Bagaimana kontribusi konsep akhlak siswa kepada guru dalam kitab Ada>b al-'a>lim Wa al-Muta'allim KH. Untuk mengetahui kontribusi konsep moral siswa kepada guru dalam kitab Ada>b al-'A>lim Wa al-Muta'allim KH.
Metode Penelitian
- Pendekatan dan Jenis Penelitian a. Pendekatan
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Hasyim Asy'ari dan tujuan pendidikan Islam serta sumber lain yang berkaitan dengan materi. Hasyim Asy'ari yaitu Ada>b al-'A Sistematika Pembahasan Bab Keempat Etika peserta didik dalam kaitannya dengan pelajarannya dan hal-hal yang dijaganya bersama pendidik dan temannya. Jika ada siswa yang melakukan sesuatu yang tidak pantas, hendaknya guru menegurnya dengan lembut. Sementara itu, Imam Ghazali juga memberikan pengertian tentang akhlak yang agak mirip dengan Ibnu Maskawaih, yaitu akhlak adalah suatu keadaan batin yang tertanam kuat dalam jiwa manusia, dari situlah perbuatan muncul dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Dari dua pengertian di atas terlihat jelas bahwa akhlak sebenarnya berasal dari suatu keadaan pikiran yang sudah mengakar kuat dalam jiwa manusia karena sudah terbiasa, sehingga ketika ingin melakukan suatu perbuatan tidak perlu lagi memikirkannya. . itu, seolah-olah tindakan itu telah menjadi gerakan refleks. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga menjadi suatu kebiasaan, seolah-olah merupakan suatu tindakan refleks yang tidak perlu dipikirkan lagi dalam jangka waktu yang lama. Ciri-ciri yang terkandung dalam perbuatan moral: pertama, perbuatan moral adalah perbuatan yang tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga menjadi kepribadiannya. Namun karena perbuatan ini sudah mendarah daging, maka ketika ingin melakukannya tidak perlu lagi pertimbangan atau pemikiran. Ketiga, bahwa perbuatan moral adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang melakukannya, tanpa adanya paksaan atau tekanan dari luar. Keempat, bahwa tindakan moral adalah tindakan yang benar-benar dilakukan, bukan untuk bersenang-senang atau untuk bertindak. Kelima, Sejalan dengan ciri keempat, perbuatan akhlak (khususnya akhlak yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan atas dasar keikhlasan semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau ingin mendapat pujian. Namun demikian, demikian sebutan siswa, pengajarannya tetap berpusat pada guru, tetapi tidak seketat “guru-siswa” seperti di atas.36. Pengertian peserta didik dari segi terminologi secara umum dapat diartikan sebagai anak yang tumbuh dan berkembang, baik lahir maupun batin, untuk mencapai tujuan pendidikannya melalui lembaga pendidikan. Pengertian ini mengandung arti bahwa peserta didik adalah anak-anak yang belum matang dan membutuhkan orang lain untuk menjadi dewasa. Atau dengan kata lain peserta didik merupakan bahan mentah dalam proses pendidikan yang memerlukan bimbingan dan pengarahan. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran, pendidik harus memahami peserta didik semaksimal mungkin, karena kesalahan dalam memahami hakikat peserta didik akan berakibat pada kesalahan yang fatal. Merujuk pada beberapa istilah, pelajar diartikan sebagai orang-orang yang berada pada suatu jenjang pendidikan dan disebut pelajar dalam berbagai literatur. Ibadah kepada Allah yaitu pelaksanaan perintah Allah untuk mengabdi kepada-Nya sesuai dengan perintah-Nya. Moralitas keluarga adalah mengembangkan kasih sayang antar anggota keluarga yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi verbal dan perilaku. Alam dan lingkungan hidup yang kita kelola dengan baik akan memberikan manfaat lebih, namun jika kita membiarkan alam membusuk atau justru merampas manfaatnya maka akan menimbulkan bencana bagi manusia. Semua