• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep dan Ideologi Feminisme

N/A
N/A
Hijau Pedia

Academic year: 2024

Membagikan "Konsep dan Ideologi Feminisme"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Konsep dan Ideologi Feminism

Inisiasi Tutor ke 4

Mata Kuliah Sosiologi Gender Program Studi Sosiologi

Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

(2)

Capaian Pembelajaran

• Menjelaskan Pengertian konsep dan ideologi feminism

• Menjelaskan Sejarah feminisme

• Menjelaskan Feminisme sebagai kritik terhadap

Patriarkhi

(3)

Pengertian Feminisme

• Feminisme merupakan sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan kaum pria.

• Tokoh yang menjalankan gerakan feminisme

disebut dengan feminis

(4)

Lahirnya Feminisme

•Feminisme muncul karena :

Adanya pandangan sebelah mata pada perempuan,

Adanya anggapan buruk (stereotype) pada perempuan,

Aneka citra negatif yang terlihat dalam tata nilai masyarakat, kebudayaan, hukum politik, ekonomi terhadap perempuan sehingga menimbulkan respon dan reaksi terhadap situasi dan kondisi kehidupan masyarakat.

Fenomena ini muncul pertama kali di Eropa, apakah di indonesia ada?

(5)

Feminisme di Indonesia

• Muncul di indonesia sejak adanya masa penjajahan

• Dengan semangat feminisme yang tinggi dibidang politik/peperangan maupun pendidikan

• Tokoh pejuang perempuan Cut Nyak'dien, Cut

Mutia, R.A. Kartini, Raden Dewi Sartika.

(6)

Sejarah Feminisme di Indonesia

1785

Terbentuk perkumpulan

masyarakat ilmiah eropa

1792

Marry

Wollstonecraft

menentapkan dasar prinsip feminis

melalui tulisan ‘A Vindication of The Right of Woman

1837

Muncul istilah feminis

Gerakan: Pembebasan perempuan dari rasisme, stereotipe, seksisme, penindasan, plogosentrisme

Isu :

1.Gender inequality

2.Hak produksi 3.Hak politik 4.Peran gender 5.Identitas gender 6.Seksualitas

(7)

Gerakan Feminisme Abad ke-19 hingga awal abad ke-20

Feminisme gelombang pertama berfokus pada ketidaksetaraan hukum :

1. Masalah hak pilih perempuan, 2. Hak pendidikan perempuan, 3. Kondisi kerja yang lebih baik,

4. Penghapusan standar ganda gender

(8)

Gerakan Feminisme Awal 1960-an hingga akhir 1980-an

Fokus pada masalah kesetaraan budaya : 1. Reproduksi,

2. Pengasuhan anak, 3. Kekerasan seksual,

3. Seksualitas perempuan,

4. Masalah domestisitas.

(9)

Gerakan Feminisme Awal 1990-an

feminisme gelombang ketiga merupakan bentuk kekecewaan pada gerakan feminisme gelombang sebelumnya, bahkan disebut

dengan Post feminisme.

Feminisme gelombang ketiga bersifat global, aktifis, dan akademis sementara postfeminisme lebih bersifat individualistik, konsumtif, dan populer.

(10)

Perubahan Konsep Feminisme

Ada tiga hal yang mendorong terjadinya perubahan konsep- konsep feminisme :

1. Aktivis feminisme melihat bahwa konsep tersebut bersifat rasis dan etnosentris yang hanya mewakili

perempuan kulit putih dan berasal dari kelas menengah, sedangkan memarjinalkan perempuan dari kelompok etnis dan kelas lainnya.

2. Feminis gelombang kedua dianggap belum sepenuhnya menyuarakan isu “sexual difference”.

3. Faktor yang terakhir adalah di luar feminisme, terjadi perkembangan teori-teori postmodernisme,

poststrukturalisme dan postkolonialisme yang kemudian bersinggungan dengan perkembangan feminisme.

(11)

Penindasan terhadap perempuan terjadi akibat sistem patriarkhi.

Tubuh perempuan merupakan obyek utama penindasan oleh laki

laki.

Perempuan memiliki kebebasan penuh, Memisahkan dunia

privat dan publik.

Gender tidak bermakna

identitas/struktur sosial.

Aliran Feminisme

1. Feminisme liberal

3. Feminisme Post Modern 2. Feminisme

Radikal

(12)

Sistem

patriarkhi/dominasi laki laki adalah sumber masalah yang

harus dimusnahkan

Berjuang

menghapuskan sistem kepemilikan

Sumber penindasan perempuan berasal dari

eksploitasi kelas dan cara produksi

Aliran Feminisme

5. Feminisme Marxis

4. Feminisme

Anarkhis 6. Feminisme

Sosialis

(13)

Menggugat penjajahan yang bertanggungjawab akan

penindasan fisik, pengetahuan, nilai nilai, cara pandang dan

mentalitas masyarakat

Aliran Feminisme

7. Feminisme Post Kolonial

(14)

Sumber

Soedarwo, Vina Salvina D. dan Sulistyowati, Tutik.

(2010). Sosiologi Gender. Jakarta: Universitas

Terbuka.

Referensi

Dokumen terkait

Muhammad Nur Abduh, Persaksian Perempuan dalam Alqur`an (Makassar: Alauddin University Press, 2012), h.. yang telah terjadi pada gerakan-gerakan feminisme baik yang

Feminisme berasal dari bahasa Latin yaitu “ femina “ atau perempuan dan gerakan ini mulai bergulir pada tahun 1890an seiring dengan keresahan yang dirasakan

patriachy ´ atau ´agama kaum laki-laki.´ Memang memperjuangkan kesamaan hak dalam memperoleh pekerjaan, gaji yang layak, perumahan maupun pendidikan harus diperjuangkan,

Gambaran feminisme terhadap perjuangan perempuan dalam menegakkan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam novel Bekisar Merah terjadi dalam sikap

Gerakan feminisme yang selalu akrab dengan suatu tindakan protes terhadap segala bentuk diskriminasi sebetulnya permasalahan tersebut bukan bermuara pada perempuan,

Pada intinya, pandangan Kartini dapat disebut sebagai hipogram dari gerakan feminisme di Indonesia karena dia tidak hanya menyadari akan ketidakseimbangan posisi perempuan

Dewasa ini bermunculan paradigma baru yang mengedepankan prinsip emansipasi atas kategori berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Situasi ini juga hadir dalam prinsip gender

Karena lahirnya gerakan feminisme liberal ini berawal dari anggapan nalar laki- laki dan perempuan memiliki kapasitas yang berbeda maka kaum feminisme liberal