• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kontribusi Mahasiswa Kedokteran dalam Perawatan Pasien di Rumah Sakit

N/A
N/A
Diana Fadhilah Sari

Academic year: 2023

Membagikan "Kontribusi Mahasiswa Kedokteran dalam Perawatan Pasien di Rumah Sakit"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : NIM : Kelompok :

Kontribusi Mahasiswa Kedokteran dalam Perawatan Pasien di Rumah Sakit

Latar Belakang Masalah

Perawatan pasien di rumah sakit merupakan aspek penting dalam sistem perawatan kesehatan (Pratama et al., 2022). Rumah sakit adalah tempat di mana pasien mendapatkan perawatan medis yang komprehensif, dan tim medis yang terdiri dari berbagai profesional kesehatan bekerja sama untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan terbaik (Sya’diyah et al., 2023). Mahasiswa kedokteran memiliki peran penting dalam kontribusi mereka dalam perawatan pasien di rumah sakit (Surakusuma, L et al., 2022). Dalam esai ini, akan dijelaskan berbagai penanganan pasien yang dapat diambil alih oleh mahasiswa kedokteran serta tindakan yang harus mereka lakukan agar diperbolehkan menangani pasien secara langsung. Selain itu, akan dijelaskan juga prinsip-prinsip bioetik yang relevan, seperti beneficence, non-maleficence, justice, dan autonomy, yang harus dipatuhi oleh mahasiswa kedokteran dalam perawatan pasien.

Pembahasan

Dalam konteks perawatan medis di rumah sakit, mahasiswa kedokteran memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam penanganan pasien. Bagian ini akan menjelaskan berbagai aspek dari perawatan pasien yang dapat diambil alih oleh mahasiswa kedokteran, menyoroti peran penting mereka dalam tim medis dan kontribusi mereka terhadap perawatan pasien yang efektif. Berikut penanganan pasien yang dapat diambil alih oleh mahasiswa kedokteran:

 Anamnesis dan Riwayat Medis: Mahasiswa kedokteran dapat membantu dalam mengumpulkan informasi penting tentang pasien dengan melakukan anamnesis yang komprehensif dan mencatat riwayat medis

(2)

pasien. Hal ini membantu tim medis dalam merencanakan perawatan yang sesuai.

 Observasi Pasien: Mahasiswa dapat melakukan pengamatan terhadap kondisi pasien, seperti tanda vital, perubahan dalam kondisi fisik, atau respon terhadap perawatan. Observasi ini penting untuk mendeteksi perubahan yang mungkin memerlukan tindakan cepat.

 Pemasangan Kateter dan IV Line: Di bawah pengawasan yang ketat, mahasiswa kedokteran dapat membantu dalam pemasangan kateter urin dan IV line pada pasien. Ini adalah tindakan medis yang umum diperlukan dalam perawatan rumah sakit.

 Pemberian Obat: Dengan pengawasan yang ketat, mahasiswa kedokteran yang telah mendapatkan pelatihan yang memadai dapat memberikan obat kepada pasien. Mereka harus memastikan dosis yang benar dan memahami interaksi obat yang mungkin terjadi.

 Perawatan Luka: Mahasiswa kedokteran dapat membantu dalam merawat luka pasien, seperti membersihkan dan membalut luka, di bawah bimbingan langsung dari staf medis yang berpengalaman.

Agar mahasiswa kedokteran dapat berperan aktif dalam perawatan pasien di rumah sakit, mereka harus memenuhi sejumlah persyaratan yang melibatkan pelatihan dan etika. Bagian ini akan merinci persyaratan yang harus dipatuhi oleh mahasiswa kedokteran agar mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan baik, selalu menjaga standar keselamatan pasien, dan mematuhi prinsip-prinsip bioetik yang penting dalam praktik medis :

 Pelatihan Profesional: Mahasiswa kedokteran harus telah menyelesaikan pelatihan dasar dalam perawatan pasien, termasuk pelatihan praktik klinis yang memadai.

 Supervisi Medis: Mahasiswa harus selalu diawasi oleh tenaga medis berlisensi saat menangani pasien. Supervisi ini penting untuk memastikan keselamatan pasien.

 Etika Profesional: Mahasiswa kedokteran harus mematuhi kode etik medis yang ketat, termasuk prinsip-prinsip bioetik seperti beneficence

(3)

(mengutamakan kebaikan pasien), non-maleficence (tidak merugikan pasien), justice (keadilan dalam pelayanan), dan autonomy (menghormati otonomi pasien).

 Izin Resmi: Mahasiswa kedokteran harus memiliki izin resmi dari institusi medis atau rumah sakit yang mengizinkan mereka untuk melakukan tindakan tertentu pada pasien.

Berikut contoh penerapan kaidah-kaidah bioetika dalam memengaruhi tindakan dan keputusan mahasiswa kedokteran pada konteks perawatan pasien:

1. Beneficence (Prinsip Kebaikan):

 Mahasiswa kedokteran harus bertindak untuk kebaikan pasien.

Artinya, tindakan dan keputusan yang diambil harus menguntungkan pasien dan meningkatkan kualitas perawatan mereka (Nasrun S.H, 2022).

