PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Apa saja kendala yang dihadapi dalam memberikan pendampingan dan pelatihan kepada masyarakat muslim sebagai konselor untuk menangani kenakalan remaja di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Tujuan Pengabdian
Adanya semangat (fighting spirit) dan motivasi berprestasi (achievement motivasi) dalam kehidupan remaja di Kabupaten Bengkulu Tengah. Terbentuknya generasi muda dari komunitas muslim yang mampu menjadi problem solver atas permasalahan kejahatan remaja di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Signifikansi dan Manfaat Pengabdian
Kajian Terdahulu Yang Relevan
Muhamad Azis Kusmawan7, melakukan penelitian dengan judul “Implementasi Program Penanggulangan Kejahatan Remaja di Desa Karang Taruna Blumbang Kabupaten Purbalingga”. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhamad Azis Kusmawan menunjukkan bahwa pelaksanaan atau implementasi program pemberantasan kejahatan remaja di Karang Taruna Desa Blumbang terlaksana sesuai dengan rencana pemuda.
Metode dan Teknik Pengabdian
Dukungan pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara kepada masyarakat Bengkulu Tengah untuk membentuk kabupaten sendiri tertuang dalam surat. Secara keseluruhan, kinerja pembangunan manusia Kabupaten Bengkulu Tengah unggul dibandingkan kinerja beberapa kabupaten lainnya.
Kondisi Saat ini Masyarakat Dampingan
Bagi warga Kabupaten Bengkulu tengah, hasil panen padi yang diperoleh bukan untuk dijual, melainkan untuk konsumsi sehari-hari. Keberagaman aset yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah setidaknya bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Kondisi yang Diharapkan
Dengan proses pendampingan ini diharapkan masyarakat muslim Kabupaten Bengkulu Tengah ikut serta dalam proses perubahan yang berkelanjutan. Selain itu, terkait dengan kenakalan remaja, masyarakat muslim harus mendapat bantuan untuk mengurangi dan mengantisipasi kenakalan remaja yang terjadi.
Strategi Pelaksanaan
Perumusan strategi masalah ini harus dipilih dan dipilah-pilah sesuai dengan fokus masalah yang telah disepakati. Pembangunan jaringan ini dilakukan untuk memudahkan gerak aksi perubahan, karena telah ada bantuan dan dukungan yang membantu mewujudkan aksi-aksi yang telah disepakati bersama.
Kajian Teori
Prayitno menjelaskan, konseling kelompok merupakan upaya memberikan bantuan yang diberikan oleh seorang konselor kepada orang-orang yang memerlukan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya dalam suasana kelompok. Tujuan Konseling kelompok yang dilaksanakan dalam layanan bimbingan dan konseling selalu didasarkan pada tujuan yang jelas. Tujuan konseling kelompok menurut Barriyah34 dalam Namora, adalah: 1) Membantu individu mencapai perkembangan yang optimal.
Umumnya, konseling kelompok jangka pendek memerlukan durasi 60 hingga 90 menit. Menurut Prayitno (2004: 43), terdapat 12 prinsip dalam bimbingan dan konseling kelompok, antara lain sebagai berikut: 1) Kerahasiaan Kerahasiaan merupakan hal yang paling penting dalam konseling kelompok. Mengenai teknik konseling kelompok, Salahudin38 menyatakan bahwa teknik konseling kelompok digunakan untuk membantu individu memecahkan masalah melalui kegiatan kelompok.
Dari lima bentuk teknik konseling kelompok yang dijelaskan Salahudin39 disimpulkan bahwa kegiatan konseling kelompok dilakukan dengan menggunakan tiga teknik yaitu karyawisata, diskusi kelompok, dan kegiatan kelompok.
PELAKSANAAN PENGABDIAN
Training Method
Kebutuhan berprestasi merupakan kebutuhan seseorang untuk mencapai prestasi yang berarti, menguasai berbagai keterampilan, atau mempunyai standar yang tinggi. Oleh karena itu, tugas-tugas yang tingkat kesulitannya rendah tidak dapat memuaskan kebutuhan kinerja yang ada pada dirinya. Orang yang mempunyai kebutuhan berprestasi yang tinggi cenderung memilih untuk bertanggung jawab secara pribadi dalam pekerjaannya.
