• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Pengembangan Inovasi Teknologi Perikanan

N/A
N/A
ImutMutya A.Panaungi

Academic year: 2023

Membagikan "Konsep Pengembangan Inovasi Teknologi Perikanan "

Copied!
52
0
0

Teks penuh

Pada tahap ini seluruh tahapan sebelumnya bersatu untuk menghasilkan ide-ide kreatif dan inovatif. Sedangkan orang yang berpikir kreatif cenderung eksploratif dan selalu mencari ide di luar keahliannya.

INOVASI 1. Konsep

Pembentukan Proses Inovasi

Dalam konteks umum, inovasi konseptual dapat digambarkan sebagai proses transformasi sumber daya melalui kegiatan bertahap mulai dari tahap penelitian dasar hingga tahap diseminasi produksi (Gambar 1.2). Inovasi proses dan inovasi produk merupakan perubahan terhadap sekumpulan informasi yang berkaitan dengan masukan dan keluaran yang berkaitan dengan upaya menambah atau memperbaiki sumber daya yang ada, memodifikasinya untuk melakukan sesuatu yang bernilai, menciptakan hal baru dan berbeda, mengubah bahan menjadi sumber daya dan menggabungkan sumber daya menjadi sesuatu yang baru. , konfigurasi yang lebih produktif, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang dipengaruhi oleh keamanan atau proses penerapannya, untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Mereka tahu bahwa kita semua dilahirkan dengan kreativitas yang melekat, dan mereka tahu bahwa kita semua dapat berkontribusi pada proses inti inovasi, yaitu penyampaian ide-ide hebat. D.

-Individu, sebaiknya kelompok kecil, bisa sangat efektif dalam menghasilkan ide-ide besar dan menciptakan sesuatu yang inovatif dan kreatif, namun inovasi memerlukan koordinasi banyak sumber daya organisasi. F. Evaluasi  memilih ide untuk ditindaklanjuti. C. Pengembangan  perbaikan suatu gagasan dari konsep menjadi kenyataan yang menghasilkan sesuatu. D. Untuk menjawab soal latihan nomor 1 sd 5, Anda perlu mempelajari materi Kegiatan Pembelajaran A khususnya subbab dan 5. Untuk menjawab soal latihan nomor 6 s/d 8, Anda perlu mempelajari materi Kegiatan Pembelajaran B khususnya subbab 2. RINGKASAN .

Secara konseptual, inovasi dapat digambarkan sebagai proses transformasi sumber daya melalui aktivitas mulai dari penelitian dasar, penelitian terapan, pengembangan eksperimental, proses produksi, dan penerapan produksi. Sedangkan proses inovasi berdasarkan pola pikir ilmiah merupakan konvensi dari pola pikir deduktif ke pola pikir induktif. Apabila masih dibawah 80% sebaiknya mengulang kembali materi Kegiatan Pembelajaran 1 terutama bagian yang belum dikuasai.

ARTI DAN LINGKUP TEKNOLOGI

Dari Sains (Ilmu), Rekayasa (Teknik), Sampai Teknologi Teknologi dapat didefinisikan sebagai

Teknologi dapat dilihat atau diartikan dari proses aktivitas manusia yang menjelaskan aktivitas pembuatan suatu barang. Pembuatan adalah kegiatan merancang dan menciptakan suatu barang, sedangkan penggunaan adalah melakukan kegiatan sesuai dengan fungsi dari suatu barang yang telah dibuat. Dalam arti lain, teknologi adalah aktivitas manusia dalam merencanakan dan menciptakan objek yang mempunyai nilai praktis.

Definisi teknologi diberikan secara lebih komprehensif, yaitu seluruh kemampuan, peralatan, tata kerja dan lembaga yang diciptakan untuk bekerja lebih efektif dan efisien. Dalam pengertian ini, teknologi terdiri dari unsur-unsur yang terdapat pada (1) diri manusia berupa pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku, serta etos/spirit kerja (human good). Pada masyarakat zaman dulu dan tradisional, teknologi dihasilkan semata-mata sebagai ciptaan manusia atau masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, tanpa melalui tahapan ilmiah.

