukhancur.

- Menambah daya ikat air pada tanah.

- Memperbaiki tata ruang udara serta drainase dalam tanah.

- Meningaktkan daya ikat tanah terhadap zat hara.

- Membantu proses pelapukan bahan mineral.

- Memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikroba.

2.1.4 Kekurangan pupuk Kompos

Dari sisi fungsinya sebagai pupuk organik, kompos berbasis kotoran kambing dalam bentuk curah memiliki berbagai kekurangan.

Kompos berbasis kotoran kambing menjadi lebih cepat kering dan mudah tersapu oleh hembusan angin sehingga sulit untuk diaplikasikan.

Roidah (2018) menyatakan bahwa kompos dapat menimbulkan debu terutama untuk Indonesia yang memiliki intensitas sinar matahari yang sangat tinggi, sehingga mudah menyebabkan pupuk menjadi kering dan tersapu angin.

(3)

2.1.5 Karakteristik pupuk Kompos

Triyanto (2020) menjelaskan bahwa penggunaan kompos sebagai bahan pembenah tanah dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah berupa sifat fisika, kimia, dan biologi tanah. Sehinga mampu digunakan untuk mempertahankan kesehatan dan menambah kesuruburan tanah. Salah satu cara untuk membuat kompos adalah dengan pencampuran kotoran ternak dan karbon kering, seperti daun bambu kering, ternyata dapat menghasilkan kompos yang berguna untuk memperbaiki struktur tanah.

Kompos sangat baik untuk menggemburkan dan menata tanah.

Tidak semua bahan organik dapat digabung menjadi kompos. Ada beberapa kriteria khusus dipenuhi agar bahan-bahan tersebut dapat dibuat kompos. Bahan baku kompos harus memiliki karakteristik yang khas agar dapat di buat kompos. Idealnya, bahan kompos dipilih dan dicampur dalam proporsi yang tepat untuk menghasilkan kompos berkualitastinggi.

Triyanto (2020) menyebutkan bahwa karakteristik bahan baku yang harus diperhatikan adalah C/N ratio. C/N ratio adalah perbandingan jumlah karbon (C) dengan N dalam satu bahan. Nilai C/N ratio dihitung dengan menggunakan rumus person atau linear program berdasarkan analisis proksimat bahan. Jika tidak ada biaya untuk melakuakan analisis proksimat di laboraturium, dapat di gunakan tabel anlisis bahan yang tersedia.

Pada umumnya, bahan baku yang mengandung karbon kering sangat baik untuk dijadikan kompos, namun, bahan baku ini harus di campur dengan bahan baku lain yang memiliki kualitas berbeda. Bila C berbanding N menghasilkan nilai di bawah 20, sebaliknya C di gunakan sepenuhnya tanpa pensetabilan N. Menghasilkan amonia atau nitrogen lebih tinggi dari 40: 1, waktu pengomposan lebih lama. bahan baku yang bisa di jadikan kompos adalah kotoran ternak dan sampah industri pertanian.

(4)

2.1.6 Sifat-sifat Kompos

Menurut Dahlianah (2015) sifat-sifat kompos antara lain : - Memperbaiki struktur tanah berlumpur sehingga menjadi ringan.

- Meningkatkankekuatanpengikatantanahberpasirdanmengurangi kemungkinanterjadinyakeruntuhan.

- Menambah daya ikat air pada tanah.

- Memperbaiki tata ruang udara serta drainase dalam ta.

- Mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara.

- Mengandung unsur hara yang lengkap meskipun dalam jumlah sedikit (banyaknyaunsur haratersebut tergantungdari bahan yang digunakanuntukmembuatPupukOrganik.

- Membantu proses pelapukan bahan mineral.

- Memberi ketersediaan makanan bagi mikroba.

- Menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan.

2.1.7 Standar Nasional Indonesia (SNI) Kompos

Sebagai bagian dari peraturan mutu produk kompos, standar kompos yang terbuat dari sampah organik rumah tangga telah dikembangkan untuk melindungi konsumen dan mencegah pencemaran lingkungan. Standar ini dapat digunakan oleh produsen kompos sebagaiacuandalam memproduksikompos. SNI ini mengacu pada standar kualitas unsur mikro berupa logam berat dengan nilai maksimal yang diperbolehkan, dan juga mengacu pada produk kompos yang dihasilkan dari produsen pengomposan di Indonesia.

Badan Standar Nasional (2004) menyatakan bahwa persyaratan yang harus dipenuhi dalam pembuatan kompos organik yaitu :

2.1.7.1 Kematangan kompos

Kematangan kompos ditunjukkan oleh hal-hal berikut : - Suhu berkisar antara 28C - 30C

- Kadar air berkisar 50% - 60%.

- Berwarna coklat kehitaman

- Berbau seperti tanah dan aroma tidak menyengat - Tekstur halus

(5)

2.1.7.2 Tidak mengandung bahan asing

Kompos tidak boleh mengandung bahan asing seperti berikut : - Kontaminan organik atau anorganik seperti logam, kaca,

plastik,dankaret

- Pencemar lingkungan seperti senyawa logam berat, B3, bahankimiaorganiksepertipestisida

2.1.7.3 Unsur mikro

Unsur mikro nilai-nilai ini dikeluarkan berdasarkan :

- Konsentrasi unsur jejak yang penting bagi pertumbuhan tanaman(terutamaCu,Mo,Zn)

- Logam berat yang dapat membahayakan manusia dan lingkungan berbeda-beda sesuai dengan konsentrasi maksimumyangdiperbolehkandidalamtanah.