Individu yang mempunyai kebutuhan berprestasi yang tinggi juga mempunyai kecenderungan untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepadanya sampai selesai dan selalu memikirkan tugas-tugas yang belum selesai. Individu dengan kebutuhan berprestasi yang tinggi senang jika kinerjanya dibandingkan dengan orang lain. Individu yang mempunyai kebutuhan berprestasi yang tinggi juga selalu berusaha inovatif, mencari cara-cara baru yang lebih baik dan efisien dalam menyelesaikan tugas.
Persistence (Persistence) Individu yang memiliki kebutuhan berprestasi yang tinggi memiliki ketekunan yang lebih besar dalam melaksanakan tugas.
Pendampingan dan Bimbingan Agama
Hanya melalui pemahaman informasi kepada publik mengenai kebijakan dan kegiatan organisasi, manajemen dapat mencapai pemahaman dan niat baik.74 Komunikasi yang efektif dengan pemangku kepentingan sangat penting untuk hubungan masyarakat yang baik. Umpan balik, yang diberikan dalam bentuk respon terhadap tindakan yang dapat memecahkan masalah, merupakan poin penting dari model simetris dua arah.75 Pendekatan sistematis terhadap isu-isu PR akan melibatkan analisis situasi untuk menentukan apa sebenarnya permasalahan utama yang ada. . adalah. Masyarakat merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan apabila humas mengetahui hal-hal yang dikehendaki dan diperlukan dalam cara humas berkomunikasi terutama sikap, sopan santun, dan perilakunya.
Sebagai manusia, kita harus menyampaikan kata-kata yang baik agar tidak dilupakan oleh penerima pesan. Jika dalam bidang humas, maka seorang PR harus mengatakan sesuatu yang dapat mempengaruhi segala tindakan, perilaku dan pola pikir masyarakat terhadap kebenaran yang ada. Kesopanan menjadi poin penting dalam humas dalam menyampaikan suatu informasi agar masyarakat menerima informasi tersebut tanpa menolaknya, karena walaupun informasi yang diberikan sangat penting bagi masyarakat, namun cara penyampaiannya dapat melukai atau menyinggung perasaan masyarakat. akan menyebabkan masyarakat mengabaikan isi informasi yang diberikan.
Etika dalam Islam menuntun para praktisi humas dalam menjalankan tugasnya menyampaikan informasi dengan baik tanpa menyinggung masyarakat sehingga terjalin hubungan yang baik antara organisasi dan masyarakatnya.
Focus Group Discussion (FGD)
Service After Assistance
Eisenberger, Huntington, Hutchison, dan Sowa (1986) menemukan bukti kuat adanya hubungan timbal balik (norms of reciprocity), dimana karyawan mengembalikan dukungan organisasi yang diterima melalui komitmen mereka terhadap organisasi. Seperti halnya persepsi karyawan terhadap penghargaan organisasi (penghargaan organisasi dan kondisi kerja) dan keadilan prosedural organisasi (fairness), karyawan mengembangkan pandangan keseluruhan yang berfokus pada sejauh mana supervisor menghargai kontribusi mereka dan peduli terhadap kesejahteraan mereka (perceived supervisory). dukungan).81. Permasalahan utama yang dirasakan pihak manajemen adalah kurangnya internalisasi nilai-nilai perusahaan yang sebenarnya menjadi pedoman untuk membantu karyawan dalam proses kinerja.
Nilai-nilai perusahaan terdiri dari Teamwork, Operational Excellence, Professionalism dan Customer Care yang disingkat TOP Cust. Nilai-nilai perusahaan yang ada yang disosialisasikan tidak masuk akal bagi karyawan dan hanya sebatas pengetahuan. Dilihat dari sudut pandang pegawai, permasalahan utama yang dirasakan adalah kurangnya peran organisasi atau dukungan terhadap kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan sosial emosionalnya.
Salah satu penyebab buruknya persepsi terhadap dukungan organisasi yang diterima adalah sistem manajemen kinerja perusahaan yang masih dalam tahap pengembangan.
Dinamika Keilmuan
Fasilitator berpartisipasi dalam hampir semua kegiatan yang dijalankan masyarakat, terutama kelompok pemuda, seperti pertemuan. Selain itu, fasilitator dan tim turut serta secara intensif dalam kegiatan yang dilakukan oleh remaja khususnya pada malam hari. Dalam proses yang berulang ini, fasilitator dan masyarakat pada akhirnya mampu merumuskan kerangka gerakan yang muncul dari masyarakat.