Rekayasa yang diterapkan pada permasalahan praktis seperti yang diungkapkan pada penjelasan sebelumnya disebut dengan teknologi.

Pengertian Ilmu Rekayasa atau Teknik

Di sisi lain, dalam masyarakat modern atau untuk memecahkan permasalahan yang kompleks, pengenalan atau penemuan teknologi tidak bisa lagi hanya bergantung pada naluri atau intuisi manusia. Para ahli matematika dan statistika berhasil mengembangkan model untuk menentukan berbagai rencana militer, bidang ini dikenal dengan penelitian operasional, yang dalam perkembangan selanjutnya banyak diterapkan pada kegiatan industri dalam rangka optimalisasi proses atau perencanaan produk. Teknik riset operasi dan optimasi memunculkan pendekatan kuantitatif terhadap manajemen operasi, yang kita kenal sebagai teknik industri.

Perkembangan ilmu sistem dipengaruhi oleh beberapa disiplin ilmu, antara lain sibernetika dari biologi yang dikembangkan oleh Bertalannfly (1975) yang menghasilkan teori sistem umum. Perkembangan teori sistem modern merupakan kemajuan teknis dan intelektual yang besar pada abad ke-20. Memasuki abad ke-20 dan milenium ketiga, beberapa teknologi booming sebagai bukti berkembangnya ilmu pengetahuan, seperti luar angkasa, bioteknologi dan biomedis dengan landasan teknik penerbangan, kini perjalanan luar angkasa, teknologi biokimia dan teknik komputer. ), teknik telekomunikasi dan teknik sistem.

Bidang baru yang berkembang antara lain teknik lingkungan, berdasarkan teknik sipil dengan fokus kuat pada aspek lingkungan dan sistem, serta teknik biomedis.

KONSEP PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERIKANAN

Penelitian dan pengembangan perikanan dapat dilakukan baik oleh perseorangan, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, pemerintah, maupun lembaga penelitian dan pengembangan swasta, yang pelaksanaannya dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pelaksana penelitian dan pengembangan, pelaku usaha perikanan, asosiasi perikanan, dan lembaga perikanan. lembaga penelitian dan pengembangan milik asing. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengatasi seluruh permasalahan mendasar yang berkaitan dengan sumber daya ikan dan lingkungan hidup, serta teknologi yang berkaitan dengan penangkapan ikan, budidaya dan pengolahan, serta permasalahan bioteknologi.

TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP

Hingga saat ini, teknologi penangkapan ikan masih sangat stabil, hampir tidak ada perubahan teknologi yang signifikan. Terdapat sedikit perubahan pada jaring ikan/peralatan penangkapan udang dengan menggunakan kapal berkapal ganda. Memperbesar ukuran jaring percobaan hingga hampir sama dengan ukuran jaring pukat, sehingga jaring percobaan juga berfungsi sebagai alat penangkapan ikan.

Kendala terbesar dalam usaha penangkapan ikan saat ini adalah mahalnya harga bahan bakar minyak, di sisi lain potensi sumber daya perikanan laut kita sudah hampir tereksploitasi secara maksimal, dan di beberapa daerah sudah terjadi overfishing sehingga kita harus turun ke laut. laut internasional (ZEE), sehingga segala upaya diarahkan pada perolehan teknologi alternatif.

TEKNOLOGI PERIKANAN BUDIDAYA

Pemberian pakan tambahan biasanya dilakukan pada fase terakhir masa perkembangbiakan, ketika konsentrasi pakan alami tidak lagi mencukupi untuk ikan budidaya karena padat tebar yang tinggi. Hal ini diperlukan mengingat kepadatan tebar yang tinggi memerlukan pemberian pakan buatan, yang biasanya mengakibatkan penurunan kualitas air secara drastis. Karena kepadatan tebar yang sangat tinggi, budidaya perikanan intensif juga berpotensi memberikan tingkat produksi yang tinggi.

