• Tidak ada hasil yang ditemukan

konsep pendidikan agama islam pada usia dini terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "konsep pendidikan agama islam pada usia dini terhadap"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

Karya ilmiah/disertasi sederhana ini diserahkan ke Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar sebagai salah satu syaratnya. Mawardi Pewangi, M.Pd.I Dekan Fakultas Agama Islam yang telah membantu penulis sejak menjadi mahasiswa hingga akhir masa studi di Fakultas Agama Islam. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi sistematika bahasa maupun materinya.

Latar Belakang

Lembaga pendidikan anak usia dini mulai mempersiapkan diri dengan visi dan misi untuk menghasilkan generasi manusia yang cerdas dan berakhlak mulia. Pendidikan agama Islam pada anak usia dini agar keimanan anak menjadi kuat dan kokoh sehingga mampu menjadi generasi bangsa yang berkualitas. Berdasarkan latar belakang tersebut, mendorong penulis untuk membahas hal tersebut dengan judul “Konsep Pendidikan Agama Islam pada Anak Usia Dini Terhadap Perkembangan Kepribadian Anak”.

Rumusan Masalah

Selain pewarisan yang baik, Islam juga menekankan pada pendidikan dan upaya pribadi untuk mencapai pertumbuhan yang optimal. Menurut Islam, perkembangan dalam kehidupan manusia ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain: alam, lingkungan dan usaha manusia dalam mengupayakan pembangunan.10 Sejalan dengan konsep tersebut, pendidikan anak usia dini sangat diperlukan sebagai proses dan upaya membentuk pola pikir, kepribadian dan potensi yang dimiliki anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kegunaan praktisnya, penelitian ini juga memberikan sumbangan pemikiran ilmiah dan obyektif tentang pengaruh pendidikan agama terhadap pembentukan kepribadian anak.

Metode Penelitian

Kutipan tidak langsung adalah mengutip seluruh isi perkuliahan dengan menggunakan kata-kata peneliti atau pembaca sendiri, biasanya juga melalui parafrase (mengungkapkan kembali suatu konsep dengan cara yang berbeda dalam bahasa yang sama, namun tanpa mengubah maknanya menjadi berubah). Semua data yang dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan bersifat kualitatif, yaitu pengungkapan data melalui deskripsi, sehingga dalam pengelolaannya sifat data yang diperoleh diciptakan dan diungkapkan kemudian dianalisis lebih lanjut untuk mencapai kesimpulan. Sebagai peneliti kualitatif, penelitian ini menggunakan analisis interaktif (interactive model of analysis), penelitian yang menggunakan tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA USIA DINI

Pendidikan Agama Islam

  • Pengertian Pendidikan Agama
  • Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam
  • Tujuan Pendidikan Agama Islam
  • Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
  • Fungsi Pendidikan Agama Islam
  • Hakikat Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada orang lain agar dapat berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran agama Islam.” 9. Nilai-nilai pendidikan agama Islam merupakan harapan akan sesuatu yang berguna bagi umat manusia dan dijadikan sebagai acuan untuk mencapai tujuan hidup yaitu mengabdi kepada Allah SWT untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sejalan dengan itu, pendidikan agama Islam harus ditanamkan pada anak usia dini untuk memantapkan keimanan dan ketaqwaan umat Islam agar kuat. dan kuat dari akarnya.

Anak Usia Dini

  • Pengertian Anak Usia Dini
  • Perkembangan Anak Usia Dini
  • Karakteristik Anak Usia Dini
  • Cara Belajar Anak Usia Dini

Sebab pendidikan agama pada usia dini dapat mempengaruhi keimanan anak ketika ia tumbuh dewasa. Materi pendidikan agama yang ingin ditanamkan pada anak usia dini saat ini meliputi: Pendidikan keimanan; pendidikan akhlaqul karimah; pelatihan ibadah; dan pendidikan sosial.25 Teknik pembinaan dapat dilakukan dengan cara: membiasakan dan membentuk pemahaman, sikap dan minat. Sedangkan cara-cara yang dapat dilakukan dalam membimbing anak usia dini adalah: menjadi teladan (role model); penugasan; memberikan pelatihan dan informasi kepada anak tentang hal-hal dalam menjalankan ibadah, akhlaqul karimah, agar mereka senang dan cinta terhadap amalan tersebut; dan bercerita.26.

Anak pada usia dini merupakan “individu yang berbeda dan unik serta mempunyai ciri khas tersendiri tergantung pada tahapan usianya. Masa anak usia dini yaitu usia 0 sampai dengan usia 6 tahun merupakan masa emas (golden age) dimana rangsangan terhadap seluruh aspek perkembangan memegang peranan penting dalam tugas-tugas perkembangan selanjutnya.” 27. Perkembangan fisik pada masa kanak-kanak lebih lambat, namun kebiasaan fisiologis dasar yang dibentuk pada masa kanak-kanak menjadi cukup baik.