2.1.7.4 Organisme pathogen

Organisme pathogen tidak melampaui batas berikut :

- Kandungan total padatan fecal coliform dalam keadaan kering1000MPN/gr

- Salmonella sp. 3 MPN / 4 gr total solid dalam keadaan kering. Hal ini dapat dicapai dengan menjaga kondisi operasipengomposanpadasuhu55°C.

2.1.7.5 Pencemaran organik

Kompos yang diproduksi mengandung bahan-bahan yang dilarang oleh KEPMENIAN PERTANIAN No.

434.1/KPTS/TP.270/2001/7/2001 tentang Pasal 6 Syarat dan Tata Cara Registrasi Pestisida untuk Jenis Pestisida yang Mengandung Bahan Aktif Terlarang.

2.2 Kotoran kambing

Kotoran ternak merupakan limbah organik yang memiliki potensi tinggi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik, bisa berupa kotoran sapi, kambing, domba, babi, dan unggas yang ketersediaannya mudah diperoleh tergantung kondisi setempat.

(6)

Kotoran kambing terbuat dari kotoran kambing yangdicampur dengan starter mikroba sehingga dapat diurai menjadi pupuk organik. Kotoran kambingmengandunglebih banyakbahan organikdannitrogen dibandingkan kotoran lainnya. Menurut Hartatik dan Widowati (2015), kandungan unsur harakotorankambing adalahnitrogen 0,70%,P2O50,40%, K2O0,25%, C/N 20-25,danbahanorganik31%.

Menurut Dewi (2018) pupuk organik kotoran kambing memiliki sifat yang dapat memperbaiki aerasi tanah, menambah kemampuan tanah menahan unsur hara, meningkatkan kapasitas menahan air, meningkatkan daya sanggah tanah, serta dapat menjadi sumber energi bagi mikroorganisme tanah dan sebagai sumber unsur hara. Kotoran kambing mengandung unsur N yang membantu mendorong pertumbuhan daun, organ yang terlibat dalam fotosintesis. Kaliumbertindaksebagaipenggerakberbagaienzimyangpenting untuk reaksi fotosintesis dan respirasi, serta yang terlibat dalam sintesis protein. Kandungan unsur P yang tinggi dapat menyusun adenosin triphosphate (ATP) yang secara langsung berperan untuk proses penyimpanan dan transfer energi yang berkaitan dalam proses metabolisme tanaman.

2.3 Daun bambu kering

Tanaman bambu merupakan salah satu tanaman yang tumbuh subur di Indonesia. Tanaman ini menjadi salah satu tanaman serbaguna yang bisa dimanfaatkan mulai dari akar hingga daunnya. Muhtar et al. (2017) menyebutkan bahwa bambu memiliki sifat-sifat yang baik seperti batangnya yang kuat dan kulit batang yang mudah dibentuk membuat bambu banyak dibudidayakan di pedesaan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kompos daun bambu kering merupakan hasil dari pelapukan oleh mikroorganisme pada daun bambu kering. Daun bambu kering memiliki kandungan fosfor dan kalium yang cukup tinggi. Kandungan ini sangat berguna bagi pertumbuhan tanaman, oleh karena itu daun bambu kering sangat baik bila dijadikan sebagai pupuk kompos.

(7)

Rusdi dan Wahyuni (2019) menyebutkan bahwa daun bambu memiliki kandungan fosfor dan kalium yang cukup tinggi. Kedua unsur tersebut memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman dan memperbaiki struktur tanah. Agar unsur-unsur tersebut bisa terserap secara optimal oleh tanah, daun bambu perlu menjalani proses dekomposisi dengan bantuan mikroorganisme, proses ini disebut proses pengomposan. Pembuatan kompos daun bambu ini belum banyak dilakukan dan diusahakan oleh masyarakat, padahal potensi daun bambu kering yang ada sangat besar. Daun bambu kering memiliki kandungan fosfor dan kalium yang sangat tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan baku pupuk kompos. Hasil fitokimia dari daun bambu kering diketahui mengandung fenol 1,56%, asam lemak 29%, metil ester 27,03%, linolenat 12,13%, dan phytol 3,62%.

Menurut Endang et al. (2013) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa kompos daun bambu mengandung hara N 0.82%, P 0.08%, K 0.18%, Ca 0.05%, Mg 0.05%, Fe 421.5%, Cu 1.53%, Zn 4.54%, Mn 46.31%.

Keuntungan yang didapat dari daun bambu kering dan area sekitarnya kaya akan mikroorganisme yang bersifat antagonis dan mampu melawan jamur fusarium sebagai salah satu penyebab busuk pada akar tanaman.

Referensi

Dokumen terkait

Kompos merupakan bahan organik padat yang biasa digunakan sebagai pupuk organik untuk memperbaiki sifat-sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, Namun, kompos

Pupuk yang digunakan dalam SRI di Desa Sidodadi adalah pupuk kompos yang berasal dari bahan organik seperti kotoran hewan, limbah organik, jerami yang proses

Kompos adalah hasil penguraian persial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara srtifisial oleh populasi berbagai macam mikroba

Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan, dalam penelitian ini bahan kompos

Bokashi adalah pupuk kompos yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan organik dengan teknologi Effective Microorganism 4 (EM4).. Effective Microorganism mengandung

Menurut Nafis 2021, pada proses fermentasi bahan pupuk organik, laju penguraian bakteri yang terdapat pada bahan berkaitan dengan ukuran partikel.. Permukaan material yang seimbang akan

Pupuk kompos Pupuk kompos adalah jenis pupuk organik yang berasal dari penguraian sampah organik seperti daun kering.. Pembuatan kompos ini bisa dilakukan secara

Pemanfaatan limbah kotoran ayam sebagai bahan baku pembuatan kompos merupakan teknologi alternatif yang dapat diterapkan untuk mengubah limbah peternakan ayam menjadi pupuk