Pengalaman menunjukkan bahwa dengan penggunaan teknologi yang tepat, kita dapat meningkatkan produktivitas alami lahan perairan berkali-kali lipat. Produksinya bisa mencapai 1025 ton/ha/tahun dengan kepadatan ternak yang tinggi dan penggunaan teknologi pakan buatan. Hasil perhitungan ekstrapolasi misalnya teknologi tambak air cepat mampu menghasilkan 1500-2000 ton ikan/ha/tahun.

Terakhir, para petani di Indonesia menamai kegiatan budidayanya sesuai dengan komoditas yang ditanamnya, seperti budidaya udang, budidaya gurami, budidaya ikan bass, budidaya rumput laut dan lain-lain.

TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN

  • Perubahan Pola Penyediaan Ikan
  • Perbaikan Pengolahan, Diversifikasi, dan Pengembangan Produk Baru
  • Sentralisasi Kegiatan Usaha
  • Peningkatan Daya Saing Berdasarkan Pengawasan Iptek
  • Rasionalisasi dan Standarisasi
  • Jaminan dan Pengawasan Mutu
  • Diversifikasi Olahan dan Pengembangan Produk Baru
  • Pengembangan Bioteknologi untuk Pengolahan Bahan Pangan dan Non-pangan
  • Rekayasa Proses dan Alat Pengolahan
  • Keamanan Pangan
  • Pengembangan Teknologi Pengolahan pada Skala Pilot Plant dan Skala Komersial

Perlu juga dikembangkan produk baru yang memiliki sifat fungsional, mutu, nilai gizi dan tampilan yang lebih menarik bagi konsumen. Perancangan suatu produk baru harus selalu berorientasi pada konsumen dan pasar, karena pengembangan produk pada dasarnya berarti pengembangan pemasaran. Perkembangan produk baru juga harus diikuti dengan pengenalannya kepada konsumen khususnya anak-anak dan generasi muda.

Melalui standardisasi, mereka berharap konsumen terlindungi dari kemungkinan mendapatkan produk yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Oleh karena itu, dalam konstelasi global dunia modern saat ini, mau tidak mau konsep mutu dan penjaminan mutu harus diterapkan pada setiap aktivitas masyarakat, termasuk yang melibatkan pengembangan produk olahan ikan skala kecil. Dalam upaya menyikapi perubahan selera konsumen dan perubahan pasar, penelitian pengembangan produk dan penciptaan pasar menjadi sangat penting karena berpotensi memberikan nilai tambah.

Pengolahan ikan menjadi bentuk non-konvensional seperti permen, pasta atau produk yang diperkaya seperti kerupuk, mie, dan lain-lain masih memerlukan penelitian yang luas.

STRATEGI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI

Strategi

Perhitungan ekonomi, kaitannya dengan biaya produksi, perkiraan keuntungan yang akan diperoleh, tingkat produksi minimum, profitabilitas, dan lain-lain, tentunya harus dipelajari untuk memperoleh kepastian kelayakan usaha tersebut. Teknologi ramah lingkungan menjadi isu terpenting, apalagi jika produknya diekspor ke negara maju, lebih spesifiknya ke Pasar Tunggal Eropa (SEM). Pelabelan ekologis menjadi salah satu senjata negara maju untuk menolak produk perikanan dari negara berkembang.

Produk udang tambak mengandung kloramfenikol karena proses produksinya menggunakan pestisida dan obat kimia/antibiotik. Produk udang karena proses penangkapannya tidak menggunakan alat pemisah ikan (API) atau alat pengecualian tangkapan (BED). Strategi teknologi berbiaya rendah dilakukan dengan menekan biaya produksi serendah-rendahnya guna mencapai daya saing yang tinggi, misalnya dengan menggunakan sumber daya lokal.

