Komunikasi interpersonal adalah proses menyampaikan informasi, pemikiran, dan sikap tertentu antara dua orang atau lebih, di mana terjadi pertukaran pesan baik sebagai penerima maupun pengirim dengan tujuan mencapai pemahaman bersama mengenai topik yang dibahas, yang pada akhirnya diharapkan dapat memicu perubahan perilaku. Komunikasi interpersonal juga merupakan komunikasi langsung antara dua atau tiga orang dengan kedekatan fisik, sehingga seluruh pancaindra dapat digunakan dan umpan balik dapat segera diperoleh. Dalam komunikasi ini, penyampaian informasi, pemikiran, dan sikap tertentu bertujuan untuk mencapai saling pengertian tentang isu yang dibicarakan, yang diharapkan dapat menghasilkan perubahan perilaku (DeVito, 2019)
Menurut R. Wayne Pace (1979) Mengungkapkan bahwa komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih secara langsung (tatap muka), di mana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menerimanya serta memberikan tanggapan secara langsung (praditina, 2020)
Menurut Everett M. Rogers (1988), komunikasi interpersonal adalah bentuk komunikasi langsung dari mulut ke mulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa individu. Komunikasi ini melibatkan proses pertukaran informasi dan pemindahan pemahaman antara dua orang atau lebih dalam suatu kelompok kecil, dengan berbagai efek dan umpan balik yang terjadi dalam prosesnya (Suriati et al., 2022)
Komunikasi interpersonal merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan secara langsung antara dua orang atau lebih, di mana pesan yang disampaikan dapat memengaruhi penerima. Dalam komunikasi ini, setiap individu dapat berfungsi sebagai pengirim maupun penerima pesan dan dapat memberikan umpan balik secara langsung (DeVito, 2019)
Komunikasi interpersonal, atau komunikasi antarpribadi, adalah proses pertukaran pesan antara dua orang atau lebih, di mana pesan dapat disampaikan secara langsung atau tatap muka, maupun tidak langsung melalui media. Dalam komunikasi langsung, pengirim dan penerima pesan dapat saling bertukar informasi tanpa menggunakan media, seperti dalam percakapan antara dua individu, bertukar pesan melalui surat, atau berkomunikasi lewat video call.
Sementara itu, dalam komunikasi tidak langsung, media diperlukan untuk menyampaikan pesan, contohnya mengirim pesan teks, email, surat, atau
berinteraksi melalui media sosial. Secara singkat, komunikasi interpersonal berkaitan dengan cara kita bertukar informasi, ide, dan perasaan dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung (Abidin, 2022)
Berdasarkan definisi para ahli, dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal adalah suatu proses komunikasi yang melibatkan pertukaran pesan, baik verbal maupun nonverbal, antara dua orang atau lebih dalam situasi tatap muka (langsung). Proses ini juga mencakup adanya timbal balik atau respons yang dapat dikenali secara langsung.
2.2.2 Faktor yang mempengaruhi individu dalam komunikasi interpersonal
Komunikasi adalah proses yang dinamis dan kompleks, yang dalam pelaksanaannya seringkali dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak terlihat namun sangat mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Berikut ini adalah beberapa faktor yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi proses komunikasi interpersonal (Juwita et al., 2024), yaitu:
1. Makna (Meaning)
Makna muncul ketika simbol-simbol, seperti intonasi suara, ekspresi wajah, kata-kata, atau gambar digunakan. Simbol ini mewakili suatu makna, misalnya intonasi tinggi mengindikasikan kemarahan, atau kata "pohon"
mewakili sebuah tumbuhan.
2. Pembelajaran (Learning)
Interpretasi terhadap simbol berasal dari pola komunikasi yang diasosiasikan dengan pengalaman. Pemahaman terhadap simbol adalah hasil dari proses belajar yang diperoleh melalui pengalaman. Pola dan perilaku komunikasi tidak bergantung pada faktor keturunan, tetapi merupakan hasil pembelajaran terhadap simbol-simbol dalam lingkungan kita.