Dalam menyusun strategi pergerakan, fasilitator dibantu oleh ketua RT dengan melibatkan 12 orang, dan ketua RT setempat mulai mewujudkan permasalahan yang dihadapi masyarakat khususnya masalah pengangguran dari proses pembelajaran masyarakat yang dilakukan oleh fasilitator. dan tim. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, pembangunan dan jejaring sosial. Dalam proses pendampingan yang dilakukan oleh fasilitator bersama masyarakat, tentunya diperlukan pihak-pihak yang terkait untuk berperan sebagai penggerak dan memonitor pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, sehingga proses yang terbentuk dengan partisipasi masyarakat dapat berkesinambungan atau berkesinambungan dan berkembang.
Hal ini dimaksudkan untuk memantau secara memadai proses pelaksanaan pemberdayaan dan menghindari konflik yang berasal dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Teori yang Dihasilkan dari Pendampingan
Anak akan membenci orang tuanya, orang lain, dan kemungkinan besar akan menjadi remaja yang suka melakukan hal-hal negatif, berperilaku baik". Ketika orang tua tidak mampu menjadi panutan bagi remaja, kemungkinan besar remaja mengalami kesulitan. Nah. -niat orang tua dapat mengatasi pergaulan bebas pada anaknya, namun jika dilakukan dengan paksaan atau bahkan kekerasan justru membuat perilaku remaja tersebut semakin buruk.
Berikut hasil wawancara yang dilakukan kepada masyarakat mengenai hambatan-hambatan tersebut: Hambatan yang dihadapi keluarga dalam mengatasi kenakalan remaja karena orang tua biasanya memiliki kesibukan dan waktu yang terbatas sehingga tidak dapat mengarahkan dan memberikan perhatian kepada anak. Selain itu, orang tua biasanya mempunyai beberapa anak, sehingga perhatiannya terbagi untuk setiap anak secara individu. Kendala lain yang dihadapi keluarga dalam mengatasi kenakalan remaja adalah anak banyak menghabiskan waktu di luar bersama teman-temannya, sehingga orang tua tidak selalu bisa memperhatikan dan mengontrol anaknya. Selain itu, temuan penelitian menunjukkan bahwa rendahnya tingkat sosial ekonomi orang tua/wali siswa cenderung membebani atau menghambat proses perkembangan individu siswa.
Siswa yang dimaksud dihadapkan pada dua kondisi, yaitu membantu orang tuanya bekerja untuk mencari nafkah dan belajar di sekolah. Lain halnya dengan guru, kendalanya adalah sistem pelaksanaan tradisional yang belum sepenuhnya diterapkan secara efektif, ketidakpedulian orang tua terhadap anak. Kurangnya partisipasi orang tua Kurangnya partisipasi orang tua yaitu tidak membantu konselor dalam menangani kenakalan remaja di desa Malela kecamatan Suli Kabupaten Luwu seperti tidak memberikan petunjuk moral, kurang memberikan perhatian kepada anak sehingga anak tidak melakukan tindakan yang baik. peduli. atas hal yang diucapkan oleh konselor dan tidak memperdulikan nasehat – nasehat yang diberikan, sehingga sulit bagi konselor dalam melaksanakan bimbingan dan nasehat islami dalam menangani kenakalan remaja di Desa Karang Tinggi Bengkulu Tengah.
PERAN MUSLIMAT DAN KENDALA DALAM
Kendala dalam Pendampingan
PENUTUP
Rekomendasi
Peran Humas Sebagai Komunikator Pembangunan (Studi Pada Bagian Humas Kantor Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan), Acta Diurna 5, No. Salim, Agus, Sketsa Teori Perubahan Sosial dan Refleksi Metodologis Kasus Indonesia, (Yogyakarta: PT Tiara Wacana, 2002). Intan, Ciri-ciri Pribadi Umat Islam, dalam http://kmmtp.lifeme.net/t45-ciri-ciri-pribadi-muslim, diakses 3 Januari 2020.
Beliau menyelesaikan pendidikan dasar (MIN – 1977) di Kota Bengkulu, dan pendidikan menengah (MTsN – 1981), pendidikan lanjutan (PGAN – 1984) juga di Kota Bengkulu. Pendidikan Tinggi (Drs.) Selesai pada tahun 1991 di Fakultas Syari'ah IAIN Raden Fatah Bengkulu, kemudian melanjutkan pendidikan di Program Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh dan lulus pada tahun 1996. Dalam kegiatan ilmiah, penulis juga aktif sebagai narasumber pada pertemuan-pertemuan daerah, serta menulis berbagai karya ilmiah di jurnal dan media cetak.