Buku yang memuat uraian teori teks, jenis-jenis teks dan strukturnya, serta uraian kegunaan teks dalam pengajaran bahasa Indonesia ini, tentu tidak akan ada dalam bentuknya yang sekarang tanpa bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, uraian teori teks, jenis-jenis teks dan strukturnya, serta uraian pemanfaatan teks dalam pembelajaran bahasa Indonesia telah disusun dan disajikan secara sederhana dalam buku ini.
TEKS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA
DAFTAR ISI
- PEMBELAJARAN TEKS MELALUI PENDEKATAN
- PENDEKATAN DAN METODE SAINTIFIK DALAM
- PENILAIAN AUTENTIK DAN PEMBELAJARAN
- DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKS DALAM
- PEMANFAATAN TEKS CERITA: KASUS MATERI
- Apa Itu Teks?
Oleh karena itu, menurutnya teks merupakan bahasa kerja, atau bahasa yang melakukan tugas tertentu dalam konteks situasi tertentu. Oleh karena itu, untuk keperluan pembahasan dalam buku ini dan keperluan pembelajaran bahasa, maka yang dimaksud dengan teks adalah: satuan kebahasaan yang digunakan sebagai ungkapan kegiatan sosial, baik lisan maupun tulisan, yang mempunyai struktur pemikiran yang lengkap.
TEKS DAN JENIS-JENISNYA
BAB 1
- Teks, Genre, dan Register
Genre mengacu pada nilai atau norma budaya yang diwujudkan dalam suatu proses sosial. Jadi, setiap teks yang merupakan wujud proses sosial yang berkembang dalam konteks situasi tertentu mengandung nilai atau norma budaya.
IDEOLOGI
Jenis dan Struktur Teks
- Teks Tunggal (Genre Mikro)
Selain itu, setiap subgenre mempunyai tujuan sosialnya masing-masing, yang masing-masing diwujudkan dalam jenis teks yang berbeda. Tujuan sosial: Memberikan laporan kajian suatu objek ilmu pengetahuan yang dilakukan secara sistematis, terkendali, empiris, dan kritis pada tahap pengumpulan, analisis, dan penyajian hasil analisis data.
- Teks Cerita Ulang
- Anekdot
- Eksemplum
- Naratif
Pada teks cerita ulang terlihat rangkaian peristiwa yang dialami tokoh Lebai Malang disusun menggunakan kata hubung yang menunjukkan urutan peristiwa. Sedangkan kelainan pada contoh dipandang sebagai suatu peristiwa, peristiwa yang tidak seharusnya terjadi.
Teks Deskripsi
Deskripsi Bagian : Pantai Jumiang merupakan sebuah pantai yang berada di Pulau Madura, tepatnya di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Pantai Jumiang mempunyai pemandangan alam yang tidak jauh berbeda dengan wisata Tanah Lot di Bali.
Teks Prosedur/Arahan
Tautan: "..setelah komponen.." digunakan untuk menghubungkan struktur "daftar material" ke struktur "Urutan Tahap Implementasi" sedangkan tautan "..dari percobaan.." digunakan untuk menghubungkan struktur urutan tahap implementasi” dengan struktur. Bedanya, jika pada teks bergenre naratif, konjungsi digunakan untuk mencantumkan peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh utama, maka pada teks prosedural, konjungsi digunakan untuk mencantumkan kegiatan/tahapan kegiatan percobaan sesuai dengan tujuan teks tersebut.
Teks Eksposisi
Konjungsi : “..ke bahan..” digunakan untuk mengikat struktur “daftar bahan” dengan struktur “Urutan tahapan pelaksanaan” sedangkan konjungsi “..percobaan..” digunakan untuk mengikat struktur urutan tahapan pelaksanaan” dengan struktur observasi”, dan kata hubung “..demikian..” digunakan untuk menghubungkan struktur “pengamatan” dengan struktur “kesimpulan”, dengan cara ini keseluruhan struktur teks menjadi satu kesatuan yang utuh . Perbedaannya hanya pada teks ekspositori konjungsi digunakan untuk mengurutkan alasan yang digunakan untuk memperkuat pendapat, sedangkan pada kedua genre digunakan untuk mengurutkan peristiwa yang dialami tokoh utama dan untuk menguraikan urutan tahapan percobaan.
Teks Eksplanasi
Seperti halnya teks-teks lain di atas, keseluruhan struktur teks ekspositori juga dihubungkan dengan cara pengulangan, misalnya pengulangan konstruksi “..api abadi…” yang selalu muncul di setiap paragraf dengan melengkapi teks. struktur. Selain jenis teks bergenre di atas, terdapat jenis teks yang disebut teks tag.
Teks Label
Model teks label banyak digunakan untuk kelas pengantar pembelajaran bahasa kedua, seperti teks yang terdapat pada kelas pengantar pelajaran bahasa Indonesia. Faktanya, teks jenis ini digunakan hingga kelas tiga karena sangat berguna dalam memediasi pemerolehan bahasa tulis dari keterampilan bahasa lisan.