27 Trianto, Desain Pengembangan Pembelajaran TEMATIK untuk Anak Usia Dini TK/RA dan Anak Kelas Awal SD/MI, (Jakarta: Kencana, 2011), hal. Memasuki masa ini, anak dapat dididik secara langsung yaitu dengan membiasakan hal-hal yang baik. Anak usia dini merupakan masa yang sangat penting dan mempengaruhi perkembangan kepribadian di masa dewasa.

Anak usia tiga tahun telah mengembangkan banyak kendali atas dirinya dan dunianya, sehingga mereka cenderung mudah menerima aturan sosial di kelas dan ingin membantu dengan membereskan mainan, menata meja, atau merapikan ruangan.

Pendidikan Anak Usia Dini

  • Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini
  • Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah upaya pengembangan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan dengan memberikan rangsangan pendidikan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani, sehingga anak siap untuk menempuh pendidikan lebih lanjut.37 . Selain itu ada pula pengertian lain yang menjelaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan taman kehidupan bagi anak yang dapat menjadikan kehidupan lebih baik, menghubungkan pelajaran dengan kenyataan merupakan suatu keniscayaan yang pasti akan dialami oleh anak-anak di PAUD. 38 Nusa Putra dan Ninin Dwilestari, Penelitian Kualitatif: Pendidikan Anak Usia Dini, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2012), hal.

Pendidikan anak usia dini bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki seluruh anak agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia seutuhnya, sesuai dengan falsafah suatu bangsa.40 Di era modern ini, masyarakat telah menunjukkan dalam perkembangan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup. permasalahan pendidikan, pengasuhan dan perlindungan anak usia dini dengan jenis pelayanan yang berbeda-beda, sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada, baik melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal. Pengorganisasian kelompok bermain termasuk dalam program pendidikan nonformal, yaitu menggunakan program untuk anak usia 2 sampai 4 tahun.41.

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN ANAK

Kepribadian

  • Pengertian Kepribadian
  • Kepribadia anak
  • Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepribadian
  • Tipe-Tipe Kepribadian

Walaupun orang Melang ganteng, tapi biasanya tulisannya rajin, rapi, sempurna, detail, sehingga kalau kuliah biasanya catatannya dipinjam dari teman. Mereka yang termasuk dalam tipe ini adalah orang-orang yang mudah beradaptasi, teliti, dispensasional, efisien, kurang fleksibel, pemalu, patuh, mempunyai tata krama yang tetap dan cenderung rutin, berhati keras, praktis, tenang, kurang imajinasi dan kurang pengendalian diri. . .8. 3 Jamali Sahrodi, Membedah Penalaran Pendidikan Islam, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam (Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group, 2005), hal.

Artinya orang yang terpelajar adalah orang yang berbudaya; sebaliknya peradaban yang berkualitas dapat dicapai melalui pendidikan.12. Pada tahap ini anak mulai belajar tentang Tuhan dan agama melalui orang-orang disekitarnya, terutama melalui orang tuanya. 31Damanhuri Rosadi, Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Kerangka Otonomi Daerah, dalam Buletin PAUD Direktorat PAUD, (Jakarta: Depdiknas, 2002), hal.

Ada beberapa metode pengajaran Islam yang cocok diterapkan dalam kegiatan pendidikan anak usia dini. 32 Boediono, ed., Standar Kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini di TK dan Raudhatul Athfal, (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2003), hal.6. Terjemahannya: “Dan sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat contoh yang baik bagi orang-orang yang mengharap (bertemu) Allah dan Hari Akhir serta orang-orang yang mengingat Allah sebanyak-banyaknya.”

Terjemahannya: “(Keadaan mereka) adalah seperti keadaan kaum Fir’aun dan orang-orang yang sebelum mereka; mereka mendustakan ayat-ayat Kami, kerana itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka.

KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP

Konsep Pendidikan Agama Islam

11 Trianto, Desain TEMATIK Perkembangan Pembelajaran Anak TK/RA Awal dan SD/MI Awal, (Jakarta: Kencana, 2011), hal. 41 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 58 Tahun 2009, Standar Pendidikan Anak Usia Dini, Pendahuluan, hal. atribut pada individu, atau menggambarkan apa, mengapa, dan bagaimana perilaku manusia. Referensi Menu Pembelajaran di PAUD telah menyusun program kegiatan pembelajaran anak usia dini 29 Program tersebut dikelompokkan dalam enam kelompok umur yaitu: lahir-1 tahun, 1-2 tahun, 2-3 tahun, 3 -4 tahun, 4-5 tahun dan 5-6 tahun.

