• Tidak ada hasil yang ditemukan

kontrak perkuliahan teori sastra i

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "kontrak perkuliahan teori sastra i"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS AIRLANGGA FAKULTAS ILMU BUDAYA

Semester Gasal 2012/2013

MAGISTER KAJIAN SASTRA DAN BUDAYA

1. Manfaat Perkuliahan

Mata ajaran ini bermanfaat bagi mahasiswa S2 dalam memahami dan menguasai teori-teori sastra (dari teori-teori klasik hingga modern), serta fungsi dan cara analisis masing-masing teori tersebut.

2. Deskripsi Perkuliahan

Dalam mata kuliah ini diajarkan teori-teori sastra mulai dari yang klasik sampai modern, yang menyangkut sejarah teori, tokoh pencetus teori, subtansi teori, dan cara kerja analisis teori. Mata kuliah ini juga berorientasi pada kemampuan memanfaatkan teori yang representatif dalam studi sastra.

3. Tujuan Mata Kuliah

Tujuan diberikannya mata kuliah ini adalah:

a. mahasiswa S2 mampu memahami teori-teori dasar dalam studi sastra dari yang klasik hingga yang modern;

b. mahasiswa S2 mampu membedakan substansi teori-teori dan nantinya dapat mengimplementasikannya dalam studi sastra secara representatif;

c. mahasiswa S2 mampu memahami cara analisis yang dimiliki masing-masing teori tersebut dalam kerangka studi sastra.

4. Strategi Perkuliahan

Dalam proses pembelajaran, perkuliahan dilaksanakan dengan metode ceramah (20%), menyimak teks teori sastra (dengan menggunakan SCL/Student Center Learning) dan menuangkan hasil pemahaman berupa makalah (50%), dan diskusi intensif (30%). Untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa S-2, dalam proses perkuliahan dilaksanakan penilaian atas pemahaman tersebut, serta pada akhir perkuliahan mahasisw S2 diberi kesempatan untuk mendeskripsikan atau memformulasikan salah satu teori yang paling menarik dan yang kira-kira akan dimanfaatkan dalam analisis.

1

KONTRAK PERKULIAHAN

Nama Mata Ajaran : Teori Sastra I (3 sks) Kode Mata Ajaran : SSU-601

Pengajar : Dr.I.B.Putera Manuaba

Semester : I

Hari Pertemuan/jam : Kamis, 15.30-18.00 Tempat Pertemuan : Ruang Multimedia Lt II

(2)

5. Organisasi Materi

6. Bacaan / Daftar Acuan

Abrams, M.H. 1958. The Mirror and the Lamp: Romantic Theory and Critical Tradition.

New York: Norton.

Noth, Winfried. 2006. Handbook of Semiotics. Surabaya: Airlangga University Press Fokkema and Elrud-Ibsch. 1998. Teori Sastra Abad Kedua Puluh. Jakarta: Gramedia.

Goldmann, Lucien. 1970. "The Sociology of Literature: Status and Problems of Method", dalam Milton C. Albrecht Cs. (ed.), The Sociology of Art and Literature. New York: Praeger.

_____ 1977a. Towards a Sociology of the Novel, translated into English by Alan Sheridan-London: Tavistok.

_____ 1977b. The Hidden God: A Study of Tragic Vision in the Pensees of Pascal and the Tragedies of Racine, translated into English by Philip Thody. London and Hanley: Routledge and Kegan Paul.

KONTRAK PERKULIAHAN PENGANTAR TEORI SASTRA I

MIMESIS EKSPRESIF PRAGMATIK

OBJEKTIF/

STRUKTURAL

SEMIOTIK

RIFFATERRE SEMIOTIK ROLAND BARTHES

NARATIF

SEMIOTIK PIERCE INTERTEKS-

TUALITAS

RESEPSI SASTRA

STRUKTURAL GENETIK

2

(3)

____, 1981. Method in the Sociology of Literature, translated into English and edited by William Q. Boelhower. Oxford: Basil Blackwell.

Genette, Gerard. 1986. Narrative Discourse. Britain: Basil Blacwell.