3. Subjektivitas (Subjectivity)
Setiap individu memiliki pengalaman unik, sehingga dalam menyusun (encoding) dan menerima (decoding) pesan, interpretasi tidak akan pernah benar-benar sama. Orang yang berbeda akan memberikan makna yang berbeda terhadap objek yang sama.
4. Negosiasi (Negotiation)
Komunikasi adalah pertukaran simbol. Masing-masing pihak yang berkomunikasi memiliki tujuan untuk mempengaruhi orang lain, sehingga terjadi negosiasi dalam pemilihan simbol dan makna agar tercapai
kesepahaman. Pertukaran simbol merupakan proses pertukaran makna, dan setiap pihak harus saling menyesuaikan makna.
5. Budaya (Culture)
Setiap individu belajar dari dan bersama orang lain, sebagai bagian dari kelompok atau masyarakat. Melalui komunikasi, budaya diciptakan, dipertahankan, dan diubah. Budaya membentuk cara pandang seseorang terhadap dunia.
6. Tingkat Interaksi dan Konteks (Interacting Levels and Context)
Komunikasi antar manusia berlangsung dalam berbagai konteks dan tingkat. Lingkup komunikasi individu meliputi komunikasi antar pribadi, kelompok, organisasi, dan komunikasi massa.
7. Referensi Diri (Self Reference)
Perilaku dan simbol yang digunakan individu mencerminkan pengalamannya. Apa yang kita katakan, lakukan, dan cara kita menginterpretasikan tindakan orang lain adalah refleksi dari makna, pengalaman, kebutuhan, dan harapan kita.
8. Refleksivitas Diri (Self Reflexivity)
Kesadaran diri adalah ketika seseorang memandang dirinya sendiri sebagai bagian dari lingkungan. Komunikasi dipengaruhi oleh bagaimana setiap pihak melihat dirinya sebagai bagian dari konteks tersebut.
9. Keniscayaan (Inevitability)
Komunikasi adalah hal yang tidak dapat dihindari. Bahkan ketika kita tidak melakukan apa-apa, diam kita tetap mengandung makna yang dapat diinterpretasikan oleh orang lain melalui komunikasi non-verbal.
2.2.3 Komponen komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal mempunyai beberapa komponen (Hanani, 2017) yaitu :
1. Sumber (komunikator) merupakan seseorang atau individu yang membuat dan menyampaikan suatu pesan atau informasi.
2. Encoding merupakan proses yang dilakukan oleh komunikator dalam
“menerjemahkan” pikiran mereka menjadi pesan yang dapat dipahami oleh
orang lain. Dalam proses ini, komunikator menggunakan simbol-simbol verbal (kata-kata) dan nonverbal (bahasa tubuh) untuk “mengemas” pesan
3. Pesan adalah representasi dari pikiran atau ide komunikator yang diwujudkan dalam bentuk simbol-simbol verbal atau nonverbal.
4. Saluran komunikasi merupakan alat atau sarana yang menghubungkan pengirim (komunikator) dan penerima pesan (komunikan). Dalam konteks komunikasi interpersonal, saluran komunikasi digunakan ketika komunikasi tatap muka tidak memungkinkan. Hal ini sering terjadi ketika pengirim dan penerima pesan berada di tempat yang berjauhan.
5. Decoding adalah proses pemberian makna terhadap pesan yang diterima oleh penerima. Contohnya, ketika kita mendengarkan orang berbicara, kita menerima data dalam bentuk gelombang suara melalui telinga. Data tersebut kemudian diolah oleh otak untuk diubah menjadi pengalaman yang mengandung makna. Dalam proses ini, kita menggunakan pengetahuan dan pengalaman kita untuk memahami makna pesan yang didengar.
6. Penerima (komunikan) merupakan pihak yang menerima dan menginterpretasikan informasi atau pesan pada komunikasi interpersonal.