Indikator keterampilan yang ditujukan untuk mencapai hasil belajar perkembangan disusun berdasarkan sembilan keterampilan pembelajaran anak usia dini masing-masing. Selain cara tersebut, ada beberapa hal yang dinilai positif untuk dipelajari anak usia dini, antara lain: Salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan anak adalah lingkungan, yang tidak lain adalah masyarakat itu sendiri, meskipun tidak turut serta menjaganya secara terus menerus, berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan yang aman dan sebagai upaya menciptakan kualitas. dan generasi yang sudah maju maka masyarakat dapat berpartisipasi dalam kemajuan generasi tersebut, dan dampak atau hasilnya akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri, sehingga masyarakat harus sadar akan pentingnya pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini.

Boediono, ed., 2003, Standar Kompetensi Pendidikan Pra TK dan Raudhatul Athfal, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Novan Ardy Wiyani dan Barnawi, 2012, Format PAUD: Pendidikan Anak Usia Dini, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media. Yeni Rachmawati dan Euis Kurniati, 2010, Strategi Pengembangan Kreativitas Anak TK, Jakarta: Prenada Media Group.

Tahapan Mendidik Anak

Metode Penanaman Nilai Agama Islam dalam Membentuk

Kecerdasan linguistik yang dapat dikembangkan melalui metode berbicara, mendengarkan, membaca, menulis dan bercerita. Kecerdasan musikal (kecerdasan musikal atau ritme), yang dapat dirangsang dengan ritme, nada, waktu, suara yang berbeda, dan tepuk tangan. Kecerdasan kinestetik (kecerdasan tubuh atau kinestetik), yang dapat dirangsang dengan gerak, tarian, olah raga, dan yang terpenting dengan gerak tubuh.

Kecerdasan interpersonal (kecerdasan interpersonal), yaitu kemampuan menciptakan hubungan antar manusia (teman), yang dapat dirangsang dengan bermain bersama teman, bekerja sama, bermain peran, dan memecahkan masalah. Kecerdasan interpersonal (kecerdasan interpersonal), yaitu kemampuan memahami diri sendiri yang dapat dirangsang melalui pengembangan konsep diri, harga diri, mengenal diri sendiri, rasa percaya diri, termasuk pengendalian diri dan disiplin. Kaitannya dengan metode pengajaran dalam pendidikan Islam, dapat dikatakan bahwa pembiasaan adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk membiasakan siswa berpikir, berperilaku dan bertindak sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam.

Metode cerita artinya suatu cara penyampaian bahan pelajaran dengan menceritakan secara kronologis bagaimana suatu hal terjadi, baik itu benar-benar terjadi atau hanya sekedar rekayasa.Oleh karena itu, Islam sebagai agama yang berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadits menolak gambaran cerita bohong karena Islam selalu diambil dari dua sumber terpercaya sehingga cerita yang disajikan dijamin otentik dan sah. Zuhairini mengartikan metode latihan sebagai “suatu metode mengajar dengan melatih peserta didik pada materi pelajaran yang diberikan”. Sedangkan menurut Roestiyah, metode latihan adalah “suatu teknik yang dapat diartikan sebagai cara mengajar dimana siswa melakukan latihan untuk mempunyai ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajarinya”. Islam sebagai petunjuk Ilahi mengandung implikasi pendidikan yang dapat membimbing dan menuntun manusia melalui proses bertahap menjadi seorang mukmin, muslim, muhsin dan muttaqin.

Jamali Sahrodi, 2005, Membedah Penalaran Pendidikan Islam, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Rihlah Group.

PENUTUP

Kesimpulan

Islam adalah agama Allah yang diturunkan kepada para rasul-Nya untuk mengajar atau menyampaikan kepada manusia. Konsep pendidikan dalam Islam terdiri daripada tiga konsep iaitu al-Tarbijah, al-Ta‟lim dan al-Ta‟dib.

Saran

Dan sikap hati-hati dalam memilih pasangan hidup merupakan salah satu upaya edukasi yang dilakukan oleh calon orang tua. Ahmad Munjin Nasih dan Lilik Nur Kholidah, 2009, Metode dan Teknik Pengajaran Pendidikan Agama Islam, Bandung: PT. Kementerian Agama Islam, 1422 H, Al-Quran dan Terjemahannya, Arab Saudi: Mujamma' Al-Malik Fahd Li Thiba'at Al Mush-haf Asy Syarif.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam perspektif pendidikan Islam, Pendidikan usia dini dapat dimaknakan sebagai semua proses yang mengarah pada bantuan pemeliharaan jiwa manusia untuk selalu

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa: “Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya

Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak

Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini dapat dipahami sebagai suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang

Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir hingga usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan

Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak

Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak Usia Dini di TK Islam Cipta Bakti Laily Musyarofah1, Rizawati2 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Panca

Kata Kunci: Humanisme, Pendidikan Islam, Anak Usia Dini Pendahuluan Manusia merupakan makhluk yang multidimensi bukan saja karena manusia sebagai subyek yang secara teologis memiliki