Hall, Stuart. 1997. Representation: Cultural Representations and Signifying Practices.

London: SAGE Publications.

Jauss, Hans Robert.1982. Toward an Aesthetic of Reception. Minneapolis: University of Minnesotta.

Iser, Wolfgang. 1978. The Act Reading: a Theory of Aesthetic Response. Balitmore and London: The John Hopkins University Press.

Jauss, Hans Robert. 1974. Toward an Aestethetic of Reception. Minneapolis: University of Minnesota Press.

Jefferson, Ann and David Robey (eds.). 1987. Modern Literary Theory: A Comparative Introduction. London: Batsford, Ltd.

Luxemburg, Jan van, Mieke Bal, and Willem G. Weststeijin. 1984. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia.

North, Winfried. 1985. Handbook of Semiotics. America: The Association American University Presses.

Rimon-Kenan, Shlomith. 1983. Narative Fiction: Contemporary Poetics. London and New York: Methuen.

Selden, Raman. 1991. Panduan Pembaca Teori Sastra Masa Kini. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Teeuw, A. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Wellek, Rene and Austin Warren. 1976. Theory of Literature. England: Penguin Books.

______ 1989. Teori Kesusastraan (diterjemahkan dari buku asli Theory of Literature oleh Melani Budianta). Jakarta: Gramedia.

Worton, Michael and Judith Still. Intertextuality: Theories and Practices. Manchester and New York: Manchester University Press.

Zoest, Aart van. 1993. Semiotika. Jakarta: Yayasan Sumber Agung.

Dll.

7. Tugas Perkuliahan

1). Mahasiswa S-2 wajib untuk mengikuti perkuliahan.

2). Mahasiswa S-2 wajib membuat tugas-tugas dan aktif berdiskusi.

3). Mahasiswa S-2 wajib membuat makalah akhir.

8. Kriteria Penilaian

Penilaian akan dilakukan oleh dosen dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

Nilai Point Range

A 4 ≥75

AB 3,5 70-74

B 3 65-69

BC 2,5 60-64

C 2 55-59

D 1 45-54

E 0 ≤45

Dalam menentukan nilai akhir akan digunakan pembobotan sebagai berikut:

Makalah Tugas-tugas (UTS) : 30 % (Kelompok) Presentasi dan Diskusi : 15 %

Makalah (UAS) : 50 % (Individu)

Soft Skills : 5 %

3

(4)

9. Pokok Bahasan

Pertemuan 1: Pengantar Teori Sastra I Pertemuan 2: Teori Mimesis

Pertemuan 3: Teori Ekspresif Pertemuan 4: Teori Pragmatik

Pertemuan 5: Teori Objektif/Struktural Pertemuan 6: Teori Resepsi Sastra

Pertemuan 7: Teori Semiotik Michael Riffaterre Pertemuan 8: Teori Semiotik Pierce

Pertemuan 9: Teori Semiotik Roland Barthes Pertemuan 10: Teori Naratif

Pertemuan 11: Teori intertekstualitas Pertemuan 12: Teori Struktural-genetik

Pertemuan 13: Teori Struktural-genetik (Lanjutan)

PJMA, Ketua Program Studi,

Dr.I.B.Putera Manuaba Diah Ariani Arimbi, Ph.D

4

Referensi

Dokumen terkait

Mustafa, Mita. Pembuatan Media Pembelajaran Berdasarkan Bahan Ajar Perkuliahan Teori Dasar Musik I karya Agus Firmansah. Departemen Pendidikan Musik. Fakultas Pendidikan Seni

ABSTRAK :. Penelitian ini berjudul ’’Psikologi Tokoh Ayyas dalam Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy : Teori Hierarki Kebutuhan Serta Kaitannya dengan Pembelajaran

Capaian perkuliahan dalam mata kuliah Teori dan Apresiasi Sastra adalah menguasai definisi dan konsep dasar apresiasi, mampu mengetahui berbagai teknik pada apresiasi

Hasil produk yang dikembangkan adalah bahan ajar teori dan sejarah sastra bagi peserta didik Bahasa Indonesia tingkat/semester awal. Produk diberi judul “Teosesa”