 Mereka harus berusaha untuk memberikan perawatan yang paling efektif dan aman bagi pasien, termasuk menerapkan penanganan medis yang sesuai.

2. Non-Maleficence (Prinsip Tidak Merugikan):

 Mahasiswa kedokteran memiliki kewajiban etis untuk tidak menyebabkan kerugian atau merugikan pasien dalam tindakan atau keputusan mereka (Arifin M A et al., 2019).

 Mereka harus berusaha untuk menghindari tindakan yang dapat memperburuk kondisi pasien atau menimbulkan risiko yang tidak perlu.

3. Justice (Prinsip Keadilan):

 Keadilan dalam konteks perawatan pasien berarti bahwa mahasiswa kedokteran harus memperlakukan semua pasien secara adil dan setara, tanpa diskriminasi (Rivai A F, 2022).

(4)

 Mereka harus memastikan bahwa sumber daya medis yang terbatas digunakan secara merata dan sesuai dengan kebutuhan pasien, tanpa memihak satu kelompok pasien tertentu.

4. Autonomy (Prinsip Otonomi):

 Otonomi pasien adalah hak untuk membuat keputusan tentang perawatan medis mereka sendiri (Nasrun S.H, 2022). Mahasiswa kedokteran harus menghormati hak ini dan memberikan informasi yang cukup kepada pasien agar mereka dapat membuat keputusan yang berdasarkan pemahaman.

 Namun, jika pasien tidak mampu membuat keputusan sendiri, mahasiswa kedokteran harus mengikuti panduan yang ada, seperti mandat medis atau keinginan keluarga yang sah

Penutup atau Kesimpulan:

Kontribusi mahasiswa kedokteran dalam perawatan pasien di rumah sakit sangat berharga. Mereka dapat membantu dalam berbagai penanganan pasien di bawah pengawasan yang ketat. Namun, penting untuk memastikan bahwa mereka memiliki pelatihan yang memadai, selalu diawasi oleh tenaga medis berlisensi, dan mematuhi prinsip-prinsip bioetik dalam perawatan pasien. Dengan memenuhi persyaratan ini, mahasiswa kedokteran dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam penyediaan perawatan medis yang berkualitas di rumah sakit. Ini merupakan win-win bagi mahasiswa kedokteran yang mendapatkan pengalaman praktik berharga dan pasien yang menerima perawatan yang lebih baik.

(5)

REFERENSI

Arifin, M. A., Amelia, A. R., & Ismaniar, L. (2019). Hukum dan Bioetik Dalam Perspektif Etika Dan Hukum Kesehatan. Deepublish.

Nasrun, S. H. (2022). Etika Dan Hukum Kesehatan (Suatu Pendekatan Teori dalam Berpraktik). Deepublish.

Pratama, E. B., & Hendini, A. (2022). Implementasi Extreme Programming Pada Perancangan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit). Jurnal Khatulistiwa Informatika, 10(2), 107-112.

Rivai, A. F. (2022). EDM (Ethics Decision Making) Konsep Pengambilan Keputusan Etik dan Implementasinya dalam Praktik Keperawatan. Deepublish.

Surakusuma, L., Abdiana, A., Rita, R. S., Firdawati, F., Gustia, R., & Irrahmah, M. (2022). Analisis Hubungan Tingkat Kepuasan Masyarakat dengan Kolaborasi Inter Profesi di Rumah Sakit. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 3(4), 333-341.

Sya’diyah, H., Fathonah, S., Pramestirini, R. A., Purwaningsih, E., Achjar, K. A.

H., Suardana, I. W., ... & Agustiningsih, A. (2023). KEPERAWATAN HOLISTIK:

Pendekatan Komprehensif dalam Perawatan Pasien. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai persyaratan tugas akhir mahasiswa fakultas kedokteran, saya akan melakukan penelitian tentang “ PENGARUH JENIS KULIT DAN FREKUENSI PEMBERSIHAN WAJAH

Menambah pengetahuan dalam bidang kedokteran gigi bagi mahasiswa program studi, program profesi dan akademisi lainnya mengenai tingkat kecemasan dental pasien pada

Hubungan Pelaksanaan Discharge Planning dengan Kesiapan Keluarga dalam Menjalankan Tugas Perawatan Kesehatan pada Pasien Tuberculosis Paru Di Ruang Rawat Inap Rumah

Salah satu upaya rumah sakit dalam menjalankan tugas dan Salah satu upaya rumah sakit dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk menjaga keselamatan

Salah satu tantangan dalam pengembangan Keselamatan Pasien adalah bagaimana mengubah budaya yang ada menuju Budaya Keselamatan Pasien. Langkah penting pertama adalah

Keselamatan pasien dalam pemberian pelayanan dapat ditingkatkan dengan keterlibatan pasien yang merupakan mitra dalam proses pelayanan. Oleh karena itu, di rumah sakit

Keselamatan pasien dalam pemberian pelayanan dapat ditingkatkan dengan keterlibatan pasien yang merupakan mitra dalam proses pelayanan. Oleh karena itu, di rumah sakit harus ada

PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Keselamatan pasien merupakan suatu sistem yang dapat membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asesmen risiko identifikasi dan pengelolaan risiko pasien,