ini adalah hasil dari pencarian keuntungan ekonomi sementara, yang menyebabkan kerusakan alam parah yang tidak dapat diperbaiki dalam beberapa dekade atau bahkan ratusan tahun.42. Sedangkan norma merupakan petunjuk tingkah laku yang boleh dan tidak boleh dilakukan seseorang, sedangkan nilai itu sendiri terbentuk berdasarkan daya cipta, rasa, dan karsa.43. Islam melarangnya melakukan perbuatan buruk dan membuatnya benci melakukannya karena buruk dan harus ditinggalkan.44. Ciri khas akhlak Islam adalah menjamin kebaikan bagi seluruh umat manusia di segala zaman dan tempat. Islamiah itu mudah dan tidak mengandung perintah-perintah berat yang tidak dapat dilaksanakan karena di luar kemampuan seseorang. Akhlak Islam berasal dari agama yang menjamin kebaikan mutlak dan selalu cocok untuk semua kalangan. Sebab, yang menciptakannya adalah Allah yang selalu menjaganya dengan menjamin kebaikan yang mutlak dan abadi. Masyarakat juga dididik tentang kewajiban ini agar mereka merasa terikat dan tunduk kepada-Nya, bahkan meyakini bahwa ketaatan mereka mendatangkan kebaikan, baik bagi individu maupun masyarakat serta mendekatkan mereka pada perolehan pahala dari Allah.47. Terkadang penyesalan mendorongnya untuk ikhlas bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan salah lagi. Adat istiadat atau adat istiadat adalah setiap perbuatan dan perbuatan seseorang yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi suatu kebiasaan. Keluarga merupakan sumber yang memberikan dasar-dasar pendidikan bagi seseorang dan merupakan faktor terpenting dalam pembentukan mental. Seseorang yang hidup dalam lingkungan yang baik, mempunyai sifat-sifat baik yang tertanam dalam dirinya. Sebaliknya individu yang hidup pada lingkungan yang buruk akan cenderung berperilaku buruk pula.50 3) Lingkungan sekolah atau kerja. Lingkungan sekolah atau tempat kerja dimana individu melakukan sebagian aktivitasnya di tempat tersebut berpotensi mempengaruhi karakter dan perilakunya. Mau'id}a berasal dari kata Arab al-wa'd}u yang artinya memberi pelajaran akhlak terpuji dan memotivasi pelaksanaannya serta menjelaskan akhlak tercela dan memperingatkannya atau menambah kebaikan dengan hal-hal yang melembutkan hati. Metode ini berbentuk tanya jawab dan menarik perhatian pendengar terhadap pesan yang disampaikan. Di antara cara-cara tersebut seperti dalam khutbah haji, yaitu ketika Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya. 52. Ciri dan kod etika pelajar merupakan kewajipan yang harus disedari dalam proses pengajaran dan pembelajaran, baik secara langsung mahupun tidak langsung. Mempelajari ilmu-ilmu yang terpuji, baik untuk ukhrawi maupun duniawi, serta meninggalkan ilmu-ilmu yang tercela. Pelajari sesuatu kemahiran hingga selesai dan kemudian beralih kepada kemahiran lain supaya pelajar mempunyai spesifikasi pengetahuan yang mendalam. Siswa tidak boleh maju ke jenjang yang lebih tinggi jika belum sepenuhnya menguasai ilmu yang dipelajarinya. Oleh karena itu, ilmu yang dipelajari hari ini sebaiknya dikoordinasikan dengan materi sebelumnya agar Anda benar-benar menguasai ilmu tersebut. Siswa mengetahui hubungan antara pengetahuan dan tujuannya, sehingga mereka dapat memilih pengetahuan mana yang diprioritaskan dan mana yang tidak. Jangan ganggu guru dengan banyak soalan, jangan jemu menjawab, jangan berjalan di hadapannya, jangan duduk di tempatnya dan jangan bercakap, kecuali dengan izin guru.65 7. Belajarlah dengan bersungguh-sungguh dan bersungguh-sungguh. , siang dan malam untuk menimba ilmu, mencari ilmu yang lebih penting dahulu. Hasyim Asy'ari menyerap lingkungan keagamaan pesantren keluarganya dan memperoleh ilmu agama Islam. Hasyim Asy'ari selalu memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar mencari nafkah dengan bertani dan berdagang. Hasyim Asy'ari digunakan sebagai tempat pengajaran dan salat berjamaah, sedangkan bagian belakangnya digunakan sebagai tempat tinggal. Hasyim Asy’ari yang masih sangat terkenal dalam dunia pendidikan adalah ada>b al-'A Hasyim Asy‟ari juga menulis dan menulis Risa>la fi> Ta'qi>d al-Akhdh bi Ahad al-Mudhahib al-A'imma al-Arba>'a (sebuah risalah tentang dalil untuk mengikuti empat mazhab). Hasyim Asy'ari turut menekankan kepentingan berpegang kepada salah satu daripada empat mazhab yang ada. Dalam hal ini siswa tidak memanggil dengan kata ta’khita>b (kamu), melainkan dengan kata ya’ sayyidina atau ya’usta>z}. Siswa jangan lupa akan kewajibannya, jangan pernah lupakan jasa dan kebaikan gurunya, keagungan, kejayaannya, doakan beliau baik semasa hidup maupun setelah beliau meninggal, pandanglah keturunan, keluarga, orang-orang tercinta, dorong diri untuk selalu berziarah ke makamnya. , memohon ampun, memberikan shadaqah, menunjukkan akhlak yang baik, mendapat bimbingan dari guru, baik dalam agama maupun ilmu. Sikap tersebut tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk menimba ilmu dan meyakini kesempurnaan guru serta berusaha memaknai perbuatan buruk guru dengan baik, yaitu menerima bahwa tingkah laku guru justru bertolak belakang dengan apa yang dilihatnya. Dilarang mendekati guru di suatu tempat khusus tanpa izin, baik dari gurunya maupun orang lain, terlebih dahulu menyampaikan salam, siswa hendaknya berpakaian rapi, wangi, dan sopan. Hendaknya siswa berbicara sopan kepada gurunya sebaik mungkin, tidak bertanya tentang apa, menurut saya atau pendapat siapa, dari mana asalnya dan sejenisnya. Ketika mendengarkan penjelasan guru tentang hukum, cerita, atau puisi, meskipun siswa sudah hapal, siswa harus mendengarkan dengan penuh perhatian dan penuh perhatian sambil menyerap maknanya. Pelajar tidak memimpin atau menyertai guru apabila dia menerangkan masalah atau menjawab soalan, tidak membandingkan atau menunjukkan pengetahuan dan kefahaman tentang perkara tersebut. Kalau dalam bentuk pengajaran, bacalah. Kalau dalam bentuk cerita atau penulisan tentang Syara dsb, kongsilah. Apabila sudah selesai, jangan membalas pemberian guru dengan melipatnya, melainkan dia mahu, dan masih banyak ungkapan gembira. Analisis Kontribusi Konsep Akhlak Siswa Terhadap Guru Dalam Kitab Ada>b al-'A Dalam hal ini relevan dengan indikator objektif pendidikan Islam bahwa peserta didik harus mempunyai kesalehan emosional. Murid-murid Hasyim Asy'ari hendaknya memandang gurunya sebagai sosok terhormat dan sosok yang patut dimuliakan. Pandangan ini juga sesuai dengan tujuan pendidikan Islam bahwa peserta didik hendaknya mempunyai kesabaran emosional sehingga dapat memperhatikan kedewasaan dalam menghadapi permasalahan dalam hidupnya. Siswa Hasyim Asy'ari harus bersikap sopan kepada gurunya, baik ketika duduk bersamanya maupun ketika berbicara. Hasyim Asy'ari, jika guru memberikan sesuatu, maka siswa harus menerimanya dengan tangan kanannya. Jadi, dalam mencari ilmu, peserta didik harus menerapkan prinsip keikhlasan dan semangat yang tinggi untuk memperdalam ilmu. Hasyim Asy'ari dalam Perspektif Pendidikan Islam Masa Kini: Kajian Kritis Kitab Adab Al-'Alim Wa Al Muta'alim (Ponorogo: Skripsi Stain Ponorogo, 2005).Kandungan Kitab
Pengertian Akhlak
Pengertian Peserta Didik
Perbedaannya Dengan Etika Dan Moral 1. Etika
Tanda-Tanda Akhlak Islamiyah 1. Kebajikan yang Mutlak
Faktor-Faktor Pembentukan Akhlak 1. Faktor Internal
Konsep Akhlak Peserta Didik Terhadap Guru
Data Umum
Data Khusus
Konsep Akhlak Peserta Didik Terhadap Guru dalam Kitab Ada>b al-
Tujuan Pendidikan Islam
Kesimpulan
Saran-saran