• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Modular dalam Pemrograman: Variabel, Parameter, Prosedur, dan Fungsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Konsep Modular dalam Pemrograman: Variabel, Parameter, Prosedur, dan Fungsi"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Pertemuan X & XI

- KONSEP

MODULAR

 Pengertian

 Konsep Modular memecah program ke dalam modul-modul.

Contoh modul yang sering digunakan adalah : Prosedur & Fungsi

 Variabel

Ada dua jenis variabel yang dikenal dalam konsep modular, yaitu :

Variabel Lokal

Variabel yang dideklarasikan di dalam modul. Hanya dapat digunakan di dalam modul tersebut.

Variabel Global

Variabel yang dideklarasikan di dalam program utama. Dapat digunakan di seluruh badan program, termasuk di dalam modul.

 Parameter

 Pengertian

Parameter adalah struktur yang digunakan untuk menunjukkan proses pertukaran variabel dari dan ke dalam modul.

 Jenis – Jenis Parameter

Input (by value)

Parameter yang menunjukkan variabel yang masuk ke modul. Variabel yang dideklarasikan di luar modul (program utama), dan dipakai di dalam modul.

Output (by reference)

Parameter yang menunjukkan variabel yang keluar dari modul. Variabel yang dideklarasikan di dalam modul, dan dipakai di luar modul (program utama).

Input/Output (by reference)

Parameter yang menunjukkan variabel yang masuk ke dan keluar dari modul.

Variabel yang dideklarasikan di luar modul (program utama), kemudian dipakai di dalam dan di luar modul.

Modul PROSEDUR FUNGSI

Nilai Kembalian

(return) Tidak Ada Ada

Parameter yg digunakan Input, Output, I/O Input

(2)

- PROSEDUR

 Format :

Procedure namaprosedur (parameter, jika ada) {Spesifikasi Prosedur}

{I.S : Keadaan Awal Prosedur}

{F.S : Keadaan Akhir Prosedur}

DEKLARASI { variabel lokal } ALGORITMA

{ urutan instruksi dalam prosedur }

 Contoh Kasus :

Menghitung Rata-rata Pseudocode

PROGRAM prosedur1

{I.S : Banyak bilangan diinputkan}

{F.S : Rata-rata bilangan ditampilkan}

DEKLARASI

N : integer

ratarata : real

procedure hitung_rata2 (input N : integer, output rata2 : real ) ALGORITMA

write(‘Berapa banyak bilangan? ‘) read(N)

hitung_rata2( N, rata2 ) write(‘Rata-rata = ‘, rata2)

--- Procedure hitung_rata2 ( input N : integer, output rata2 : real )

{Menghitung rata2}

{I.S : Banyak bilangan terdefinisi}

{F.S : Hasil perhitungan rata-rata bilangan diperoleh}

DEKLARASI { variabel lokal }

bilangan, i, jumlah : integer

(3)

for i  1 to N do read(bilangan)

jumlah  jumlah + bilangan endfor

rata2  bilangan/N

PASCAL

PROGRAM prosedur1;

Var

N : integer;

rata2 : real;

procedure hitung_rata2 ( N : integer; var rata2 : real);

{Menghitung rata2}

{I.S : Banyak bilangan terdefinisi}

{F.S : Hasil perhitungan rata-rata bilangan diperoleh}

{DEKLARASI}

{variabel lokal}

Var

bilangan, i, jumlah : integer;

{ALGORITMA}

{urutan instruksi dalam prosedur}

begin

jumlah := 0;

for i := 1 to N do begin

write('Bilangan ',i,' = '); readln(bilangan);

jumlah := jumlah + bilangan;

end;

rata2 := jumlah / N;

end;

begin

write('Berapa banyak bilangan? '); readln(N);

hitung_rata2( N, rata2 );

write('Rata-rata = ', rata2:0:2);

readln( );

end.

(4)

- FUNGSI

 Format :

Function namafungsi (parameter, jika ada)  tipe_kembalian {Spesifikasi Fungsi}

{I.S : Keadaan Awal Fungsi}

{F.S : Keadaan Akhir Fungsi}

DEKLARASI { variabel lokal } ALGORITMA

{ urutan instruksi dalam fungsi }

 Contoh Kasus :

Menghitung Rata-rata Pseudocode

PROGRAM fungsi1

{I.S : Banyak bilangan diinputkan}

{F.S : Rata-rata bilangan ditampilkan}

DEKLARASI

N : integer

ratarata : real

fungsi hitung_rata2 (input N : integer) ALGORITMA

write(‘Berapa banyak bilangan? ‘) read(N)

write(hitung_rata2( N ))

--- Function hitung_rata2 ( input N : integer )

{Menghitung rata2}

{I.S : Banyak bilangan terdefinisi}

{F.S : Hasil perhitungan rata-rata bilangan diperoleh}

DEKLARASI { variabel lokal }

bilangan, i, jumlah : integer

ALGORITMA

{ urutan instruksi dalam fungsi }

(5)

rata2  bilangan/N return rata2

PASCAL

PROGRAM fungsi1;

Var

N : integer;

rata2 : real;

function hitung_rata2 ( N : integer );

{Menghitung rata2}

{I.S : Banyak bilangan terdefinisi}

{F.S : Hasil perhitungan rata-rata bilangan diperoleh}

{DEKLARASI}

{variabel lokal}

Var

bilangan, i, jumlah : integer;

{ALGORITMA}

{urutan instruksi dalam fungsi}

begin

jumlah := 0;

for i := 1 to N do begin

write('Bilangan ',i,' = '); readln(bilangan);

jumlah := jumlah + bilangan;

end;

hitung_rata2 := jumlah / N; {return}

end;

begin

write('Berapa banyak bilangan? '); readln(N);

write(hitung_rata2(N):0:2);

readln( );

end.

Referensi

Dokumen terkait

Apabila terdapat kasus dua nama variabel yang sama dimana sebuah variabel global dan yang satu lagi variabel lokal di dalam prosedur, maka prioritas akan diberikan pada

Fungsi tersebut memiliki sebuah parameter yaitu derajat yang akan dikonversi, dan memiliki sebuah return value berupa hasil konversi dalam radian.. Tulislah

Dalam kasus tertentu, limit fungsi dua variabel khususnya di titik asal dapat dianalisis dengan lebih mudah dengan mengubah fungsi ke koordinat polar!. Dalam hal ini, poin penting

Selain itu, dengan menggunakan bidang singgung dapat ditentukan nilai ekstrim (nilai maksimum atau nilai minimum) dari suatu fungsi dua variabel.. Setelah mempelajari modul

Bersumber pada paparan informasi hasil tes subjek KS pada soal no 3 tentang pemahaman konsep dalam memberi contoh serta bukan contoh dari konsep variabel, koefisien serta

Fungsi yang dibuat saat ini memuat masalah yang yang memerlukan analisa kasus , dimana perintah analisa kasus yang digunakan adalah if ..then...

Sedangkan kesalahan prosedur yang ditemukan pada pengerjaan soal persamaan oleh siswa SK adalah kesalahan prosedur operasi hitung bilangan bulat dan prosedur permisalan

Modul Daring MK Pemrograman Komputer 1| 79 Contoh persoalan larik dua dimensi: Berikut ini adalah data mahasiswa baru di Jurusan Teknik Informatika, Manajemen Informatika dan Sistem