Seperti yang dikatakan oleh Adi Wijaya 2017, "pengajaran sastra yang menggunakan pendekatan teori sastra modern dapat membantu mahasiswa dalam memahami nilai estetika dalam karya sastra

Robert J. Clements melihat sastra bandingan sebagai disiplin akademis yang memiliki pendekatan yang mencakup aspek (1) tema, (2) jenis/bentuk, (3) gerakan/trend, (4) keterhubungan sastra dengan disiplin dan media seni lain, dan (5) sejarah teori sastra. Obyek (1), (2), (3) dan (5) sebenarnya merupakan wilayah sastra. Teori-teori sastra dapat dimanfaatkan, terutama teori struktural, formalisme, semiotik, untuk membandingkan beberapa karya sastra. Yang diharapkan, kelak dapat menyusun pula sejarah sastra, kritik sastra, dan teori baru tentang sastra. Adapun obyek (4) merupakan analisis yang terkait dengan interdisipliner sastra. Bangunan teoritik yang dikehendaki merupakan studi sastra dalam multidisiplin. Sastra bandingan adalah studi sastra yang memiliki perbedaan bahasa dan asal negara dengan suatu tujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan dan pengaruhnya antara karya yang satu terhadap karya yang lain, serta ciri-ciri yang dimilikinya (dalam Endraswara, 2011: 192). Pendapat ini lebih menekankan bahwa penelitian sastra bandingan harus berasal dari negara yang berbeda sehingga mempunyai bahasa yang berbeda pula. 3. Sapardi Djoko Damono Menurut Damono (2009:1) sastra bandingan adalah pendekatan dalam ilmu sastra yang tidak menghasilkan teori tersendiri. Boleh dikatakan teori apapun bisa dimanfaatkan dalam penelitian sastra bandingan juga disebut sebagai studi dan kajian. Dalam langkah-langkah yang dilakukannya, metode perbandinganlah yang utama. Lanjut Damono (2009:1) perbandingan yang sebenarnya merupakan salah satu metode juga selalu dilaksanakan dalam penelitian seperti halnya memberikan dan menguraikan, tetapi dalam sastra bandingan metode itu merupakan langkah utama. Jadi menurut Damono, sastra bandingan bukan hanya sekedar mempertentangkan dua sastra dari dua negara atau bangsa. Sastra bandingan juga tidak terpatok pada karya-karya besar walaupun kajian sastra bandingan sering kali berkenaan dengan penulis-penulis ternama yang mewakili suatu zaman. Kajian penulis baru yang belum mendapat pengakuan dunia pun dapat digolongkan dalam sastra bandingan. Batasan sastra bandingan tersebut menunjukkan bahwa perbandingan tidak hanya terbatas pada sastra antarbangsa, tetapi juga sesama bangsa sendiri, misalnya antarpengarang, antargenetik, antarzaman, antarbentuk, dan

Teori Rehumanisasi Kedokteran Gigi Berbasis Sastra Cinta : Sebagai Kelanjutan Naratif – Filosofis dari Pendekatan Pierre Fauchard Bapak Kedokteran Gigi Dunia Modern. Karya Ferizal Bapak Sastra Kedokteran Gigi Indonesia Judul Buku : Teori Rehumanisasi Kedokteran Gigi Berbasis Sastra Cinta : Sebagai Kelanjutan Naratif – Filosofis dari Pendekatan Pierre Fauchard Bapak Kedokteran Gigi Dunia Modern. Karya Ferizal Bapak Sastra Kedokteran Gigi Indonesia Penulis / Editor : Ferizal QRCBN : 62-6418-3634-758 https://www.qrcbn.com/check/62-6418-3634-758 Pembuat Sampul : Ferizal Jumlah Halaman : 75 Jenis Penerbitan : PT. TV FANA SPM KESEHATAN PUSKESMAS Edisi :

Teori Gravitasi Jiwa : Pendekatan Humanistik dalam Sastra Kesehatan, Yang Terinspirasi Sir Isaac Newton ( sebagai inspirasi analogi ilmiah, bukan tokoh kesehatan ). Oleh : Ferizal Bapak Sastra Kesehatan