Teknologi murah berhasil diterapkan Tiongkok di segala industri, sehingga Tiongkok berhasil membawa perekonomiannya setara dengan negara-negara maju, termasuk di bidang perikanan.

Industri Perikanan Pedesaan

Meningkatkan nilai tambah hasil panen di wilayah pedesaan atau pesisir, baik untuk konsumsi langsung maupun bahan baku sektor perikanan sekunder (sekunder); Sebagai wahana pengenalan, penguasaan dan pemanfaatan teknologi, namun juga sebagai wahana partisipasi masyarakat dalam penerapan budaya industri, melalui penciptaan wirausaha baru dan swadaya petani/nelayan.

TARGET KOMODITAS

  • Udang
  • Rumput Laut
  • Nila
  • Lele
  • Patin
  • Gurame
  • Kerapu
  • Bandeng
  • Abalon
  • Ikan Hias

Selain itu, Ditjen Perikanan Budidaya juga menetapkan delapan komoditas lain sebagai komoditas unggulan karena mempunyai potensi ekspor, yaitu patin/jambal, kerapu, nila, lele, gurami, bandeng, abalon, dan ikan hias. Sentra utama pengembangan ikan nila antara lain: Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. Pengembangan ikan hias juga memiliki prospek yang cukup baik, baik dari ketersediaan teknologi budidaya, peluang pemasaran yang besar untuk pasar ekspor dan dalam negeri, dapat dibudidayakan dalam skala rumah tangga dengan perputaran modal yang relatif cepat, serta dari sifatnya yang berpotensi menyerap tenaga kerja. menyerap tenaga kerja di pedesaan.

Pengembangan budidaya ikan hias dalam rangka revitalisasi bertujuan untuk mengembangkan ikan hias air tawar yang teknologi budidayanya sudah mapan di masyarakat. Jenis ikan hias yang berpotensi untuk dikembangkan antara lain: kuda laut, botia, arwana, discus, koi dan lain-lain. Dalam rangka mengembangkan usaha budidaya ikan hias perlu memperhatikan kemungkinan permasalahan yang masih akan dihadapi yaitu mewabahnya virus herpes koi (KHV).

Dukungan yang diperlukan bagi keberhasilan pelaksanaan pengembangan ikan hias antara lain: pemberian modal dan bantuan teknologi. Sentra pengembangan ikan hias antara lain: Jambi, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua. Tingkatan teknologi budidaya perikanan adalah teknologi ekstensif, semi intensif, intensif dan super intensif yang menyasar 10 jenis komoditas unggulan yaitu: . udang, rumput laut, nila, lele, lele, gurami, kerapu, bandeng, abalon dan ikan hias.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme proses bisnis untuk inovasi dan komersialisasi produk dengan Business Process Modelling and Notation

Dari hal tersebut terdapat dua hal yaitu inovasi produk dan inovasi proses yang merupakan suatu perubahan yang terkait dengan upaya meningkatkan atau memperbaiki

Dinamika perubahan pendapatan rumah tangga perikanan terkait bidang perikanan tangkap laut, perikanan budidaya, perikanan perairan umum daratan dan produk kelautan

Inovasi produk dalam konteks pembelajaran mata kuliah studio desain produk akan terkait dengan proses desain yang dirancang selama perkuliahan oleh dosen pengampu mata kuliah.. Hal

Oleh karena itu penting untuk mengaplikasikan strategi inovasi proses yang baru sehingga meningkatkan jumlah produksi pengolahan gliserol menjadi produk lain yang lebih

Bagi Sukabumi Entrepreneur Association, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan masukan dalam meningkatkan inovasi produk dan social media marketing guna untuk

Bapak Akhirman, S.Sos., M.M, Dosen Pembimbing I yang telah senantiasa sabar membimbing peneliti dan memberikan banyak masukan sehingga dalam proses penulisan skripsi ini dapat selesai

Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan wawancara kepada pemilik Perusahaan Pempek Jalaq terkait inovasi produk dan proses apa saja yang sudah dilakukan di perusahaan, dan juga