Teks Majemuk (Genre Makro)
Konsep dasar yang dijadikan pedoman dalam penelitian ini adalah kesesuaian antara adaptasi linguistik dan adaptasi sosial. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa bukti adaptasi sosial yang dapat menciptakan tatanan kehidupan yang solid dan harmonis dapat dideteksi melalui adaptasi linguistik yang terjadi antara kontak komunitas tutur. Selain itu, adaptasi linguistik dimungkinkan jika dua atau lebih komunitas tutur yang berbeda saling bersentuhan.
Adaptasi sosial yang terjadi antara dua atau lebih komunitas tutur yang berbeda akan tercermin dalam adaptasi linguistik. Sementara itu, tingginya tingkat adaptasi linguistik mencerminkan tingginya tingkat adaptasi sosial yang terjadi antar komunitas tutur bahasa yang berbeda yang bersentuhan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bukti adanya adaptasi sosial yang dapat menciptakan tatanan kehidupan yang solid dan harmonis dapat ditelusuri melalui adaptasi linguistik yang terjadi antara kontak dengan masyarakat tutur.”
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bukti adanya adaptasi sosial yang dapat menciptakan tatanan kehidupan yang solid dan harmonis dapat ditelusuri melalui adaptasi linguistik yang terjadi antar kontak masyarakat tutur.” Bagaimana menggunakan unsur-unsur yang memberikan bukti adanya adaptasi linguistik dan bukti hubungan linguistik antar bahasa.
Ihwal Kurikulum 2013
TEKS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA KURIKULUM 2013
BAB 2
- Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013
- Perubahan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013
- Teks dan Pengembangan Kemampuan Berpikir
- Tahapan dalam Pembelajaran Teks
Mengapa pembelajaran bahasa Indonesia yang diajarkan sejak sekolah dasar belum mampu membentuk kemampuan berpikir anak Indonesia? Bahwa pembelajaran bahasa Indonesia selama ini belum mampu membentuk kemampuan berpikir metodis karena pembelajaran bahasa Indonesia belum sepenuhnya berbasis pembelajaran teks. Adapun membagi (mendistribusikan) satu materi (kompetensi dasar) ke materi lain (kompetensi dasar) maksudnya melalui materi pembelajaran bahasa Indonesia.
Mempunyai keyakinan akan eksistensi tubuh melalui penggunaan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah (KD: 2.2, kelas I yang berkaitan dengan bidang sikap sosial); Latihan teks petunjuk/petunjuk tentang perawatan tubuh serta kesehatan dan kebugaran secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulisan yang dapat dilengkapi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu presentasi (KD: 4.2, kelas I terkait domain keterampilan). Menghasilkan teks cerita diri/pribadi tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulisan yang dapat diisi kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian (KD: 4.4 Kelas I).
Buku teks bahasa Indonesia untuk VII. dan Kelas X menggunakan teks sastra: puisi sebagai media untuk menciptakan konteks pembelajaran. Misalnya untuk pembelajaran teks laporan observasi kelas VII menggunakan puisi Ramadhan KH berjudul “Tanah Kelahiran” dan untuk mempelajari teks laporan observasi kelas X menggunakan puisi Mh. Tentu saja yang digunakan tidak hanya teks sastra seperti puisi, tetapi juga pantun dan lainnya.
Pembelajaran bahasa ditawarkan melalui teks bergenre sastra, seperti pada pembahasan teks cerita pendek (Kelas VII). Selain membahas aspek sastra cerpen, dibahas juga ciri kebahasaan yang menjadi ciri teks cerpen. Konversi teks juga dapat dilakukan pada teks yang bergenre sama, misalnya meminta siswa membaca cerita pendek atau novel kemudian mengubahnya menjadi teks drama. Hal ini kemudian dikatakan menguntungkan karena melalui kegiatan konversi teks, dimulai dari membaca teks bergenre cerita, siswa dapat memperkaya pemahamannya terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal yang terkandung dalam teks sastra yang dibacanya.
PEMBELAJARAN TEKS MELALUI PENDEKATAN DAN METODE SAINTIFIK
BAB 3
- Ihwal Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Bahasa
- Ihwal Metode Saintifik dalam Memproduksi dan Mereproduksi Teks
- Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Apa Itu Proyek?
Tahap pengumpulan data, informasi atau fakta merupakan tahap terpenting yang menjadi landasan dalam melakukan tahap analisis. Begitu pula tahap pengumpulan dan analisis data, informasi atau fakta yang menjadi dasar pelaksanaan tahap penyajian hasil, yang tidak lain adalah jenis teks tertentu yang menjadi bahan pembahasan dalam pembelajaran. Mengapa demikian karena struktur “pengantar” hanya akan memuat data, informasi atau fakta tentang “siapa, mengalami apa, kapan dan dimana”;
Satu hal yang harus ditegaskan terlebih dahulu adalah bahwa menghasilkan teks (memproduksi atau memperbanyak) memerlukan data, informasi, atau fakta. Analisis selanjutnya adalah mengubah data, informasi atau fakta menjadi kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar. Artinya perlu dilakukan klasifikasi data, informasi atau fakta mana yang mendukung isi struktur tertentu teks yang akan disusun.