Dalam proses komun, penerima berperan aktif, tidak hanya menerima pesan, tetapi juga menafsirkan pesan tersebut dan memberikan umpan balik. Umpan balik dari penerima inilah yang menjadi indikator keberhasilan komunikasi.
7. Gangguan (noise) baik yang bersifat fisik maupun psikologis, dapat terjadi di mana saja dalam sistem komunikasi. Gangguan ini dapat menghambat atau merusak penyampaian dan penerimaan pesan. Oleh karena itu, gangguan perlu didefinisikan dan dianalisis dengan baik agar dapat diatasi.
8. Umpan balik adalah tanggapan yang diberikan oleh penerima pesan kepada komunikator.
9. Konteks Komunikasi. Komunikasi tidak hanya terjadi begitu saja, tetapi memiliki konteks tertentu. Konteks ini setidaknya terdiri dari tiga dimensi, yaitu ruang atau tempat terjadinya komunikasi, waktu atau kapan terjadinya komunikasi, dan nilai atau nilai sosial dan budanya.
2.2.4 Tipe komunikasi interpersonal
Abidin (2022) menjelaskan beberapa tipe komunikasi interpersonal. Berikut adalah tipe-tipe komunikasi interpersonal::
1. Komunikasi Verbal:
a) Ini melibatkan penggunaan kata-kata, baik lisan maupun tulisan, dalam pertukaran informasi. Komunikasi verbal dapat berupa percakapan langsung, presentasi, atau tulisan seperti surat dan pesan.
2. Komunikasi Nonverbal:
b) Tipe ini mencakup segala bentuk komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata, tetapi mengandalkan isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan nada suara. Komunikasi nonverbal seringkali mengungkapkan emosi dan sikap yang tidak diungkapkan secara verbal.
3. Komunikasi Formal:
c) Komunikasi formal terjadi dalam konteks resmi dan terstruktur, sering kali diatur oleh norma dan aturan tertentu. Contohnya termasuk rapat, presentasi bisnis, atau situasi resmi lainnya.
4. Komunikasi Informal:
d) Tipe ini lebih santai dan tidak terstruktur, sering kali terjadi dalam konteks sehari-hari. Contoh komunikasi informal adalah percakapan antara teman, keluarga, atau rekan kerja di luar konteks resmi.
5. Komunikasi Interpersonal Lisan:
e) Merupakan pertukaran informasi yang dilakukan secara lisan, baik dalam percakapan langsung maupun melalui telepon. Ini melibatkan penggunaan suara dan intonasi untuk menyampaikan pesan.
6. Komunikasi Interpersonal Tertulis:
f) Ini mencakup pertukaran informasi melalui tulisan, seperti surat, email, atau pesan teks. Komunikasi tertulis memungkinkan penyampaian pesan tanpa kehadiran fisik.
7. Komunikasi Sinkron dan Asinkron:
g) Komunikasi sinkron terjadi secara langsung tanpa jeda waktu, seperti percakapan telepon atau video call. Sementara komunikasi asinkron melibatkan jeda waktu antara pengiriman dan penerimaan pesan, seperti dalam email atau pesan teks.
2.2.5 Ciri-Ciri komunikasi interpersonal
Berikut ini merupakan ciri-ciri komunikasi interpersonal (Aw, 2019), yaitu:
1. Arus pesan dua arah: Komunikasi interpersonal memungkinkan komunikator dan komunikan bertukar peran secara langsung dan cepat.
2. Suasana informal: Komunikasi interpersonal umumnya terjadi dalam kondisi yang santai dan tidak terikat oleh hierarki jabatan atau prosedur formal.
3. Umpan balik segera: Karena komunikasi interpersonal biasanya dilakukan secara langsung, umpan balik dapat diterima dengan langsung atau segera.
4. Peserta komunikasi berada dalam yang jarak dekat: Komunikasi interpersonal melibatkan interaksi langsung antar individu, sehingga jarak fisik dan psikologis antara mereka relatif dekat..
5. Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik secara verbal maupun nonverbal: Pesan verbal dan nonverbal disampaikan secara simultan dan spontan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi interpersonal.