PENDEKATAN DAN METODE SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEKS
BAB 4
- Proyek dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
- Wujud Pembelajaran Berbasis Proyek
- Mendesain Pembelajaran Berbasis Proyek
- Peran Guru dalam Pembelajaran Berbasis Proyek
- Pendekatan dan Metode Saintifik dalam Pembelajaran Berbasis Proyek
- Ihwal Penilaian Autentik
Berdasarkan pengertian dan ciri-ciri pembelajaran berbasis proyek di atas, maka permasalahannya adalah bagaimana mewujudkan pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Sebagaimana disebutkan di atas, pembelajaran berbasis proyek hendaknya bertumpu pada pembelajaran yang menekankan pada adanya suatu kegiatan. Oleh karena itu, bentuk pembelajaran bahasa Indonesia berbasis proyek adalah menghasilkan jenis teks tertentu sesuai persyaratan dalam kurikulum.
Dalam pembelajaran teks berbasis proyek, perhatian juga diberikan pada ciri-ciri pembelajaran berbasis proyek yang terfokus pada satu kegiatan. Jadi jelas bahwa pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks mempunyai hubungan dengan pembelajaran berbasis proyek. Teks tidak hanya sekedar satuan materi pembelajaran, namun juga merupakan bentuk aktivitas pertunjukan dalam pembelajaran berbasis proyek.
PENILAIAN AUTENTIK DAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKS
BAB 5
- Jenis-jenis Penilaian Autentik
- Hubungan Penilaian Autentik dengan Pembelajaran Berbasis Teks
- Penilaian Autentik Terhadap Pembelajaran Teks
- Penilaian Autentik pada Kompetensi Pengembangan Teks Melalui Pendekatan Ilmiah
- Penilaian Autentik pada Kompetensi Pengembangan Teks Melalui Pendekatan Ilmiah Berbasis Proyek
- Penilaian Autentik pada Kompetensi Pengembangan Teks Sastra
- Mendesain Pembelajaran Berbasis Teks
Bab 3 di atas menjelaskan bahwa menghasilkan teks memerlukan data, informasi, atau fakta. Mampu mengidentifikasi data, informasi atau fakta yang terkandung dalam kalimat pembentuk paragraf dalam struktur teks apa pun. 3. Mampu mengidentifikasi dan mengelompokkan alat-alat sebagai pedoman kerja yang digunakan untuk mengumpulkan data, informasi atau fakta untuk penyusunan teks prosedur yang kompleks.
Untuk indikator 4: menyusun daftar pertanyaan atau pedoman kerja sebagai alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, informasi atau fakta untuk mengisi struktur teks prosedur yang kompleks: tujuan, materi/. Tugas Anda adalah: mengidentifikasi struktur teks prosedur yang kompleks beserta perangkat kebahasaan yang mengisi struktur tersebut, kemudian menganalisis data, informasi, atau fakta yang menyusun isi kalimat dan/atau paragraf pembentuk teks tersebut. Untuk indikator 1 : menentukan cara yang digunakan untuk mengumpulkan data, informasi atau fakta sesuai kebutuhan 2.
DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKS DALAM KURIKULUM 2013
BAB 6
Semua rumusan KD memuat jenis-jenis teks yang akan diajarkan pada setiap jenjang pendidikan selama satu tahun ajaran, misalnya di kelas tujuh dan kelas sepuluh masing-masing ada lima jenis teks, yaitu teks hasil observasi, respon (deskriptif), eksposisi, penjelasan dan cerita pendek di kelas tujuh; dan teks anekdot, eksposisi, laporan observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi di kelas sepuluh. Jadi misalnya KD-3.1 kelas VII yang berbunyi: “Memahami teks hasil observasi, reaksi, eksposisi, penjelasan, dan cerpen baik lisan maupun tulisan.” Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman bahasa dan budaya.”
Untuk KD pertama yang menumbuhkan kesadaran akan perlunya mensyukuri penghargaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, hal ini dapat dicapai dengan ketika siswa ditugaskan untuk mempresentasikan karyanya dalam bentuk teks hasil observasi yang dibuatnya, salah satu siswa yang melakukan presentasi diminta untuk menyampaikannya dalam bahasa daerah, yaitu bahasa ibunya. Dengan mengajarkan teks laporan observasi, guru dapat menekankan bahwa untuk membuat teks laporan observasi, Anda harus melaporkan sesuatu yang Anda lihat/amati sendiri, bukan melaporkan sesuatu yang ada dalam pikiran Anda. Oleh karena itu, hanya dengan mengunjungi objek yang diamati, kita dapat membuat teks laporan tentang hasil observasi.